Arsip untuk November 26th, 2008

26
Nov
08

PEREMPUAN BERBICARA ( 2 )

Perpaduan antara pengetahuan yang baik dan kemampuan untuk berpikir cermat dan tepat akan membuat sesorang memiliki kemampuan lebih, yakni yang sering disebut naluri kepemimpinan, hal itulah yang memungkinkan untuk memimpin dengan baik. Ada begitu banyak peluang yang datang dalam kehidupan ini maka dari itulah perempuan harus peka untuk membaca situasi yang ada.

Perasaan rendah diri akan merampas energi, kekuasaan dan perhatian kita untuk berhubungan dengan orang lain karena perempuan terserap oleh perasaan bahwa perempuan kurang baik. Hal tersebut akan nampak jika kita berhadapan dengan orang yang mengingatkan akan kekurangan kita. Dalam situasi tersebut kita menjadi sangat sadar diri, sehingga tidak dapat memberikan perhatian cukup kepada orang lain, akibatnya kita tidak memberikan kesan yang baik atau mungkin akan dicap sebagai orang rendah diri yang menghalangi perempuan untuk mengasihi dan memperdulikan sesama.

Dengan demikian perempuan harus menemukan dan membenahi kelemahan yang dapat diperbaiki, karena kita semua memiliki talenta dan kelebihan tapi juga kita memiliki kelemahan. Ada yang dapat dirubah  dan diperbaiki sambil belajar dari kehidupan, yang terkadang kelemahannya tidak dapat diubah.

Tuhan menciptakan apa adanya kita, tidak dalam keberdosaan kita  namun dalam kelebihan dan kelemahan kita. Kita hrus melakukan yang terbaik yang dapat kita lakukan dengan kelebihan kita. Untuk itulah saya aktif menulis setiap hari menuangkan ide-ide yang mungkin berguna bagi semua orang.

Artinya kita harus puas dengan kelebihan kita dan jangan pernah iri dengan kelebihan orang lain yang lebih dari kita. Namun demikian, kita harus berusaha mengubah kelemahan yang bisa kita ubah dan mensyukuri apa yang sudah Tuhan berikan. Ingat ! perempuan jika tidak mengenal dirinya akan melihat pendapat orang lain baik itu pujian atau kritik, sebagai faktor penentu dalam pikiran atau perasaannya. Dan perempuan yang tidak dapat mengenali dirinya sendiri menjadi budak pendapat orang lain, sehingga tidak bebas menjadi diri sendiri.

Yang kita perlukan adalah kepercayaan diri yang didasarkan pada pengenalan akan Tuhan dan Penyerahan diri kepadaNya sambil juga menyadari bahwa Perempuan adalah mahluk ciptaannya yang unik, baik secara fisik mapun secara spiritual. Untuk itu perempuan harus menerima diri apaadanya tanpa rasa takut dan gengsi atau tanpa ketidak nyamanan maupun pemahaman yang salah dalam kesombongan atau kearogansian.

Regards, Agnes Sekar Supenni

26
Nov
08

PENGARUH STREOTIPE TERHADAP KARIER PEREMPUAN (2)

KEDUA, PERBEDAAN SEKS

Seperti contoh-contoh di atas tadi sifat-sifat lelaki dan perempuan selalu bertolak belakang. Bila laki-laki dipandang lebih rasional, maka perempuan dianggap irasional. Laki-laki lebih mandiri (independen), maka perempuan dianggap kurang mandiri (dependen).

Namun para peneliti tentang jender seperti Deuax dan Lewis (1984) menemukan kasus lain bahwa bila terdapat sifat positif pada laki-laki akan terjadi sifat negatif pada perempuan dan sebaliknya. Artinya perempuan tidak bisa serta merta selalu dicap negatif 100%, karena laki-laki juga memiliki kelemahan. Kasus seperti ini disebut dengan bipolar yaitu bahwa stereotipe memiliki dua kutub. Hal ini disebabkan karena penilaian seseorang terhadap sifat-sifat laki-laki dan perempuan banyak mengalami perbedaan yang signifikan. Oleh sebab itu melalui pendekatan seks (jenis kelamin) maka sifat laki-laki dan perempuan tidak bisa dilihat sebagai dua kutub yang saling bertentangan, karena pada kenyataannya ada sisi yang memiliki kesamaan dan bipolar.
KETIGA, KATEGORI STEREOTIPE
Pendekatan kategorisasi menyatakan adalah hal yang tidak mungkin kalau
manusia memiliki semua sifat-sifat negatif itu atau tidak memiliki
semua sifat-sifat negatif itu atau tidak memiliki sama sekali. Karena
pada kenyataannya semua manusia (laki-laki dan perempuan) memiliki
sifat positif dan negatif pada diri mereka. Penegasan selanjutnya
(berdasarkan hasil penelitian) mengatakan bahwa tidak hanya perempuan
yang lemah, kurang mandiri dan irasional, ternyata laki-laki juga
memiliki sifat demikian. Misalnya, kendatipun laki-laki dianggap lebih
kuat secara fisik, namun sebaliknya  perempuan lebih kuat secara
psikologis. Kemudian untuk melihat dominasi dalam keluarga apakah
laki-laki atau perempuan. Bila kita membandingkan antara keluarga
Minangkabau di mana keluarganya menganut sistem matriarkat dan
keluarga Jawa yang patriarkat pasti akan mengalami perbedaan. Jadi
menurut pandangan kategorisasi, bahwa cap negatif itu tidak hanya
memiliki oleh kaum perempuan, tapi ternyata bisa juga dimiliki kaum
lelaki.
AKAR STEREOTIPE
Ada dua teori yang menggali tentang asal-usul munculnya stereotipe
ini. Teori setitik kebenaran (Kernel of Truth) dan teori peranan
sosial. Teori setitik kebenaran didasarkan pada asumsi bahwa
stereotipe memilik beberapa bukti empiris yaitu adanya perbedaan yang
signifikan antara sifat-sifat laki-laki dan perempuan. Bahwa perbedaan
sifat tersebut bukan didasarkan pada perbedaan jenis kelamin, namun
akibat pernyataan yang berlebihan sebagai upaya memperoleh kebenaran.
Berdasarkan hasil penelitian kesamaan-kesamaan sifat laki-laki dan
perempuan banyak ditemukan daripada perbedaannya. Namun ada
kecenderungan orang untuk mencari kelemahan atau kejelekan orang lain
secara berlebihan dibanding mengangkat sifat-sifat positifnya. Teori
peranan sosial melihat bahwa stereotipe muncul dari perbedaan peranan
sosial antara laki-laki dan perempuan. Teori ini sebenarnya
berhubungan erat dengan pembagian peran domestik dan peran publik
antara laki-laki dan perempuan. Secara teoritis ada empat sisi yang
dapat dianalisis untuk melihat perbedaan antara laki-laki dan
perempuan. Pertama adalah melalui pembagian kerja (division Of Labor),
bahwa perempuan adalah pekerja pada ruang domestik dan ruang publik.
Konsep antara ruang domestik dan ruang publik membuat dikotomi antara
positif-negatif atau penting kurang penting. Ruang publik dinilai
sebagai sesuatu yang lebih penting, lebih berharga, lebih berbahaya
dibanding ruang domestik. Kedua adalah peran jender yang diharapkan.
Ada kebiasaan bagi kebanyakan orang mengharapkan banyak anak laki-laki
dibanding anak perempuan, karena anak laki-laki adalah penerus
kelangsungan hidup keluarga.  Tidak jarang terjadi satu keluarga
memiliki banyak anak karena berusaha mencari anak-anak laki-laki.
Sejak kecil anak laki-laki dan perempuan sudah dibedakan tugas dan
kewajibannya. Anak perempuan diajar memasak, menjahit, mencuci piring
dan membersihkan rumah, sementara anak laki-laki diajar untuk
mengambil air, mencari kayu di hutan dan berburu. Oleh sebab itu pada
saat mereka sudah besar, orang tua mengarahkan anaknya. Anak perempuan
menjadi guru dan perawat, anak laki-laki menjadi tentara dan pilot
atau hakim/jaksa.
Ketiga, Jenis keterampilan dan mitos, Ada mitos : “anak perempuan
tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena akhirnya bekerja di dapur
juga”. Keyakinan seperti ini sudah merendahkan kaum perempuan, bahwa
perempuan tidak memiliki kemampuan atau keterampilan untuk bekerja di
luar rumah tangga. Akibatnya budaya kita sekarang memandang bahwa
perempuan kurang cocok menjadi pemimpin karena tidak memiliki
kemampuan untuk menjadi pimpinan. Perempuan tidak bisa bekerja di
dunia politik, karena pekerjaan yang cocok adalah mendidik anak-anak,
melayani suami, membersihkan rumah dan memasak. Keempat, Perbedaan
jenis kelamin dalam hal prilaku sosial. Banyak orang kurang
mempercayai perempuan. Misalnya, pada saat pertemuan, meski seorang
perempuan memiliki  pendidikan tinggi seringkali pendapatnya diabaikan
oleh laki-laki. Pendapat laki-laki dianggap lebih penting/benar
dibanding peremuan. Kemudian urusan-urusan tradisional perempuan
seringkali tidak dianggap oleh laki-laki maupun sistem yang berlaku,
negara dan agama. Urusan dapur misalnya, sering dianggap remeh
dibandingkan soal ganti rugi tanah. Beberapa agama dan sistem budaya
menyakini bahwa perempuan tidak boleh menjadi pemimpin. Hanya
laki-laki lah yang menjadi pemimpin dalam segala bidang kehidupan.
PENGARUH STEREOTIPE PADA KARIER
Munculnya dan sekaligus diyakini cap-cap negatif tentang perempuan
seperti diuraikan di atas tadi, secara tidak langsung sangat
berpengaruh bagi pengembangan  karier perempuan. Artinya cap-cap
negatif tersebut sedikit banyak mengurangi kepercayaan masyarakat
terhadap perempuan dalam hal ini memberikan peluang-peluang yang
sederajat dengan kaum lelaki. Padahal sesungguhnya banyak perempuan
yang memiliki potensi yang sama bahkan melebihi potensi laki-laki
dalam menjalankan roda pemerintahan maupun di dalam dunia politik.
Hanya saja masalahnya, banyak perempuan belum diberikan kesempatan dan
kepercayaan untuk memegang jabatan-jabatan strategis seperti Kepala
Dinas, Kepala Biro, Asisten , Bupati, Sekwilda dan lain-lain.
Sehubungan dengan stereotipe atau cap-cap negatif tersebut disarankan
kepada semua perempuan untuk tidak tersinggung atau terpaku dan apatis
akibat cap-cap tersebut. Sekalipun cap-cap itu ada benarnya, namun
kita wajib berusaha untuk memperbaiki diri dan keluar dari lingkaran
stereotipe tersebut, dan sekaligus menunjukkan dan membuktikan kalau
kita kaum perempuan mampu dan dapat dipercaya untuk memegang suatu
jabatan yang penting. Karena stereotipe adalah hasil konstruksi
sosial-budaya, maka kitapun yakin hal itu bisa diubah menjadi
sifat-sifat yang positif dan bermanfaat untuk pembangunan. Kepada
masyarakat disarankan agar memiliki daya kritis dalam hal membaca dan
menyikapi  berbagai situasi dan wacana yang berkembang dewasa ini.
Terutama kaum perempuan berpikir secara ilmiah dan kritis itu sangat
perlu agar tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang negatif dan tidak
gampang menjadi sasaran kejahatan atau gosip-gosip yang tidak
bertanggung jawab. Apabila ada perempuan yang masih senang membuat
gosip, memiliki sifat iri dan dengki, suka mengadu domba, atau
menjelek-jelekan orang lain, atau ingin menjatuhkan orang lain dengan
cara yang kampungan, itu berarti bahwa kita jastifikasi atau
pembenaran tentang-tentang cap-cap negatif tersebut.
Pada era globalisasi dan moderinisasi ini banyak tantangan dan masalah
yang akan kita hadapi, terutama persaingan/kompetensi dalam berbagai
hal. Mendurut pendapat saya, untuk memenangkan persaingan itu hanya
ada satu syarat yaitu kualitas. Kita harus memiliki kualitas SDM yang
hal dalam segala bidang seperti menejerial (kepemimpinan), kepribadian
yang tangguh, memiliki etika yang terpuji, pengetahuan yang luas,
cekatan dalam bekerja, proaktif dalam mengambil keputusan, kemandirian
dalam menyusun dan mengembangkan program kerja dan memiliki tanggung
jawab terhadap semua pekerjaan yang telah, sedang dan akan dikerjakan,
serta jujur dan terbuka dalam pengelolaan keuangan. (*).

26
Nov
08

PEREMPUAN BERBICARA

Saya membuat tulisan ini sebagaimana biasa dengan perasaan dan kepedulian saya sebagai perempuan dan orang yang peduli perempuan pasti merindukan yang terbaik terjadi atas kaumnya. Disadari atau tidak struktur masyarakat yang tidak adil antara perempuan dan laki-laki masih terjadi pada masyarakat kita. Apa yang harus diperbuat ?Terjun ke lapangan untuk memberikan tenaga lebih banyak agar tujuan tercapai, atau menyiapkan strategi sebelum melangkah ? Lebih baik perempuan menyadari keberadaannya terlebih dahulu sebelum mencapai aksi untuk mencapai tujuan. Perempuan harus mengetahui kemampuan dan keterbatasannya, dan menyadari untuk memberikan jalan keluar yang tepat sebab kemampuan dan kelemahannya tidak akan memberikan jalan keluarnya. Mengapa perlu demikian ? Sebab tanpa pengenalan diri yang kuat perempuan akan terombang ambing diantara ketakutan dan gengsi diantara ketidaknyamanan dan kepercayaan diri yang berlebihan.

Tanpa pengenalan diri yang cukup perempuan akan berkutat dalam keriuhan aktifitas unutuk mencoba merasa diri lebih baik karena prestasinya, kedewasaan perempuan dan kualifikasinya sebagai pemimpin terlihat dalam hubungan dengan rekan kerja. Dalam masyarakat yang patrilineal ,pihak perempuan berada dalam posisi lack of power atau kelangkaan kekuasaan, maka untuk memperbaiki struktur masyarakat yang lebih adil, strategi yang harus ditempuh perempuan adalah berbicara, untuk menyikapi, perempuan harus sebagai subyek yang berbicara yang juga berarti subyek dari pernyataan. Diam dan bungkam akan menjadi tempat berteduh bagi kekuasaan, maka dari itulah perempuan harus tampil, bicara dan menolak.

Sangat penting bagi perempuan untuk memecah kebisuan teks dengan melancarkan strategi yaitu bicara dan menulis. Hal tersebut diperlukan untuk memahami keberadaannya, karena setiap manusia selalu berubah, bertumbuh dan belajar, gagal dan berhasil, mulai dan berhenti, selalu lebih baik atau lebih buruk dari yang sebelumnya, Maka dari itulah perempuan harus b erbicara sebagai Objek. Dan saya sebagai perempuan memiliki kewajiban moral untuk menyuarakan suara-suara perempuan yang selama ini terbisukan dari dunia yang lebih adil, lebih setara dan lebih manusiawi, seperti yang kita impi-impikan. Salah satu faktor yang harus dimiliki oleh perempuan adalah pengetahuan, perempuan harus memahami dengan baik cara berfikir lengkap tersistem serta tuntas, serta berfikir secara cermat dan tepat untuk membuat penafsiran serta keputusan yang tepat.

26
Nov
08

PENINGKATAN KUALITAS PMI DAN RELEVANSINYA

PMI merupakan suatu wadah yang kegiatannnya sangat mulia karena menyangkut suatu pekerjaan yang bertujuan meringankan penderitaan sesama manusia apapun sebabnya, dengan tidak membedakan agama, suku bangsa, golongan , warna kulit, jenis kelamin dan bahasa. Tugas mulia yang ditunjung oleh PMI ini merupakan tugas sosial kemanusiaan sebagai pengamalan Pancasila. Perhimpunan ini merupakan satu-satunnya perhimpunan yang melaksanakan tugas kepalang merahan berdasarkan Keputusan Presiden N0. 26 Tahun 1950 dan Keputusan Presiden No. 246 Tahun 1963.

Melalui analisa lingkungan dan pengamat sosial budaya saat ini kondisi PMI Kalimantan Tengah menghadapi tantangan yang tidak mudah. Adapun yang mendasarinya yaitu, terbatasnya SDM dalam mendayagunakan  PMI sebagai salah satu sarana mencapai kesejahteraan sosial.

Faktor intern MI Kalimantan Tengah agar lebih meningkatkan kinerjanya dengan cara memprioritaskan kegiatan pada kepalang merahan saja. Faktor ektern agar PMI menjalin kerjasama dengan luar negeri untuk
urusan kepalang merahan dan mengusahakan ikut sertanya bangsa Indonesia secara maksimal dalam hal tenaga, dana, maupun materi.

PMI berindak atas nama Pemerintah RI tentang pelaksanaan hubungan dengan luar negeri dalam lapangan kepalang merahan  untuk memenuhi syarat-syarat yang ditentukan dalam konvensi Jenewa terhadap dunia
luar, juga mempersiapkan diri untuk melaksanakan tugas-tugas baik didalam negeri maupun luar negeri dengan tujuan untuk mencari ketangkasan-ketangkasan dalam melaksanakan tugas-tugas pada waktu ada
bahaya (perang), disamping tujuan pokok dari PMI dalam lapangan perikemanusiaan.

Menghadapi era globalisasi PMI dirasa perlu untuk meningkatkan kemampuannya untuk ikut serta dalam melaksanakan pembangunan seperti yang ada sekarang ini. Selain itu belum optimalnya peran aktif
masyarakat akan keberadaan PMI, dan kurangnya pastipasi masyarakat untuk menggerakkan PMI dengan berbagai tugas kemanusiaannya. Dalam rangka menjaga kewibawaan dan tertib serta disiplin organisasi,
pengurus PMI secara berjenjang kebawah berkewajiban melakukan pembinaan managemen organisasi dan pengawasan. Untuk mencapai tujuan PMI melaksanakan kegiatan pokok antara lain :

  1. Menyebarluaskan dan mengembangkan aplikasi prinsip dasar gerakan palang merah dan hukum perikemanusiaan internasional bagi seluruh rakyat Indonesia.
  2. Pelayanan Kepalang Merahan.
    a.  Perlindungan dan bantuan
    b.  Upaya kesehatan transfusi darah
    c.  Pelayanan sosial dan kesehatan masyarakat
    d.  Pembinaan generasi muda
  3. Konsolidadi organisasi, pembinaan potensi dan peningkatan sumber daya PMI.

Strategi –strategi baru diterapkan guna memecahkan masalah-masalah sosial secara konsepsional yang merupakan tuntutan kemanusiaan yang tinggi. Untuk menjamin keselamatan dan terpenuhinya kebutuhan darah untuk pasien di rumah sakit, juga memberantas penyakit menular seperti malaria, AIDS yang disebabkan kecerobohan petugas dalam mengolah darah yang akan ditranfusikan.

Peran PMI dalam pelayanan sosialpun mengalami peningkatan selalu stand by terhadap bencana banjir, kebakaran, musibah dan kabut asap yang belakangan ini melandan seluruh Kalimantan Tengah. Selain itu hal tersebut diatas, juga meningkatkan perannya sebagai wadah untuk pembinaan generasi muda khususnya generasi muda yang tergabung dalam Palang Merah Remaja (PMR), Korps Sukarela (KSR) maupun
kelompok-kelompok lainnya. Pengurus PMI hendaknya mengurus yang mau bekerja secara suka rela kalau perlu berkorban untuk organisasi, dan mau mengabdi untuk kemanusiaan, berpengalaman dalam organisasi sosial mampu dan dapat menyediakan waktu untuk mengelola PMI.

Kita semua berharap agar PMI Daerah Kalimantan Tengah tetap konsisten dan terus menerus mengadakan pembaharuan dan meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat yang memerlukan pelayanan, dengan
mengutamakan pelayanan pada segmen yang tidak hanya membutuhkan bantuan, pelayanan dan pemberdayaan tetapi juga perlindungan juga dapat mencapai tujuan dan sasaran yang telah diprogramkan sebagai berikut :

  1. Tersedianya mekanisme penanganan masalah-masalah sosial yang mantap.
  2. Terbinanya kesempatan untuk melaksanakan kewajiban ikut serta dalam kegiatan-kegiatan kemanusiaan.
  3. Meningkatkan potensi dan kesejahteraan sosial masyarakat dalam menangani dan menurunkan permasalahan sosial juga meningkatkan mutu pelayanan dan tersedianya kemudahan untuk mengakses pelayanan sosial dan fasilitas umum.
  4. Berupaya membangun ketahanan sosial yang mampu memberi bantuan penyelematan dan pemberdayaan terhadap masalah sosial dan korban bencana serta mencegah turunnya kualitas generasi muda.

Dengan terbentuknya Pengurus PMI masa bakti 2002-2007 diharapkan PMI dapat memecahkan masalah sosial yang semakin hari semakin meningkat. Namun demikian, perlu pula disadari bahwa keberhasilan PMI Kalimantan Tengah sangat tergantung pada partisifasi aktif semua unsur masyarakat seperti Pemerintah, pengusaha, pegawai negeri, LSM, mahasiswa, pelajar dan lain-lain. (penulis PNS pada Setda Provinsi Kalteng).

26
Nov
08

KIAT PEREMPUAN MENGATASI KESEJAHTERAAN SOSIAL (2)

Konsep partnership yang harmonis antara perempuan dari laki-laki bukan sesuatu yang mustahil  untuk dicapai dalam kehidupan bermasyarakatkan. Namun kenyataan yang masih dihadapi perempuan adalah keterkungkungan oleh stereotype tentang apa yang pantas atau tidak pantas dilakukan olehnya sebagai perempuan.

KETERKUNGKUNGAN itu sekaligus membatasi pengembangan minatnya dan menyebabkan bahwa  perempuab bahwa masih lebih banyak terkonsentrasi pada bidang study  maupun jenis pekerjaan yang khas perempuan (female jobs).

Dilekatkan masalah kodrat hanya pada perempuan dan tidak sebagai kondisi khas manusia dan interprestasi kodrat yang cenderung membatasi ruang geraknya mengakibatkan perempuan tidak dapat atau tidak mau (tidak berminay) mengembangkan potensi yang dimilikinya, sehingga ada gejala untuk memandang perempuan sebagai kurang pantas melakukan sesuatu, kurang stabil dan sebagainya.

Organisasi perempuan dapat berperan sebagai motivator dan motor solidaritas sosial di kalangan masyarakat untuk mau secara langsung ataupun tidak langsung melakukan proses pemberdayaan perempuan. Hal apa saja yang dilakukan kaum perempuan agar dapat mempunyai hak dan kemampuan yang sama dengan pria. Di sini penulis menguraikan perihal dimaksud, perempuan diharapkan dapat meningkatkan sumber daya manusia yang sesuai dengan situasi dan kondisi masing-masing, juga diperlukan satu pemahaman tentang kesetaraan dan keadilan gender disemua kalangan dan instansi termasuk para pejabat dab seluruh elemen masyarakat.

Wacana pemberdayaan perempuan mempunyai 3 (tiga) sasaran sebagai berikut :

  1. Meningkatkan kedudukan dan peran perempuan diberbagai bidang
    kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
  2. Meningkatkan peranan perempuan sebagai pengambil keputusan dalam
    mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.
  3. Mengembangkan usaha pemberdayaan perempuan, kesejahteraan keluarga
    dan masyarakat serta perlindungan anak.

Hal-hal yang menghindari semua tujuan tersebut adalah persamaan hak dan martabat perempuan. Masalah kesejahteraan sosial tidak lepas dari permasalahan perempuan, selama perempuan masih termarjinalkan belum dapat mengemukakan pendapat belum dapat mengambil keputusan, dan perempuan masih dianggap sebagai manusia kedua setelah laki-laki dan selama kesetaraan dan keadilan gender belum terwujud maka
kesejahteraan sosial juga belum terwujud.

Membangun dan mewujudkan kesejahteraan sosial adalah membangun bangsa ini secara utuh tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan oleh karena itu pembangunan yang berkesetaraan dan berkeadilan gender perlu diwujudkan dan diharapkan perempuan mampu berperan dan berpartisipasi dalam kegiatan pembangunan serta kesamaan dalam menikmati hasil pembangunan.

Yang menjadi permasalahan sekarang bagi perempuan yaitu :

  1. Bagaimana kaum perempuan dapat mengatasi segala keadaan yang
    menghambat peran dan geraknya dalam masyarakat.
  2. Cara-cara apa yang dapat dilakukan agar tercipta adanya kondisi
    yang disebut pemberdayaan perempuan.

Yang paling mendasar dibutuhkan kemampuan untuk meningkatkan kualitas diri melalui berbagai cara, baik jalur pendidikan maupun jalur organisasi seperti berikut :

  1. Meningkatkan kemampuan kaum perempuan untuk dapat terlibat dalam
    program pembangunan sebagai partisipasi aktif.
  2. Meningkatkan kemampuan kaum perempuan dalam kepemimpinan untuk
    meningkatkan posisi dalam masyarakat, maka semua dapat berkontribusi
    sesuai dengan peran potensinya masing-masing.

Kaum perempuan sudah saatnya untuk bangkit.

26
Nov
08

KIAT PEREMPUAN MENGATASI KESEJAHTERAAN SOSIAL (1)

Pembangunan pemberdayaan perempuan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan pemberdayaan manusia yang menyeluruh untuk membangun tata kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara serta mewujudkan kemajuan disegala bidang.

Di era kompetitif perempuan haris mempunyai misi yang jelas agar harapan dan cita-citanya dalam mencapai tujuan dapat lebih terarah. Meningkatkan kedudukan dan peranaan perempuan dalam kehidupan
berbangsa dan bernegara merupakan solusi yang tepat dan melalui kebijakan nasional dengan tetap mempertahankan nilai persatuan dan kesatuan, serta nilai-nilai historis perjuangan kaum perempuan dan
melanjutkan usaha pemberdayaan perempuan, serta kesejahteraan keluarga dan masyarakat. Jika jumlah perempuan aktif berpartisipasi meningkat, maka perempuan dapat memberikan sifat dan pengalamannya yang berbeda terhadap wilayah politik.

Kesadaran perempuan dalam berpartisipasi dalam politik menentukan kemajuan pembangunan bangsa dan akhirnya memungkinkan lebih banyak pilihan keputusan yang berpihak kepada kepentingan perempuan. Yang tujuannya memusatkan perhatian dan isu-isu yang secara strategis berpengaruh langsung  pada meningkatnya keterwakilan perempuan dalam posisi pengambilan keputusan. Upaya yang perlu dilakukan dalam amandemen terhadap konstitusi dan pihak undang-undang.

Kesejahteraan antara perempuan dan laki-laki menjadi perhatian kita semua, kemitra sejajaran inipun dibahas dalam konvensi internasional tentang penghapusan segala bentuk diskriminasi terhadap perempuan, yaitu pengesampingan atau pembatasan ataupun pembedaan penggunaan hak-hak asasi perempuan. Persamaan hak, penghapusan diskriminasi terhadap perempuan, sehingga kaum perempuan mempunyai hak yang sama dengan laki-laki dalam mengimplikasikan perannya baik dalam bidang
politik, sosial, ekonomi dan budaya.

Bahkan dalam pasal 8 Konvensi Internasional Internasional mengenai Hak persyaratan-persyaratan yang sama dengan laki-laki tanpa diskriminasi apapun pada kesempatan untuk mewakili pemerintah mereka pada tingkat internasional dan untuk mengambil bagian dalam tugas khusus organisasi-organisasi internasional. Bahkan dengan keluarnya UU No. 12 Tahun 2002 tentang Pemilu yang disebutkan pasal 65 ayat 1″setiap partai politik, peserta pemilu dapat mengajukan calon anggota DPR, DPRD Propinsi dan DPRD Kabupaten/Kota untuk setiap daerah dengan memperhatikan keterwakilan perempuan sekurang-kurangnya 30%.

Akan tetapi kita tidak boleh terlalu bangga dengan prestasi tersebut, kalau kita tidak dapat menempatkan perempuan yang betul-betul berperan aktif membela perempuan yang selama ini tertinggal. Oleh karena itu
perempuan harus meningkatkan kualitasnya.

Penulis mengajak seluruh kaum perempuan untuk bersama-sama meningkatkan kualitas hidup perempuan agar dapat bersaing dengan laki-laki dalam berbagai bidang kehidupan dengan tidak menyalahi
aturan yang ada. Yang membuat perbedaan antar gender dari segi nilai-nilai sosial budaya telah diberi arti bahwa perempuan mempunyai kekurangan hal mana merupakan kendala bagi pengembangan potensi perempuan. Untuk itu perlunya mewujudkan kemitra sejajaran jika ingin memajukan mutu kehidupan bangsa.

(bersambung/Penulis anggota pengembangan potensi dan peran aktif
masyarakat BKKKS Provinsi Kalteng)

26
Nov
08

KEWAJIBAN DAN PERTANGGUNG JAWABAN J.R.A

Tidak sedikit orang yang beranggapan bahwa arsip sebagai tembusan surat keluar yang disimpan, padahal arsip adalah baik yang dibuat maupun yang diterima dan dalam bentuk corak apapun. Arsip adalah
informasi yang melekat pada wujud atau medium aslinya. Ia unik karena keunikannya, otensitas dan kredibilitasnya bisa diandalkan. Pemerintah tanpa arsip ibarat tentara tanpa senjata, dokter tanpa obat, petani tanpa benih, tukang tanpa alat.

Dunia tanpa arsip dan akan menjadi dunia tanpa ingatan, tanpa kebudayaan, tanpa hak-hak yang syah, tanpa pengertian akan akar sejarah dan ilmu tanpa identitas kolektif. Dari semua aset negara yang ada, arsip adalah aset yang paling berharga. Ia merupakan warisan nasional dari generasi ke generasi yang perlu
dipelihara dan dilestarikan. Tingkat keberadaan suatu bangsa dapat dilihat dari pemeliharaan dan pelestarian terhadap arsipnya.

Seharusnya semua pihak menyadari tanpa pentingnya arsip, karena pada hakekatnya pada setiap kegiatan dari suatu organisasi pasti memerlukan organisasi pasti memerlukan arsip dan kegiatan tersebut pasti juga
menghasilkan arsip.

Pengelolaan arsip yang baik mesti didasarkan pada sistem. Sebagai suatu sistem, pengelolaan arsip harus dijalankan secara terpadu sejak tahap penciptaan hingga penyusutannya, yang didukung oleh sumber daya
manusia, kelembagaan dan sarana serta prasarana yang memadai. Sistem pengelolaan arsip mencakup aspek penciptaan, penggunaan dan pemeliharaan serta penyusutan arsip. Arsip merupakan cermin dari pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi.

Jadwal Retensi Arsip (JRA) sebagai pedoman untuk melakukan penyusutan arsip, sehingga perkembangan fisik dan informasi arsip yang dihasilkan oleh suatu instansi dapat dikendalikan dengan lebih efektif dan
efisien. Sasaran yang akan dicapai yaitu mampu menyediakan arsip yang sehat, untuk orang yang berwenang pada waktu yang tepat dan dengan biaya yang seefisien mungkin. Jadwal Retensi Arsip (JRA) juga sebagai sarana pengendalian yaitu menjaga keseimbangan antara arsip yang tercipta dengan intensitas penyusutannya, sehingga efisiensi penanganan arsip tetap terjaga. Program retensi arsip pada intinya merencanakan dan menentukan jangka simpan arsip, sedangkan program penyusutan arsip memiliki pengertian perencanaan jangka simpan arsip sekaligus pengaturan prosedur arsip.

Sesuai dengan amanat yang tercakup dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan pasal 6 bahwa Pemerintah perlu mengaktifkan usaha-usaha penyelenggaraan arsip.

Selain itu juga berfungsi juga menjaga kelangsungan dan kepentingan hidup organisasi. Organisasi tanpa arsip berarti diragukan kemampuannya atau keberadaannya, bahkan arsip mampu menentukan binafide tidaknya suatu organisasi.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 1979 tentang penyusutan arsip di dalam pasal 4 ayat 3 disebutkan bahwa :

Lembaga-lembaga Negara atau Badan-badan Pemerintah masing-masing wajib memiliki jadwal retensi arsip yang berupa daftar berisi sekurang-kurangnya jenis arsip dapat beserta jangka waktu penyimpanannya sesuai dengan nilai kegunaannya dan dipakai sebagai pedoman penyusutan arsip.

Untuk di dalam penyusutan perlu memperhatikan beberapa aspek dibidang hukum. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 34 Tahun 1979 tentang :

  • Kewajiban memiliki jadwal retensi arsip (JRA) pasal 4 (3).
  • Wujud  / format jadwal retensi arsip pasal 4 (3).
  • Hal-hal yang perlu diperhatikan sesuai jadwa retensi arsip pasal 4 (3)

Pengelolaan arsip sangat bergantung kepada kemampuan memahami dan mendalami organisasi dan tata laksananya. Terlebih lagi dalam rangka menyusun jadwal retensi arsip (JRA). Umur arsip sangat tergantung pada nilai informasinya, sedangkan nilai informasinya hanya dapat diketahui bila kita memahami fungsi dan kegunaan arsip dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Semakin tinggi tingkat organisasinya yang menghasilkan arsip. maka semakin tinggi pula nilai informasi arsip yang dihasilkan atau sebaliknya.

Prosedur dan Teknis penyusunan JRA dapat dimulai dengan melaksanakan inventirisasi arsip, termasuk peraturan perundang-undangan yang ada, unsur-unsur yang diinventarisir meliputi jenis atau series arsip,
volume, lokasi simpan, kondisi fisik, sistem penataan, usia atau periode waktu, kelengkapannya dan lain-lain termasuk usulan retensi dari unit pencipta arsip. Langkah berikutnya adalah pembuatan daftarpenilaian. Pembuatan daftar penilaian pada dasarnya merupakan rangkuman atau memformulasikan hasil Inventarisasi ke dalam suatu daftar yang memuat jenis atau series arsip, tahun volume, lokasi, kondisi, usulan retensi dan lain-lain.

Setelah itu dilaksanakan penilaian dan penetuan retensi arsip, penilaian senantiasa  memperhatikan nilai informasi atau nilai-nilai guna arsip, biaya pengelolaan dan dampak pemusnahannya, selain itu perlu diperhatikan pula perundang-undangannya.

26
Nov
08

PERAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA LN (2)

Otonomi daerah tidak berarti memutuskan hubungan antara pusat dengan pihak daerah tetapi koordinasi tetap dan perlu ditingkatkan maka keberadaan NGO di daerah harus selalu dapat dimonitor oleh Pemda.

a. Program
Program-program yang ditawarkan oleh NGO sebaiknya dipilih sesuai dengan program yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat setempat. Dalam menentukan program yang agar tepat sasaran perlu adanya koordinasi antara pusat dan daerah atau sebaliknya, dengan tetap mempertimbangkan dampak positif maupun negatif terhadap stabilitas keamanan setempat tentunya secara teknis lebih memahami program-program yang dibutuhkan oleh masyarakatnya. Di samping itu daerah juga harus banyak berkoordinasi dengan pusat untuk menyampaikan kebutuhan pembangunan daerah sehingga tidak terjadi tumpang tindih. Berkaitan dengan dampak terhadap stabilitas keamanan daerah tentunya menjadi porsi pengamanan
secara langsung maka Pemda bersama pihak aparat keamanan harus selalu diadakan koordinasi diantara pihak-pihak yang terkait.

b. Orang asing
Kehadiran dan lalu lintas orang asing di Indonesia khususnya berkaitan dengan keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan keselamatan orang asing itu sendiri akan menjadi perhatian khusus. Dalam hal pemberian ijin terhadap orang-orang asing yang akan melaksanakan program di daerah perlu dilengkapi rekomendasi dari Gubernur dan Kapolda setempat. Rekomendasi Gubernur diperlukan untuk mengetahui kebutuhan daerah atas program yang ditawarkan oleh NGO. Rekomendasi dari Kapolda diperlukan untuk mengetahui tingkat keamanan di daerah berkaitan dengan orang-orang asing tersebut. Keberadaan orang asing di Indonesia perlu mendapat perhatian khusus baik ditinjau dari sisi keamanan atas aktifitas orang asing tersebut maupun pengamanan terhadap pribadi orang asingnya sebab jika terjadi sesuatu hal terhadap diri orang-orang asing yang berada di wilayah Indonesia akan mempengaruhi hubungan luar negeri pemerintah Indonesia dengan dunia internasional dan akan disebar luaskan ke seluruh dunia sehingga dapat merugikan kepentingan pemerintah RI di dunia internasional.

Mekanisme perijinan masuknya orang asing telah ditentukan sesuai hasil pertemuan antara Departemen/Lembaga/Instansi terkait sebagai berikut :

Mekanisme ini agar dipahami oleh semua pihak, karena itu harus terjalin koordinasi antara Departemen/Lembaga/Instansi di Pusat dengan Daerah, agar pembangunan nasional dapat terlaksana sesuai dengan cita-cita seluruh bangsa Indonesia.

Komitmen yang dilandasi oleh jiwa dan semangat untuk membantu masyarakat akan memberikan nilai tambah terhadap kerjasama pemerintah dengan pihak luar negeri (NGO asing) sebagai mitranya. Oleh karena itu NGO asing dalam melaksanakan kegiatan di Indonesia harus mengikuti aturan dan ketentuan yang telah tertuang dalam MoU (Memorandum of Understanding). NGO asing diharapkan tidak melaksanakan kegiatan yang bernuansa politis. NGO asing dalam berkarya di Indonesia tidak perlu harus memilih daerah konflik karena masih banyak daerah yang membutuhkan bantuan. Di samping itu juga struktur organisasi NGO asing hendaknya lebih banyak menempelkan personel Indonesia dalam rangka transfer pengetahuan / teknologi.

(Penulis adalah Kepala Bagian Bantuan dan Kerjasama Luar Negeri Unit
Penanganan Sosial Setda Provinsi Kalteng
)

26
Nov
08

PERAN DAERAH DALAM MENINGKATKAN KERJASAMA LN (1)

SEJAK Indonesia di landa krisis ekonomi dan moneter pada sekitar tahun 1997 yang diperparah krisis mental dan moral serta KKN sehingga penyelenggaraan pembangunan nasional tidak dapat berjalan dengan lancar, selanjutnya setelah jatuhnya Rezim Orde Baru Pemerintah Indonesia semakin sulit mengatasi berbagai persoalan Nasional yang multi komplex karena keterbatasan dana yang ada, kemiskinan merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya berbagai masalah kesejahteraan sosial yang tercermin dalam ketidakmampuan pemenuhan kebutuhan dasar, ketelantaran dan ketunassosialan.

Untuk hal ini diperlukan langkah-langkah, cara mengatasinya antara lain, peningkatan profesionalisme dan kinerja pelaku pembangunan dan kerjasama, kesetaraan, kebersamaan, kepedulian dan jaringan kerja yang
menguntungkan. Dengan adanya kerjasama Pemerintah dengan pihak NGO asing melalui kerjasama/bantuan teknik menjadi salah satu alternatif yang dapat membantu mengatasinya persoalan. Pasal 88 (1) undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, maka daerah rapat mengadakan kerjasama yang
saling menguntungkan dengan lembaga/badan di Luar Negeri yang diatur dengan keputusan bersama. Perlu diingat dengan menjalin kerjasama, suatu kesepakatan para pihak (consent to be bound) merupakan suatu hal penting saat merumuskan naskah perjanjian. Kebijakan kerjasama dengan pihak luar negeri disusun dengan memperhatikan perkembangan situasi kehidupan politik, perubahan dan kebijakkan pemerintah, kinerja ekonomi dan kondisi yang selama 2 (dua) tahun terakhir mengalami perubahan yang signifikan. Prioritas kerjasama dan bantuan disesuaikan dengan agenda-agenda dan isu-isu reformasi seperti good governance, desentralisasi.

Pilihan bidang prioritas disesuaikan dengan expertise donor yang bersangkutan serta pengalaman kerjasama dengan Indonesia. Pemerintah Daerah dapat melakukan kerjasama yang saling menguntungkan
dengan dengan pihak Luar Negeri sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengembangan kerjasama luar negeri secara optimal yang pada akhirnya akan memberikan manfaat kepada
Pemerintah Daerah dan masyarakat. Hal tersebut di atas akan menjawab jika adanya suatu kesamaan pandang untuk menjalin kerjama yang menguntungkan Pemda. Kita akan lihat dari tugas pokok dan fungsi dari Pemda itu sendiri. Di mana dalam menjalankan tugas, pokok  dan fungsinya Pemda harus mampu bertindak ekonomis, efektifitas dan akuntabel.

Pengertian ekonomis mengandung makn, bagaimana Pemda mampu menjalankan urusan otonominya dengan berbagai pertimbangan ekonomis yaitu memilih dari berbagai alternatif yang paling murang dari sudut total biaya.

Tujuan ekonomis ini akan mencegah dan mengurangi pemborosan dalam penyelenggaraan Pemda baik dalam kegiatan rutin maupun pembangunan setiap urusan. Upaya menciptakan bagi uang rakyat (better value for money) akan mengental. Ini berarti bahwa Pemda akan selalu bersikap kompetetif dalam upaya memberikan nilai tertinggi bagi setiap rupiah uang rakyat yang dipergunakan.

Dalam pengertian efektif terkandung makna bahwa dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya Pemda dapat mencapai sasaran yang direncanakan. Untuk perlu disepakati terlebih dahulu standar efektifitas yang diinginkan. Sasaran ataupun tujuan yang ingin dicapai oleh Pemda haruslah terukur dan ada standar yang jelas. Tujuan yang ingin dicapai efektif ini adalah bahwa Pemda menjadi peka dalam menentukan tujuan atau sasaran dari setiap urusan otonomi yang dilaksanakan. Adanya sasaran yang jelas tersebut akan menunjukkan sejauh mana Pemda dapat menangkap aspirasi dan mengartikulasi bantuan dan dukungan masyarakat daerah.

Kerjasama pihak asing dengan Pemda akan berhasil dan berdaya guna apabila pihak-pihak yang terkait mampu melaksanakan tugas dan fungsinya secara terkoordinasi dengan baik serta ditunjang oleh suatu
perangkat hukum (mekanisme) yang jelas dan tidak ditumpangi oleh kegiatan-kegiatan politis.

Dalam pelaksanaannya kerjasama Pemda dengan NGO (Non Governant Organization) belum ada aturan baku atau undang-undang yang secara komprenhensif mengatur kerjasama tersebut sehingga sering timbul berbagai masalah. Dan diharapkan kerjasama tersebut dapat mensejahterakan rakyat dan menjaga kesatuan dan keutuhan negara. Salah satu syarat untuk mewujudkan kelangsungan pembangunan nasional tidak
terlepas dari terciptanya stabilitas nasional. (bersambung).

26
Nov
08

PEREMPUAN CERDAS

Perempuan cerdas itu indah, ia tidak mudah dibohongi oleh apapun atau siapapun. Perempuan cerdas itu tidak mudah terpesona dengan bujuk rayu yang tidak bermutu. Ia memahami bahwa kecerdasan perempuan itu bukan aksesoris semu diatas panggung semata. Perempuan cerdas itu terwujud dalam karyanyata. Ia berprestasi dalam bidang yang memang benar-benar memaksimalkan peran otak dan akal bukan sekedar akal-akalan saja. Perempuan cerdas itu langsung terasa efeknya ke masyarakat. Selain mengukir prestasi dalam bentuk kemampuan akademis yang okay, kecerdasannyapun bisa juga diraih dalam bentuk keterampilan. Perempuan cerdas adalah perempuan yang mampu menyelesaikan seluruh permasalahan dalam hidupnya dengan satu tolak ukur tertentu yang bertanggung jawab.

Tidak jarang kita terjebak dalam reaksi-reaksi jangka pendek terhadap masalah-masalah kita dan kehilangan pandangan pada keuntungan jangka panjang dari upaya memposisikan diri kita untuk tanggap kepada yang lebih penting dan prioritas. Mohon diperhatikan bila cara anda mem udahkan, tidak akan ada masalah yang menyulitkan, dahulukan logika anda, jangan biarkan pikiran keliru menaungi anda. Bila tidak diingatkan banyak orang yang sedang menjalani kehidupan tanpa kesadaran bahwa ia harus mencapai sesuatu.Sebagian orang kurang suka untuk mengharuskan hidupnya mencapai sesuatu yang jelas, terukur dan berbatas waktu. Dia lupa menghindari pembenahan masa kini hanya akan memudahkan pembenahan masa YAD. Ketegasan tidak sama dengan kekerasan. Sudah pasti bukan kemarahan, ketegasan adalah jelas dan tetapnya pilihan keputusan yang diambil pada saat yang dibutuhkan.

Keyakinan yang dibutuhkan perempuan untuk membangun ketegasan tidak datang karena anda mengetahui semua jawaban bagi masalah anda, tetapi karena anda terbuka bagi semua orang. Seorang yang tegas, justru menyadari bahwa ada beragam kemungkinan yang bisa menemuinya disetiap langkahnya. Kita harus tegas untuk memutuskan untuk bersikap, bertindak dan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi yang diperlukan. Dan orang yang tidak tegas memutuskan bagi kebaikannya, sebetulnya telah sangat tegas un tuk membiarkan dirinya merasa kecil.

Seseorang dapat dikatakan hebat jika memiliki nilai keberadaan pribadi maupun sosial. Perempuan diperlukan sebagai variasi kebutuhan memiliki kemampuan lebih baik dari pada rekan-rekannya berada dalam bahya untuk jatuh  secara tidak disadari kedalam bahaya yang halus, yaitu kurang peka akan sikon yang ada. Ia merasa pertimbangannya lebih tepat dari pada orang lain. Karena itu demi pekerjaan mereka tidak akan melepaskan kedudukannya. Ia tetap memegang kekuasaan itu lama setelah pekerjaan itu sepatutnya diserahkan kepada orang lain, yang lebih muda. Kecenderungan membahayakan bagi perkembangan kemajuan organisasi yang dipimpinnya.




MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 706.662 hits
November 2008
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.