Arsip untuk November 6th, 2008

06
Nov
08

Perempuan Sumber Inspirasi

Perempuan adalah mahluk unik, yang selalu menarik untuk diperbincangkan. Perempuan dianggap lemah, emosional, pasif dan tidak mandiri. Mereka dikategorikan sebagai mahluk yang hanya pantas diserahi tugas -kalau sudah menikah- mengurus rumah tangga. Pada dirinya hanya ada peran reproduksi, yakni mengandung, melahirkan dan membesarkan anaknya. Pandangan ini seakan menjadi mitos dihampir seluruh belahan bumi. Terus hidup menembus waktu, hingga berabad-abad lamanya. Kaum perempuan dibuatnya terpinggirkan, bahkan terlupakan bagi mereka seakan tak ada peran lain yang harus dimainkan.

Dengan perkembangan waktu, pera perempuan semakin kompleks, kini perempuan lebih luas dalam kiprahny. Penyair-penyair terrnama tak pernah lepas dari nama perempuan. Ia memakai perempuan sebaga sumber inspirasinya. Perempuan pula yang membuat Kaisar Mughal, Shah Jahan, menghadiahkan sebuah monumen batu pualam mewah, Taj Mahal. Ia mepersembahkan monument untuk istri yang menjadi sumber inspirasinya. Dalam sejarah bangsa yahudi, tampil Esther sebagai perempuan tangguh yang mengubah nasib bangsa yahudi. Dimana saat itu bangsa yahudi dalam keadaan terpuruk Esther tampil sebagai pendobrak dari keterpurukan.

Esther adalah pribadi yang tangguh dan pintar, Esther memiliki pribadi yang cukup rendah hati dan berpengertian walaupun menjadi ratu, dia tetap taat pada sang paman Mordekhai yang telah mengasuhnya sejak kecil. Dan ketika yahudi dibawah kekuasaan raja Ahaasyweros orang-orang yahudi akan dimusnahkan. Esther tampil menyelamatkan bangsanya dari hukuman mati. Esther cepat mengambil peluang yang ada, dia tidak menyia-nyiakan posisinya dan jadilah dia sebagai ratu dan pemenang bagi bangsanya. Tindakannya mampu melepaskan bangsa yahudi dari ketertindasan. Esther sebagai contoh perempuan yang menjadi sumber inspirasi.

Pada masa kini pun banyak bermunculan perempuan-perempuan sebagai pendobrak dari ketertinggalan yang dapat memberikan gagasan nilai-nilai sosial yang tinggi. Sudah saatnya untuk tidak menempatkan perempuan sebagai kaum lemah yang harus hidup”terkungkung”, kaum yang tak perlu pintar karena cukup mengemban tugas sebagai ibu rumah tangga yang diakui keberadaannya hanya karena menikah dan melahirkan, tapi kaum perempuan harus bangkit.

Dengan semangat kaum perempuan harus dapat menempatkan perempuan sejajar dengan kaum pria mereka punya hak yang sama. Bahkan kita mudah mengatakan untuk kita tidak perlu mengambil ressiko yang harus diambil oleh generasi-generasi terdahulu. Ini merupakan pandangan yang salah, sebab kalau kita tidak ambil resiko kita takkan pernah dapat berharap untuk tampil sebagai generasi pendobrak yang membuahkan kemenangan bagi bangsanya.

Demikian yang dialami R.A. Kartini, pejuang emansipasi perempuan yang sadar akan ketertinggalan yang dihadapinya. Pembodohan dan pemiskinan itu pula, antara lain yang mendobrak R.A. Kartini untuk “lepas” dari kamar pingitan dalam kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Jalan pikirannya menjangkau jauh ke depan, dia sadar bahwa bangsanya telah kehilangan kekayaan, kebebasan dan jati diir akibat penindasan selama berabad-abad, dia memeranginya degan pendidikan. Kartini adalah pembawa cahaya di jamnnya, dia mendobrak kemarjinalana kaumnya.
Zaman memang telah berubah, sesungguhnya perubahan hanya dimulai oleh orang-orang yang cerdas, dilaksanakan oleh orang-orang yang tulus, tanpa pamrih dan dimenangkan oleh orang-orang yang berani.

Memang, dibalik kesabarannya yang luar biasa, perempuan acap kali mampu mendobrak ketertinggala, mampu menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zamannya, kodratnya sebagai ibu yang memberi, melayani dan mengasihi, mampu mewujudkan itu semua.

06
Nov
08

Peningkatan Kualitas Gender

Isu tentang Gender, khususnya masalah distribusi peran perempuan dalam pembangunan, saat ini masih menjadi headline di media massa cetak dan elektronik. Tidak sedikit seminar, diskusi, lokakarya, pelatihan dan konferensi yang digelar untuk meningkatkan kualitas SDM perempuan. Namun jika mau jujur dan obyektif, kendati berbagai usaha telah dilakukan, kondisi perempuan di Kalimantan Tengah masih memprihatinkan. “Oleh karenanya, maka berbagai upaya dan program peningkatan SDM perempuan di Kalimantan Tengah harus tetap digalakkan. Hal yang menjadi pertimbangannya adalah sasaran pendidikan, jenis pendidikan, materi pendidikan, metode, evaluasi dan kemitraan,” ujar aktivis BKOW Kalimantan Tengah, Dra. Agnes Sekar Supenni.

Di Kalimantan Tengah sendiri ujar Agnes, dari total populasi 1.823.715 jiwa. jumlah penduduk perempuan mencapai 885.399 (48.54%). Dari jumlah tersebut, terdapat 64.61% usia produktif yang dapat dijadikan aset daerah.

Data tersebut memperlihatkan bahwa perempuan memiliki potensi dan kemampuan besar dan sama dengan kaum lelaki. “hanya masalah SDM saja yang masih rendah. Terdapat 25.57% penduduk usia 10-25 tahun yang putus sekolah, dan porsi yang banyak adalah perempuan sebesar 51%. Data ini menunjukkan masih banyak perempuan yang hanya tamat SD/sederajat.
Hal ini dapat dipahami karena laki-laki memiliki akses yang lebih luas dan leluasa di ruang publik, sedangkan perempuan lebih banyak dibatasi oleh peran yang sudah melekat pada ruang domestik,”ujarnya.

Program peningkatan kualitas SDM perempuan dimaksud, ujarnya merupakan perwujudan GBHN Tahun 1999 yang mengamanatkan untuk meningkatkan kedudukan dan peran perempuan melalui kebijakan nasional menuju terwujudnya keadilan dan kesetaraan jender. Selanjutnya meningkatkan kualitas peran dan kemandirian organisasi perempuan. “Peningkatan kualitas SDM perempuan hanya dapat dilakukan dengan pendidikan. Mengapa?., karena tujuan pendidikan adalah merubah cara berpikir tradisional menjadi berpikir ilmiah,” pungkasnya.

Untuk meningkatkan kualitas SDM perempuan di Kalimantan Tengah menurutnya, bias ditempuh melalui tiga jalur pendidikan formal, informal dan non formal. Dari keseluruhan program peningkatan SDM tersebut, yang menjadi skala prioritas bagi perempuan Kalteng lima tahun ke depan adalah pengetahuan dan keterampilan, yang berhubungan dengan pemerintahan, Hukum dan HAM, kepemimpinan dan politik.

“Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk mempersiapkan kaum perempuan lebih banyak lagi terlibat di dalamnya. Pertimbangan ini diambil berdasarkan kondisi obyektif dewasa ini, masih banyak Parpol enggan merekrut perempuan untuk memenuhi kuota 30%., dengan alasan perempuan belum memiliki pengetahuan dan keterampilan memadai dalam berpolitik,”ujarnya.

Untuk itu harapannya kepada Pemerintah Daerah, dalam hal ini Biro Pemberdayaan Perempuan Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, perlu mengintensifkan program strategis pendidikan perempuan yang sudah ada. Bidang-bidang tersebut meliputi bidang pemerintahan, hukum, HAM, kepemimpinan dan politik bagi perempuan di Kalimantan Tengah, serta anggaran dana yang memadai untuk mendukung kegiatan tersebut.

* Dari wawancara dengan salah satu koran lokal Kalimantan Tengah




MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 706.662 hits
November 2008
S S R K J S M
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.