25
Nov
08

PENGARUH STREOTIPE TERHADAP KARIER PEREMPUAN (1)


DIASUMSIKAN bahwa munculnya diskriminasi dan ketidakadilan jender, salah satunya yang Sangat berperan hádala akibat adanya cap-cap negatif terhadap perempuan yang terlanjur diterima oleh masyarakat dan
dampaknya sulit untuk diubah. Tulisan ini bertujuan untuk menguak rahasia tentang stereotipe terutama tentang pengertian, implikasi dan akar stereotipe serta pengaruh stereotipe terhadap karier perempuan.

PEMAHAMAN TENTANG STEREOTIPE

Stereotipe (Stereotype) adalah pemberian label atau cap negatif yang negatif yang negatif yang dikenakan kepada seseorang atau kelompok yang didasarkan pada status anggapan yang salah atau sesat. Cap negatif tersebut biasanya dilakukan dalam dua hubungan social atau lebih dan seringkali digunakan sebagai alasan untuk membenarkan sebuah tindakan dari statu kelompok pada kelompok yang lain Susan A Basow (1992) menegaskan bahwa yang paling mendasar dari pemahaman stereotipe ini adalah adanya pembagian kerja sesuai wilayah seperti domestik dan wilayah Publik. Wilayah Domestik adalah pekerjaan yang kurang penting
dan kurang berbahaya dan sifatnya tertutup dan dikerjakan oleh perempuan, sementara wilayah publik adalah wilayahnya kaum lelaki karena sifatnya menantang dan memiliki resiko tinggi dan dianggap kurang pantas bagi perempuan untuk tampil di wilayah publik.

Cap-cap negatif terhadap perempuan yang umumnya kita ketahui adalah :
bahwa perempuan dianggap cengeng, suka digoda, irasional, emosional, tidak bisa mengambil keputusan, tidak mandiri (dependen), pasif, pendiam, pemalu, submisif, subyektif, cepat tersinggung/perasa, suka menyembunyikan perasaan, suka bersolek, cerewet, royal dan lain-lain. Menurut Mansour Fakih (2002) dalam masyarakat banyak sekali steretipe yang dilabelkan pada kaum perempuan yang akibatnya membatasi, menyulitkan, memiskinkan dan merugikan kaum perempuan. Karena adanya keyakinan masyarakat bahwa lelaki adalah pencari nafkah misalnya, setiap pekerjaan yang dilakukan oleh perempuan dinilai hanya sebagai “tambahan” dan oleh karenanya perempuan boleh dibayar rendah.

Itulah makanya dalam suatu keluaga, sopir (dianggap pekerjaan lelaki) sering dibayar lebih tinggi dibanding seorang pembantu rumah tangga, meskipun tidak ada yang bisa menjamin bahwa pekerjaan sopir lebih
berat dan lebih sulit dibanding memasak dan mencuci.

Jadi sesungguhnya stereotipe/label/cap negatif terhadap perempuan adalah hasil konstruksi sosial-budaya yang sangat subyektif dan sangat negatif dan merendahkan status, harkat dan martabat perempuan sehingga sering membatasi langkah kaum perempuan untuk maju atau memperoleh posisi setara dengan kaum lelaki, tapi dapat juga dikembangkan lebih jauh lagi pada aspek yang lain seperti perbedaan etnis, perbedaan warna kulit, perbedaan agama, perbedaan budaya, perbedaan status, perbedaan tingkat jabatan/pekerjaan dan lain-lain.

Misalnya antara perempuan yang rendah dan tinggi pendidikannya, perempuan yang tinggal di desa dengan yang tinggak di kota, antara yang kaya dan miskin, antara perempuan Jawa dan perempuan Dayak dan
lain-lain. Semua ini sangat berpengaruh pada pemberian label negatif pada perempuan.

IMPLIKASI DARI STEREOTIPE
Untuk melihat implikasi stereotipe dapat dibahas melalui 3 (tiga) aspek, yaitu Pengakuan Sosial, Perbedaan Seks dan Kategorisasi stereotipe.

PERTAMA, PENGAKUAN SOSIAL
Semua sifat-sifat maskulin dan feminim merupakan stereotipe dan jender. Pada umumnya orang selalu menilai bahwa sifat-sifat maskulin lebih baik dan pada sifat feminim, misalnya laki-laki dianggap lebih
kuat dari perempuan, laki-laki lebih mandiri, rasional dan lebih tegas dibanding perempuan.

Hingga saat ini tampaknya berbagai bentuk stereotipe atau cap negatif terhadap perempuan masih dianggap sebagai budaya dan oleh karenanya diakui oleh masyarakat luas sebagai suatu “kodrat” yang tidak bisa
diubah lagi. Padahal secara sosial, stereotipe adalah hasil konstruksi manusia yang
bisa berubah dan bisa diubah berdasarkan kesepakatan sosial-budaya.

(Bersambung)


0 Responses to “PENGARUH STREOTIPE TERHADAP KARIER PEREMPUAN (1)”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: