06
Sep
09

PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KALIMANTAN TENGAH


PENINGKATAN KUALITAS DAN PEMERATAAN AKSES PENDIDIKAN DI KALIMANTAN TENGAH

Semangat reformasi ( ingin penampilan yang lebih baik dan lebih benar dari masa lalu )  diawali dengan Evaluasi yang cermat tentang masa lalu. Reformasi dalam dunia pendidikan perlu adanya suatu  komitmen untuk menerapkan system yang lebih efektif dan efisien untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini.

Terwujudnya SDM di Kalteng memerlukan suatu system yang baru yang mampu meningkatkan kemampuan professional guru dan tenaga kependidikan lainnya, yang menuju pada pemerataan pendidikan di Kalteng.

Pemerataan pendidikan dalam pembangunan diarahkan pada terwujudnya SDM Kalteng sebagai insan yang cerdas dan kompetitif. Pemerataan pendidikan  bagi seluruh masyarakat Kalteng dan  peningkatan kualitas  Pendidikan merupakan harapan kita semua.. Meningkatkan kepedulian dan peran serta aktif  golongan masyarakat mampu serta memantapkan  perwujudan kaum intelektual dalam pemerataan pendidikan di Kalteng. Pemprov Kalteng telah mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan pendidikan , meningkatkan mutu dan kesejahteraan  tenaga  kependidikan, serta memberdayakan lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan nilai, sikap dan kemampuan. Baru saja Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng, melakukan pembaharuan dan pemantapan system pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum dan pelaksanaan desentralisasi pendidikan. Program yang sedang diaplikasikan diantaranya  adalah meningkatkan kualitas lembaga pendidikan dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan seni serta mengembangkan  sumber daya manusia sedini mungkin.

Untuk mencapai sasaran tsb diatas  diterapkan beberapa dasar kebijakkan dengan berprinsip pada nilai-nilai : Apakah program yang diaplikasikan itu efektif dan efisien ? serta apakah Responsif & Aspiratif, Antisipatif dan Inovatif serta demokratif dan berkeadilan.. Hal tsb tentu disesuaikan dengan tujuan dari pendidikan  yaitu mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh masyarakat  Kalimantan Tengah. Meningkatkan kesiapan masukkan & kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukkan kepribadian yang bermoral. Pemrov Kalteng membantu memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar.  Yang tak kalah pentingnya adalah memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks NKRI.. Belajar dan bekerja memberikan ruang strategis bagi terwujudnya tujuan dari peningkatan kualitas pendidikan, terutama kemauan dan kemampuan bekerja sama, saling menghargai, toleransi, sikap memperhatikan orang lain dsb. Maka dari itulah perlunya peningkatan kualitas SDM serta perlu dibangun komitmen belajar. Banyak hal yang perlu diperhatikan  dalam konsep belajar seperti penyempurnaan system pendidikan yang kurang sederhana/bertele-tele, agar memenuhi pemerataan pendidikan harus memenuhi prisip adil, layak dan transparan. Pengembangan system Diklat yang berbasis kompetensi guna mendukung pelaksanaan manajemen kepegawaian yang berbasis kinerja perlu di galakkan kembali. Pembangunan pendidikan dan penerapan sisitem pendidikan yang berorientasi pada science dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah.

Jika hal tersebut diatas sudah dilaksanakan secara proporsional dan professional tentunya menjadi harapan kita bersama akan mewujudkan kesejahteraan rakyat dengan meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermatabat serta memberi perhatian utama pada tercukupinya kebutuhan dasar.

Perhatian pemerintah sangat besar terhadap dunia pendidikan, dengan diberikannya Dana BOS serta peraturan yang mendukung hal tersebut : UU no : 20 tahun 2003 tentang SISDIKNAS. Meniungkatkan mutu pendidikan dan tersedianya kemudahan untuk mengakses pendidikan di Kalimantan Tengah. Terdesianya perlindungan dan meningkatnya SDM yang berkualitas serta pemerataan pendidikan bagi masyarakat yang tinggal di daerah terpencil. Pembangunan SDM  yang bermoral, berketerampilan, melalui pembangunan bidang agama dan pendidikan, mengembangkan interaksi antar instansi terkait dan peningkatan kesadaran penggunaan Hak atas kekayaan Intelektual ( HAKI )

Program yang diterapkan memberikan langkah-langkah SBB :

–         Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi masyarakat Kalteng menuju terciptanya manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti.

–         Mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin secara terarah,terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya proaktif dan reaktif oleh seluruh komponen bangsa agar generasi muda dapat berkembang secara optimal disertai dengan hak dukungan dan lindungan sesuai potensinya.

–         Melakukan pembaharuan dan pemantapan system pendidikan Nasional berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan dan managemen.

–         Meningkatkan kualitas lembaga pendidikan yang diselenggarakan baik oleh masyarakat maupun pemerintah untuk memantapkan system pendidikan yang efektif dan efisien dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

–         Meningkatkan penguasaan, pengembangan dan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi, termasuk teknologi bangsa sendiri dalam dunia usaha, terutama usaha kecil, menengah dan koperasi guna meningkatkan daya saing produk yang berbasis sumberdaya local.

Perlu kiat-kiat khusus untuk mencapainya seperti :

–         POLICY VISION

–         Mampu untuk mengartikulasikan sebuah gambaran MASA DEPAN yang memberikan inspirasi bagi para  anak didiknya.

–         EMOTIONAL INTELLEGENCE

–         Mampu menguasai dan mengendalikan diri sehingga dapat mencegah tindakkan tindakkan yang penuh bermuatan kepentingan dimana kondisi ini akan berpengaruh pada bakat kharismatik yang dimilikinya.

–         COMMUNICATION,

–         Mempunyai kapasitas untuk berkomunikasi secara efektif dengan para pendidik dalam lingkup internal serta eksternal.

–         ORGANIZATIONAL CAPACITY

–         Mampu untuk mengelola struktur organisasi, Memformulasikan dan mengimplementasikan kebijakkan termasuk mengelola alur informasi secara efektif.

–         POLITICAL SKILL

–         Mampu menggunakan cara yang efisien dan layak dalam rangka mencapai hasil akhir sesuai visi yang telah ditetapkan, keahlian politis harus mencakup kemampuan untuk mengembangkan HARD AND SOFT POWER.

–         CONTEKSTUAL INTELEGENCE

–          Mampu untuk memahami perubahan lingkungan dan menyesuaikan dengan perkembangan Zaman.

Jika telah ditetapkan tujuan pendidikan, kita perlu membuat Rencana Strategi Operasional Organisasi yaitu dengan membuat :

– Rencana Jangka Menengah 5 tahunan.

– Rencana Jangka Pendek Tahunan .

Kita semua berharap agar peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah ini  dapat merata sampai ke Daerah terpencil  pun tidak terkecuali.


53 Responses to “PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KALIMANTAN TENGAH”


  1. September 6, 2009 pukul 3:21 pm

    Bu Agnes, salam kenal,
    Saya bekerja pada Dinas Pendidikan Provinsi Jambi, saya mengangkat jempol akhirnya Ibu menulis lagi tentang dunia pendidikan yang sekarang sedang gencar-gencarnya digalakkan oleh pemerintah, Dunia pendidikan sekarang ini nilainya sudah bergeser dibanding dengan yang lalu, disisi lain semakin canggih karena menggunakan teknologi yang canggih disisi lain sistemnya berubah-rubah sehingga membingungkan kami para pembina pendidikan, dimana rubah Mentri rubah sistem. Satu hal yang ingin saya tanyakan langkah-langkah apa untuk merubah paradigma pendidikan agar profesional dan tentu sesuai dengan perkembangan zaman ( Era Globalisasi ) Terima kasih Ibu jawabannya.

    • September 6, 2009 pukul 3:39 pm

      Salam kenal kembali Darmadi,
      Langkah-langkah untuk merubah paradigma di bidang pendidikan adalah dengan penataan sistem pendidikan, De agan meningkatkan mekanisme kerja sama yang jelas, tentang pemanfaatan sumber daya dalam proses pelaksanaan kegiatan fungsional dan kualitas tenaga pendidikan, serta melakukan penataan sistem pendidikan. Meningkatkan kualitas dan relevansi pendidikan tinggi dengan dunia kerja. Menyusun peraturan perundang-undangan untuk menertibkan lembaga penerbit gelar dan jabatan akademik serta Meningkatkan civitas pendidikan dalam proses pembelajaran. Demikian Darmadi, Terima kasih komentnya, Semoga bermanfaat.

      Regards, agnes sekar

  2. September 6, 2009 pukul 3:25 pm

    Salam kenal Bu Sekar, Pendidikan dimulai dari dasar, untuk memiliki SDM yang berkualitas diawali dari manageman pendidikan dasar dan prasekolah, karena dari sinilah akan menentiukan kemudian, Perbaikan apa saja Bu agar managemen pendidikan dasar dan prasekolah itu berkualitas ?

    • September 6, 2009 pukul 4:00 pm

      Salam kenal kembali Rosa, Perbaikkan Managemen Pendidikan Dasar da Prasekolah adalah dengan mengembangkan pola penyelenggaraan pendidikan berdasarkan manajemen pendidikan berbasis sekolah untuk meningkatkan efisiensi, Memberdayakan Personel dan lembaga, Meninjau kembali produk hukum di bidang pendidikan,serta merintis pembentukkan badan akreditasi dan sertifikasi mengajar di daerah. Selain itu melaksanakan desentralisasi bidang pendidikan secara bertahap, bijaksana dan profesional, Dan yang terakhir adalah Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, seperti di verifikasi penggunaan sumber daya dan dana. Demikian Rosa, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  3. September 6, 2009 pukul 3:28 pm

    Salam kenal Bu, saya dari Dinas Pendidikan Prov.Kalteng, mau komeng apa ya ? soalnya artikelnya berat-berat. Ya…saya setuju pendidikan yang berkualitas perlu digalakkan, agar pendidikan ini merata sampai ke daerah terpencil ( Tumbang Jutuh ) kampung saya Bu. Trims.

    • September 6, 2009 pukul 4:10 pm

      Salam kenal kembali Dodi, Seperti yang ingin anda capai demikian juga pemerintah menggalakkan hal tsb agar segera terwujud, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  4. September 6, 2009 pukul 3:45 pm

    Apa kabar Mbak Agnes,

    Reformasi dalam dunia pendidikan perlu adanya suatu komitmen untuk menerapkan system yang lebih efektif dan efisien untuk diterapkan dalam dunia pendidikan saat ini.Ya, saya setuju itu.Catatan dikomentar saya kali ini adalah bagaimana Pemerintah dapat menemukan metoda pendidikan yg dapat merangsang pertumbuhan siswa untuk dapat menggali potensi diri secara kritis & kreatif. Saya mencermati mengapa lulusan SMA bahkan perguruan tinggi tidak dapat mencari pekerjaan. Berarti ada sesuatu yg salah di dunia pendidikan nasional kita.

    Selama ini metode & sistem pendidikan lebih mengarah kpd ilmu hapalan dan bukan ilmu menguraikan. Siswa terdoktrinisasi mencari pekerjaan harus melalui ijazah formal. Padahal melalui metode proses kreatifitas harus di “budidayakan” disekolah, diskusi misalnya, siswa akan mampu untuk menguraikan persoalan2, ketika nanti lulus dapat mencipta lapangan kerja sendiri, ketika biaya kuliah mahal dan persaingan pekerjaan begitu ketat.

    Terimakasih atas tulisannya yg menarik. Salam sejahtera.

  5. September 6, 2009 pukul 4:08 pm

    Selamat sore Pambudi, khabarnya baik , Saya sependapat dengan anda bahwa dunia pendidikan kita belum sepenuhnya tepat, maka dari itu diperlukan peningkatkan kualitas proses belajar mengajar melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian proses dan hasil belajar mengajar secara bertahap dan berkelanjutan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian dan kualitas pendidikan, Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas kinerja kelembagaan pendidikan sehingga akan lebih mudah untuk mengevaluasi peran dan tanggung jawab sekolah., Pemda, termasuk lembaga legiskatif dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Demikian Pambudi, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  6. 9 zipoer7
    September 7, 2009 pukul 12:11 am

    Salam Takjim Bunda
    Satu lagi kusaksikan tuangan karya wanita yang mempesona dalam menulis untaian harap “PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN DI KALIMANTAN TENGAH”. Serumpun pulau nun jauh disana, agar cita-cita luhur KI HAJAR DEWANTARA dan RA KARTINI selalu tumbuh. Terima kasih bunda semoga Allah SWT meridhoi segala amal bunda Amin. Salam kenal ya bunda dari Jakarta
    Dan Salam Takjim Batavusqu

    • September 7, 2009 pukul 8:48 am

      Salam Takjim kembali Zipoer 7, Senang bisa berkenalan dengan anda dari Jakarta,
      Sudah saatnya Dunia pendidikan di Kalimantan Tengah mengembangkan sistem penataan, sistem akreditasi secara adil dan merata, baik untuk sekolah Negri maupun sekolah Swasta. Selain hal tsb juga meningkatkan kemampuan profesional dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya, serta mengembangkan sistem akreditasi secara adil dan merata baik untuk sekolah negeri maupun sekolah swasta. Terima kasih Komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  7. 11 Gutom
    September 7, 2009 pukul 7:52 am

    Ah hebat benar kau agnes….. benar-benar wanita pejuang…. Abang salut Kau sering menumpahkan idemu di Internet yang dapat dinikmati oleh seluruh dunia. Abang minta sekali-kali kau tulislah tentang gaji guru yang segera dinaikkan. Biar Abang lebih sejahtera gitu. Terima kasih Agnes tulisan yang bagus dan bermutu dari Abangmu.

    • September 7, 2009 pukul 8:56 am

      Selamat pagi Gultom,

      Tentang kenaikkan gaji guru sudah satu paket dibahas dalam permasalahan Pendidikan di Kalteng, yaitu meningkatkan kemampuan profesional dan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan lainnya, serta melakukan pendekatan pada dunia usaha dan dunia industri untuk melakukan kerja sama dengan sekolah-sekolah dan tenaga kependidikan. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  8. September 7, 2009 pukul 9:07 am

    Bu Sekar jangan lupa lho ! dalam peningkatan kualitas pendidikan, program pembinaan pendidikan Luar sekolah jangan ditinggalkan, apa langkah-langkah Dinas Pndidikan untuk hal ini ?

  9. September 7, 2009 pukul 9:17 am

    Selamat pagi Nina, Pemerintah khususnya Pemprov Kalteng tidak meninggalkan program pembinaan Pendidikan Luar sekolah, justru program pembinaan Pendidikan Luar sekolah diperhatikan dengan menyediakan layanan kepada masyarakat yang tidak atau belum sempat memperoleh pendidikan formal untuk mengembangkan diri, sikap, pengetahuan dan keterampilan, potensi pribadi dan dapat mengembangkan usaha produktif guna meningkatkan kesejahteraan hidupnya. Demikian Nina, semoga bermanfaat. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  10. September 7, 2009 pukul 6:20 pm

    Selamat peang mbak Agnes.
    Saya dulu pernah menjadi Guru Militer (Gumil) selama 2 tahun lebih di Pusdikpom Cimahi. Saya banyak berbincang dengan orang-orang maupun anak-anak mengenai pendidikan.Ada beberapa hal yang selalu saya pikirkan mengenai dunia pendidikan antara lain :

    1. Pendidikan hendaknya tidak menjadikan anak-anak terlalu mendewa-dewakan ijazah. Benar ijazah adalah bukti bahwa seseorang telah mengikuti suatu pendidikan. Namun untuk mendapatkan ijazah itu harus melalui proses belajar-mengajar yang benar dan bertanggung jawab. Adanya kasus ujian memakai joki, ssling kirim sms ttg jawaban ujian,dll menunjukkan bahwa anak-anak masih mendewa-dewakan ijazah sehingga menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya.

    2. Proses belajar-mengajar hendaknya tetap memperhatikan kebutuhan anak-didik untuk bersosialisasi, ber rekreasi dan mengerjakan kegiatan-kegiatan yang non sekolah. Oleh karena para guru hendaknya tidak memberikan PR (pekerjaan rumah) pada saat week end sehingga pada hari Sabtu dan Minggu anak-anak bisa istirahat dan atau rekreasi sehingga pada hari Senin mereka segar kembali. Ada anak-anak yang terpaksa tidak bisa bermain karena ada PR yang harus dikumpulkanpada hari Senin.

    Selamat berkarya mbak. sukses selalu.
    Salam dari Surabaya

    • September 7, 2009 pukul 9:05 pm

      Selamat malam Pak De, setuju pendapatnya , seharusnya kita semua menyadari bahwa yang paling penting bukan izasahnya tetapi proses untuk mendapatkan tujuan dapat menghindarkan asumsi menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya , maka dari itu pemerintah meningkatkan terselenggarakan manajemen pendidikan dasar dan prasekolah yang berbasis pada sekolah dan masyarakat serta meningkatkan kualitas pendidikan yang lebih menekankan pada proses pembelajaran yang alamiah yang menunuju pada peningkatan kemandirian dan keunggulan pemberdayaan SDM. Terima kasih komentnya, Sukses untuk Pak De.

      Regards, agnes sekar

  11. 17 bibit m
    September 8, 2009 pukul 12:34 am

    Hadir mbak … 2 jam sblm sahur ….
    Pendidikan … haruskah ada standar nasional, jk fasilitas & kesempatan antara Jawa dan luar Jawa berbeda?!
    Pendidikan … ternyata tdk semua bisa mendapatkan … msh dirasakan mahal … yg 20% itu blm sepenuhnya terbukti. Msh ada pungutan di sana sini atas nama pendidikan. Hasilnya … org miskin dilarang pinter, tetaplah miskin dan bodo.

    • September 8, 2009 pukul 7:24 am

      Selamat pagi Bibit, Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia khususnya Kalteng untuk menuju terciptanya manusia berkualitas tinggi dengan peningkatan anggaran pendidikan secara berarti. Selain itu melakukan pembaharuan sistem pendidikan termasuk pembaharuan kurikulum, berupa diversifikasi kurikulum untuk melayani keberagaman peserta didik, penyusunan kurikulum yang berlaku Nasional dan lokal serta sesuai dengan kepentingan setempat, serta diversifikasi jenis poendidikan secara profesional. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  12. September 8, 2009 pukul 7:27 am

    Bu Sekar, Yang lebih ditekankan/garis merahnya peningkatan kualitas pendidikan di Kalimantan Tengah itu yang mananya ? Trims.

    • September 8, 2009 pukul 7:44 am

      Selamat pagi Pujo yang lebih ditekankan peningkatan kualitas pendidikan di Kalteng adalah : SBB :
      – Meningkatkan kemampuan profesional dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan.
      – Menyusun kurikulum yang berbasis kompetensi dasar sesuai dengan kebutuhan dan potensi pembangunan daerah.
      – Meningkatkan penyediaan, penggunaan, dan perawatan sarana dan prasarana pendidikan.
      – Meningkatkan efisiensi dan efektifitas proses belajar,mengajar melalui pemetaan mutu sekolah, penilaian proses dan hasil belajar mengajar secara bertahap dan berkelanjutan, serta pengembangan sistem dan alat ukur penilaian pendidikan yang lebih efektif untuk meningkatkan pengendalian dan kualitas pendidikan.
      – Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas kinerja kelembagaan sehingga peran dan tanggung jawab sekolah pemerintah daerah, termasuk lembaga legiskatif dan masyarakat dalam upaya peningkatan mutu pendidikan. Terima kasih komentnya Pujo, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

      • September 8, 2009 pukul 7:48 am

        Salam kenal Bu Sekar, Khusus untuk Pendidikan Menengah, yang ditekankan yang bagian apanya ya Bu, kebetulan saya bekerja sebagai guru di SMPN II Palangka Raya, dimana anak Ibu bersekolah.

        • September 8, 2009 pukul 8:01 am

          Untuk program Pendidikan Menengah yang ditingkatkan kualitasnya adalah meningkatkan kesamaan kesempatan untuk memperoleh pendidikan bagi kelompok yang kurang beruntung, Meningkatkan kulitas pendidikan menengah sebagai landasan bagi peserta didik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi, Serta meningkatkan keadilan dalam pembiayaan pendidikan dengan dana publik. Selain itu meningkatkan efektifitas pendidikan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi setempat serta meningkatkan transparasi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

          Regards, agnes sekar

  13. September 8, 2009 pukul 10:35 pm

    selamat malam mbak Agnes,
    setiap kali mbak menghadirkan tulisan tentang Kalteng saya kagum dengan kemajuan pembangunan di Kalteng baik di bidang fisik maupun spirituilnya. Kali ini ttg pendidikan. Program yg dibuat sangat bagus. apakah ini berlaku secara serentak di seluruh Kalteng atau ada project percontohan dulu di satu kabupaten mbak?
    dibandingkan dengan Jawa Barat, misalnya kebijakan gubernur untuk buku gratis.. ttp ternyata tiap kabupaten beda kebijakan, tergantung bupatinya bagaimana. itu belum pembangunan fisik gedung sekolah, kesejahteraan guru, dsb…

    • September 9, 2009 pukul 8:42 am

      Selamat pagi Guskar,
      Saya baru saja tiba di bandara Soekarno Hatta, perjalanan dinas naik pesawat via Banjarmasin karena Bandara di Palangka Raya ( Tjilik Riwut ) sedang di tutup sementara akibat kabut asap yang menyelimuti kota Palangka Raya . Berangkat dari Palangka Raya lebih tebal lagi asapnya karena malam hari, jarak pandang dekat sekali, naik kendaraan sedikit merayap sambil memasang mata full. Sampai di Jakarta rasanya cuapek banget karena semalaman tidurnya tidak enjoy maklum di dalam mobil yang desak-desakan, Tapi ketika melihat Web langsung memberikan energi Baru, dan langsung saya balas sebagai berikut :
      Instansi yang berwenang mencanangkan program ini untuk seluruh Kalimantan Tengah, Hal tsb berdasar pada kegiatan dalam penyelenggaraan Kependidikan yang muncul kepermukaan baru- baru ini yang meliputi segala segi pendidikan yang minta penanganan dengan segera. Penanganan tsb menjadi semakin rumit jika tidak segera ditangani secara proporsional. Permasalahan pendidikan tidak dapat diselesaikan secara tuntas bila tidak ditangani secara terencana, terintegrasi dan profesinal. Peningkatan kualitas penididikan harus disertai pemberdayaan masyarakat, baik sebagai yang didik juga tenaga kependidikan. Semua lapisan masyarakat mendapatkan hak untuk memajukan kemampuannya, kesempatan dan perlindungan dalam meningkatkan pendidikannya dan partisipasinya secara aktif dalam berbagai kediatan pendidikan. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk Guskar.

      Regards, agnes sekar

  14. September 8, 2009 pukul 11:11 pm

    Kadang saya merasa miris dengan pendidikan di jaman kemajuan ini .. betapa penekanan kepada anak semenjak kecil.. mereka dipentingkan dengan IQ.. sementara pengajaran EQ dan SQ kelihatannya semakin terbelakang.. kecil kecil sudah diperkenalkan dengan stress.. saya ingat sewaktu kita kecil dulu masih bebas beneran.. main dan canda di waktu sd.. coba lihat anak sd sekarang ini.. masa dan waktu sekolah dan les sepertinya sudah penuh banget belum dengan tugas tugas yang selalu mereka terima.. memang kemajuan ini akan mengakibatkan dampak kemunduran EQ dan SQ generasi muda kita.. dari kecil sudah stresss.. gimana besarnya nanti..
    entahlaaaaah.. hanya curhat melihat pendidikan saat ini
    salam sayang dan hormat buat mBake yang baik

    • September 9, 2009 pukul 8:57 am

      Wilujeung Enjing Kang Boed, Setuju Kang Boed bahwa pengajaran dalam pendidikan harus menyertakan 3 komponen diatas selain IO< EQ DAN SQ ,Perlu dipahami bahwa tolak ukur seorang abdi negara dianggap berkualitas jika memiliki 3 komponen diatas. Hal tsb dapat diterima jika kita mampu bersikap dewasa. Tentunya hal ini tidak gampang, karenanya kita harus melalui proses harus berlatih menahan diri, berlatih bersikap sabar dan berlatih tidak mudah tersulut emosi ketika mendengarkan omongan jelek orang lain yang ditujukan kepada kita. Segala persoalan akan dapat diselesaikan dengan baik apabila kita hadapi dengan sikap dewasa. Demikian Kang Boed, Haturnuhun sadayana.

      Regards, agnes sekar

  15. 27 KangBoed
    September 8, 2009 pukul 11:11 pm

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fulllllllllllllllllllllllllllllll

    • September 9, 2009 pukul 9:17 am

      Selamat Pagi Kang Boed, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk Kang Boed.

      Regards, agnes sekar

  16. September 8, 2009 pukul 11:21 pm

    Salam kangen, Mbak Agnes.
    Diriku mau nanya sedikit, untuk kita-kiat itu siapa yang bertanggung jawab untuk mengimplementasikannya? Guru, orang tua, atau siapa? Alangkah beratnya syarat untuk menjadi yang ideal dari sisi kualitas dengan koridor yang sedemikian ideal. Barangkali memang harus berjalan setapk demi setapak melalui tahapan beberapa generasi untuk bisa mencapai kualitas yang diinginkan. Namun semoga bisa lebih cepat.
    Salam…

    • September 9, 2009 pukul 9:13 am

      Selamat pagi Noe, tentu kita semua, baik guru, orang tua serta tenaga kependidikan lainnya, Pemerintah memfasilitasi prakarsa, peran aktif dan keikut sertaan masyarakat dan peningkatan kualitas pendidikan yang diperlukan serta memfasilitasi masyarakat agar memperoleh pendidikan yang layak yang berkualitas, agar mempu mengakses sumber daya pembangunan sehingga masyarakat dapat mendayagunakan seluruh potensinya untuk berperan dan memperoleh manfaat dari pembangunan kependidikan . Terima kasih sharingnya Noe, Sukses untuk Noe,

      Regards, agnes sekar

  17. September 9, 2009 pukul 12:03 am

    semoga bisa diterapkan

    • September 9, 2009 pukul 9:16 am

      Selamat pagi Zoel, Terima kasih kunjungannya, Sukses Untuk Zoel.

      Regards, agnes sekar

  18. September 9, 2009 pukul 9:23 am

    Salam kenal Bu Agnes,

    Program yang baik dalam pendidikan jika tidak di tunjang oleh managemen yang peofesional tentu tidak kokoh/lancar, Bu Sekar bagaimana Managemen yang diterapkan khususnya dalam pendidikan Menengah .Trim

    • September 9, 2009 pukul 11:40 am

      Selamat pagi Bardun,
      Saya sependapat dengan anda bahwa peningkatan Kulitas pendidikan harus disertai dengan peningkatan Managemen Pendidikan, Dan secara kebetulan di Kalteng hal tsb sedang dilaksanakan seperti : Melaksanakan demokratisasi dan Desentralisasi Pendidikan, Mengembangkan managemen berbasis sekolah untuk meningkatkan kemendirian sekolah dalam penyelenggaraan Pendidikan, Meningkatkan partisipasi masyarakat agar dapat menjadi mitra kerja pemerintah serta mengembangkan skreditasi secara adil dan merata, baik untuk sekolah Negri maupun Swasta serta mengembangkan sistem insentif yang mendorong kompetisi yang sehat antar lembaga dan personel sekolah untuk mencapai tujuan pendidikan, dan yang terakhir memberdayakan personel dan lembaga. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  19. September 9, 2009 pukul 4:18 pm

    Salam kenal Bu sekar, saya guru di SMADA Palangka Raya, saya merasa tersanjung Ibu begitu memperhatikan nasib kami para pendidik di Kalimantan Tengah ini, program-program yang berkualitas dan penanganan pendidikan guru yang proporsional, untuk itu saya mengucapkan terima kasih atas perhatian Ibu kepada kami kaum Guru.

    • September 9, 2009 pukul 8:42 pm

      Selamat malam Roros, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  20. September 9, 2009 pukul 7:15 pm

    Bu, pendidikan yang mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman membuat kualitasnya juga dipertanyakan.

    kini, banyak artis yang home schooling, belajar di rumah lulus dapet sertifikat, padahal mereka main sinetron kejar tayang terus, gimana tuh?

    • September 9, 2009 pukul 8:40 pm

      Selamat malam Isnun, Salah satu kasus demikian diperlukan penataan sistem pendidikan serta diperlukan meningkatkan mekanisme kerja sama yang jelas serta meningkatkan kualitas sitem akreditasi pendidikan yang transparan, sehingga kasus seperti diatas tidak terjadi. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  21. September 9, 2009 pukul 7:54 pm

    Salam Mbak Agnes,
    Sejauh ini yang saya tahu kualitas pendidikan di Kalteng masih jauh tertinggal. Tanpa ada maksud apapun, dari beberapa mahasiswa yang kuliah diunpar dan magang ditempat saya, nyata sekali jika kemampuan akademik mereka masih sangat jauh, bahkan saya pernah mendapati yang kemampuannya setara dengan lulusan SLTA dari Jawa.
    Kedepan Kalteng sepertinya harus melakukan pembenahan secara menyeluruh, mulai dari managemennya sampai kepada SDM-nya. Karena jika tidak, kalteng akan selalu berada pada urutan paling buncit paling tidak untuk wilayah kalimantan.

    • September 9, 2009 pukul 8:33 pm

      Selamat malam Aldy, yang disebutkan diatas menurut Aldy kan hanya sebagian saja , tentu tidak semuanya,, bahkan sebagain besar sedang menuju pada peningkatan kulitasnya, saat ini sedang gencar-gencarnya digalakkan peningkatan kemampuan profesional dan kesejahteraan guru serta tenaga kependidikan lainnya, dan sedang dilaksanakan sertifikasi Dosen dan Guru-Guru, yang S1 disekolahkan menjadi S2 yang S2 disekolahkan menjadi S3 demikian seterusnya, Ini bukti bahwa Kalteng sedang menuju peningkatan kualitas pendidikan, Selain hal tsb diatas Pnedidikan di Kalteng sedang meningkatkan standar mutu pendidikan secara bertahap agar lulusan pendidikan local mampu bersaing dengan lulusan pendidikan Nasional bahkan International . Temuan yang segelintir tidak mesti menyimpulkan kesluruhan, bukan demikian Aldy ? Terima kasih komentnya, Sukses untuk Aldy.

      Regards, agnes sekar

      • September 12, 2009 pukul 9:06 am

        Mbak Agnes benar dan sekali lagi saya tidak punya maksud apapun dengan komentar saya. Bahkan saya berharap para pengambil keputusan di Kalteng membacanya. Kenapa ? Karena Nila setitik rusak susu sebelanga.
        Saya sungguh bersyukur jika ternyata sekarang kalteng mulai berbenah diri khususnya di dunia pendidikan. Agar lain kali nggak malu berargumentasi tentang dunia pendidikan kalteng. Sukses Mbak.

        • September 12, 2009 pukul 12:24 pm

          Good day Aldy, Dont Worry, I understand ur comment, I believe ” Many seek the ruller’s favour, but every man’s judgment comenth from the Lord, Okay ?
          Peningkatan kualitas bidang Pendidikan di Kalimantan Tengah, baik secara ideal, substansial maupun material, harus mampu menyeruak dan memberikan kontribusi tidak saja di bidang pelayanan publik, tapi juga terhadap ke 4 bidang pokok otonomi daerah lainnya. Sehingga segenap jajaran pembangunan bidang pendidikan mampu memberikan kontribusi ideal dan substansial terhadap perumusan kebijakan dalam pembangunan Kalteng. Untuk itu masukkan dari Aldy penting sekali sebagai bahan evaluasi bagi peningkatan kualitas pendidikan di Kalteng. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk Aldy, God Bless you always.

          Regards, agnes sekar

  22. September 10, 2009 pukul 8:27 am

    Visi yang bagus Bu…
    semoga semua kebijakan pemerintah bisa berjalan sesuai dengan Visi yang Ibu sampaikan

    • September 10, 2009 pukul 5:14 pm

      Selamat soreElmoudy, harapan kita bersama semoga semuanya dapat terwujud dan berjalan lancar, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  23. September 13, 2009 pukul 7:18 pm

    Benar Bunda Agnes
    Sektor Pendidikan ini juga jadi salah satu entry point kami dalam memberdayakan masyarakat di beberapa propinsi baik di aceh.. java sampe NTT & NTB.. semoga pendidikan Indonesia semakin maju tentunya pula dengan tidak meninggalkan local kontexstnya.
    Salam Hangat
    C.U

    • September 14, 2009 pukul 5:04 am

      Selamat pagi Agoesman, benar bahwa sektor pendidikan sebagai salah satu entry point dalam pemberdayaan masyarakat, krn untuk mampu mengakses sumber informasi dan sumberdaya pembangunan diperlukan pendidikan yang memadai sehingga masyarakat dapat mendayagunakan seluruh potensinya untuk berperan dan memperoleh manfaat dan seluruh proses dari tahap pembangunan. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  24. Oktober 11, 2009 pukul 1:11 pm

    setuju….

    • Oktober 11, 2009 pukul 8:21 pm

      Selamat malam Kahfi, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  25. Januari 9, 2010 pukul 4:51 pm

    selamat sore bunda Agnes,saya dari kurun senang sekali kalo daerah yang kita punya bisa mencapai pendidikan yang layak sampai ke daerah terpencil. dan di tunjang buku – buku yang memadai untuk meningkatkan mutu membaca siswa. sukses buat bunda kita bina dan tingkatkan qualitas pendidikan di kal-teng.

  26. Januari 11, 2010 pukul 9:52 am

    Selamat pagi Yohana, senang juga bisa bertemu dengan oloh itah di dunia maya, siapa lagi yang membanggakan kalau bukan kita sendiri iya khan ? Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  27. 51 HM RASYID RIDHA
    Januari 2, 2013 pukul 9:30 am

    Selamat pagi, saya sangat senang dengan tulisan anda, karena kita sebagai di lingkungan Dinas Pendidikan ingin tahu apa yang di inginkan masyarakat.

  28. 52 HM RASYID RIDHA
    Januari 2, 2013 pukul 9:32 am

    Selamat pagi, saya sangat senang dengan tulisan anda, karena kita sebagai ORANG di lingkungan Dinas Pendidikan ingin tahu apa yang di inginkan masyarakat.

    • Januari 24, 2013 pukul 11:47 pm

      Selamat malam HM Rasyid Ridha terima kasih support nya mari kita mengisi pendidikan yang berkualitas,

      Salam,

      Agnes Sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: