21
Sep
09

SEGENGGAM KETENANGAN LEBIH BAIK DARI PADA DUA GENGGAM KESIA-SIAAN


SEGENGGAM KETENANGAN LEBIH BAIK DARI PADA DUA GENGGAM JERIH PAYAH DAN USAHA MENJARING ANGIN

Manusia  selalu berusaha memikirkan cara-cara baru, rencana-rencana baru dan organisasi baru untuk mencapai keberhasilan hidup. Namun  tidak memikirkan gol yang seharusnya ia capai.  Sering ditemui  orang-orang yang mempunyai gol tetapi salah arah , sehingga  mengambil jalan yang terlalu panjang. Ada pekerjaan yang seharusnya selesai dalam waktu 2 hari, tetapi karena salah menetapkan gol maka pekerjaan tsb tidak dapat diselesaikan dalam waktu yang telah ditetapkan dan hasilnyapun tidak baik.. Tetapi ALLAH yang Maha Pengasih dan Penyayang membentuk manusia untuk mencapai  tujuannya sesuai dengan kehendakNya, jauh lebih penting dari pada hal-hal lain. Manusia yang taat melakukan kehendakNya dan berserah sepenuhnya kepadaNya merupakan alat ditangan ALLAH untuk mencapai tujuannya.  Manusia mencari cara-cara yang lebih baik tetapi ALLAH mencari orang yang lebih baik dan yang hidup melakukan kehendakNya. Ada orang-orang yang merasa sukses tetapi kenyataannya  hanya sebagian orang yang dapat menikmatinya, tetapi ia menganggap itu adalah keberhasilan yang besar sehingga menjadi sombong. Janganlah kita menghipnotis diri dengan kesuksesan yang semu, tetapi berusahalah mengejar dan memperoleh kesuksesan yang sebenarnya.

Apa yang diperlukan manusia untuk mencapai keberhasilan hidup ? Untuk mencapai hal tsb diperlukan proses dan sikap yang benar dalam menjalani hidup ini. MIlikilah sikap integritas, sesuai apa yang diucapkan dengan yang diperbuat, serta manusia yang memiliki kuasa didalam doa. Cara-cara manusia, strategi dan teknis memang diperlukan dalam proses mencapai keberhasilan tetapi yang terlebih penting adalah manusia yang diperbaharui pikirannya. Keberhasilan tidak dapat dilalui dengan jalan pintas. Keberhasilan selalu dimulai dengan proses. Disekitar kita tentunya banyak orang sukses, tetapi sebelum mereka mengalami kesuksesan, ada banyak proses yang dialami dan diperjuangkan. Untuk melakukan hal-hal besar diperlukan hal-hal kecil, dan kita tidak boleh mengabaikannya. Dalam sebuah acara yang besar , ada hal-hal kecil yang harus diperhatikan, misalnya kebersihan. Tanpa kebersihan, acara besar itu menjadi tidak indah. Sebab itu, untuk menjadi besar dan dapat melakukan hal-hal hebat, jangan melupakan hal-hal kecil.

Sebagai contoh  : Untuk mencapai keberhasilan yang gemilang seorang pembicara membuat apa yang akan di pidatokan itu bermanfaat dan memberikan kesan pada para pendengarnya, sehingga ia membuatnya dengan berbagai referensi yang bermutu . Manusia berusaha membuat pidato itu baik tetapi ia tidak menyadari bahwa Allah yang  memampukan manusia itu berkotbah baik, tapi yang terlebih penting adalah si pembawa pidato itu harus lebih baik dari pada yang di pidatokannya. Demikian apa yang dipidatokannya merupakan cerminan kehidupannya. Pidatonya akan hidup jika Pembawa pidatonya hidup. Pidato itu akan bertumbuh, Jika pembawa pidatonya bertumbuh. Pidato itu akan penuh Kuasa jika Pembawa Pidatonya penuh Kuasa. Pidato itu akan bermakna Jika si Pembawa Pidatonya mempunyai makna

Mungkin dimasa lalu kita pernah mengalami kesalahan, gagal menyelesaikan sesuatu, kemudian hal itu menjadi trauma sehingga membuat kita tidak berani melangkah atau mengerjakan sesuatu hal yang dipertanggung jawabkan kepada kita. Hal ini akan berakibat buruk dan mempengaruhi semangat kita sehingga sulit untuk maju.

Sebagai orang yang taqwa Janganlah kita terikat dengan bayang -bayang kegagalan di masa lalu, Percayalah didalam Tuhan tetap ada pengharapan.

Penyakit cepat meyerah bukanlah sikap dari seorang  beriman. Gampang menyerah akan membuat seseorang cepat menjadi kalah. Bahkan ada orang-orang yang tekad bunuh diri karena menyerah kepada keadaan. Sesungguhnya masa depan itu ada dan  harapan  itu tidak akan  lenyap. Sebagai orang beriman, janganlah kita cepat menyerah, tetapi tetaplah berharap kepada TUHAN sebab pengharapan di dalam Tuhan tidak akan mengecewakan.

Tuhan selalu memperhatikan pada saat kita sakit hati dan pedih hati karena kegagalan yang kita alami. Melalui keagungan namaNya Tuhan sanggup memulihkan hati yang bagaimanapun bentuk, berat, parah dan modelnya kegagalan tsb.  Tuhan sanggup  menyelesaikan  masalah yang kita hadapi. Tinggal bagaimana kita menanggapi apakah kita mau dipulihkan atau tidak. Jadi kalau  hati kita terluka, Curhatlah kepada Tuhan ! ! Jangan cari orang lain yang juga sedang sakit hati dan kemudian asyik mengerumpi.

Karena hal tsb  akan memperburuk keadaan . Karena ketika hati kita terluka  jiwapun ikut terluka  karena hati bagian dari jiwa, pasti akan sukar menerima dan mengerti tentang hati yang dapat rusak. Bagian dari manusia yang pertama harus dipulihkan adalah roh dan jiwa. Luka didalam Jiwa akan selalu mengingatkan tentang apa saja yang pernah dialami sehingga akar/penyebab yang membuat hati ini jadi hancur. Itulah juga mengapa diperlukan hati yang baru dan pikiran yang diperharui.

Untuk proses pemulihan tsb jangan kita terjebak kedalam penyakit menyalahkan orang lain, keluarga, organisasi. Prinsip yang kita terapkan “ Jangan kamu menghakimi supaya kamu tidak dihakimi “ Penyakit menyalahkan orang lain adalah penyakit Primitif. Kalau disatu daerah pedalaman ada yang terkena satu penyakit, selalu yang dipikirkan adalah siapa yang menyantet. Penyakit menyalahkan orang lain adalah sifat kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah penyakit orang yang kalah. Sebab itu berhentilah dari perkataan-perkataan sia-sia.

Seorang yang berhasil akan mengawali kesuksesannya dengan bermimpi. Mimpi itu mendorong dia untuk mengembangkan kemampuannya dalam menggambar dan akhirnya ia memperoleh kesuksesan. Mari, buatlah mimpi untuk hidup kita. Mimpi yang mempunyai magnit yang menarik kita sampai pada mimpi itu.

Kita menghendaki setiap kita  untuk berhasil dan hidup dalam kemakmuran, Semoga kita semua bisa taat pada Perintahnya dan melakukan kehendaknya. Semoga kita dapat hidup dengan berkelimpahan secara rohani dan jasmani dan kita semua menerima segala sesuatu dengan ucapan syukur.  Tetapi diatas semuanya ia mempunyai kelebihan didalam berdoa. Kedalaman batinnya, pengaruh jiwanya, , tegur sapanya yang sopan serta penuh hormat, perangainya yang lembut, kata-katanya yang sedikit namun penuh arti  akan cepat mewujudkan  proses menuju keberhasilan dalam hidup ini.

Tanpa ada tindakkan tidak akan ada hasilnya. Mulailah melangkah untuk mencoba dan perhatikan apa yang terjadi !.

“ Saya akan senantiasa mengingatMu , sebab Engkaulah yang memberi saya kemampuan untuk memperoleh kekayaan, makna hidup dan keberhasilan “


43 Responses to “SEGENGGAM KETENANGAN LEBIH BAIK DARI PADA DUA GENGGAM KESIA-SIAAN”


  1. September 21, 2009 pukul 10:42 am

    Salam kenal Bu Agnes, ya.. untuk mencapai keberhasilan kita perlu ketenangan, berdoa, menyerah pada Tuhan, terbuka/jujur sama Tuhan Pasti Tuhan limpahkan kemakmuran. Bukan demikian Bu ?

    • September 21, 2009 pukul 1:14 pm

      Salam kenal kembali Susan, Setuju pendapat anda, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  2. September 22, 2009 pukul 6:43 am

    Bu Agnes saya setuju tulisan diatas lebih baik punya satu genggam ketenangan dari pada dua genggam yang tiada artinya/sia-sia,

    • September 22, 2009 pukul 10:34 am

      Selamat pagi Mambang, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  3. September 22, 2009 pukul 7:00 am

    Selamat Idul Fitri Bu Agnes, mohon maaf lahir dan batin,
    Benar Bu untuk melakukan hal-hal besar, hal kecil tidak boleh diabaikan, kemarin saya mengunjungi acara lebaran di rumah pejabat, acaranya mewah sayang es campurnya bau basi ( santannya ) kali, maka dari itu hal kecil seperti itu jangan diabaikan, selain berbahaya bagi kesehatan juga acara yang bagus jadi kurang menarik krn makanan basi tadi. Terima kasih Ibu.

    • September 22, 2009 pukul 10:35 am

      Selamat pagi Rita, sama-sama ya, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

      Regards, agnes sekar

  4. September 22, 2009 pukul 9:25 am

    Berencana, berusaha dan berdo’a.

    Selamat idul fitri.
    Semoga kita semua keluar sebagai pemenang setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa.
    Mohon maaf jika selama ini ada salah dan khilaf.
    Taqobballahu minna wa minkum Wa ja’alana minal aidin wal faidzin

    • September 22, 2009 pukul 10:36 am

      Selamat Hari Raya Idul Fitri Maaf Lahir dan Batin, Terima kasih kunjungannya Alamendah, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  5. September 22, 2009 pukul 10:13 am

    Assalamu’alaikum,
    Bu Agnes, untuk lisan yang mungkin telah salah berucap, untuk prasangka yang kadang timbul dihati. Untuk komentar yang kurang berkenan yang mungkin pernah saya berikan, dengan setulus hati, saya mohon di maafkan lahir batin. Saya dan keluarga mengucapkan, Selamat Idul Fitri, 1 Syawal 1430 H. (Dewi Yana)

    • September 22, 2009 pukul 10:38 am

      Walaikum’salam, Sama-sama Dewi yana, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk Dewi.

      Regards, agnes sekar

  6. September 22, 2009 pukul 10:28 am

    Bu Agnes kebanyakan kita memang memiliki penyakit primitif yaitu penyakit yang menyalahkan orang lain, tidak berjiwa besar bahkan bisa dikatakan sebagai pecundang, Prihatin memang tapi itulah kenyataan bahwa hidup adalah tantangan segalanya tanggung jawab.

  7. September 22, 2009 pukul 10:40 am

    Selamat pagi Riswan, Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin, sejogyanya kita meminimalkan menyalahkan orang lain lebih kepada instropeksi diri itulah namanya Hikmat. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  8. September 22, 2009 pukul 12:21 pm

    salam kenal

    • September 23, 2009 pukul 7:16 am

      Salam kenal kembali Rosmana, maaf saya 4 x posting coment tidak bisa masuk, apa ya kurangnya ? Trims kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  9. September 22, 2009 pukul 4:05 pm

    Betul, Mbak….!
    Renungan yang menyegarkan jiwa…..

    BTW selamat berlebaran….

    • September 22, 2009 pukul 4:40 pm

      Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  10. September 22, 2009 pukul 4:55 pm

    Sering Kali kita mengalami tekanan dalam hidup ini yang dampaknya dapat menghambat keberhasilan, tertekan masalah keuangan yang selalu kurang, kesehatan, keluarga, pekerjaan, teman. Akhirnya tujuan hidup belum tercapai, Bagaimana agar tujuan hidup dapat dengan segera tercapai ? Trims jawabannya.

    • September 23, 2009 pukul 7:20 am

      Selamat pagi Berson, Untuk mencapai tujuan hidup, memang harus ada tindakkan yang dilakukan : pertama menentukan goal secara jangka pendek dan jangka panjang, Hidup taat sesuai dengan perintahNya dan melakukan pekerjaan untuk kebesaran Namanya, Semoga apa yang kita harapkan bersama dapat terwujud, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  11. September 22, 2009 pukul 9:15 pm

    Salam Takzim
    Kehidupan yang hanya sekali, sirna bersama peristiwa kelam, agar kelam tergeser angin, hindari larut dalam karya sebelumnya, petik petuah dari kegagalan agar tidak terulang dan mencampuri itikad yang seharusnya dilakukan…
    Dari makna goresan peristiwa masa lalu, dan agar tidak tercabik karya baru, simak dan pelajari karya bunda Agnes menulis demi estetika pribadi para pemikir primitif.
    Salam Takzim Batavusqu

    • September 23, 2009 pukul 6:49 am

      Selamat pagi Zipoer, memang kita perlu membuat hidup ini lebih bermakna lagi agar hidup dapat menyenangkan dan sesuai dengan kehendakNya. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk ZIpoer.

      Regards, agnes sekar

  12. September 22, 2009 pukul 11:10 pm

    Assalamu’alaikum,

    Tulisan yang bagus sekali. Ispiring.
    Saya baru sampai di blog Ibu malam ini. Salam kenal, Ibu orang Sunda ya ?

    Saya sangat berterima kasih kalau blog saya dilink di blog Ibu.
    SELAMAT IDUL FITRI 1430 H. MOHON MAAF LAHIR BATIN.

    Salam buat keluarga

    • September 23, 2009 pukul 6:52 am

      Walaikum’salam,

      Sumuhun Bapak abdi teh ti Bandung, pun wargi seeurna ti Bandung, Wilujeung boboran Syiam, Nyuhenkeun dihapunteun bilih aya kalepatan tina tulisan, Haturnuhun,

      Regards, agnes sekar

  13. September 23, 2009 pukul 12:19 am

    kita memang tidak boleh mengabaikan hal2 yg kecil, hal2 kecil juga harus diperhatikan, akan tetapi kalau kita sampai terlalu asyik dengan hal2 yg kecil maka hal2 yg besar bisa terlupakan, maka dari itu perhatikan keduanya, dari yang kecil menuju yg besar……..

    o ya selamat hari raya idul fitri 1430 H taqabbalallahu minna waminkum taqabbalallahu yaa karim, minal aidzin wal faidzin mohon maaf lahir dan bathin, segala kesalahan hanya kesalahan kami sedangkan segala kebenaran hanya milik Allah

    • September 23, 2009 pukul 7:05 am

      Selamat Idul Fitri Mohon maaf Lahir dan Batin,
      Selama kita hidup di dunia ini setiap saat Jiwa ( perasaan, pikiran ,kehendak ) senantiasa diperharui menuju kemurnian agar hidup kita bisa berbuah-buah yang akhirnya kita dapat menikmati hidup ini dengan tenang. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  14. September 23, 2009 pukul 5:32 pm

    Salam kenal Bu Agnes, saya dari setda prov. Kalteng, disalah satu biro, dan saya salut dalam kesibukan Ibu masih sempat membuat karya tulisan yang bagus dan memberikan semangat hidup. Besok kita ketemu di Kantor, Maaf Lahir Batin ya Ibu yang cantik.

    • September 23, 2009 pukul 8:35 pm

      Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir dan Batin, Salam kenal kembali, Terima Kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  15. September 23, 2009 pukul 10:05 pm

    selamat malam mbak agnes.
    saya lg hepi, mendapatkan koneksi inet lumayan oke he..he..
    segenggam ketenangan akan sangat berarti karena selalu menyertakan Tuhan dalam setiap aktivitas kita.
    perencanaan sampai kepada realisasi pekerjaan tak lepas dari campur tangan-NYA, tinggal bagaimana kita berusaha semaksimal mungkin. jika pun gagal, semua kita pasrahkan kepada-NYA dng tetap sabar tanpa melibatkan emosi kita. Tuhan pasti memberikan yg terbaik bagi kita yang percaya kepada-NYA

    • September 24, 2009 pukul 6:56 pm

      Selamat malam Guskar, seru pengalamannya Gus, Memang ketenangan sebagian orang identik dengan kesuksesan. Sukses tidak pernah menghampiri manusia yang hanya bertopang dagu atau menggantungkan diri pada orang lain. Sukses harus diciptakan dengan bekerja keras serta berdoa memohon kepada Tuhan. Disalah satu ayat sudah dijelaskan bahwa Tuhan tidak akan mengubah nasib manusia sebelum manusia mau mengubah dirinya sendiri. Okay Gus terima kasih sharingnya, Sukses untuk Guskar.

      Regards, agnes sekar

  16. September 24, 2009 pukul 9:17 am

    ikutan sharing ya Bu ..
    ada beberapa hal yang membuat kita pada akhirnya harus menggenggam kesia-siaan ..
    Terkadang sifat tidak sabar membuat kita terburu2 untuk melakukan sesuatu agar segera mendapatkan hasil .. namun bukan berarti pula harus menunda2 ..
    Terkadang sifat merasa bisa membuat kita besar kepala dan sombong bisa mengerjakan semuanya sendiri .. namun bukan berarti pula harus rendah hati dan pesimis ..

    Terkadang kita lupa Dia-lah yang Maha Tahu apa yang terbaik dan kapan waktu yang terbaik itu terjadi ..

    Ada phrase yang sangat saya suka dan selalu saya pegang ‘akan indah pada waktunya ..’ , membuat saya juga tidak terburu2 dan juga selalu membuat saya teringat bahwa Dia-lah penentu pada akhir upaya saya ..

    Iklan Gratis

    • September 24, 2009 pukul 6:50 pm

      SElamat Malam Iklan Gratis, setuju ulasan anda , memang ketenangan harus diupayakan, salah satunya dengan berdoa, Ingatlah Tuhan tidak pernah mengingkari janjinya, siapa yang mau befdoa pasti akan dikabulkan doanya entah kapan hanya ia yang tau. Jadi tidak perlu sangsi atau cemas ketika keberuntungan itu belum menjadi milik kita, semua itu hanya tinggal waktu saja. Kalau sudah waktunya Tuhan Pasti akan memberikan sukses itu. Terima kasih sharingnya iklan gratis, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  17. September 24, 2009 pukul 9:18 am

    Assalamu’alaikum,mbak Agnes.

    Ingat lagunya Erni Johan tahun 60 an “Merindukan pungguk terbang burung dara ditangan dilepaskan”
    Ketenteraman,ketenangan dalam hidup hanya akan dicapai jika kita selalu sabar dan syukur apa yang terjadi pada diri kita. Tuhan akan selalu memberikan yang ngeTop bagi kita hanya kita yang nggak sadar. Maunya yang terbaik dilihat dari ukuran kita, padahal yang kita sangka baik belum tentu baik dan yang kita sangka buruk juga belum tentu buruk.

    Btw. Buku sudah saya kirim sebelum lebaran mbak, sesuai alamat yang mbak Agnes berikan.Semoga nggak nyasar atau nginep terlalu lama di kantor pos.
    Salam hangat dari Surabaya dan terima kasih atas pencerahannya.

    • September 24, 2009 pukul 7:06 pm

      Selamat malam Pak De,
      Setiap orang mendambakan ketenangan, namun tidak semua orang mampu mendapatkannya karena tidak memahami makna ketenangan itu sendiri. Bagi sebagian orang ketenangan identik dengan kekayaan yang berlimpah. Pikirnya dengan memiliki kekayaan hidupnya akan tenang. Kenyataannya, banyak diantara mereka yang memiliki kekayaan tetapi hidupnya menderita. Kalau begitu sebenarnya bagaimana upaya kita untuk meraih ketenangan ? Tidak ada cara lain kecuali mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan kepada kita. Apa yang kita miliki itu sudah lebih dari cukup untuk membuat hidup tenang. Tidak perlu berangan-angan jauh membayangkan kita begini dan begini karena akan menjadi beban di hati dan pikiran sehingga kita menjadi tidak tenang.
      Pak De, saya menunggu lho kiriman bukunya urung teko. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk Pak De.

      Regards, agnes sekar

      • September 29, 2009 pukul 10:06 am

        Buku sudah saya kirim tanggal 14-9-2009 dengan Kilat Khusus lho mbak. Piye tho pak Pos nich, masak mudik semua.ha..ha..ha
        Yo ditunggu dengan sabar yo mbak.
        Salam hangat dari Surabaya

  18. September 24, 2009 pukul 9:26 am

    Segenggam ketenangan bukan hanya lebih baik dari dua genggam kesia – siaan, bahkan jauh lebih baik dari ratusan, puluhan, ribuan, atau bahkan hingga tidak terhingga kesia – siaan.🙂
    Tidak ada sedikitpun kebaikan dari kesia – siaan… ya kan Bu?🙂

    Ibu… ini artikel yang luar biasa, akan tetapi dari seluruh ide yang ibu tawarkan… saya paling tertarik dengan ‘TIDAK MENGABAIKAN HAL – HAL KECIL’. Betul Bu… Bagaimana mungkin kita bisa mencapai kesuksesan besar, jika mengabaikan hal – hal kecil. Bukankah Lao Tse pernah berkata “Perjalanan seribu mil, dimulai dengan langkah pertama”.

    • September 24, 2009 pukul 7:18 pm

      SElamat malam Rizal, betul pendapat anda bahwa untuk mencapai kesuksesan besar dengan tidak mengabaikan hal-hal kecil, Kita perlu untuk tidak mengabaikan hal-hal kecil yang dianggap sepele, untuk mencapai kesuksesan perlu perjuangan dari hal kecil sekalipun, karena pepatah katakan ” Setia dalam perkara kecil, Akan ditambahkan perkara yang lebih besar lagi ” Menggapai ketenangan itu tidak mudah karena kita hidup dikelilingi oleh gejolak-gejolak disekitar yang dapat mempengaruhi ketenangan, banyak sekali godaan yang akan kita alami. Hal itu ujian untuk kita apakah kita cukup kuat untuk menahan diri, atau kita akan menjadi rapuh dengan berbagai alasan klasik yang sering kita kumandangkan yaitu ” penyakit primitif ” sehingga akan jauh untuk menggapai ketenangan. Terima kasih sharingnya Rizal, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  19. September 24, 2009 pukul 9:30 pm

    siip setuju teh, kalau bahasa sundanya tong ngarawu ku siku hehe
    salam,

    • September 25, 2009 pukul 4:26 pm

      Wilujeung boboran syiam 1430 H Nyuhunkeun dihapunteun upami aya kelepatan, Haturnuhun atos linggih di Blogna Abdi, Mugi-mugi di sadayana nampi berkah ti Gusti ALLAH.

      Regards, agnes sekar

  20. September 25, 2009 pukul 10:32 am

    Selamat idul fitri,
    Minal aidin wal faizin

    • September 25, 2009 pukul 4:28 pm

      Sama-sama, Mohon maaf Lahir dan Batin, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  21. September 26, 2009 pukul 4:52 pm

    Saya sangat sependapat dengan Mbak Agnes, ketenangan membuat kita bisa berfikir dengan jernih.
    Belaku grasa-grusu seringkali menimbulkan persoalan baru.
    Tetapi sebuah ketenangan dalam menghadapi persoalan tidak akan datang dengan sendirinya, kita perlu latihan dan bila perlu kita butuh mentor. Jika kita mencoba belajar sendiri, akan dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mencapai ketenangan tersebut.

    • September 26, 2009 pukul 9:23 pm

      Selamat Malam Indo Hijau, Terima kasih masukannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  22. Oktober 8, 2009 pukul 2:21 am

    Saya sungguh kagum dgn tulisan ini… Dari judulnya aja, udah memberikan makna yg begitu dalam… Makasih banyak atas tulisan yg sangat membangun ini… Oh ya, salam kenal dari Hary4n4 di Surabaya… Salam hangat dan damai selalu….

    • Oktober 8, 2009 pukul 2:14 pm

      Salam kenal kembali Hary, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: