27
Sep
09

PERAN PEMUDA DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN


PERAN PEMUDA DALAM PENGENTASAN  KEMISKINAN ( Blessing in Disquise )

Kemiskinan sudah menjadi bahan pembicaraan berabad-abad lamanya, bahkan sejak zaman para Nabipun kemiskinan sudah ada. Hal ini dapat terlihat misalnya saja dalam pandangan mengenai shadaqah ataupun zakat dimana mereka yang fakir miskin mendapat porsi tersendiri dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat dimasa itu. Begitu juga pada era reformasi sekarang ini kelompok masayarakat yang berada dibawah garis kemiskinan itupun tetap saja masih sulit diberantas. Berbagai kalangan memberikan sumbangan pemikiran ataupun strategi dalam pengentasan kemiskinan ini,  demikian juga kaum muda diharapkan perannya dalam memberantas kemiskinan di Daerahnya..

Pemuda perlu diberi penanaman nilai kesetiakawanan social dan pemupukan jiwa kepeloporan pemuda. Dengan misi tsb diharapkan pemuda dapat ikut serta secara proaktif didalam setiap kegiatan social dan upaya penanggulangan kemiskinan dilingkungannya. Sehingga nantinya diharapkan akan tumbuh kepedulian dan kepeloporan pemuda dalam kegiatan penanggulangan kemiskinan. Solidaritas social yang dimotori oleh golongan pemuda dan pelajar. Dengan semangat yang masih menggebu-gebu, tenaga yang masih kuat dan pemikiran yang masih segar, pemuda bisa menjadi pelopor gerakan pengentasan kemiskinan, minimal dilingkungan dia berada.. Sekarang yang harus dilakukan adalah bagaimana mengelola potensi pemuda yang sedemikian besar tersebut untuk diwujudkan didalam karya nyata : Pengentasan Kemiskinan. Jangan sampai potensi yang sedemikian besar itu malah tidak tergarap, atau sia-sia. Karena itulah dengan menyadari potensi yang cukup besar itu sebaiknya semua kalangan masyarakat mencoba duduk bersama memberikan peran yang seluas-luasnya bagi pemuda untuk turut serta didalam upaya pengentasan kemiskinan. Peran pemuda dalam pengenatasan kemiskinan perlu di fasilitasi dengan berbagai hal terutama berupa pemberdayaan. Peran pemuda tsb mengalami sejumlah tantangan yang sebenarnya merupakan suatu rahmat yang tersembunyi ( Blessing in disguise ), yang menuntut para praktisi yang berkompeten di bidangnya untuk lebih intens dalam pengentasan kemiskinan di daerahnya.  Pemuda perlu dibekali pembedayaan  seperti manajemen yang baik yang dapat memecahkan permasalahan dalam pemberantasan kemiskinan di daerahnya, agar dalam pelaksanaannya dapat bekerja lebih efektif dan efisien,

Para pemuda  tadi berperan sebagai pendamping untuk pelaksanaan pengentasan kemiskinan di daerahnya. Orang-orang miskin  dan pengangguran yang terdata diberi bantuan uang dan bimbingan dalam menggunakan uang tsb. Orang miskin yang terdata tadi dikelompokkan menjadi “ kelompok kesejahteraan social “ Mereka ini diberi bantuan uang untuk berusaha ( bukan di komsumsi ) misalnya : Industri rumah tangga, usaha pertanian, usaha perbengkelan kecil, usaha perikanan, usaha peternakan, usaha jasa, dan usaha-usaha lain yang bisa dilaksanakan dengan modal kecil. Misalnya Usaha pembuatan tahu, tempe, usaha pembuatan kripik, pembuatan kue, peternakan ayam, peternakan itik, peternakan kelinci, usaha pertanian sayur-sayuran, buah-buahan, usaha mendirikan bengkel sepeda motor sederhana, usaha perikanan dll. Anggota kelompok kesejahteraan social tsb diberi dana dan pembimbingan oleh para pemuda. Dana ini diberi dengan bunga sangat kecil. Dana ini diberikan dalam jangka satu tahun dan kalau berhasil dan membutuhkan dana lagi, diberikan untuk jangka waktu satu tahun lagi . Dana yang kembali disalurkan kepada kepada orang lain yang belum dapat. Jadi dana ini sifatnya bergulir. Besarnya dana tergantung masing-masing Daerah tergantung situasi social ekonomi masing-masing Daerah.. Pemuda harus pro aktif untuk memotivasi masyarakat miskin tadi, dalam artian bahwa pemuda harus menjemput bola untuk menggerakkan masyarakaat miskin tadi dengan prosedur yang telah ditetapkan. Jangan baru bergerak ketika dana sudah dikucurkan. Jangan baru mau memancing jika kail dari umpannya dipenuhi. Padahal alangkah baiknya jika mereka mau memancing, mereka juga turut menyediakan “ Kail “ atau umpannya. Sehingga fungsi fasilitator, dalam hal ini pemerintah daerah, hanya tinggal melengkapi kekurangannya. Dengan potensi pemuda yang besar yang mereka miliki akan memberikan hasil yang maksimal. Kebersamaan para pemuda tsb merupakan modal dasar yang harus segera diarahkan dalam upaya pengentasan kemiskinan di daerahnya.

Kita harus membenahi mekanisme partisipasi social para pemuda. Partisipasi mereka dari tingkat bawah harus segera dibangun. Partisispasi yang benar-benar menggunakan metode “ Bottom-Up. Tidak lagi Top Down. Biarkan para pemuda membuat dan melaksanakan konsep yang telah mereka rencanakan. Pemerintah Daerah hanya tinggal mendorong realisasi konsep tsb dalam bentuk stimulant-stimulan. Sehingga, ketika ada kegiatan atau program dari mereka yang sudah berjalan segera di dorong untuk memberikan hasil yang lebih maksimal lagi.. Ini yang harus segera dilakukan, ditengah sejumlah kemudahan-kemudahan yang telah pemerintah daerah berikan kepada mereka. Sebab, dalam pandangan kami, selama ini mereka telah terlena. Dan hal ini yang membuat mereka minim dalam berpartisipasi. Mereka sekali lagi lebih senang “ Menunggu Bola “ Penyakit inilah yang harus segera kita hentikan. Contoh yang terjadi para pemuda Karang Taruna dengan sanggar belajar bersamanya merupakan contoh yang baik, dalam hal partisipasi, . Mereka baru minta fasilitasi setelah kegiatan tsb berjalan guna mengembangkan kegitan mereka agar bisa menjangkau seluruh masyarakat. Dari sini dapat terlihat kunci agar peran pemuda bisa lebih maksimal, efektif dan efisien didalam upaya pengentasan kemiskinan di daerahnya., harus bermula dari partisipasi mereka. Dari konsep yang mereka rencanakan dan kemudian diaplikasikan dan diimplementasikan oleh mereka sendiri. Inilah yang menjadi tugas kita bersama. Mencetak para pemuda yang mandiri dan turut berpartisipasi secara nyata di dalam upaya pengentasan kemiskinan memang tidak mudah. Tetapi jika ada peran dari semua pihak yang mau peduli dan memiliki komitmen nyata akan hal itu, kami yakin hal ini akan segera terlihat. Pemuda dengan potensi besarnya itu merupakan modal dasar didalam perbaikan kualitas kehidupan masyarakat di masa mendatang. Dan merupakan sebuah kewajaran jika The Founding Fathers kita memiliki perhatian yang besar terhadap para pemuda.

Dengan menggerakkan peran para pemuda dalam melaksanakan pengentasan kemiskinan, kami yakin bahwa pemberantasan kemiskinan dan pengangguran akan berhasil dan apabila kemiskinan dan pengangguran dapat diberantas maka Integrasi Sosial dan Integrasi Nasional dapat pula terwujud. Karena salah satu factor tingginya disintegrasi social adalah banyaknya orang miskin dan banyaknya pengangguran.


32 Responses to “PERAN PEMUDA DALAM PENGENTASAN KEMISKINAN”


  1. September 27, 2009 pukul 8:24 pm

    Salam kenal Bu, Tertarik sekali saya membaca ulasan Ibu tentang Pemuda, Karena sampai saat ini saya belum beroleh kesempatan untuk dapat bekerja yang menghasilkan uang, sedangkan untuk menjadi pelopor pengentasan kemiskinan minimal harus punya modal dulu. Ibu apa langkah-langkah pemerintah untuk para pemuda agar dapat turut serta mengentaskan kemiskinan di daerah kita ini ? Terima kasih jawabannya.

    • September 27, 2009 pukul 9:31 pm

      Salam kenal kembali Rosa,agar para pemuda turut serta menjadi pelopor pengentasan kemiskinan, langkah-langkah yang harus dilakukan diperlukan dukungan dan pembenahan, dukungan dalam pelbagai bentuk, kami yakin, akan mampu membuat pemuda bertindak lebih maksimal lagi. Sedangkan pembenahan didalam mekanisme partisipasi sosial para pemuda akan memunculkan tingkat partisipasi murni secara optimal. Menghargai pembuatan dan pelaksanaan konsep yang telah dilakukan para pemuda . Beri mereka ” keleluasaan ruang ” untuk memaksimalkan potensi yang dimilikinya, demi upaya pengentasan kemiskinan yang ia perankan. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  2. September 27, 2009 pukul 9:02 pm

    Salam kenal Bu Agnes, saya sudah 2 tahun lulus dari perguruan Tinggi Negri ternama di Propinsi ini tetapi sayang sampai saat ini saya belum bekerja formal, apakah saya dapat dikatagorikan miskin ? Ibu Kriteria keluarga miskin miskin itu yang bagimana ?

    • September 27, 2009 pukul 9:22 pm

      Salam kenal kembali Syamsiah, Belum bekerja secara formal belum tentu termasuk kategori miskin, karena kriteria miskin adalah sebagai berikut :
      – Keluarga sangat miskin ( Very Poor ) orang yang berpenghasilan, senilai 240 sampai 320 kg beras/orang/tahun.
      – Termiskin ( Poorest ) Orang yang berpenghasilan senilai 180 sampai 240 kg beras/orang/tahun.
      -Tidak mempynyai mata pencahrian yang tetap
      – Mempunyai Pengahsilan tetapi tidak dapat mencukupi kebutuhan pokoknya
      – Rumahnya tidak layak huni.
      – Nilai Garis kemiskinan perkotaan dan pedesaan,dengan kategori garis kemiskinan makanan dan garis kemiskinan non makanan. Kemiskinan dimaksud mengacu pada PP No : 42/1991.

      Demikian yang dapat saya tanggapi, Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  3. September 27, 2009 pukul 10:09 pm

    syukur masih bisa mengamankan KELIMAAAXXZ
    Dipundak pemudalah masa depan bangsa berada. Termasuk dalam mensejahterakan kehidupan bangsa yang salah satunga melalui pengentasan emiskinan.

    • September 28, 2009 pukul 2:25 pm

      SELAMAT SIANG Alamendah, setuju bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa yang potensial maka dari itu tepat sekali itu melaksanakan program tsb diatas. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  4. September 28, 2009 pukul 2:00 am

    Hmm..saya meninggalkan jejak dulu yaaa…..
    Lama tidak ke sini…🙂

    • September 28, 2009 pukul 2:03 pm

      selamat siang Bocah Bancar, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  5. September 28, 2009 pukul 10:25 am

    Maaf ya Bu emangnya pengertian miskin itu sendiri yang seperti apa ya ?

    • September 28, 2009 pukul 11:30 am

      Pengertian miskin itu sendiri pada pokoknya adalah adanya keterbatasan-keterbatasan atau ketidakmampuan bagi keluarga atau masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pokok hidupnya baik kebutuhan jasmani ,rohani maupun sosial, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  6. September 28, 2009 pukul 4:14 pm

    Pemuda sekarang kebanyakan individualistis yah, oh ya salam kenal sist, sekalian minal aidin walfaidzin ya🙂

    • September 29, 2009 pukul 1:52 pm

      Salam kenal kembali, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  7. September 29, 2009 pukul 7:17 am

    salam kenal, kunjungi blogku ya…trims.

    banyak peran pemuda dalam upaya pengentasan kemiskinan. misalnya LSM, dll. sayangnya isu kemiskinan biasanya menjadi lahan empuk bagi mereka untuk mencari dukungan program dari pihak asing. kebanyak dari mereka bertanggung jawab atas programnya yang berlimpah dana hanya kepada pihak donatur saja. kepada masyarakat, hampir bisa di pastikan tidak. kepada masyarakat ya hanya dengan bentuk kegiatan. kepada pemerintah juga tidak. mestinya perlu, untuk mensinergikan program dengan pemerintah punya. saya pernah juga di LSM. he..he… tapi tidak betah.

    • September 29, 2009 pukul 2:21 pm

      Selamat siang Badruzaman, Pengentasan kemuskinan dan LSM mengalami sejumlah tantangan yang sebenarnya merupakan suatu Rahmat yang tersembunyi, yang menuntut para aktivis di bidang ini lebih intens dalam menggeluti bidangnya. Beberapa pemikiran untuk pengentasan kemiskinan sudah mendominasi pemikiran pembangunan antara lain pandangan dari kelompok Rasionalisme Ekonomi dan kelompok Manajerial Baru ( New Managerialism ) dirasakan semakin ketal pengaruh terhadap pemberantasan kemiskinan yang di programkan.
      Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  8. September 29, 2009 pukul 8:16 am

    selamat pagi mbak agnes,
    saya sepakat bahwa peran pemuda untuk pengentasan kemiskinan perlu digiatkan. harus diakui, struktur kemiskinan di negeri ini, komposisi usia produktif (pemuda) yg paling dominan. organisasi pemuda semacam karangtaruna mmg harus lebih diperdayakan kembali. mereka yg sangat memahami potensi dan kebutuhan masyarakatnya, sehingga peran mereka untuk mengentaskan kemiskinan lebih tepat sasaran.

    • September 29, 2009 pukul 1:28 pm

      Selamat siang Guskar
      Permasalahan yang dihadapi sasaran garapan pengentasan kemiskinan yang dalam hal ini adalah keluarga miskin antara lain : Tingkat pendidikan sasaran garapan rendah. Keadaan demikian akan mengakibatkan daya tangkap para sasaran dalam hal penerimaan petunjuk-petunjuk arahan, maupun bimbingan yang pada akhirnya dalam pengelolaan bantuan kurang dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan. Keterampilan sasaran garapan yang minim. Dengan adanya keterampilan yang kurang memadai dari sasaran garapan mengakibatkan pelaksanaan pengelolaan bantuan yang diharapkan dapat menunjang penghasilan keluarga tidak dapat berjalan dengan baik. Kendala lain adalah jumlah anggota keluarga sasaran garapan pada umumnya agak besar sehingga dengan adanya bantuan yang nilainya tidak besar akan menghasilkan pendapatan yang tidak terlalu besar, yang pada akhirnya dampak positif pada perubahan pendapatan keluarga sangat kecil. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk Guskar,

      Regards, agnes sekar

  9. September 29, 2009 pukul 9:29 am

    Selalu luar biasa membaca setiap pikiran yang ibu curahkan disini… Dan saya setuju dengan ibu, penanggulangan kemiskinan tidaklah mungkin jika dilakukan oleh instansi tertentu atau pemerintah saja, melainkan harus melibatkan komponen masyarakat secara keseluruhan, tidak terkecuali PEMUDA.

    Tapi ketika kita berbicara tentang kemiskinan, itu artinya kita sedang membicarakan sebuah topik paling sulit dicarikan solusinya di dunia ini.

    Pemerintah, dibawah pimpinan Presiden SBY sudah melaunching banyak sekali program untuk pengentasan kemisikinan, dan secara pribadi saya menilai… program – program itu sesungguhnya sangat bagus.

    Misalnya, Program PNPM Mandiri, Program Perekonomian Masyarakat Pesisir, Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pinjaman lunak untuk usaha kecil kemitraan (PUKK) melalui BUMN. Tapi kenapa seluruh program ini kemudian tingkat keberhasilannya sangatlah rendah?

    Masalahnya adalah kemiskinan itu sendiri… kemiskinan adalah pola. Dan pola terbentuk karena kebiasaan yang dilakukan bertahun – tahun bahkan mungkin seumur hidup.

    Orang miskin biasanya sudah terpola hidup miskin. Jadi dibantu seperti apapun, entah itu dari segi pemodalan, kemudian diberi ketrampilan, dan lain – lainnya…. Kehidupan mereka akan tetap miskin, kecuali mereka yang memang memiliki keinginan yang kuat dan integritas serta keyakinan yang kokoh untuk mengubah hidup mereka.

    • September 29, 2009 pukul 12:57 pm

      Selamat siang Rizal.
      Masalah kemiskinan dan pengangguran bukan hanya masalah Nasional,tetapi merupakan masalah International, Tetapi masalah ini banyak dialami oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia negara kita mengalami kemiskinan dan pengangguran ini sudah sejak lama. Usaha-usaha untuk mengatasi kemiskinan dan pengangguran ini sudah dilakukan baik oleh pemerintah maupun oleh rakyat, tetapi seperti yang kita lihat sekarang kemiskinan dan pengangguran ini semakin parah, terutama pada zaman reformasi ini. Untuk mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran pemerintah melaksanakan pembangunan secara bertahap. Dan khususnya di Kalimantan Tengah ada Program yang namanya Mamangun Tuntang Mahaga Lewu ( PM2L ), program untuk pengentasan kemiskinan di Kalteng . Hasil-hasil pembangunan ini sudah kita nikmati,terutama pembangunan ekonomi kerakyatan, sehingga kemiskinan dan pengangguran mulai berkurang. Sayangnya pembangunan mental spiritual tidak selalu dengan pembangunan fisik atau pembangunan ekonomi, sehingga masalah kemiskinan dan pengangguran belum bisa tuntas, bahkan semakin meningkat. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  10. September 29, 2009 pukul 10:02 am

    Selamat pagi mbak Agnes,
    Pemuda seharusnya memang menjadi pelopor, bukan hanya dalam ide2 tetapi juga langsung berada dibarisan depan dalam aplikasi dilapangan.
    Pengentasan kemiskinan memang berkaitan dengan banyak pihak, mulai dari pendidikan, lapangan kerja dan tak kalah pentingnya adalah sikap mental para ” yang tak mampu itu “. Kadang ada yang enjoy dengan kemiskinanannya sehingga lebih enak berada di jalan-jalan daripada harus bekerja keras. Sikap mental inilah yang harus dikikis.
    Selamat berkarya mbak,sukses selalu.
    Salam hangat dari Surabaya.

    • September 29, 2009 pukul 12:44 pm

      Selamat siang Pak De, Piye khabare Pasca Lebaran ?
      Pak De, bangsa kita masih banyak yang belum maksimal, mereka tidak suka bekerja keras, kalau mereka bekerja kurang maksimal, sehingga hasil yang diperoleh juga minimal. Misalnya seorang petani yang mengerjakan tanahnya dengan santai sehingga hasilnya tidak memadai akibatnya mereka tetap miskin. Banyak Sarjana sekarang yang belum mendapatkan pekerjaan karena mereka pada umumnya mencari pekerjaan untuk menjadi PNS yang formasinya terbatas, sedangkan pelamarnya buanyak. Untuk mengatasi hal tsb sebaiknya para pemuda harus dibekali untuk menciptakan lapangan kerja, dan membuat kreativitas yang lebih besar lagi sehingga dapat turut serta mengentaskan kemiskinan di daerahnya . Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk Pak De.

      Regards, agnes sekar

      • September 29, 2009 pukul 7:55 pm

        serius sekali disini.

        Ada beberapa pernyataan anda yang sedikit menyentuh bahwa para pemuda banyak yang belum mendapatkan pekerjaan sehingga tidak dapat menerapkan karyanya dengan maksimal tapi sedikit banyak memang seperti itulah keadaannya.

        memprihatinkan bukan?

        salam kenal

        • September 30, 2009 pukul 12:15 pm

          Selamat siang Linduaji, ya.. semoga dengan adanya program-program yang dibuat pemerintah untuk pengentasan kemiskinan dan dengan adanya pelopor dari pemuda untuk pengentasan kemiskinan di Daerahnya, diharapkan generasi muda kita dapat tumbuh dan dapat menggerakkan pengentasan kemiskinan di Daerahnya, Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

          Regards, agnes sekar

  11. September 30, 2009 pukul 8:36 am

    Salam hangat dan mampir sebelum rutinitas sehari-hari.
    Sesuai sekali ulasannya mengenai pemuda dengan peringatan sumpah pemuda. Pemuda cikal bakal tumbuh kembangnya suatu bangsa dan pemuda menetukan kemajuan bangsa itu sendiri jadi harus dibina dan dirahkan secara tepat dan benar.

    • September 30, 2009 pukul 12:18 pm

      Selamat siang Mamah Aline, setuju pendapat anda, bahwa pemuda harus dibina dan diarahkan agar generasi muda penerus bangsa ini tumbuh dengan kecerdasan yang gemilang. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  12. September 30, 2009 pukul 5:57 pm

    luar biasa tulisannya..

    salam kenal buuu..

    • September 30, 2009 pukul 6:32 pm

      Salam kenal kembali ratu tebu, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  13. 27 ibnu sani
    Maret 11, 2010 pukul 9:10 pm

    Salam
    hanya saja mungkin perlu langkah kongkrit yang betul-betul mesti di wujudkan.banyak program pemerintah yang bisa di manfaatkan dalam hal ini, tetapi mungkin masalah yang besar dari para pemuda ini adalah mudahnya lepas kontrol didalam hidupnya.asumsi yang sekarang melekat pada banyak pemuda bangsa ini sudah terasuki kebebasan yang kebablasan.coba ibu lihat di jalan-jalan setiap malam libur/malam minggu,begitu banyak dari mereka para pemuda yang menyibukan diri mereka dengan hal yang hura-hura.tak terlepas juga lembaga-lembaga pendidikan yang setiap tahunya melahirkan manusia-manusai yang harus secara mutlak masuk dalam kiprah hidup sosial budaya yang sebenarnya. entah saya melihat nilai-nilai pendidikan apa yang melekat pada mereka yang selama ini mereka enyam sekian tahun di lembaga pendidikan.
    pemuda punya potensi besar.pemuda merupakan kekuatan bangsa itu bukan hanyalah mitos yang selama ini kita dengungkan.tapi semangat itu nampaknya tenggelam dalam dunia yang abu,yang entah kapan cita-cita itu akan terwujud.
    trimakasi salam.

    • Maret 12, 2010 pukul 2:59 pm

      Salam kenal Ibnu Sani iya saya pribadi cukup prihatin jika melihat pemuda yang tidak memanfaatkan waktu luangnya secara makksimal, tapi semuanya perlu modal, perlu perjuangan perlu arahan. Sesungguhnya banyak program pemerintah kearah itu tapi belum semuanya terlaksana sampai ke seluruh pelosok Desa. Tapi kami sebagai aparatur pemerintah mengupayakan agar program untuk generasi muda ini dapat terlaksana dengan sukses. Terima kasih share nya sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  14. 29 Ghafran S Akbar
    Maret 14, 2010 pukul 7:40 pm

    asLkm bu,,,
    sya ingin bertanya, bagaimanakah integritas zakat fokus dalam strategi pengentasan kemiskina yang ada,,,
    dan saya harus berperan seperti apa dalam hal ini….???
    terima kasih

    • Juli 19, 2010 pukul 5:21 pm

      Selamat sore Gafran, maaf baru di jawab sehubungan focus pada site agnessekar.com, namun demikian saya tetap berupaya menjawab secara optimal. Gafran yang cerdas, kita ketahui bahwa
      Zakat merupakan ibadah yang bercorak sosial-ekonomi, sebagai kewajiban seseorang muslim atau badan hukum yang dimilikinya untuk mengeluarkan sebagian hak miliknya kepada pihak yang berhak untuk menerimanya . Selain itu zakat merupakan ibadah yang mempunyai dimensi yang sangat luas. Bila dilihat dari sasarannya, zakat bukan hanya berdimensi sosial-agama, tetapi juga berdimensi sosial-ekonomi . Ini dapat dilihat dari sasaran zakat yang berkaitan dengan pemerintah, yaitu penanganan sosial ekonomi . Dalam zakat terdapat unsur mengembangkan sikap gotong-royong dan tolong-menolong. Sebab zakat dapat membantu orang-orang yang terjepit kebutuhan dan membatu menyelesaikan hutang bagi orang-orang yang sedang pailit. Zakat juga menolong orang-orang yang sedang dalam perantauan, pengungsi, sampai orangtua yang pikun atau jompo. Dengan zakat pula, dakwah Islam dapat diperluas cakupannya, termasuk untuk menjinakkan hati para muallaf, agar tercipta pemerataan ekonomi yang berkeadilan. Dengan demikian sudah jelas bahwa zakat turut andil dalam pengentasan kemiskinan di Indonesia ini. Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  15. 31 monik cimoet
    Mei 14, 2010 pukul 1:10 pm

    as..wr..wb
    lam knl

    g’mn cih cra qt membangkitkan generasi pemuda yg peduli akn kemiskinan di dunia ni
    kebanyakan anak pemuda sekarang
    sulit sekali tuk peduli
    bahkan lebih suka membuang2 uang tuk hal2 yang negatiF

  16. Juli 19, 2010 pukul 5:31 pm

    Selamat sore Monik, maaf terlambat balas karena focus pada site agnessekar.com, cara membangkitkan generasi pemuda agar pedulu kemiskinan adalah dengan merubah mind set yang salah, kita ketahui bersama bahwa sejak dini para pemuda harus ditanamkan jiwa kebangkitan nya.
    Pemuda berprestasi bukan dilahirkan, akan tetapi dibentuk oleh lingkungan. Pemuda berprestasi juga tidak ditentukan oleh latar belakang suku, agama, ras dan juga strata sosial dalam masyarakat. Mereka yang berprestasi adalah mereka yang mengenali dan mampu mengolah potensi yang ada dalam dirinya serta lingkungan sekitar memberikan dukungan penuh terhadap pengaktualisasian potensi itu kedalam sebuah karya nyata. Oleh karena itu, untuk mewujudkan generasi muda yang mampu mengisi pembangunan di negeri ini dengan karya-karya mengagumkan, maka diperlukan sebuah pembentukan karakter (character building) secara melembaga. Mengingat salah satu masalah krusial di negeri ini adalah masalah pengangguran, maka proses pembentukan karakter dilakukan dengan menggunakan pendekaan kewirausahaan (entrepreneurship). Demikian monik yang dapat disampaikan, terima kasih tanggapannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,462 hits
September 2009
S S R K J S M
« Agu   Okt »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: