22
Jan
13

MEMBUANG SAMPAH


GambarOLEH;

AGNES SEKAR 

1. Pengantar

Hingga akhir-akhir ini, di berbagai media massa kita saksikan bahwa sampah di kota-kota besar di Indonesia masih  menjadi salah satu masalah sosial yang memperihatinkan kita semua. Di Kota Palangka Raya, misalnya, masalah sampah sering menjadi topik yang menarik di beberapa media cetak. Di beberapa TPS(Tempat Penampungan Sementara) sampah menumpuk dan berserakan ke badan jalan. Akibatnya, bapak Walikota Palangka Raya harus turun ke lapangan untuk melihat secara langsung ke beberapa TPS yang sampahnya belum diangkut ke TPA. Untuk masalah ini, kita tidak perlu mencari kambing hitamnya, karena merupakan masalah bersama dan kesalahan bersama.Tulisan ini mencoba memberikan pemikiran tentang bagaimana penanganan sampah di Kota Palangka Raya.

2. Definisi Sampah

Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dan merupakan hasil dari aktifitas manusia maupun alam yang sudah tidak digunakan lagi karena sudah diambil unsur atau fungsinya. Berbicara masalah sampah, setiap orang sudah sangat familiar dengan sisa-sisa makanan di dapur seperti: kulit bawang, kulit jagung, kulit dan biji durian, kulit dan biji rambutan, kertas undangan, makalah, kardus bekas, plastik bekas, sisa-sisa kayu bangunan, bata dan batako yang rusak, rumput dan dahan-ranting- daun dari sekitar rumah, dan lain-lain. Ini semua adalah contoh nyata dari apa yang disebut SAMPAH.

Menurut Hadiwiyoto(1983), sampah dapat digolongkan atas beberapa kriteria: (a). Sampah berdasarkan asalnya, seperti: sampah rumah tangga, hotel dan kantor; sampah industri; sampah pertanian, perkebunan, kehutanan, perikanan dan peternakan; sampah pertokoan; sampah kegiatan pembangunan; dan sampah jalan raya. (b). Sampah berdasarkan komposisinya, seperti: sampah seragam adalah sampah hasil kegiatan industri; dan sampah campuran adalah sampah dari tempat-tempat umum. (c)Sampah berdasarkan  bentuknya, seperti: sampah berbentuk padat(daun, karbon, kaleng dan plastik); Sampah berbentuk cairan(bekas air cucian, limbah industri dan lainnya); (d)Sampah berbentuk gas(karbon dioksida, amoniak dan gas-gas lainnya).(e)Sampah berdasarkan lokasinya: perkotaan dan luar perkotaan. (f)Sampah berdasarkan proses terjadinya: Sampah alami seperti daun-daunan dan dahan serta ranting yang jatuh; sampah non alami adalah sampah hasil kegiatan manusia.(g) Sampah berdasarkan sifatnya, seperti: Sampak organik yaitu sampah yang mudah diurai oleh mikroorganisma. (h)Sampah berasarkan jenisnya: Sampah makanan; sampah kebun,pekarangan; sampah kertas; sampah plastik, karet dan kulit; sampah kain; sampah logam; sampah gelas dan keramik; sampah abu dan debu.

Menurut Sejati(2009), sampah dapat digolongkan ke dalam tiga bagian: (a) Sampah organik/basah seperti dedaunan, sampah dapur, sampah restoran, (b) sampah nonorganik/kering seperti logam, besi, plastik, kaelng, dan lain-lain, (c) sampah berbahaya, seperti: batteray, limbah kimia, pestisida, insektisida, dan lain-lain.

 

 

3. Dampak Negatif Sampah 

Menurut Hadiwiyoto(1983), ditinjau dari segi keseimbangan lingkungan, kesehatan, keamanan, dan percemaran, sampah dapat menimbulkan  beberapa dampak negatif seperti: (a) tumpukan sampah dapat menimbulkan kondisi fisik dan kimia yang tidak sesuai dengan lingkungan yang normal. Akibatnya bisa menyebabkan kenaikan suhu dan perubahan pH tanah yang akan mengganggu kehidupan sehari-hari, (b) sampah dapat mencemari udara akibat pembusukan yang menghasilkan gas beracun, bau tidak sedap, daerah yang becek dan berlumpur bila musim hujan tiba, (c) di tempat pembuangan sampah akan terjadi kekurangan oksigen dan ini berakibat kurang baik bagi flora dan fauna di sekitarnya. (d). Tumpukan sampah menjadi media berkembangnya  hewan pembawa penyakit seperti lalat, serangga , tikus, kucing dan  anjing, (e) Secara estetika, sampah dapat mengganggu pemandangan dan keindahan lingkungan

4. Berawal Dari Kebiasaan Buruk

Kepribadian manusia dipengaruhi dan dibentuk oleh lingkungan dan kebudayaannya. Manusia juga cendrung menciptakan kebiasaan-kebiasaan praktis dan instan dalam hidupnya. Misalnya kencing dipinggir jalan, buang air di sungai, melempar sampah ke sungai atau ke bawah rumah dan belakang rumah, membuang puntung rokok dan meludah sembarangan. Kebiasaan buruk ini akhirnya di bawa dalam kehidupan perkotaan. Kalau kita mau cek setiap rumah tangga, khususnya dapur dan WC pastilah berantakan, kotor, dan bau. Kencing dan buang air di WC baik di rumah maupun di perkantoran, WC umum, terminal dan lain-lain sering tidak disiram, walaupun disiram tapi tidak bersih. Sampah dibuang sembarangan di tepi-tepi jalan, di lahan kosong yang dekat dengan rumah/permukiman. Bahkan ada yang sengaja membuang bungkusan sampah atau mencecerkan sampah rumah tangga di sepanjang jalan atau di tepi-tepi jalan raya. Di daerah Pahandut, khususnya lingkungan pasar sampah berserakan, bahkan ada yang membuang sampah ke kompleks pekuburan depan Gereja Immanuel. Kasus lain adalah material bangunan seperti batu, pasir dan bahan kayu yang tidak terpakai dibiarkan menumpuk di parit-parit dan sisi jalan raya. Yang aneh tapi nyata, di jalan Putri Junjung Buih masyarakat membuang sampah sembarangan bukan di TPS, tetapi di pinggir jalan yang lahannya kosong, sehingga sampah menumpuk dan berserakan di jalan. Orang yang punya lahan kosong itupun marah-marah dengan memasang papan dengan tulisan: “Yang Buang Sampah disini orang Goblok atau orang Gila, atau tidak beragama, dan bahkan tertulis “Otak Babi.” Tapi sampah tetap dan semakin menumpuk dan berserakan. Artinya masyarakat sudah tidak perduli lagi dengan kata-kata kotor seperti itu, kecuali pemilik tanah menunggu ditempat dengan mandau dan tombak di tangan.

 5. Saran Pengelolaan Sampah

Menurut pengamatan penulis, berserakannya sampah-sampah di kota Palangka Raya diakibatkan oleh tiga hal(1) kebiasaan buruk di atas, (2) kurang tersedianya TPS dan (3) kurang tepatnya posisi TPS dengan permukiman penduduk. Kita ambil contoh di jalan Putri Junjung Buih dengan panjang jalan sekitar 1,5 km hanya tersedia 1 buah TPS; di jalan Janah Jari tembus ke jalan Antang Kalang induk dengan panjang jalan sekitar 1,5 km hanya tersedia 1 TPS. Demikian juga jalan Seth Adji dengan panjang kurang lebih 2,5 km hanya tersedia 2 TPS. Akibatnya masyarakat membuang sampah sesuka hati di tempat yang memungkinkan, seperti lahan kosong, pinggir jalan, bahkan ke parit/ drainase.

Untuk itu ijinkanlah penulis menyarankan penanganan sampah dari sumbernya sampai ke Tempat Penampungan Akhir (TPA) sbb:

(1) Memperbanyak TPS. TPS sebaiknya dibangun dengan jarak maksimal 100 meter.

(2) Setiap rumah tangga harus membuang sampah rumah tangga ke TPS terdekat.

(3) Atau setiap rumah tangga membuat tempat pembuangan sampah sementara di

depan rumahnya masing-masing. Untuk masalah ini harus ada kesepakatan

memberdayakan karangtaruna pada setiap RT/RW untuk mengangkut sampah dari

setiap rumah tangga dan mengantarnya ke TPS terdekat. Hal ini memiliki

konsekuensi dana. Misalnya setiap rumah tangga harus iuran minimal Rp. 10.000 /

bulan. Kemudian  di setiap RT/RW harus disediakan gerobak sampah yang

memadahi. Salah satu keuntungan pendekatan ini adalah untuk mengatasi

pengangguran.

(4) Menambah trak angkutan sampah dan armadanya. Hal ini memiliki konsekuensi

anggaran dana bagi Pemerintah Kota Palangka Raya.

(5) Atau pengelolaan sampah di Kota Palangka Raya bisa juga diserahkan kepada

pihak swasta. Cara ini sangat baik karena pihak swasta biasanya akan lebih

profesional dan mengolah sampah sesuai jenis dan peruntukannya.

(6) Karena banyak anggota masyarakat yang membuang sampah ke parit/drainase

ataupun pengaringan dan hal ini sangat berisiko besar akan mengakibatkan banjir

baik pada jalan-jalan protokol maupun permukiman. Maka proyek besar

pemerintahan kota Palangka Raya, khususnya Dinas PU yang juga mendesak

adalah membenahi parit/drainase dan pengaringan untuk menghindari terjadinya

banjir akibat parit, gorong-gorong dan pengaringan yang tersumbat sampah. Kalau

terjadi hujan lebat, maka jalan Antang Kalang induk dan jalan Yos Sudarso(di

depan Hotel Dandang Tingang) selalu digenangi air karena parit/drainasenya

tersumbat tumpukan sampah. Apalagi di kompleks-kompleks perumahan(BTN)

misalnya, parit/drainase dibuat sembarangan dan tidak memenuhi standar,

sehingga berpeluang untuk terjadinya banjir.

 6. Penutup

Kebersihan baik rumah tangga, permukiman, perkantoran  maupun kebersihan kota merupakan tanggungjawab kita bersama sebagai anggota masyarakat Kota Palangka Raya. Kebiasaan yang suka kebersihan mencerminkan kepribadian Belom Bahadat, beriman, beretika, dan tangguh. Mari kita dukung kebijakan Walikota untuk memelihara kebersihan Kota Palangka Raya, seperti mottonya; tetap “CANTIK”. Mulai hari ini, marilah kita hidup bersih dengan membuang sampah pada tempatnya agar kita hidup sehat, aman, dan damai. Ingat KESEHATAN itu mahal, oleh karenanya mari kita bersama-sama menjaga dan memelihara kebersihan mulai dari diri kita sendiri, rumah tangga kita sendiri, kantor/sekolah, dan di tempat-tempat umum.


2 Responses to “MEMBUANG SAMPAH”


  1. Mei 9, 2013 pukul 5:46 pm

    I am not sure where you’re getting your information, but great topic. I needs to spend some time learning much more or understanding more. Thanks for great info I was looking for this information for my mission. do raspberry ketones side effects – Raspberry Ketone Scam – best quality raspberry ketone supplement


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Januari 2013
S S R K J S M
« Okt   Jul »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
28293031  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: