28
Agu
09

MEMBANGUN KOMPETENSI KEPEMIMPINAN


Pemimpin mempunyai kedudukan yang sangat sentral dalam setiap organisasi. Pemimpin yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengelola sumber daya organisasi guna mewujudkan tujuan organisasi dan hal tsb membutuhkan kemampuan untuk memadurasikan seluruh potensi yang ada. Keistimewaan pemimpin adalah orang-orang yang berani menantang situasi yang sedang berlangsung. Kasus kepemimpinan terbaik adalah mengenai perubahan radikal dimasa lalu, mengenai melakukan hal-hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ketika orang berpikir mengenai pengalaman terbaik mereka secara otomatis mereka berpikir mengenai sebuah tantangan. Sebaliknya kesulitan yang dihadapi dalam masalah pribadi dan bisnis memiliki cara tersendiri yang dapat membuat kita untuk menjadi apa yang kita inginkan.

Kepemimpinan adalah sosok yang mampu memahami kebutuhan dan aspirasi rakyat secara keseluruhan dan menghayati nilai-nilai yang berlaku pada perusahaan agar mampu memberikan inspirasi dan mempunyai visi yang sesuai dengan tujuan organisasi.
Kepemimpinan pada dasarnya merupakan fenomena social kepemimpinan tidak terjadi pada situasi vacuum artinya untuk terlaksanakan kepemimpinan terdapat pihak atau berbagai factor lain. Para pemimpin menggunakan empat elemen penting sbb :
– Ambil Inisiatif
– Buat tantangan menjadi berarti
– Berinovasi dan Mencipta
– Lihat keluar untuk mendapatkan ide-ide segar

Para pemimpin mengambil inisiatif dengan antusianisme, keyakinan dan keinginan untuk membuat sesuatu terjadi. Mereka merangkul tantangan yang dipersembahkan oleh perubahan dalam industri mereka atau tuntutan baru dari pasar. Mereka membuat komitmen dengan diri mereka sendiri untuk menciptakan kemungkinan-kemungkinan baru yang menarik, yang dapat menghasilkan perubahan yang berarti “ KEPEMIMPINAN YANG BAIK PENUH DENGAN TEKANAN ‘
Praktek kepemimpinan dipengaruhi oleh nilai-nilai, untuk itu diperlukan penguasaan personal dan juga kemampuan social. KEPEMIMPINAN ADALAH KEMAMPUAN SESEORANG DALAM MENGGERAKKAN DAN MEMPENGARUHI ORANG LAIN UNTUK MENCAPAI TUJUAN YANG TELAH DITENTUKAN.

Untuk mendukung penyelenggaraan kegiatan, seorang pemimpin dituntut memiliki criteria tertentu seperti :
– Memiliki kompetensi
– Mempunyai kemampuan untuk memastikan pelaksanaan kerja secara tertib.
– Memiliki konsistensi
– Memiliki Transparansi
– Menjadi panutan bagi bawahan.

Dalam rangka reformasi system pemerintahan diharapkan ke depan menekankan pada 3 kompetensi dasar peran kepemimpinan yaitu :
– Sebagai Perancang ( Designer ) yang mampu mengadopsi peralatan teoritik yang sesuai untuk membangun kinerja organisasi yang berbasis visi, misi, strategi dan pilihan-pilihan alternative kebijakkan yang sesuai dengan situasi dan kondisi masyarakat.
– Sebagai guru ( teacher ) yang mampu memberi ketauladanan, membimbing dan membina serta memfasilitasi kemudahan-kemudahan yang lebih professional dalam pemberdayaan masyarakat dan pembangunan kebijakkan strategic.
– Sebagai pelayan ( Steward ) bagi organisasi yang dipimpinnya, peran baru tersebut ditunjang dengan keahlian berfikir sistemik ( system thinking ) pola mental model yang mencerminkan aktualisasi diri, pengembangan kapasitas dan integrasi pribadi ( personal mastery ) maupun keunggulan dalam merumuskan visi bersama ( shared vision ) dan mengembangkan organisasi pembelajaran.

Seorang Pemimpin yang proporsional harus membuat sesuatu bisa terjadi. Kepemimpinan seperti ini lebih dibutuhkan pada masa ketidakpastian dibandingkan ketika masa stabil. Para pemimpin mengetahui tindakkan dan fleksibilitas dibutuhkan untuk membuat orang dapat melalui masa-masa ini. Serta agar mereka dapat melihat suatu keharusan untuk bertindak. Alasan dari hal tersebut adalah bahwa orang-orang yang proaktif cenderung untuk bekerja lebih keras dalam melakukan pekerjaan mereka. Mereka bersikeras meraih tujuan, disaat orang lain menyerah, khususnya ketika menghadapi penolakkan yang kuat atau kesulitan amat besar.

Para pemimpin harus menjadi agen perubahan, memimpin melalui keerja yang ditugaskan, mereka tidak perlu menjadi wirausahawan. Jika istilah itu diartikan sebagai mereka yang sungguh-sungguh berinisiatif dan menanggung resiko bagi terbentuknya sebuah usaha baru.
Mengambil inisiatif sama sekali tidak tergantung dari posisi jabatan. Hal tersebut adalah mengenai sikap dan tindakkan inovasi dari hasil terbaik adalah hasil dari orang di semua tingkat posisi yang membuat sesuatu hal bisa terjadi.

Kepemimpinan dan tantangan secara tidak terelakkan saling berhubungan. Kepemimpinan dan prinsip secara tidak terelakkan saling berhubungan. Implikasinya sangat jelas. Para pemimpin yang dikagumi adalah mereka yang memiliki keberanian akan keyakinan mereka. Seorang Pempimpin harus menjadi innovator untuk dapat mengarahkan organisasi mereka menuju dan melalui Ekonomi Baru. Sebuah organisasi akan mengalami perbaikkan secara substantive. Ada perbedaan signifikan yang dapat dilihat, dirasakan dan diukur. Tidak hanya sekedar sebuah system baru yang di install, melainkan system baru tersebut juga digunakan dan membuat perubahan yang positif bagi setiap orang . Pemimpin yang sesungguhnya mengetuk hati dan pikiran orang tidak hanya tangan dan kantung mereka. Jika kerja mulai dilihat hanya sebagai sumber uang dan tidak pernah sebagai sebuah sumber kelengkapan hidup, maka organisasi akan sama sekali mengacuhkan kebutuhan manusia lainnya dalam dunia kerja, yaitu kebutuhan yang tidak berwujud, seperti pembelajaran, harga diri, kebanggaan, kompetensi, kesenangan orang terhadap tugas mereka sebagai hal yang benar-benar relevan.
Mereka akan menstrukturisasi kerja dengan cara yang amat praktis. Tanpa menggunkan hati nurani, organisasi akan kehillangan hasil yang berharga dari investasinya terhadap orang-orang tersebut.


24 Responses to “MEMBANGUN KOMPETENSI KEPEMIMPINAN”


  1. Agustus 28, 2009 pukul 9:31 am

    Bu Sekar, maaf lama nggak mampir, sibuk pekerjaan kantor, Ibu saya salut membaca tulisan-tulisan Ibu, Ibu begitu antusias, begitu setia dan begitu tegas pegang komitmen sebagai PNS, sebagai Pemimpin, dan sebagai pengelola organisasi. Tulisan diatas dikatakan sebaiknya pejabat pemerintah/Pemimpin tidak menjadi wirausahawan. Bu Sekar maaf ya, ditempat saya bekerja banyak PNS yang pegang jabatan juga sebagai Usahawan, sehingga dalam menjalankan tugasnya ia tidak integritas, tidak jujur, karena yang menjalankan proyek dia sendiri hanya yang dicantumkan nama adiknya atau sepupunya, bagaimana tanggapan ini menurut Bu Sekar.

    • Agustus 28, 2009 pukul 10:58 am

      Kita memang harus selalu belajar menyikapi hidup ini dengan bijaksana, Sebab, dunia ini adalah panggung sandiwara, Peganglah prinsip integritas dalam setiap keadaan, sesuai apa yang diucapkan dengan yang dilakukan. Jika ia menjadi PNS jadilah PNS yang baik, Jika ia sebagai wiraswasta jadilah sebagai pengusaha yang baik, sihngga kita akan ringan dalam melanmgkah. Dunia ini penuh godaan, kalau kita tidak kuat menjaga diri, kita akan terseret oleh arus zaman yang menggila, Mengumpukan uang sebanyak-banyaknya walaupun didapat dengan cara yang salah/bertentangan dg.kehendak Tuhan. Iman dan taqwa adalah benteng yang paling kokoh untuk menjalani hidup di tengah-tengah pusaran yang seringkali membuat diri kita menjadi lupa diri. Terima kasih komentnya Richard, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  2. Agustus 28, 2009 pukul 9:40 am

    Bu Agnes, selain yang disebutkan diatas bahwa seorang pemimpinin pun harus memiliki dan menyeimbangkan paradoks Rutinitas, Bukan demikian Bu ?

    • Agustus 28, 2009 pukul 11:03 am

      Selamat siang Makdar, Betul Makdar bahwa para pemimpin harus menghancurkan rutinitas karena hal tersebut membuat kita berkarat, menumpulkan kepekaan, membekukan kreativitas, membatasi pemikiran, Menghindarkan dari stimulasi dan menghancurkan kemampuan untuk berkompetensi. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  3. 5 Susi
    Agustus 28, 2009 pukul 9:44 am

    Bu Agnes saya suka kata-kata ini ” Seorang pemimpin harus membuat SESUATU BISA TERJADI ” Menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada, Itulah pemimpin sejati. Karena pemimpin saya sebentar-sebentar mengeluh tidak ada computer, tidak ada kursi, diminta iuran tidak ada uang, tidak ada bensin, semuanya dikeluhkan tidak bersyukur bahwa ia sudah diangkat sebagai pejabat pemegang Keputusa. Bagaimana dengan hal ini Bu ?

    • Agustus 28, 2009 pukul 11:08 am

      Selamat siang Susi, Ketika organisasi kehilangan arah seorang pemimpin harus tampil menunjukkan arah, dan ketika organisai memerlukan sesuatu yang belum ada seorang pemimpin harus menciptakan dari yang tidak ada menjadi ada.. Ketika organisasi ada pada masa ketidak pastian seorang pemimpin harus membawa organisasinya melalui masa-masa ini serta agar mereka dapat melihat suatu keharusan untuk bertindak. Demikian Susi semoga bermanfaat.

      Regards, agnes sekar

  4. Agustus 28, 2009 pukul 10:20 am

    berkunjung ah….
    salam kenal mbak…

    • Agustus 28, 2009 pukul 11:10 am

      Salam kenal kembali Kyra, terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  5. Agustus 28, 2009 pukul 3:08 pm

    Selamat siang Cici, Salam kenal kembali Cici, SEbagai Pimpinan kita harus bekerja secara profesional,artinya tunduk pada aturan dan kode etik profesi, Kita memang harus tunduk dan patuh pada atasan tetapi tidak semata-mata atasan,melainkan atasan yang bekerja sesuai aturan dan kode etik. Kalau atasan bersalah atau menyimpang wajib bagi kita untuk mengingatkan, bukan menurut saja karena kita merasa takut kepadanya. Jangan ada lagi masalah ABS asal Bapak senang. Itulah yang membuat negara ini rusak, bawahan tidak mau mengingatkan atasannya walaupun atasannya terang-terangan bersalah. Kita harus berani mengingatkan,tetapi tetap dengan perilaku dan sikap yang penuh sopan santun. Tetap mengingat diri kita sebagai bawahan. Jangan bersikap menggurui. Mungkin ada yang bertanya,berhakkah kita menolak perintah atasan yang tidak benar ? Apakah sikap ini tidak termasuk kedalam katagori pembangkangan ? Bukan menolak perintah atasan yang tidak benar sebenarnya mencerminkan bawahan yang memiliki layalitas tinggi kepada atasan. Demikian Cici yang dapat say tanggapi semoga bermanfaat .

    Regards, agnes sekar

  6. Agustus 28, 2009 pukul 4:42 pm

    Menurut saya pemimpin yang baik itu mampu memberikan suri tauladan, tidak hanya kemampuan managerial yang baik tetapi juga prilaku pribadi yang terpuji.

    • Agustus 28, 2009 pukul 7:46 pm

      Selamat malam Aldy, setuju pendapatnya, mari kita jadikan diri kita dg pribadi yang terpuji, jadikan diri kita sebagai bawahan yang memiliki loyalitas tinggi, tetapi jangan terjebak ke dalam sikap asal Bapak Senang ” Kita wajib loyal kepada atasan yang juga layal pada garis pemerintah, pada masyarakat dan lebih-lebih pada Tuhan Yang Maha Esa. Terima kasih komentnya, Sukses untuk Aldy.

      Regards, agnes sekar

  7. Agustus 28, 2009 pukul 10:07 pm

    haddiirrr………

    selepas waktuku menyepi… mengunjungi sehabat untuk meminum secangkir kopi….

    hhmm… hebat bu.. mantap sekali…
    nambah dikit bu, sesuatu yang sederhana namun akan sangat bermanfaat karena saya itu yang saya anut selama ini, efeknya luar biasa bu🙂 meningkatkan personal interest, mengurangi konflik internal en bisa membuat bawahan bekerja lebih luarr biasa lagi.
    seorang pemimpin juga memiliki peran sebagai orang tua, saudara atau teman para bawahannya. andai seorang pemimpin dapat menempatkan diri dengan arif utk pos-pos yg sebut di atas, Insya Alloh… semuanya akan lebih baik lagi
    keep the fight bu…

    cu…

    • Agustus 29, 2009 pukul 5:35 am

      Selamat pagi Perigi Tua, Setuju pendapatnya, Alangkah indahnya apabila semua PNS berlomba-lomba dalam semangat penuh pengabdian kepada Negara, bangsa dan masyarakat. Tidak hanya sibuk mengurus proyek-proyek yang mudah sekali memerangkap kita ke dalam jaring-jaring HUKUM yang tidak kenal kompromi. Alangkah bahagianya masyarakat manakala kita sebagai PNS ini benar-benar menghayati dan mengamalkan kewajiban kita kepada mereka. Alangkah nyaman dan amannya negara ini pada akhirnya. Bukankah itu yang kita dambakan selama ini ? Terima kasih komentnya, Sukses untuk Perigi Tua.

      Regards, agnes sekar

  8. 14 bibit m
    Agustus 29, 2009 pukul 12:39 am

    Tepat 2 jam menjelang bangun sahur …
    Dlm filosofi Jawea, pemimpin itu harus bisa “ing ngarsa asung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.”
    Pemimpin macam itu kini makin langka. Sekarang yg banyak terjadi kebalikannya, ” ing ngarso mumpung kuwasa, ing madya numpuk2 bondho, tut wuri hanjegali”.

    • Agustus 29, 2009 pukul 5:56 am

      Selamat pagi Bibit, setuju pendapatnya, karena salah satu tugas PNS sebagai abdi masyarakat yaitu mendorong masyarakat agar menikmati hidup yang lebih baik dengan potensi yang dimilikinya. Sebagian besar masyarakat kita adalah kelompok orang yang butuh dorongan dan motivasi. Jangan malah sebaliknya, sudah tau mereka takut malah ditakut-takuti. Masyarakat harus di motivasi agar mau dan mampu menggali dan mengembangkan potensi dirinya. Segala ide kreatif dan inovatif yang berasal dari masyrarakat harus diapresiasikan dengan baik, sehingga masyarakat bisa tumbuh dan berkembang lengkap dengan keberdayaannya. Kalau memang belum ada akses kesana, perlu diusulkan ke pihak yang berwenang. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  9. Agustus 29, 2009 pukul 2:50 am

    dan yang pasti harus jujur dan rendah hati…

    saya pernah baca di buku “good to great” kalau perusahaan-perusahaan yang mampu bertahan lama dan berhasil itu setelah diteliti mayoritas dipimpin orang-orang yang tidak menonjolkan diri.

    • Agustus 29, 2009 pukul 6:11 am

      Selamat pagi Gerilya setuju pendapatnya, Kita harus rendah hati tidak boleh memaksakan kehendak kita kepada orang lain. Baik bagi kita belum tentu bagi orang lain, kita sendiri sering merasakan hal-hal semacam itu. Meskipun kata orang itu sesuatu yang baik, tetapi kita sepertinya tidak bisa menerima. Karena kita sendiri punya pikiran dan kepentingsn yang berbeda, seperti itu pula orang lainpun pasti akan berbuat sama. Kita harus mampu mengendalikan diri dalam arti tidak senang dengan sikap pemaksaan atau mencegah diri dari keinginan untuk melakukan pemaksaan kepada orang lain, sebab pemaksaan bukan solusi terbaik untuk berinteraksi apalagi kalau kita berniat ingin menanamkan pengaruh kepada orang lain. Terima kasih komentnya, Sukses untuk Gerilya.

      Regards, agnes sekar

  10. Agustus 29, 2009 pukul 8:39 am

    Salam kenal Bu Sekar, Pemimpinpin yang profesional adalah yang dalam kepemimpinanannya memiliki sifat akuntabilitas agar organisasi yang dipimpinnya berkualitas, Bagaimana dengan ini Bu ?

    • Agustus 29, 2009 pukul 8:52 am

      Salam kenal kembali, Betul sekali Silas, Pemimpin yang profesional selalu berprinsip pada akuntabilitas, karena kegiatan yang dilaksanakan harus dipertanggung jawabkan kepada public dan lembaga-lembaga stakeholders “. Akuntabilitas ini tergantung pada organisasi dan sifat keputusan yang dibuat, apakah keputusan tsb untuk kepentingan internal organisasi atau eksternal organisasi. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  11. Agustus 29, 2009 pukul 10:41 am

    Sudah lama saya ngga mampir😀 ….
    Selain jujur dan rendah hati, menurut saya ngayomi juga penting bagi seorang pemimpin. Terima kasih… Saya mendapat banyak pelajaran disini Bu…

    • Agustus 29, 2009 pukul 10:58 am

      Setuju pendapatnya Adit, hanya mereka yang dapat menguasai cara untuk melakukan berbagai hal yang cukup bebas untuk melakukan improvisasi. Terima kasih comentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  12. Agustus 31, 2009 pukul 9:39 pm

    saya seringkali menggunakan kriteri 5C untuk bisa mendapatkan kepemimpinan yang baik.
    – Capacity
    – Competence
    – Communicative
    – Creative
    – Consistence

    • September 1, 2009 pukul 8:00 am

      Selamat pagi Itempoeti, Setuju pendapat anda, Penting bagi pemimpin untuk memiliki kriteria seperti yang disebutkan diatas dan melakukannya, kita paham benar bahwa hanya dengan berdisiplin melakukan hal tsb diatas pemimpin akan meraih sukses. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  13. 24 oephie
    Mei 15, 2011 pukul 2:45 pm

    tlg cariin pnjelasan berdasrkn contoh tentang syarat atau sifat kepemimpinan mnrt prof.dr.selo soemardjan
    ad 3 yt:
    1. ing ngarso asung tuladha
    2. ing madyo ambangun karsa
    3. tut wuri handayani
    hrp sceptnya,krna akn dikumpulkn
    trimz


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: