02
Agu
09

PERANGI NARKOBA SEKARANG JUGA ! !


TERAPI & REHABILITASI BNP KALTENG

Permasalahan social yang dihadapi Daerah Kalteng pada saat ini cukup rumit, salah satunya yang cukup mencemaskan adalah bahaya penyalah gunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya atau untuk selanjutnya disebut bahaya Napza. Bahaya Napza merupakan salah satu masalah Nasional yang dapat mengancam kelangsungan hidup anak bangsa yang pada gilirannya mengancam stabilitas dan ketahanan Nasional.
Bahaya Napza menimbulkan efek ketergantungan yang mendalam dan berakibat menurunnya kualitas individu, menurunnya kualitas generasi bangsa dalam hal ini kesehatannya, menimbulkan kriminalitas dan kejahatan lainnya serta dapat diperalat untuk berbagai macam kejahatan.
Narkotika/psikotropika mampu merubah kepribadian si pemakai secara drastic seperti berubah menjadi pemurung, pemarah bahkan melawan terhadap siapapun juga, menimbulkan sifat masa bodoh sekalipun terhadap diri sendiri, sepereti tidak lagi memperhatikan sekolah, rumah, pakaian, tempat tidur dsb. Bahaya terhadap lingkungan masyarakat : tidak segan-segan melakukan tindakan pidana seperti mencuri dan merampok milik orang lain yang ada disekitarnya demi memperoleh uang untuk membeli narkoba dan mengganggu ketertiban umum, seperti mengendarai kendaraan bermotor dengan kecepatan tinggi. Sedangkan bahaya terhadap bangsa dan Negara : rusaknya generasi muda pewaris masa depan bangsa yang sejogyanya siap untuk menerima tongkat estafet sebagai generasi penerus. Hilangnya rasa patriotisme cinta dan bangga terhadap bangsa dan Negara Indonesia, yang pada gilirannya akan memudahkan pihak-pihak lain mempengaruhi untuk menghancurkan bangsa dan Negara.

Dalam Undang-Undang RI No 22 tahun 1997 tentang Narkotika sudah diatur mengenai pengangkutan, penyimpanan, perbuatan-perbuatan yang melanggar maupun ketentuan pidana bagi pelanggar.
Kewenangan khusus yang diberikan kepada penyidik POLRI antara lain:
– Membuka dan memeriksa setiap barang kiriman melalui Pos atau alat alat perhubungan lainnya.
– Menyadap pembicaraan melalui telpon atau alat komunikasi lainnya.
– Melakukan teknik penyerahan yang diawasi ( controlled delivery ) dan pembelian terselubung ( Undercover Buy )
– Dapat memperpanjang masa penangkapan yang sudah diatur dalam KUHP untuk paling lama 48 jam.
– Untuk kepentingan penyidikkan atau pemeriksaan di siding pengadilan, tersanhgka atau terdakwa wajib memberikan keterangan tentang seluruh harta bendanya dan harta benda istri atau suami, anak dan setiap orang atau badan yang diketahuinya atau yang diduga mempunyai hubungan dengan tindak pidana narkotika yang dilakukan tersangka atau terdakwa.
– Peran serta masyarakat dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkotika dirumuskan dengan jelas.

Perhatian Pemerintah Kalimantan Tengah terhadap masalah narkotika sangat besar. Akhir-akhir ini secara terintegrasi antara BNP,BNK,BN Kota secara konsekwen telah melaksanakan Program Pencegahan,Pemberantasan,penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba ( P 4 G N ) baik melalui seminar, Tatap muka dengan masyarakat, Melaui Razia dan Test Urine, bagi pejabat di Pemerintah Provinsi Kalteng, serta di seluruh kabupaten dan kota.
Sejalan dengan upaya yang sudah di kondisikan di Tingkat penentu Kebijakkan yang berkaitan dengan legitimasi Organisasi Badan Narkotika Provinsi dan Badan Narkotika Kabupaten/Kota yang mengacu pada PP .41 tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah.. Dengan pengembangan prasarana dan sarana dll menjadi kewenangan dan tanggung jawab daerah itu sendiri.
Kelangsungan dan keberhasilan Program P 4 G N , ditentukan oleh adanya komitmen yang tinggi dan partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan program tsb. Komitmen pemerintah Derah dan partisipasi masyarakat itu sendiri merupakan buah keberhasilan dari berbagai kegiatan yang dilaksanakan BNP Kalteng beserta jajarannya. Pencegahan itu sendiri mengandung pengertian keseluruhan upaya untuk mengantisipasi lahgun narkoba. Secara konsisten dan berkesinambungan.
Upaya strategi untuk mencegah madat melalui peningkatan ketahanan mental/moral masyarakat, diperlukan sikap yang mutlak sikap yang berdosa atau asosial bila ada niat atau sengaja berbuat yang menyimpang dari jiwa Undang-Undang Dasar 1945 serta aturan hukum yang telah ditetapkan yaitu :

– Sikap dan rasa dosa terhadap penyimpangan/pelanggaran Hukum harus sedemikian dalam, sehingga akan merupakan suatu suara nurani yang mantap dan jauh tertanam dalam setiap diri anggota masyarakat keseluruhan., sehingga setiap orang kemanapun pergi dan apapun yang dilaksanakannya, hati nuraninya akan selalu merupakan pengawas dan penentu bagi dilakukannya suatu tindakkan atau suatu penentu yang akan memberi suatu penilaian apakah suatu perbuatan yang dilakukan itu benar atau salah.
– Untuk sampai menghasilkan suatu nurani yang mantap tersebut tentunya dibutuhkan suatu penanaman yang terus menerus dalam waktu yang relative lama, tergantung dari pada intensitas penanamannya.
– Peran Keluarga, lembaga Pendidikan, lembaga agama, dan peran masyarakat secara umum sangat diperlukan sebagai salah satu strategi untuk mencegah penyalah gunaan Narkoba dalam masyarakat.

Akhirnya Badan Narkotika Provinsi Kalteng mengajak seluruh masyarakat tidak terkecuali untuk memerangi Narkoba sejak hari ini dan sampai selama lamanya.


43 Responses to “PERANGI NARKOBA SEKARANG JUGA ! !”


  1. 1 Franciscus
    Agustus 2, 2009 pukul 5:59 pm

    Salam kenal Bu Agnes, tulisan Ibu selalu mencerahkan kita semua. Saya tinggal di asrama Khatolik di Palangka Raya Jl. Cilik Riwut No 01 Palangka Raya. Ibu saya sangat setuju memerangi kejahatan Narkoba di Kalteng khususnya Palangka Raya, karena anak bangsa ini jangan kalah dengan narkoba, Maaf Bu mau tanya Parenting Skillnya bagaimana ? Trims

  2. Agustus 2, 2009 pukul 6:16 pm

    Salam kenal kembali Fran, seperti kita ketahui sebelumnya tidak ada pelajaran khusus untuk menjadi orang tua. Kita menjadi orang tua dan belajar menjalaninya seperti yang telah kita pelajari secara alamiah dari orang-orang disekitar kita, termasuk orang tua kita sendiri. Melalui parenting skill diharapkan kita mulai mampu memilah dan memilih pola asuh mana yang paling tepat untuk diterapkan dalam kehidupan keluarga kita untuk mencapai hasil anak yang optimal sesuai dengan potensinya. Salah satu bagian dari parenting skill adalah menerapkan pola asuh berdasarkan usia anak :
    -Poa asuh bagi bayi usia 0 – 1,5 tahun
    -pol asuh usia 1,5 – 3 tahun
    -pola asuh bagi anak 3-6 tahun dst
    dan yang terkait dengan penanganan lahgun narkoba, ,Orang tua dapat memilih cara yang mana yang paling tepat untuk digunakan mengantisipasi lahgun narkoba bagi keluarganya.

    Demikian Franciscus, semoga bermanfaat,Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. 3 bibit m
    Agustus 2, 2009 pukul 8:07 pm

    Wah … lama jg gak muncul tulisannya mbak, pdhl dah bolak-balik tak buka blog sampeyan! Narkoba … mengapa urusan yg satu ini gak beres2 ya? Penjualnya selalu merayu … “narkoba itu artinya meNARik KalO dicoBA, lho!” Lha jdnya anak2 muda penasaran to! Apalagi para selebritis yg punya banyak duit.
    Yg paling penting adalah perlindungan dari keluarga, mulai dari pendidikan agama dan moralitas. Lalu didukung oleh lingkungan permukiman yg kondusif, sama2 tegas melarang Napza masuk ke wilayah mereka. Dan yg paling penting, -maap- jgn ada backing dr aparat atas peredaran napza ini. Krn ada beberapa oknum aparat malah ikut nimbrung menikmati kegiatan terlarang ini. Maka dari itu … tindak tegas oknum yg terbukti melindungi atau bahkan ikut ‘bermain’ … agar Napza ini tdk menjadi lingkaran setan. Menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba sama dgn menyelamatkan masa depan bangsa!

    • Agustus 2, 2009 pukul 8:31 pm

      Selamat malam bibit,
      Semakin majunya perkembangan zaman, semakin kompleks pula tantangan yang dihadapi, peran yang dihadapi aparatur untuk memberantas narkoba semakin kompleks karena para lahgun narkoba memiliki jejaring yang rumit untuk dilacak maka dari itu perlu kerja sama yang terintegrasi antar instansi terkait, secara menyeluruh dengan menggunakan strategi 4 pilar seperti yang saya ungkapkan dalam Cenral Kalimantan Free Drug Abuse 2010, Terima kasih sharingnya bibit, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

      • Agustus 2, 2009 pukul 8:42 pm

        Kunjungan hari minggu Bu Agnes, saya sependapat dengan Ibu bahwa kita harus sesegera mungkin memerangi narkoba, agar generasi penerus bangsa ini tidak tulalit.

  4. Agustus 2, 2009 pukul 9:37 pm

    Selamat malam Samsudin, Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  5. Agustus 3, 2009 pukul 8:05 am

    Salam kenal Bu Sekar salut memerangi narkoba dari Kalteng tanya : Upaya untuk penanggulangannya yang bersifat taktis yang bagaimana Bu ?

  6. Agustus 3, 2009 pukul 9:47 am

    Upaya-upaya yang bersifat taktis ( jangka/pendek/sedang : penyebarluasan informasi dan pengetahuan akan bahaya madat dengan melaksanakan atau mengadakan dan memantapkan : Pusat Informasi, Penyuluhan oleh Kelompok Sepadan ( peer educator ) seperti : safari Remaja Berpretasi, Satuan Tugas Karang Taruna, Forum Komunikasi Siswa Anti Madat, dan Penegakkan Hukum oleh instansi yang berwenang dilakukan tindakkan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. Demikian Raden,semoga bermanfaat, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  7. Agustus 3, 2009 pukul 4:14 pm

    Bu Agnes yang berbahagia,

    Saya setuju dengan Peran keluarga. Berangkat dari komunitas kita yang terkecil, tentu dekat sekali dengan hubungan disekitarnya. Sekolah, pergaulan atau masalah pribadi yang sulit untuk sang anak pecahkan. Kalau begitu berarti , harus terus dipelihara dengan baik, komunikasi antar keluarga.

    Meluangkan waktu untuk membiasakan dialog antar orang tua dan anak, dan membentengi iman adalah langkah yang amat bijak, ketika kita tidak bisa berharap banyak dari Pemerintah ataupun aparat. Kita akan kecewa, jika (maaf) ada oknum aparat yang banyak tertangkap justru karena mem-backingi peredaran narkoba itu sendiri. Membersihkan para pengedar harus menjadi agenda utama pemerintah. Peran Para pemuka Agama , peran guru sekolah , dan lapisan masyarakat sepatutnya memberikan perhatian atas keprihatinan kita terhadap generasi bangsa.

    Terima kasih atas tulisan anda yang berharga untuk kita pelajari bersama.
    Salam Sejahtera untuk anda & Keluarga,

    • Agustus 3, 2009 pukul 8:20 pm

      Selamat malam Pambudi, ya… memang kita harus merubah paradigma untuk memberantas lahgun narkoba di bumi Indonesia yang kita cintai ini, New Paradigm in the making untuk dapat memberantas narkoba, dapat merespon pada kejutan berkelanjutan dunia yang indah tanpa narkoba. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  8. 11 guskar
    Agustus 3, 2009 pukul 4:58 pm

    dalam bbrp kasus, UU tsb tidak membedakan mana pemakai, pengedar dan bandar narkoba. khusus untuk pemakai narkoba, mestinya nggak dimasukkan ke penjara. tp masuk panti rehabilitasi, kecuali klo pemakai td bertindak sekaligus sebagai pengedar.

    • Agustus 3, 2009 pukul 8:33 pm

      Selamat malam Guskar benar pendapatnya Gus, bahwa korban lahgun narkoba tidak dipenjarakan tetapi di rawat di Panti Rehabilitasi Narkoba, hal tsb berpegang pada perikemanusiaan dan hak-hak kebebasan fundamental. Keprihatinan terhadap konsekwensi negatif dari lahgun narkoba yang individu dan menanggulangi masalah tsb melalui strategi DDR yang komprehensif, saling mendukung dan multisektoral. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  9. 13 backpackerman
    Agustus 3, 2009 pukul 8:01 pm

    the drugs dont works… they just make you worse..

    says no to drugs.. enyahkan, hancurkan,

    gosok,kucek, bilassss… lhoo…

    • Agustus 3, 2009 pukul 8:41 pm

      Selamat malam Back, setuju kita harus mrngatakan tidak pada Napza, In need of fresh insight dan pemikiran baru dalam penanganan lahgun narkoba, dalam model yang baru, Terima kasih atensinya back, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  10. Agustus 3, 2009 pukul 8:06 pm

    sebenarnya dari program pemerintah, semua segmen sudah disentuh. tinggal pengawakan eksekusi programnya yang harus konsisten. semoga apa yang diprogram bisa berjalan sesuai dengan visi dan misinya.
    sukses untuk mbak agnes
    salam🙂

    • Agustus 3, 2009 pukul 8:46 pm

      Selamat malam Noe, The Uncharted Landscape of tomorrow, up a head, a world of chaos and uncertainty, Competition will be fierce and the market will be merciless. Thanks ur kind atention.

      Regards, agnes sekar

  11. Agustus 4, 2009 pukul 1:01 am

    Dari saya sekolah sampai sekarang alhamdulillah dijauhkan dari yang namanya narkoba, ^_^…V

    • Agustus 4, 2009 pukul 8:15 am

      Selamat pagi D3Pd,

      Bagus lebih baik tidak mencoba sama sekali, karena sekali terkait sulit keluarnya seperti kail pancing, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  12. Agustus 4, 2009 pukul 9:46 am

    Terus, Bu Berantas narkoba samapi tuntas, tulisan bagus Bu saya mau tanya bagaimana cara orang tua untuk mengantisipasi anak agar anak mau terbuka dan tidak memakai narkoba ?

    • Agustus 4, 2009 pukul 9:59 am

      Banyak cara untuk mengantisipasi anak melakukan perilaku menyimpang dengan membuat anak terbuka dengan permasalahan yang dihadapinya seperti menciptakan suasana dimana anda dapat berbicara dengan leluasa, misalnya sambil berjalan di Taman, minum es krim atau menonton bola bersama. Hal ini akan membangun hubungan anda dengan anak dan mencegah pengaruh negatif dari kelompok sebaya. Mendukung anak berpartisipasi dalam berb agai kegiatan seperti olah raga, kesenian, keagamaan, dan belajar bersama sehingga anak memiliki teman-teman baru. Dorong anak bersama teman-temannya menciptakan gaya hidup tanpa narkoba. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  13. Agustus 4, 2009 pukul 9:51 am

    Salam kenal Bu Sekar, kalau pola asuh untuk usia remaja untuk mencegah remaja terjerumus narkoba bagaimana Bu ?

    • Agustus 4, 2009 pukul 10:17 am

      Salam kenal kembali Tati, Pada usia remaja yaitu tahap perkembangan antara anak dan dewasa. Terjadi perubahan yang pesat secara fisik, diikuti oleh perubahan mental,emosional maupun sosial. Akan tetapi perubahan yang pesat secara fisik tidak diikuti dengan kecepatan perkembangan mental emosional dan sosialnya. Peri laku remaja sangat labil atau mudah berubah-ubah. Orang tua harus mengenal anaknya yang beranjak remaja, bukan sekedar bertemu muka, atau bercakap-cakap sebentar karena tinggal dalam satu rumah tetapi harus terus memberi perhatian dan kasih sayang, yaitu dengan cara mengamati, bermain bersama, bercakap cakap dan mendampingi serta membimbing anaknya secara konsisten. Orang tua harus menjadi pemnimpin yang baik yaitu pemimpin yang berada di depan, yang memberikan contoh dalam sikap dan perilakunya. Orang tuapun harus menjadi pemimpin yang berada di belakang, yang ,mendukung, membimbing dan meluruskan jalan yang salah atau keliru.Menjelaskan kepada anak usia 13 tahun mengenai bahaya narkoba bagi kehidupan remaja. Dan pesan-pesan yang disampaikan haruslah konkret mengenai hal ini. Demikian yang dapat saya jelaskan, Terima kasih sharingnya, Semoga bermanfaat.

      Regards, agnes sekar

  14. Agustus 4, 2009 pukul 10:02 am

    Saya dukung untuk memberantas narkoba dari Kalteng saya sendiri penduduk Kalteng yang ingin suasana damai di Kalteng. Terima kasih tulisannya Bu.

    • Agustus 4, 2009 pukul 10:40 am

      Selamat siang Dani,

      Terima kasih dukungannya, harapan kita bersama Kalteng bebas dari narkoba 2010, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  15. Agustus 4, 2009 pukul 1:10 pm

    Saya sebenarnya heran lho mbak, barang yang begitu mahal tetapi manfaatnya nggak ada kok ya digandrungi anak-anak muda ya.
    Lebih heran lagi, sudah banyak pengedar yang tertangkap kok ya nggak habis-habis. Apa nggak takut dipenjara ya mereka.
    Lebih sangat heran lagi, penyelundup barang haram dari luar negeri juga sudah banyak yang tertangkap kok orang luar negeri masih ada yang membawa barang2 itu ke Indonesia.

    Dengan keheranan-keheranan saya tadi maka upaya pencegahan dan penanggulangannya harus terpadu,cepat dan tak pandang bulu. Selain itu tim yang bertugas harus juga ” nggak ngiler lihat barang kayak gituan ”

    Kalau nggak salah, jaman orde baru dulu ada badan yang namanya Bakolak Inpres, antara lain ya menanggulangi masalah narkotika ini. Masih ada mbak ??

    Salam hangat dari Surabaya.

    • Agustus 4, 2009 pukul 7:50 pm

      Selamat malam Pak De, sekarang mah ganti atuh namanya bukan Bakorlak tapi BNP ( Badan Narkotika Provinsi ) untuk tingkat Provinsi, dan BNK Untuk tingkat Kabupaten dan BNK Kota untuk tingkat kota, Pak De Pelaku tindak pidana narkoba oleh siswa SD sebanyak 246 kasus, kemudian meningkat drastis menjadi 3247 kasus pada tahun 2007 Di Tingkat SLTP dari 1832 menjadi 6632 kasus. Jumlah kasus di SMU dari 2617 menjadi 20 977 kasus sedangkan pada tingkat Perguruan Tinggi dari 299 kasus menjadi 779 kasus pada tahun 2007 . Angka-angka tsb menjadi perenungan bagi kita semua. Seluruh pelajar SLTP/SLTA,Guru, Kepala Sekolah, Mahasiswa, Dosen, Pimpinan Perguruan Tinggi dan para Orang Tua perlu mulai bertindak. Dan sekali mencoba bisa ketagihan Pak De, ketagihan yang sangat itulah yang berdampak pada kejahatan dan ketidak tenangan hidup. Terima kasih komentnya Pak De, Sukses untuk Pak De…

      Regards, agnes sekar

  16. Agustus 4, 2009 pukul 1:23 pm

    Setuju banget. Narkoba hanya menghancurkan anak bangsa!

    • Agustus 4, 2009 pukul 7:52 pm

      Selamat malam Afrie, terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  17. Agustus 4, 2009 pukul 2:03 pm

    awalnya coba-coba… akhirnya sengsara…
    JAUHI NARKOBA SEKARANG JUGA!!!!!!!!!!……..

    • Agustus 4, 2009 pukul 7:54 pm

      Selamat malam Andy, Setuju komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  18. Agustus 4, 2009 pukul 9:26 pm

    NARKOBA = negara akan runtuh kalo banyak utang

    • Agustus 5, 2009 pukul 9:18 am

      Selamat pagi Ciwir, terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda,

      Regards, agnes sekar

  19. Agustus 4, 2009 pukul 10:46 pm

    Assalaamu “alaikum
    Masalah Narkoba ini memang sulit sekali untuk diberantas, walaupun telah banyak yang menjadi korban sia-sia karena OD tetep aja gak kapok-kapok kalo tetap masih pada hidup, yang berhenti…dari narkoba kebanyakan …. yah karena dah ga ada umur.
    Selain itu penenganan kasus narkoba acap kali rawan dengan penyelewengan, bahkan hal itu terjadi pada dua jaksa muda di Bnten (kalo gak salah) mereka berdua menjual barang bukti kepada salah seoarang penegak hukum juga, kalo penegak hukumnya aja telah melecehkan hukum bagaimana dengan yang lain ?
    Penanganan kasus Narkoba sebaiknya dari akar sampe ke pucuk, terlebih kalo kita baca pesan rasul bahwa dalam masalah Nrkoba Allah tidak hanya mengutuk peminumnya saja, tapi juga pemerasnya, penjualnya, pembelinya, yang menunjukan tempat jualannya dan lain-lain. Tapi…apakah zaman sekarang masih ada orang yang takut dengan kutukan Allah ?
    Wallahu ‘Alam
    Salaaaaaaaaaaaaaaaam

    • Agustus 5, 2009 pukul 9:41 am

      Selamat pagi Kang Abi, Penegak Hukum yang punya komitmen mencerminkan aparat pemerintah yang berdedikasi. Salah satu parameter profesional seorang penegak Hukum adalah komitmen, tanpa komitmen berarti ia belum profesional. Tetapi komitemen yang tinggi tidak datang dengan sendirinya, melainkan harus dibangun dan di pupuk dengan baik. Kinerja akan nampak bagus jika didukung oleh komitmen yang kuat, komitmen membuat pikiran pikiran menjadi focus dan tidak bercabang kemana-mana. Program kerja sebagus apapun akan mandul jika dibangun dengan komitmen yang lemah, mudah goyah dan tidak punya pendirian yang kuat. Cenderung bersifat plintat-plintut dan semangatnya panas-panas tahi ayam. Apalagi dalam memberantas lahgun narkoba komitmen sangat diperlukan, demikian Kang Aby, terima kasih sharingnya Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  20. 35 KangBoed
    Agustus 4, 2009 pukul 11:27 pm

    Hmm.. NARKOBA.. sungguh sangat merusak generasi bangsa terutama kaum muda.. dan keadaan ini sungguh menyedihkan karena bisnis ini sampai kini bagaikan lingkaran setan yang selalu dan selalu sulit untuk dihilangkan.. bahkan terlalu banyak orang besar yang turut mempergunakannya juga memang sungguh terlaluuuuuu
    Salam Sayang

    • Agustus 5, 2009 pukul 10:01 am

      Selamat pagi Kang Boed, sebelum kita memberantas lahgun narkoba, pernahkah kita bertanya kepada diri kita sendiri bisakah kita jujur ? sebab kejujuran itu merupakan modal utama kita untuk melayani masyarakat/memberantas lahgun narkoba. Mayarakat mendambakan bentuk pelayanan yang diwarnai dengan semangat klejujuran dan keterbukaan. Kalau kita tidak jujur, bagaimana mungkin kita mampu melayani masyarakat dengan semestinya. Kita memahami bahwa kejujuran telah dibenturkan pada kepentingan-kepentingan sesaat sehingga menjadi sesuatu yang tak berharga. Kejujuran telah terbeli oleh beragam dalih dan alasan, betapa sukarnya menampilkan kejujuran bahkan di lingkungan yang paling kecil sekalipun. Terima kasih Kunjungannya Kang Boed, Sukses untuk Akang.,

      Regards, agnes Sekar

  21. Agustus 5, 2009 pukul 2:56 pm

    Stuju Juragan..

    Say No to Drugz!!

    Salam AnakBangsa..
    Salam Perubahan..

    http://celotehanakbangsa.wordpress.com/2009/08/04/wew-dapet-recehan-sambil-maen-facebook-tipuankah-ini/

    • Agustus 5, 2009 pukul 6:56 pm

      Selamat malam Celotehan, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  22. Agustus 5, 2009 pukul 3:03 pm

    semua kalangan baik dari remaja, orangtua maupun anak-anak wajib peduli dengan bahaya narkoba, jaman sekarang klo tidak diawasi bisa berbahaya, anak2 SD aja sudah berani merokok apalagi klo beranjak remaja nantinya, stiap kalangan dan lingkungan sekitar wajib waspada pada Narkoba.

    • Agustus 5, 2009 pukul 7:02 pm

      Selamat malam Roshi,

      Generasi muda adalah harapan bangsa, kemajuan negara ini di masa depan ditentukan oleh kualitas mereka dari sekarang.Tak ada kata terlambat untuk mulai membina mereka. Kita dapat memulainya sekarang di lingkungan tempat kita berada. Para pendidik seperti guru, dosen sekaligus siswa dan mahasiswanya juga para orang tua dapat menjadi mitra pemerintah untuk turut serta membangun negara sesuai kapasitasnya, Terima kasih komentnya Roshi, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  23. Agustus 5, 2009 pukul 8:13 pm

    salam kenal bu agnes….

    saya sangat mendukung perjuangan anda dlm memerangi narkoba, semoga generasi muda bangsa ini mau mengikuti langkah2 ibu dlm memerangi narkoba dgn dimulai dari diri sendiri

    • Agustus 5, 2009 pukul 9:18 pm

      Salam kenal kembali Tono, Terima kasih dukungannya untuk memberantas lahgun narkoba di bumi Indonesia yang kita cintai ini. Harapan kita bersama untuk memberantas narkoba dari muka bumi ini, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  24. Desember 24, 2014 pukul 3:20 am

    go here for the greatest roofing system around


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: