28
Jul
09

TATA KRAMA JEPANG ( AISSATSU)


Untuk memulai hubungan kerja sama dengan bangsa lain kita harus mengetahui kebiasaan atau tata krama dari bangsa tersebut.Dengan mengetahui etika, kebiasaan bangsa lain yang akan diajak kerja sama akan memperlancar hubungan dari kerja sama tersebut.
Semangat reformasi menginginkan penampilan yang lebih baik dan lebih benar sesuai dengan aturan yang ada dari masa lalu yang akan diawali dengan mengevaluasi tentang aturan yang baik dan yang tidak baik yang sering kali ditemui yaitu tentang etika . Sikap masa lalu yang baik dikembangkan terus yang jelek diperbaiki atau diganti dengan yang lebih baik. Salah satu yang perlu digarisbawahi dalam era reformasi ini adalah tata krama /sopan santun. Setiap hari kita berjumpa dengan yang namanya tata karma, disetiap aktivitas kehidupan ini diperlukan suatu cara untuk bersikap yang sesuai dengan aturan budaya setempat. Masalah sopan santun banyak diperlukan orang. Apakah itu dikalangan keluarga, disekolah-sekolah ataupun dalam bentuk ceramah. Masalah sopan santun merupakan tolak ukur suatu bangsa, bukan bagi bangsa Indonesia saja yang terkenal didunia mempunyai kebudayaan yang tinggi, namun juga berlaku bagi bangsa-bangsa yang lain.

Kata etika berasal dari bahasa Perancis yakni Etiquette, yang mempunyai dua arti yang pertama berarti label ( Inggris ) yang kedua adalah yang dipergunakan antar bangsa dan antar manusia dalam pergaulan, yang berarti Manners dan dalam bahasa Indonesia dapat diartikan sebagai sopan santun atau tata krama . Dalam bahasa latin etika berarti falsafah moral yang merupakan pedoman cara hidup dipandang dari sudut budaya, susila dan agama.

Mengapa orang perlu mengetahui masalah etiket, karena dari tingkah laku seseorang, kita dapat mengetahui karakter orang tersebut. Etiket dapat diterapkan dimana saja, tidak hanya dalam pertemuan pesta, akan tetapi juga pada kesempatan lain di banyak acara. Berlaku sopan juga dilihat dari cara berbicara, misalnya jika berbicara dengan orang yang lebih tua, dengan majikan bahkan dengan pembantu rumah tangga, hendaknya kata-kata yang diucapkan harus sopan agar tidak menimbulkan reaksi yang tidak baik atau menyinggung perasaan. Terlebih jika berbicara dalam bahasa asing pembicaraan hendaknya diucapkan dengan laval yang jelas dan lancar tanpa menimbulkan salah pengertian terlebih jika masuk dalam tingkat perundingan.
Berbicara dengan baik dan benar mempunyai kepiawaian tersendiri oleh karena itu tidak semua orang mempunyai keahlian tersebut, namun sebenarnya kepandaian berbicara bisa dilatih. Suatu percakapan dapat merupakan sarana untuk bertukar pikiran. Dalam pergaulan kita harus pandai berbicara, pandai bertanya dan pandai mendengarkan.

Dalam percakapan diperlukan pengendalian diri hingga tidak perlu mengeluarkan ucapan yang tidak pada tempatnya, tetap dapat mempergunakan kecerdasan berpikir dan mempergunakan kata-kata diplomatis yang akhirnya bisa menghasilkan sesuatu yang tidak mengecewakan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam etiket bercakap-cakap :
– Jangan memonopoli percakapan, berilah kesempatan kepada orang lain untuk berbicara.
– Jangan memotong pembicaraan yang lain, jadilah pendengar yang baik
– Jangan membual tentang diri sendiri
– Jangan menanyakan hal-hal yang menimbulkan pertentangan
– Jangan menanyakan harga barang yang sedang dipakai atau dikenakan
– Untuk kaum pria, kalau ada wanita hendaknya jangan terus menerus membicarakan mengenai penyakit seseorang dengan bertele-tele.
– Berbicara dengan irama, suara yang tenang dan ucapan yang jelas.

Dibawah ini contoh etiket kerja sama dengan Jepang :

– Memperkenalkan diri dengan menjelaskan tentang perusahaan anda, Jabatan anda dalam perusahaan serta masalah bisnis yang anda bicarakan.
– Aisatsu ; memberi salam dari pimpinan perusahaan langsung tidak diwakilkan. Kebiasaan di Jepang dalam perundingan yang detail pada umumnya dapat ditangani oleh wakil perusahaan di Jepang, akan tetapi untuk perundingan-perundingan yang sifatnya sangat penting, sebaiknya Presiden salah satu pimpinan perusahaan sendiri yang menjalin kontak dengan mitra. Aisatsu merupakan etika bisnis di Jepang yang dampaknya agar perusahaan anda cepat dikenal.
– Bertukar Kartu Bisnis, Karti bisnis memegang peranan yang sangat penting dalam melakukan bisnis di Jepang dan saling tukar kartu bisnis merupakan bagian tak terpisahkan dalam etika bisnis di Jepang. Pada saat menerima kartu bisnis, sudah merupakan kebiasaan untuk segera membalas memberikan kartu bisnis anda, Karena kalau tidak dapat berarti bahwa anda tidak berminat untuk menjamin hubungan bisnis dimasa yang akan datang. Kartu bisnis harus diberikan dan diterima dengan kedua tangan, dimana etika memberikan kartu anda, nama anda harus dalam posisi terbaca oleh si penerima pada sisi yang mudah dibaca.
– Etika dalam bisnis Jepang agak berbeda dengan arti dalam bahasa asing lainnya , arti “ YA “ dan “ TIDAK “ dalam bahasa Jepang adalah “ HAI “ yang tidak selalu berarti suatu persetujuan tapi hanya sekedar konfirmasi bahwa apa yang anda katakan sudah didengar dan dimengerti.
– Membungkuk masih merupakan cara formal yang paling lazim berlaku untuk mengekspresikan salam, terima kasih atau permintaan maaf. Etika berpakaian, umumnya penguasaha Jepang menggunakan setelan Jas warna gelap BIRU tua. Dalam etika Jepang akan dinilai tidak pantas bila gaya berpakaian atau berhias pegawai atau staf memberi kesan “ Pamer Kekayaan “ karena dikhawatirkan dapat mengganggu keharmonisan lingkungan kerja.


38 Responses to “TATA KRAMA JEPANG ( AISSATSU)”


  1. 1 bibit m
    Juli 28, 2009 pukul 10:02 pm

    Semoga aq yg pertamaaxxx … Msh bingung mbak … ini ngomongin ttg tata krama ala Jepang ya? Di atas (judulnya) gak dijelasin? Tata krama, skrg dah jd barang langka. Apalagi anak2 yg lahir di kota2 besar … sekedar minggir dulu ada motor/kendaraan lewat gak mau, tetep aja maen di jalan. Tata krama hrs diajarkan mulai dari rumah, bukan dari sekolah atau tmp lain. Sukses buat mbak Agnes!
    Correct : Ada beberapa tulisan mbak tdk sesuai EYD, mis. : digaris bawahi … hrsnya “digarisbawahi” ; disekolah … hrsnya “di sekolah” ; antar bangsa, antar manusia … hrsnya “antarbangsa”, “antarmanusia”.
    NB : apa gak punya asisten mbak, biar gak banyak yg salah ketik?!

    • Juli 28, 2009 pukul 11:58 pm

      Selamat malam Bibit,

      Sekedar mengingatkan bahwa bagaimanapun zamannya tata krama tetap harus dipelihara, selain itu kita perlu mengetahui tata krama bangsa lain apalagi yang pekerjaannya berhubungan dengan bangsa asing, agar tetap diterima dan menjaga hubungan baik dengan mematuhi tata krama yang ada. Bibit saya memang mengetik sendiri karena langsung ngetik di Dasbor di bag. ed new maka dari itulah banyak yang salah ketik, Terima kasih Koreksinya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

      • Juli 30, 2009 pukul 11:46 pm

        Makasih infone bu Sekar. Aku belum pernah belajar basa Jepang, tauku hanya sakukurata🙄😀 ^O^

        • Juli 31, 2009 pukul 7:58 am

          Selamat pagi Mas Wandi, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

          Regards, agnes sekar

          • Juli 31, 2009 pukul 7:54 pm

            Mangga bu Sekar, blognya dihapdet dengan info segar lainnya.🙄

  2. Juli 28, 2009 pukul 11:29 pm

    mbak agnes
    mampir malam-malam agak ngantuk🙂
    sedikit saja, apakah kira-kira di sisi sana juga mempelajari etiket kita, ya?
    padahal beberapa point dalam etiket kita di atas tidak semuanya kita paham betul. termasuk diriku🙂
    hoahemmm…
    met tidur dulu

    • Juli 29, 2009 pukul 12:04 am

      Selamat malam juga Noe, seharusnya demikian sebaliknya agar hubungan lancar, biasanya bangsa asing yang mempunyai hubungan kerja sama mereka berusaha untuk mengetahui bahkan belajar tata krama Indonesia, makanya terkadang bahkan mereka menguasai budaya dimana mereka tinggal, demikian sebaliknya walaupun kita sudah mengetahui tata cara pergaulan dalam International namun sebagai orang Timur, khususnya bangsa Indonesia banyak faktor yang perlu diperhatikan antara lain adat istiadat, untuk dapat menentukan sikap kita oleh karena itu diperlukan untuk pandai menyesuaikan diri dengan lingkungan sekitarnya. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  3. Juli 29, 2009 pukul 7:23 am

    Salam kenal Bu Agnes 2 bulan yang lalu saya kedatangan tamu asing dari LN yang dintar oleh teman saya dari Jakarta, Mereka berencana mau menginvestasi di salah satu kabupaten di Kalteng dan sudah sepakat untuk melaksanakan kegiatan tetapi dia sedikit kecewa karena prosedur yang dihadapi berbelit-belit sampai-sampai orang asing itu mengatakan orang Indonesia yang belum menghargai tata krama tentang kesepakatan kerja sama hubungan kerja. Apkah ini pengaruh OTDA ? yang sebagai suatu kebijakkan perubahan yang mendasar sehingga birokrasi yang berbelit-belit sehingga teman saya tadi mengundurkan minatnya untuk invest di Kalteng. Bagaimana hal ini bisa terjadi Bu Agnes yang dikaitkan dengan tata krama tadi ? trims

    • Juli 29, 2009 pukul 9:02 am

      Salam kenal kembali Danu,

      Hal tsb diatas belum difahami dengan baik, sehingga kuranmg intensif dalam pencapaian tujuannya. Gejala ketidak siapan dalam persaingan Global sudah semakin terasa, tetapi masyarakat belum tau persis bagaimana strategi dan langkah untuk menghadapinya termasuk tentang tata kramanya, dalam arti siap mandiri siap kerja sama, siap menjalin hubungan dan siap bersaing dalam mengaplikasikan suatu kerja sama antar dua bangsa yang berlainan tata kramanya. Terima kasih komentnya Danu, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

      • Juli 29, 2009 pukul 9:14 am

        Mau ikut nimbrung ni mbak agnes, saya pikir bukan karena tidak tau tata krama saja yang diranyakan Danu sehingga temannya batal menginvestasi di Kalteng karena menemui prosedur yang berbelit-belit hal tsb dikarenakan lemahnya dalam memahami dan mengamalkan artinya suatu kerja sama untuk meningkatkan daya saing, maka dari itu perlu diberi pengertian tentang pentingnya suatu meningkatkan daya saing untuk Daerahnya, tentang ideologi, ekonomi, budaya, pendidikan dan agama Reformasi dan tentang OTDA agar yang menjadi tujuan dapat tercapai dengan baik.

  4. Juli 29, 2009 pukul 9:44 am

    Kalimat diats dikatakan : Mengapa orang perlu mengetahui masalah etiket karena dengan mengenal etiket…………salah satunya dampaknya ybs akan mengalami perubahan pola pikir, sipak yang bertata krama akan memberikan kapasitas yang berkualitas, serta pengaturan kerja yang optimal, dan orang yang tidak mengerti tata krama biasanya sulit untuk menanjak karirnya karena belum ada aptitude dalam dirinya.

    • Juli 29, 2009 pukul 11:36 am

      Setuju pendapat anda karena dengan mengenal tata krama akan mempermudah hubungan kerja sama hal tsb menggambarkan bahwa tata krama adalah penting bahkan sebagai peletakan dasar belajar individu sebelum memasuki tahapan berikutnya, karena akan menciptakan proses learning how to learn, mempertajam naluri dan motivasi, Terima kasih komentnya, sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  5. 13 backpackerman
    Juli 29, 2009 pukul 10:48 am

    dimana bumi berpijak…disitu kita beradat…

    salam kenal..

    • Juli 29, 2009 pukul 11:37 am

      Salam kenal kembali Back, terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  6. Juli 29, 2009 pukul 11:58 am

    Bu Agnes, mungkin karena tidak tau tata krama itulah, setiap malam di lingkungan GORSENI UNPAR KALTENG pesta miras dan narkoba, selamat yach UNPAR hebaaaaattt !

  7. Juli 29, 2009 pukul 3:30 pm

    etika pergaulan di Jepang patut di contoh, dan negara kita saat ini sudah mulai mencontoh dari Jepang tentang sistem Perpolisian nya, negara Kita terutama institusi Polri sedang mencontoh kepada negara Jepang yang sukses dengan sistem Perpolisian Masyarakat, dimana Polisi memposisikan dirinya sebagai Mitra Masyarakat, walaupun demikian, bukan berarti kita meninggalkan Etika yang baik yang bersumber dari negara kita sendiri.

    • Juli 29, 2009 pukul 6:03 pm

      Selamat malam Didin, setuju pendapat anda, karena sampai saat ini tata krama masih sangat diperlukan untuk hubungan kerja sama, sebagai alat saling berhubungan dengan aturan yang ada antara satuan-satuan kerja yang memberikan mereka pada orang-orang yang ditempatkan dalam hubungan kerja, sehingga pekerjaan dapat di koordinasikan dan menjangkau ke seluruh unit kerja. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  8. 18 guskar
    Juli 29, 2009 pukul 6:08 pm

    saya punya seorang kolega jepang, yg sehari-hari bersama2 saya melayani perusahaan2 jepang. seolah ia sdh “luntur” kejepangannya ketika bergaul dng saya dan rekan2 saya… skrg sdh njawani dan kadang bertingkah agak slebor, ngoboi (pernah ia berkomunikasi via e-mail mencoba pake bahasa jawa). tetapi ketika ia bertemu dng org2 jepang lainnya, sy melihat ia kembali ke habitatnya…salah satu contoh ia akan membungkuk lebih dalam ketika bertemu yg lbh senior, bahkan ketika sedang menelpon dng bosnya, ia kelihatan hormat banget (sampe membungkuk jg, pdhl lawan bicaranya nggak lihat).🙂

    • Juli 29, 2009 pukul 6:21 pm

      Orang Jepang memang kuat memegang tata krama ini karena sudah merupakan dasar dari pergaulan, untuk menuju ke perundingan lebih lanjut, Learning acceleration yang sudah mengakar apalagi sesama Jepang ( kembali ke habitatnya, seperti yang Guskar katakan ) Untuk menuju career Develompment, agar kapasitas dapat tumbuh berkembang dengan baik. Terima kasih komentnya, Sukses untuk Guskar.

      Regards, agnes sekar

  9. Juli 29, 2009 pukul 6:33 pm

    Bu Sekar, untuk memberdayakan masyarakat desa agar mempu berdaya pada era otda ini apa perlu diajar tata krama tentang hubungan kerja sama ?

  10. Juli 29, 2009 pukul 6:45 pm

    Tentu perlu Nina, strategi dan langkah menuju pemberdayaan rakyat harus difahami tentang berbagai hal indikator ke arah tsb termasuk tata krama masyarakat harus mengetahui tentang karakter, wawasan, kepribadian, kebangsaan, kemanusiaan, keagamaan serta wawasan Global, dan mengerti antara hak dan kewajiban serta tanggung jawab sehingga ada keseimbangan rencana, program kesejahteraan dan kerja sama. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Rewgards, agnes sekar

  11. Juli 30, 2009 pukul 8:18 am

    Tata krama diajarkan mulai dari rumah
    Ortu memberikan contoh, anak mengikuti, terus
    Ortu mengawal perilaku anak-anaknya.
    Senior menghargai junior, Junior menghormati Senior
    Pejabat menghargai rakyat, Rakyat mendukung Pejabat.
    de..el..el
    Thanks atas sharenya tentang Tata Krama Jepang

    Salam Sukses.. C.U

    • Juli 30, 2009 pukul 8:30 am

      Selamat pagi Agoesman, terima kasih masukannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  12. Juli 30, 2009 pukul 12:41 pm

    Tatakrama, dimanapun dan dengan siapapun sebaiknya tetap terjaga dengan baik. Seandainya saya tidak bisa bertatakrama adat kraton, minimal saya tetap harus berlaku hormat kepada sesepuh,sesama dan dengan yang lebih muda sesuai aturan tatakrama yang berlaku.

    Namun harus diingat , bahwa ada perbedaan-perbedaan dalam bertata krama, tergantung darimana mereka berasal. Jika ada yang memanggil saya dengan ” Kamu “, saya fahami karena itu sesuai dengan budaya mereka. Tetapi, anak saya tak mungkin memanggil ” Kamu ” terhadap bapaknya.

    Begitu kira-kira mbak ungkapan sekeping hati yang sedang rindu, karena mak Agnes belum menjenguk rumah baruku lagi. he..he..he

    • Juli 30, 2009 pukul 7:19 pm

      Hi…. Pakde, Good Afternoon,

      Most of us still be have as if the future will be a linear extrapolation of the present, a long straight road that stretches in to the horizon. Pakde, lain ladang lain belalang lain lubuk lain ikannya. God Bless you Always.

      Regards, agnes sekar

  13. Juli 31, 2009 pukul 2:14 am

    Salam kenal mbak:mrgreen:
    Bagus banget mbak artikelnya. Saya gak akan mengomentari tulisan mbak sesuai EYD atau tidak seperti pos pertamax (yg tulisannya sendiri malah jauh muter2 keliling dari EYD)
    Benar kata pak de, dimana pun kita harus bertata krama dan punya etiket. Termasuk bila mengomentari blog orang lain .. hahaha.

    Sory reply-an saya 00t nih:mrgreen:

    • Juli 31, 2009 pukul 7:41 am

      Salam kenal kembali Yudi, terima kasih komentarnya yang memberikan energi baru buat saya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  14. Juli 31, 2009 pukul 5:03 pm

    haddiiirrr…..

    Hhhmmm…, beragam budaya ada di dunia ini. lain ladang lain belalang, dimana bumi di pijak di situ langit di junjung.
    makasih infonya bu, minimal dah tau garis besarnya bila ketemu orang jepang🙂
    Hai, sakukurata, punya receh…?
    hueheuhe… sorry kelepasan becanda neh
    cu…

    • Juli 31, 2009 pukul 6:48 pm

      Selamat malam Faza, itulah kelengkapan hidup, harus punyya sence of humor, agar hidup lebih indah dan bahagia, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  15. 30 KangBoed
    Agustus 1, 2009 pukul 2:12 am

    Hehehehe.. bangsa yang beradab adalah bangsa yang menjunjung tinggi tata krama dan sopan santun.. sayang.. sekarang semua mulai lumtur sedikit demi sedikit.. kebudayaan dalam negeri adat istiadat dan gotong royong.. seakan tertinggal jauh sekali

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku mBake Agnes yang baik

    • Agustus 1, 2009 pukul 8:40 am

      Selamat pagi Kang Boed, setuju pendapatnya kita harus menjunjung tinggi tata krama demi kelancaran hubungan sesama yang harmonis, bukan demikian Kang Boed. Salam dami sejahtera selalu.

      Regards, Agnes Sekar

  16. Agustus 1, 2009 pukul 10:06 pm

    hadirr…
    malam mingguan sambil jalan2 menyambangi sahabat tersayang
    Hhh…, gara2 ga bisa pulang…
    cu…

    • Agustus 2, 2009 pukul 3:53 pm

      Selamat sore Perigitua, Teriuma kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  17. Agustus 2, 2009 pukul 12:05 am

    @ Agnes Sekar, tulisan di atas menambah wawasan kita ni… Jadi orang jepang mempunyai tata krama yang tinggi juga Ya Mbak… Lama di jepang ya…sepertinya detil sekali dan paham sekali dengan budaya jepang tersebut.

    • Agustus 2, 2009 pukul 3:43 pm

      Selamat sore Pakwo, dengan banyak mengetahui tata krama Jepang tentunya akan mempermudah hubungan kerja sama dengan kedua negara ini, yang memang nyatanya hubungan kerja sama denganNya sudah lama terjalin dengan baik. Ibu saya berasal dari Jepang, terima kasih Kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes Sekar

  18. Agustus 2, 2009 pukul 8:14 am

    Tulisan yang sangat bagus, yang menginspirasi kita semua untuk bisa berubah dan lebih beretika. Pada dasarnya bangsa kita dulu terkenal dengan etika, sopan santun yang tinggi, tetapi sepertinya sekarang semua sudah hilang seiring dengan era globalisasi, karena kita tidak bisa memfilter pengaruh negatif dari luar, saya salut dengan Jepang, walaupun modern tetapi nilai2 etika, budaya tetap kokoh tidak terpengaruh dengan kemajuan jaman, ini semua harus kita contoh. Semoga tulisan ini mengembalikan bangsa kita menjadi bangsa yg bermoral, beretika, ramah dan mempunyai jati diri. Mohon ijin tulisan ini di pasang di blog ku ya….biar bisa share dengan yang lain….salam kenal…

    • Agustus 2, 2009 pukul 3:51 pm

      Selamat sore Soni, senang bisa bertemu di dunia maya dengan yang penuh kreativitas, dan banyak ide, Soni naga-naganya Tata krama di Era Globalisasi ini semakin menipis ,Idealnya Globalisasi yang menuntut cara baru yang lebih radikal karena pergeseran kontinoue dalam berbagai hal serta pemikiran kreatif tidak meninggalkan tata krama, karena bangsa yang maju juga yang berbudi luhur merupakan satu kesatuan dalam kemajuan zaman ini. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  19. Mei 4, 2016 pukul 6:46 pm

    Konbanwa.
    sore wa hontou desu ka?
    Nande sounna tokoroni?
    yoroshiku (^_^)


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: