23
Jul
09

KORPRI DALAM SKENARIO YANG BARU


KORPRI DALAM SKENARIO BARU

Pada hakekatnya Korpri memiliki kewajiban membina watak serta memelihara rasa persatuan dan kesatuan secara kekeluargaan, meningkatkan kemampuan yang berdaya guna dan berhasilguna, disiplin dan keteladanan dalam mewujudkan pengabdiannya kepada masyarakat, bangsa dan Negara kesatuan Republik Indonesia.
Perkembangan zaman menuntut banyak tantangan yang mesti dhadapi dan diselesaikan di masa depan. Untuk itu dukungan seluruh warga Korpri dan masyarakat sangat diperlukan guna menyelesaikan permasalahan bangsa ini. Untuk mengembangkan kemajuannya anggota Korpri harus selangkah lebih maju untuk menyesuaikan cara baru yang radikal dan pergeseran continue dalam berbagai hal serta pemikiran kreatif. New Paradig in the making untuk dapat merespons pada kejutan berkelanjutan Geosospoltek dan cultural.. Anggota korpri berfungsi sebagai pemersatu bangsa khususnya aparatur Negara , I need of fresh insight dan pemikiran alternative dalam scenario baru..
Idealnya KORPRI dapat memposisikan dirinya sebagai organisasi yang kuat, netral, mandiri, professional dan terdepan dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, mensejahterakan anggota, masyarakat dan melindungi kepentingan anggota agar lebih professional di dalam membangun Kepemerintahan yang baik.

Persiapan hari esok : To drive off the road, on the unfamiliar terrain, Require a new kind of vehicle, Different driving skills and a whole new sense of direction. You will either doing Business in real time, or You will be dead.. Untuk merubah penampilannya diperlukan pemikiran dan perenungan yang membaharui. Harus disadari masa depan yang sama sekali berbeda dengan masa lalu. Untuk memperkuat kedudukan dan wibawa serta martabat Korpri, diperlukan memperhitungkan, membuat prediksi dan control untuk pembangunan masa yang akan datang. Perlu digaris bawahi yang diutamakan merubah mental model ke cara berpikir sistemik dan menyeluruh, bukan partial fix. Selain itu peran iptek dalam transformasi karena Teknologi informasi menyatukan network. A network to building new knowledge, mempersiapkan learning infrastructure.
Mensukseskan pembangunan Nasional tentunya dengan mewujudkan prinsip-prinsip kepemerintahan yang baik.

Dalam kenyataannya perjalanan pengabdian KORPRI sebagai wadah untuk menghimpun dan membina seluruh pegawai RI, guna lebih meningkatkan pengabdian kekaryaannya dalam mengisi Kemerdekaan dengan pembangunan. Menjadi kewajiban untuk tetap memupuk kesetiaan dan ketaatan penuh pada Panca Prasetia Korps RI.. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan telah menampakkan hasil nyata, namun ditinjau dari perkembangan Iptek yang demikian pesat dari perkebangan pembangunan, apa yang telah dicapai KORPRI dalam pembinaannya terhadap pegawai dapat dikatakan masih jauh dari yang diharapkan, hal ini tentunya tidak terlepas dari keterbatasan sarana dan prasarana yang dimiliki .
Isu yang menonjol menyadari bahwa Organisasi dan network makin kompleks, Konsep tradisional jangan dipakai dalam berpikir. It is reaching the end of the road. The past is less and less the guide for the future. Modal manajemen baru sesuai fenomena global, yang berbeda kecepatan untuk berbagai bagian dunia.

Sejalan dengan itu berbagai kritikan, sorotan dan harapan tak urung dialamatkan oleh masyarakat kepada pegawai Republik Indonesia sebagai aparatur Negara, antara lain seperti : pegawai Negri kurang produktif, tidak disiplin, kurang mempunyai etos kerja, korupsi, tidak professional dll. Sementara banyak harapan digantungkan kepada KORPRI, disisi lain pegawai negri dililit dilemma penghasilan yang tidak mencukupi kebutuhan hidupnya karena keterbatasan kemampuan keuangan Negara. Sedang tantangan yang dihadapi terutama pada era globalisasi sekarang ini semakin meningkat, untuk itu dibutuhkan model manajemen baru sesuai fenomena global, yang berbeda kecepatan untuk berbagai bagian dunia.. Perimbangan waktu dan pemikiran yang proporsional untuk masa depan dan saat ini. Pembaharuan pengaturan peran dan fungsi dalam proses manajemen yang diterapkan. KORPRI sudah seharusnya memperhatikan penyusunan strategi yang fleksibel, serta pemanfaatan kompetitif Teknologi yang dipakai.. Memang tidak mudah untuk mengadakan perubahan untuk itu diperlukan perimbangan perubahan radikal dengan kesinambungan strategi terdahulu dan pembinaan pengertian arti dan tujuan hidup bagi diri dan organisasi.

Semakin majunya perkembangan zaman, semakin kompleks pula tantangan, tuntutan dan peran yang harus dihadapi KOPRI dalam menjalankan tugas fungsinya dimasa akan datang. Dalam skala Regional, terutama pada Negara Asean keadaan Pegawai Negri sipilnya sudah sampai kepada kesejahteraan yang mapan, artinya mereka tidak banyak mengalami dilemma dalam masalah penghasilan sehingga kebutuhan hidup dapat terpenuhi. Akan tetapi Pegawai Negri Sipil di Indonesia malah sebaliknya, dilemma penghasilan pas-pasan, bahkan kurang mengakibatkan banyak terjadi kesenjangan social dan bahkan melakukan pelanggaran hukum. Di upayakan mengaplikasikan the lates wisdom dari tuntutan kehidupan organisasi Nas Reg Glob. Menciptakan tim-tim kerja yang memiliki komitmen, imaginasi produksi. Sangat diperlukan transformasi, perubahan pemikiran, sikap, kapasitas, praktek, eksperimen, pengaturan kerja.

Hampir disetiap Daerah di Indonesia, bahkan di 4 Provinsi Kalimantan sendiri hampir sama bentuk permasalahan dan tantangan yang dihadapi. Namun kita perlu mengetahui atau menggali apa yang sudah dan apa yang belum serta mencari factor yang akan sangat berpengaruh terhadap perkembangan dan kemajuan KORPRI di Kalteng.


35 Responses to “KORPRI DALAM SKENARIO YANG BARU”


  1. Juli 23, 2009 pukul 9:00 pm

    PERTAMAAA,

    Sebaiknya KORPRI sebagai alat untuk saling hubungan antara satuan-satuan kerja yang memberikan mereka pada orang-orang yang ditempatkan dalam struktur wewenang, sehingga pekerjaan dapat dikoordinasikan oleh perintah Pimpinan dan menjangkau seluruh Unit, bukan demikian Bu Agnes ?

  2. Juli 23, 2009 pukul 9:45 pm

    Selamat malam Henry,

    Betul Henry bahwa KORPRI sebagai alat pemersatu antara dinas/Unit Satuan Kerja yang ada. Menata setiap elemen dasar berarti memahami secara filosofis KORPRI. Mau kemana KORPRI dibawa ? dengan mengukur dari posisi kita berada serta bagaimana strategi mencapai target. Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. 3 guskar
    Juli 23, 2009 pukul 9:55 pm

    Tantangan paling berat bagi KORPRI di era sekarang ini adalah bagaimana mencari format baru sehingga menjadi organisasi yang bermanfaat bagi para anggotanya. Tentunya juga jangan sampai KORPRI hanya sebagai papan nama tanpa fungsi. Di era otonomi daerah,KORPRI daerah harus kreatif jangan sampai diatur oleh KORPRI pusat, karena karakteristik daerah berbeda2 sesuai kondisi yang ada di daerah. Mampukah KORPRI di daerah mengatur dan mengurus diri sendiri? Ancaman lain yang harus diwaspadai adalah bahwa KORPRI harus memperkuat benteng sendiri apabila tidak mau diintervensi oleh kekuatan parpol seperti ketika orde baru dulu.

    • Juli 23, 2009 pukul 10:04 pm

      Selamat malam Guskar, betul Gus Perkembangan KORPRI akan sangat dipengaruhi oleh lingkungan eksternal berupa persepsi yang kurang menggembirakan terhadap keberadaan KORPRI, juga adanya tuntutan sejauh mana kiprah KORPRI dalam pembangunan. Hal ini berasal dari berbagai elemen masyarakat, kondisi internal akan berubah sejalan dengan bagaimana persepsi mengambil keputusan terhadap keberadaan KORPRI itu sendiri. Namun KORPRI sendiri harus berupaya menunjukkan bahwa KORPRI sangat berperan penting dalam pembangunan menuju masyarakat sejahtera. Terima kasih atensinya, Sukses untuk Guskar.

      Regards, agnes sekar

  4. 5 KangBoed
    Juli 24, 2009 pukul 11:39 am

    Menyapa mBak Agnes Sekar.. semoga selalu dalam lindungan dan berkah serta Rahmat ALLAH Swt.
    Salam Sayang mBake yang baik

  5. Juli 24, 2009 pukul 2:09 pm

    Selamat siang Kang Boed, Hatur nuhun atos kersa linggih di blog na abdi, wilujeung sumping…..

  6. Juli 24, 2009 pukul 2:30 pm

    mampir lagi, mbak.
    lama juga ndak ke sini.
    korpri semoga menjadi lebih baik lagi.
    bukan mereka yang terlihat leyeh2 di pasar, di rumah makan, atau tempat hiburan pada saat jam kerja.
    juga bukan yang sedang kongkow2 ketika kita berkunjung ke instansi.
    bukan pula yang langsung menyambut manis mengulurkan tangan untuk membantu urusan kita dengan pamrih.
    minimal secara kasat mata hal-hal tsb tidak ditampakkannya lagi.
    pertamina dengan mengubah logo dan ‘pasti pas’-nya saja bisa mengubah image, korpri pun pasti bisa.

    pokoke maju terus…

  7. Juli 24, 2009 pukul 2:42 pm

    Selamat siang Noe,

    Memang benar Noe, sudah saatnya KORPRI memposisikan , mengindentifikasikan kekuatan organisasi, serta mengintegrasikan segala sesuatu yang dapat memberikan kemajuan bagi KORPRI kedepan, karena integrasi kualitas produk dan kualitas kehidupan kerja akan menciptakan suatu hasil yang diinginkan, serta menjawab permasalahan dan inquiry korpri . terima kasih atensinya.

    Regards, agnes sekar

  8. Juli 24, 2009 pukul 3:53 pm

    Hi..agnes, nice your blog, and about Gouverment employee, You need to make employees in your gouverment the quality. Thank’s ur writing.

    Best Regards, Richard.

  9. Juli 24, 2009 pukul 4:05 pm

    Good afternoon Richard,
    Of Course, so It should and I believe in my Gouvernment as employees will be better again in the future. Thanks ur visit my blog.

    Regards, agnes sekar

  10. Juli 24, 2009 pukul 6:10 pm

    Hi.. agnes, Ur programme is a good, Conducted soon. I want participated and support your planning.
    Thanks your posting.

  11. Juli 24, 2009 pukul 7:35 pm

    Good afternoon Nick,

    I hope that civil servants can be better and more prosperous and its changes can be use. Thank’s ur vist my blog.

    Regards, agnes sekar

  12. Juli 24, 2009 pukul 7:42 pm

    Bu Sekar salam kenal yach ?

    Waduh hebat ya… orang-orang KOPRI tidak boleh berpikir tradisional tapi harus kreatif,tapi kalau kerjanya jalan-jalan ke pasar atau ke mall, apakah anggota KOPRI itu melenceng Yach?

  13. Juli 24, 2009 pukul 7:56 pm

    Pembinaan budaya kerja perlu akan berpengaruh terhadap keberhasilan organisasi KORPRI ditekankan kembali, perimbangan waktu dan pemikiran yang proporsional untuk kemajuan korpri di utamakan. Model manajemen baru sesuai fenomena global perlu diaplikasikan KOPRI sehingga dapat EXIST dengan membangun HIGH-TRUST CULTURE. sehingga tidak ada lagi yang melenceng seperti yang joni katakan. Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  14. Juli 24, 2009 pukul 11:44 pm

    salam kenal🙂

    • Juli 25, 2009 pukul 3:16 pm

      salam kenal kembali Dainel.

  15. 17 bibit m
    Juli 25, 2009 pukul 8:59 am

    KORPRI dulu kelompok org2 prihatin … tp sekarang kaya’nya nggak?! Apalagi jaman SBY, gaji naik terus meski bertahap … pantes menang lagi sampai 60%. Jd sekarang disebut “kelompok org2 periang” seneng terus …. Tp apa kinerjanya juga ikut naik spt gajinya?

  16. Juli 25, 2009 pukul 9:06 am

    Selamat pagi Bibit,

    Harapan kita semua ke depan KORPRI akan lebih baik lagi melangkah ada karya yang bisa dinikmati oleh banyak orang, semakin EXIST dan tentu semakin proporsioanl dan profesional dalam pekerjaannya. Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  17. Juli 25, 2009 pukul 3:26 pm

    selain berfikir sistemik dan integral namun yang terpenting adalah moralitas dan aspek kapabelitas dalam bidangnya serta harus ada upaya untuk selalu mengupgrade kemampun diri. sehinga menjadikan korpri di jadikan contoh bagi masyarakat

    • Juli 25, 2009 pukul 8:02 pm

      Selamat malam Kawan lama,

      Setuju pendapatnya, KORPRI ke depan harus berkultur dan memiliki birokrasi yang propartisipan- Autonomos bukan komando Hierarkhis, Diharapkan KORPRI dapat bertindak profesional terhadap publik berperan menjadi pelayanan masyarakat serta memiliki birokrasi yang cerdas profesional dan kompetitif. Hal demikian yang dapat membawa citra KORPRI ke depan. Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  18. Juli 26, 2009 pukul 3:07 pm

    Tantangan berat bagi KORPRI di era reformasi ini adalah bagaimana mencari format baru KORPRI sehingga menjadi organisasi yang selalu dirindukan-disukai dan dicari oleh (minimal) para anggotanya. Juga bagaimana KORPRI mewujudkan kemajuan KORPRI sehingga tidak hanya KORPRI sebagai papan nama tanpa fungsi.

    Tantangan paling berat lainnya bagi KORPRI adalah dengan dimulainya otonomi daerah. Mau tak mau, suka tidak suka KORPRI daerah boleh jadi tidak lagi mau diatur oleh KORPRI pusat dan harus kreatif dengan kondisi yang ada di daerah. Padahal 7 dari fungsi KORPRI itu sendiri, setahu saya adalah : Pencetus ide, serta pejuang keadilan dan kemakmuran bangsa. Jadi kalau masih saja berlaku komunikasi yang bersifat ” Top Down ” sulit rasanya bagi anggota KOPRI sendiri untuk berkreatifitas. Mampukah para Pimpinan serta anggota KORPRI itu sendiri melakukan perubahan paradigma yang usang ? di tempat lain rakyat menunggu uluran tangan untuk menuju kemakmuran.

    Semoga Tuhan selalu memberikan kesehatan bagi anda sekeluarga. Salam Sejahtera,

  19. Juli 26, 2009 pukul 3:57 pm

    Selamat sore Pambudi, senang bisa bertemu kembali di dunia maya ( ice Breaking )
    Untuk memposisikan Unitnya diperlukan pembahruan dalam birokrasi dengan tidak meninggalkan tugasnya yaitu membantu Pemprov. dalam melakukan pembinaan kesejahteraan dan profesionalisme untuk mewujudkan program pemerintah serta sebagai mitra kerja yang aktif dalam proses pengambilan keputusan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melaksanakan kebijakan-kebijakan dan program Unitnya yang diamatkan Musyawarah Provinsi KORPRI. Dalam era otonomi Daerah pada prinsipnya PP ini memberikan arah & pedoman yang jelas kepada Daerah dalam menata Organisasi yang efisien, efektif dan rasional sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Daerah masing-masing serta adanya koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi serta komunikasi , mungkin hal tsb sebagai indikator untuk merubah paradigma yang sudah usang seperti yang Pambudi katakan. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  20. Juli 26, 2009 pukul 4:01 pm

    Selamat sore bu, hanya sekedar silahturahim . semoga bisa amanah dalam setiap pekerjaan. korpri tetap jaya

  21. Juli 26, 2009 pukul 4:08 pm

    Selamat sore Kawan lama.,

    Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  22. Juli 27, 2009 pukul 5:28 am

    Salam Kenal Mbak Agnes,
    KORPRI…maaf, sebagian diantaranya memang menunjukan citra yang kurang baik. Kritikan saya ini sering menjadi perdebatan sengit dengan teman-teman diwarung kopi (lho ?). Kenapa ? sering kita (saya) jumpai jam sembilan pagi sudah dikantin, dipasar berberlanja, diwarung kopi, ntar jam 11 jemput anak pulang sekolah…so how many time you work for your job ? sering juga saya menemukan teman-teman mengatakan bagaimana mau kerja full jika pendapatan tidak cukup ? Resiko !!!, kalau mau pendapatan tinggi jangan jadi PNS dong. Jika pilihan menjadi pegawai negeri, jadilah pegawai yang baik, berdedikasi, disiplin. Apakah dengan menjadi karyawan swasta menjamin memperoleh pendapatan tinggi sehinggan tingkat disiplin lebih tinggi ? Nonsen. Salah-salah dikandangkan oleh perusahaan. KORPRI sangat bisa untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan jaman, tetapi ubah dulu mental-nya. TIDAK SEMUA !!!, hanya oknum saja.

    • Juli 27, 2009 pukul 7:13 am

      Salam kenal kembali Aldy,

      Argumen Dasar penyusunan Grand Design Perubahan KORPRI dalam skenario yang baru memang memerlukan perubahan banyak hal seperti :
      – Bagaimana menata elemen dasar KORPRI agar dapat meningkatkan kapasitas KORPRI dan mampu mencapai tujuan yang sejalan dengan Visi dan Misinya pemprov. Kalteng, sebagai pelayan publik, mampu sebagai menampilkan daya saing dan mewujudkan kesejahteraan rakyat.
      – Bagaimana menata elemen dasar tsb. mengoperasionalkannya dalam koridor UU 32/2004 tentang PEMDA.
      – Menata setiap elemen dasar berarti memahami secara filosofis : – Mau kemana KORPRI ( target )
      – Dimana KORPRI sekarang ( Exiting Condition ) – Bagaimana Strategi Mencapai target ( Action Plans ).

      Harapan kita bersama semoga apa yang kita cita-citakan dapat terwujud dengan baik, Terima kasih masukkannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  23. 27 KangBoed
    Juli 27, 2009 pukul 5:20 pm

    Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk sahabatku

    • Juli 27, 2009 pukul 7:08 pm

      Wilujeung wengi Kang Boed, salam Damai sejahtera selalu.

      Regards, agnes sekar

  24. Juli 28, 2009 pukul 7:32 am

    Salam kenal Bu Sekar, memang kenyataannya citra korpri sudah rusak, saya kurang simpatik dengan tingkah laku korpri. Pukul 9- 11, selalu jalan-jalan,belanja di pasar,makan bersama, ngobrol ngalor-ngidul,ya…tidak bermutu gitu, Akan lebih baik bubarkan saja korpri karena tidak memberi manfaat kepada orang lain,mengahbiskan anggaran pemerintah saja, Mana karyanya ? mana manfaatnya ? Korpri tidak menjamin kesejahteraan rakyat, Untuk apa dijadikan SKPD,kerjanya aja tidak ada. Bisa Ibu Sekar buktikan, pukul 10.pagi di kantornya Korpri sendiri sepi,nyaris tiada orang, seperti tidak ada tanda-tanda kehidupan. Saya lebih setuju kalau KORPRI di bubarkan.

    • Juli 28, 2009 pukul 7:46 am

      Salam kenal kembali Dairi,

      Kita senantiasa berharap kelembagaan KORPRI Kalteng dapat ditata lebih baik dalam arti ada pembagian yang tegas terhadap tugas pokok dan fungsi terhadap bidang-bidang/bagian yang ada, Kedudukan KORPRI pada Unit/Dinas/Instansi di Lingkungan Pemprov. Kalteng harus jelas. SDM pada KORPRI diharapkan lebih profesional, yang di upayakan melalui pembinaan yang lebih terarah. SDM KORPRI diharapkan mampu menghadapi era globalisasi, melalui kegiatan-kegiatan peningkatan wawasan, berupa penguasaan ilmu dan teknologi.
      Proigram yang telah ditetapkan diharapkan akan dapat mendukung kebijakkan KORPRI di KALTENG dan menjawab atas masalah-masalah yang dihadapi saat ini. Saya yakin KORPRI kedepan akan mensejajarkan dengan Dinas/Instansi/Unit Satker yang lain dan SKPD ini diperlukan serta bermanfaat bagi yang lainnya. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  25. Juli 28, 2009 pukul 8:08 am

    SKPD KORPRI perlu menata untuk mengembalikan citra yang selama ini belum memuaskan, perlu adanya pembagian tugas dan funsi yang jelas/kewenangan baik pada unsur Unit/Badan/Dinas maupun unsur KORPRI Kabupaten/Kota.Sehingga tidak tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas dan fungsi. Permasalahan yang dihadapi tentunya sejauh mana arah kebijakan dan sasaran Program yang ditentukan mendapat dukungan dari pemerintah, juga peranan KORPRI dalam menghadapi era Globalisasi, sehingga ke depan KORPRI sangat bermanfaat bagi PNS. Terima kasih komentnya Syamsuri, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    • Juli 28, 2009 pukul 8:17 am

      Salam kenal Bu Agnes, yang saya tau dari dulu sampai sekarang adalah KORPRI tempat pembuangan PNS yang bermasalah, yang stress, yang melenceng dengan aturan, makanya tidak heran kalau citra KORPRI buruk dimata kita semua, saya setuju KORPRI dibenahi, jangan di bubarkan, mana tau bisa berubah ya khan ?

  26. Juli 30, 2009 pukul 12:48 pm

    Korpri sebagai wadah merupakan alat vital yang bertugas membantu unsur pimpinan instansi dalam rangka membina para PNS. Ini artinya bahwa pembinaan PNS tetap menjadi tugas dan tanggung jawab pimpinan instansi. Oleh karenanya harus dicegah kemungkinan timbulnya benturan antara kegiatan Korpri dengan tupoksi instansi.

    Salam mbak.

    • Juli 30, 2009 pukul 7:22 pm

      Betul Pakde, perlu pembaharuan pengaturan peran dan fungsi dalam proses manajemen dan perimbangan waktu dan pemikiran yang proporsional untuk masa depan korpri dan saat ini.

      Regards, agnes sekar

  27. 35 Amir KORPRI JAMBI
    Mei 29, 2010 pukul 10:40 am

    Betul sakali bahwa ,,, kita harus berinonasi dan berkereativitas terhadap Program dan peran KORPRI… jambi juga mencoba itu tetap mengacu pada hasil munas VII. tks..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: