12
Jul
09

CENTRAL KALIMANTAN FREE DRUG ABUSE 2010


TERAPI & REHABILITASI BNP KALTENG

Untuk memulai suatu kegiatan diperlukan suatu perencanaan yang matang, akurat, terstruktur dan menuju pada suatu pencapaian tujuan. Beberapa tahapan yang dilaksanakan yaitu pemograman – Identifikasi – Perumusan – Pelaksanaan – Evaluasi.. Struktur dasar proses perencanaan adalah Analisa Situasi – Pemrograman dan Evaluasi..
Project Planning Process ( Ptoses Perencanaan Proyek ) merupakan piranti pelatihan Manajemen praktis untuk merencanakan, mengelola dan melaporkan sesuai standar mutu minimal dan persyaratan untuk bermitra.PPP direncakan akan di aplikasikan dalam penanganan lahgun narkoba dalam bentuk kegiatan untuk penanggulangan terapi dan Rehabilitasi, khususnya di Kalteng.
Strategi mengembangkan sayap jejaring anti narkoba melalui strategi, policy, program dan Implementasi dalam PPP. Tujuan dari kegitan ini adalah membangun Budaya Masyarakat Anti Narkoba. Muatannya adalah kepedulian masyarakat terhadap masalah narkoba dan upaya pencegahan serta pengetahuan tentang bahaya penyalah gunaan narkoba.
Kegiatan lain yang diterapkan adalah Ham Minimisation : kebijakkan, Strategi dan program yang mengendalikan bahaya terkait penyalah gunaan obat terlarang. Tujuannya adalah memperbaiki dan mempertahankan derajat kesehatan, kesejahteraan sosial, ekonomi, keluarga dan masyarakat.

Aplikasi kebijakkannya dengan langkah : kebijakan – strategi – Program.
Pada dasarnya kebijakkan P4 GN dibagi dalam 2 kelompok :

1. Demand Reduction meliputi : Pencegahan dan Terapi dan Rehabilitasi.
Program Harm Reduction yaitu untuk mengurangi dampak buruk akibat lahgun narkoba merupakan bagian dari demand reduction.
2. Supply Control, meliputi :
Pengawasan jalur legal narkotika, psikotropika & obat-obatan kelompok prekusor dalam rangka untuk menjamin kesediaan guna keperluan pengobatan & ilmu pengetahuan.
– Pemberantasan jalur gelap dengan program Gakkum & Program pembangunan alternatif.

Arah kebijakaannya dari pelayanan Terapi dan Rehabilitasi merupakan menjadi tanggung jawab pemerintah, masyarakat diberi kesempatan seluas-luasnya berpartisipasi, maka dari itu perlu dibentuk Balai penelitian terpadu untuk pengembangan Terapi dan Rehabilitasi. Fakta di lapngan yang menyebabkan pengguna narkoba yang problematik tidak hanya satu. Tidak ada korelasi antara status, sosial, ekonomi dengan penggunaan Drug. Penggunaan Drug mungkin saja terkait dengan perasaan depresi atau cemas tetapi ini merujuk pada kondisi yang sementara, bukan kepada kepribadian depresif atau pencemas.
Intinya : memuat prinsip-prinsip Umum dan komitmen negara-negara anggota PBB guna memberantas Peredaran gelap & penyalah gunaan narkoba dan berisikan langkah-langkah konkrit maupun strategis guna menanggulangi peredaran gelap & penyalah gunaan narkoba. Komitmen untuk mempromosikan, mengembangkan, meninjau atau memperkuat Program-program DDR yang efektif, komprehensif dan terintegrasi, berdasarkan bukti-bukti ilmiah dan meliputi berbagai ragam langkah-langkah mulai dari Primary Prevention, Early Intervention, Treatment care, Rehabilitation, Social Reintegration dan related Support Services.
Adapun Strategi yang diterapkan adalah : – Bersifat Komprehensif – Bersifat Action Oriented – kerjasama lintas sektor & Program – Komitmen Multi Yuridiksi – Melibatkan setiap Unsur Masyarakat – Koordinator, Monitoring dan Evaluasi. Action Orientednya : Program yang diterapkan berorientasi pada tindakan, dan yang di utamakan adalah hasil yang efektif dan efisien berbasis bukti.

Tindakkan lain yang di terapkan adalah – Bekerja dengan setiap level pemerintah dalam mengimplementasikan strategi,- Ketersediaan Anggaran atas pelaksanaan Program, serta Perlunya keterkaitan dengan kebijakkan di tingkat Regional dan International.
Tampilan programnya :
– Program yang mendukung perkembangan individu & kelompok yang sehat : contoh : Ruang publik terbuka, gelanggang remaja, pelatihan orang tua efektif, aktifitas waktu hingga tertruktur.
– Peningkatan kesadaran publik atas masalah penyalah gunaan Napza : contah kampanye di media, diskusi publik.
– Program Prevensi :
berbasis sekolah, contoh : life skill education, UKS, Kurikulum terintegrasi.

Strategi Terapi : Rentang pilihan Terapi Rehabilitasi yang beragam.
– Peningkatan layanan kesehatan.
– Penyediaan layanan Terapi & Rehabilitasi sesuai kebutuhan masyarakat dan besaran masalah.

Prinsip Terapi Napza :
Terjangkau, Berbasis Bukti, Terintegrasi pada layanan kesehatan yang ada, penyediaan layanan beragam, K0mprehensif ,mendorong individu untuk bertahan dalam program untuk waktu yang adu kuat, non diskriminatif & non jugmental, multidisiplin.


62 Responses to “CENTRAL KALIMANTAN FREE DRUG ABUSE 2010”


  1. 1 Ardiansyah
    Juli 12, 2009 pukul 2:42 pm

    Salam kenal Bu Agnes, Saya dari BNP Kalsel. tetangga Kalteng, saya salut Perempuan seperti Ibu selalu semangat untuk menulis yang berkualitas, Ibu tulisannya banyak memberi masukkan, kepada kami, karena kebijakkan yang di tuangkan itu baru, dan mungkin baru juga di aplikasikan di Kalteng ? Bu Policy P4GN jelasnya yang bagaimana ? Terima kasih bahasannya ya Bu ?

  2. Juli 12, 2009 pukul 3:00 pm

    Hi… Agnes, How are You to day ?, I’am sorry asked abaout adictive What cause the Victim’s drug use syringe ? Thax nice’s blog.

  3. Juli 12, 2009 pukul 3:09 pm

    Terimaksih bu…, artikel yang berkualitas, mungkin bukan hanya diterapkan di Kalteng, daerah lain patut mencontoh

  4. Juli 12, 2009 pukul 3:27 pm

    Yth. Ardiansyah, di Kalsel,

    Policy P4GN adalah menitik beratkan :

    – Pencegahan lebih utama dari pada pemberantasan, target ” primary demand Reduction Policy ” adalah seluruh warga masyarakat yang belum terkena narkoba 94,2 % – 98,5 %
    – Korban penyalah gunaan narkoba harus mendapat pengobatan, Target ” Demand Reduction Policy ” adalah warga masyarakat yang menjadi penyalah gunaan narkoba 1,5 & – 5,8 %.
    – Pelaku peredaran gelap narkoba harus mendapatkan hukuman Target : ” Supply Reduction Policy ” adalah seluruh sindikat narkoba baik yang berada di dalam maupun luar negri., Terima kasih komentnya Ardiasyah, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  5. Juli 12, 2009 pukul 3:29 pm

    Yth, David, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  6. 6 KangBoed
    Juli 12, 2009 pukul 3:49 pm

    WAAAAH.. SEMANGAT YANG BAGUS MUDAH MUDAHAN TEREALISASI DENGAN BAIK
    SALAM SAYANG

  7. Juli 12, 2009 pukul 4:03 pm

    Good Afternoon Nick, The siringe is that patients have the right to treatment and recovery addicted to drugs.
    National Policy goalof reducing the impact of aids through bad user syringe, to prevent the spread of aids in spouses. Thx ur visit my blog.

    Regards, agnes sekar

  8. Juli 12, 2009 pukul 4:11 pm

    Selamat Sore Kang Boed, terima kasih komentnya, Sukses untuk Akang, Mangga atuh…..

    Regards, agnes sekar

  9. Juli 12, 2009 pukul 5:56 pm

    Met malam….

  10. Juli 12, 2009 pukul 8:26 pm

    Met malem juga…

  11. Juli 12, 2009 pukul 8:53 pm

    Bu Sekar, apa khabar ?. Sehat ?
    Ibu bahasan diatas dikatakan bahwa pencegah lebih baik dari pada mengobati, Hal-hal apa saja yang ditekankan dalam pencegahan, Terima kasih Ibu.

  12. Juli 12, 2009 pukul 9:12 pm

    Khabarnya baik, dalam keadaan sehat walafiat,

    Hal=hal yang perlu diperhatikan dalam pencegahan prinsipnya memberikan perlindungan dan mengurangi resiko. Pencegahan ditujukan terhadap yang belum pernah berhubungan dengan narkoba ( Primer ).pengguna pemula/coba-coba ( sekunder ) pengguna kambuhan ( Tersier ). Materi pencegahan harus dapat menjelaskan resiko yang spesifik dari karakter masyarakat. Sasaran pencegahan meliputi seluruh lapisan masyarakat secara berjenjang. Kerja sama antar instansi & partisipasi aktif masyarakat. Serta adanya keseimbangan antara pendekatan penindakkan dan pencegahan itu sendiri, serta berkelanjutan dengan metode yang disepakati oleh masyarakat. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  13. Juli 12, 2009 pukul 11:45 pm

    Apa kabar, kumaha damang bu ?
    Wah tulisan-tulisan ibu selalu mencerahkan, maksih atas info-infonya. semoga kita semua selalu mendapat ridlo dan perlindungan-Nya.

  14. Juli 13, 2009 pukul 6:12 pm

    mbak agnes,
    kalo di tempat saya yang bekerja menangani perangkat, tentu saja berhubungan dengan gangguan. nah, kita harus mencermati gangguan2 tersebut supaya tidak berulang lagi. ada perlakuan khusus untuk perangkat yang mengalami gangguan.
    nah, dengan menganalogikannya, apakah program free drug ini juga sudah mengantisipasi terulangnya pemakai naza yang sudah sembuh. misalnya dibentuk suatu komunitas atau forum khusus mantan pemakai naza supaya bisa sharing informasi untuk mencegah mereka jatuh ke lobang yang sama lagi. karena kecanduan tubuh terhadap naza sangat kecil dibanding kecanduan pikiran terhadap naza.
    salam…

  15. Juli 13, 2009 pukul 7:03 pm

    Selamat Malam Noe,

    Betul Noe Relaps pada napza harus ditangani secara proporsional kecanduan pikiran yang seperti Noe katakan dapat pulih , maka dari itulah pemerintah sudah mengaplikasikan strategi P4GN yaitu penyembuhan pembinaan Pasca Rehabilitasi kesapaan publik dalam penempatan Ex pecandu sebagai pekerja, selain itu keluarganyapun turut di bina agar membantu proses mengembalikan mental lahgun narkoba, Selain itu pemerintahpun telah mengaplikasikan strategi Harm Minimisation yaitu program yang mengendalikan terkait lahgun obat terlarang. Tujuannya untuk memperbaiki dampak dari penyalah gunaan narkoba. Bahkan yang lebih detail lagi Pemerintah telah mengkapasitasi fasilitator : pemberdayaan mulai dari primered tersier sehingga mampu mendorong masyarakat untuk memahami masalah mereka, mengenali dan menjalankan solusi-solusi Original berbasis kemampuan mereka sendiri, sampai korban lahgun pulih seperti sedia kala. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  16. Juli 13, 2009 pukul 7:06 pm

    Yth, Kang Abi, khabarna, Sae,

    Punten dijawabnya dihandap, taacan di edit, haturnuhun atos kersa linggih di blogna abdi,

    Hatirnuhun,

    Regards, agnes sekar

  17. Juli 14, 2009 pukul 6:53 am

    Saya mengangkat jempol/salute memasuki blog Ibu yang cantik ini, Inilah contoh pemimpin milenium, selalu lengket dengan internet kemanapun Ibu pergi, maaf Ibu saya mau bertanya, untuk mengaplikasikan jejaring anti narkoba di masyarakat, konkritnya itu bagaimana ya ? karena klu penyuluhan-penyuluhan kiranya saya sudah bosan, dan masyarakat jenuh duduk mendengarnya tentang narkoba, belum lagi pembicaranya tidak menarik alias belepotan, Terima kasih tulisan yang memberikan masukan yang baik untuk kami yang bergerak dalam kader anti Narkoba.

  18. Juli 14, 2009 pukul 7:06 am

    Selamat pagi Bambang,

    Salah satu implementasi membangun jejaring anti narkoba di dalam masyarakat adalah melalui lomba adu kampung bebas narkoba, contoh : yang telah dilaksanakan di kota Surabaya diikuti oleh 200 kampung. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian Masyarakat Surabaya cukup tinggi dalam upaya sosialisasi tentang bahaya narkoba serta dalam rangka pencegahan pemberantasan gelap narkoba di wilayahnya. Demikian contoh konkrit mengaplikasikan jejaring narkoba di masyarakat, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  19. 19 KangBoed
    Juli 14, 2009 pukul 3:04 pm

    Mari Langkah Awal bentuklah diri kita masing masing dalam Fitrah diri manusia seutuhnya.. dalam JIWA yang TENANG.. JIWA YANG MERDEKA.. dan meneriakan pekik MERDEKAAAAAAAA!!!!
    Salam Sayang

  20. Juli 14, 2009 pukul 7:19 pm

    Wilujeung wengi Kang Boed,

    Dengan jiwa yang tentram, ayeum dapat mengantisipasi indikator ketergantungan Napza, karena jalan menuju ketergantungan adalah proses yang kompleks, hampir dapat dipastikan tidak ada penyebab tunggal. Faktor kepribadian berkorelasi rendah dengan penggunaan drug. Penggunaan drug bisa disebabkan terkait dengan perasaan depresi atau cemas tetapi ini merujuk pada pada kondisi yang sementara bukan kepada kepribadian depresif atau cemas, Haturnuhun Kang Boed atos kersa linggih di Blog abdi.

    Regards, agnes sekar

  21. Juli 14, 2009 pukul 9:07 pm

    Saya sangat setuju Bu Kalteng bebas narkoba tahun 2010 dan apa yang Ibu rencanakan tepat untuk diaplikasikan , karena berbasis masyarakat, tapi sejauh ini apakah program yang Ibu buat sudah dibahas di DPR, karena saya belum pernah mendengar tentang itu, trims .

  22. Juli 15, 2009 pukul 2:58 am

    waaaahhhh salam kenal dulu ya…..semoga rencananya sukses ya…amiiin

  23. Juli 15, 2009 pukul 8:19 am

    Selamat Pagi Buwel, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  24. Juli 15, 2009 pukul 8:26 am

    Yth, Bahtiar,

    Program ini dibuat seiring dengan visi dan misinya Gubernur Kalteng, namanya juga planning yang akan diterapkan agar tujuan organisasi jelas juntrungannya, Memang belum dibahas di DPR karena masih rencana, belum diajukan secara formal, tapi secara lisan sudah. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  25. Juli 15, 2009 pukul 12:45 pm

    Kalo mengatasi kecanduan komputer gimana bu ? Sayah ga boleh jauh dari benda inih

  26. Juli 15, 2009 pukul 3:01 pm

    Selamat siang Raffael, segala sesuatu kalau kecanduan itu tentu tidak baik, karena hukum alam dalam kehidupan ini adalah seimbang, agar hidup dapat sejahtera lahir dan batin, buka computer terus tanpa olah raga bisa menimbulkan berbagai penyakit, yang sering ditemui adalah ambeien ( wasir ), juga sakit mata, pusing. Jika diimbangi dengan keseimbangan dengan aktivitas lainnya di depan computer bisa menghasilkan suatu karya yang luar biasa, Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  27. Juli 15, 2009 pukul 7:36 pm

    Bu Agnes, saya setuju Program yang diatas diaplikasikan segera, karena sesuai dengan visi misinya GUbernur Kalteng, Ibu kemarin ada staff Ibu perjalanan Dinas ke daerah kami Gunung Mas ( Kuala Kurun ), Terima kasih oleh-oleh dari Colombo Plane, sayangnya makalahnya berbahasa Inggris sehingga saya sulit untuk mengerti langsung, Semoga oleh-olehnya dapat saya bagikan kembali pada instansi terkait di kuala kurun. Terima kasih Ibu.

  28. Juli 15, 2009 pukul 8:14 pm

    Selamat Malam Cabdra,

    Harapan kita bersama agar Kalteng bebas Narkoba tahun 2010, maka dari itulah program diatas dibuat, tentang makalah dari Colombo Plane, memang aslinya demikian ( berbahasa Inggris ) karena peserta dari berbagai negara ( International ) dan maaf saya tidak sempat menterjemahkannya , Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  29. 29 KangBoed
    Juli 16, 2009 pukul 5:21 pm

    MENYAPA MBAKE AGNES SEKAR YANG BAIK.. SEMOGA SELALU SEHAT DAN DALAM LINDUNGAN SERTA BERKAH GUSTI ALLAH
    SALAM SAYANG

  30. Juli 16, 2009 pukul 8:07 pm

    Amin……Amin……Amin……..

  31. Juli 16, 2009 pukul 10:41 pm

    apa kabar ibu
    infonya bagus banget, makaci ya
    ibu mohon maaf saya belum bisa memberikan panduan bisnis online karena saya tidak kapabel untuk memandu orang yang sarat pengalaman kaya ibu
    thanks ya bu

    • Juli 17, 2009 pukul 6:52 am

      Selamat pagi, Shalimow, terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  32. Juli 19, 2009 pukul 1:59 pm

    Bu Sekar, rencana yang akan di aplikasikan bagus, saya mengangkat jempol itu itu, tapi perlu Ibu pikirkan 2010 hanya menghitung bulan, apakah Ibu sanggup membebaskan Kalteng dari narkoba tahun 2101, saya pesimis Bu. Mungkin itu hanya semboyan saja, sepanjang ada kehidupan sepanjang itu pula pasti ada narkoba. Seperti Ibu katakan pada artikel narkoba sebelumnya, semakin dipangkas dia semakin subur, Maka dari itu perlu di tinjau ulang rencana Ibu itu terima kasih, Satu lagi mau tanya kantor Ibu itu di Polda atau dimana ? Terima kasih

  33. Juli 19, 2009 pukul 2:31 pm

    Selamat siang Sahrudin, kami mengupayakan secara optimal, walaupun menghitung bulan tidak perlu dicemaskan, kami semua bekerja dengan team yang solid BNP dan Direktorat Polda Kalteng dan seluruh lapisan masyarakat, contoh Bidang Gakkum melakukan penyiapan bahan dan penyusunan peraturan perundang-undangan, Bagian Data Dan Informasi telah siap dengan penyiapan bahan pendokumentasian dan Informasih Lahgun narkoba, sedang bagian perencanaan telah menyusun program dan anggaran serta kerja sama dalam memberantas lahgun narkoba Bidang Terapi dan Rehabilitasi sedang melaksanakan koordinasi, dan pengembangan standar, metode terapi dan Rehabilitasi serta penanganan lahgun narkoba. Pelajar, mahasiswa, orang tua dan segenap unsur SDM lainnya dapat turut serta pro aktif melakukan program pencegahan, pemberantasan, penyalah gunaan dan peredaran gelap Narkoba ( p4GN ), Para mahasiswa melalui Unit kegiatan mahasiswa ( UKM ) dapat menjadi sarana bagi terbiasanya mahasiswa untuk aktif merespon keadaan yang ada. Mahasiswa dapat termotivasi dan diarahkan agar berani mengungkapkan aspirasinya kepada lingkungan baik internal maupun eksternal di kampus, Hal ini penerapan dari Surat Kapolri No : B/312/2008/BNN perihal juklak Anti DRUG CAMPAIGN GOES TO SCHOOL AND CAMPUS. dapat ,mendorong insan kampus dapat turut aktif melindungi generasi muda dari bahaya ancaman narkoba yang datang dari berbagai arah.
    Demikian gencarnya kami di Kalteng dalam pemberantasan lahgun narkoba untuk menuju Kalteng bebas narkoba tahun 2010, Demikian Sahrudin semoga penjelasan saya yang singkat ini dapat memuaskan anda, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

    • Juli 19, 2009 pukul 2:34 pm

      Maaf ada yang ketinggalan, kantor BNP sementara terletak di wilayah kantor Gubernur JL. TRA. Milono No 01 Palangka Raya.

  34. Juli 19, 2009 pukul 4:01 pm

    Salam kenal Bu Agnes, saya dari Polda yang kemarin satu team dengan Ibu merazia ke Hotel Payang dan Halmahera serta ke Hawai dan Hotel Bintang. Ibu kegiatan seperti ini perlu dikembangkan lagi agar Kalteng segera bisa bebas dari narkoba, Sekedar masukkan ya Bu ? kemarin itu sebelum berangkat seharusnya dibagi tugas secara jelas jangan hanya dibagi kelompok, karena dilapangan kebingungan, kerja gresah-gresuh. dan team test urine nya kurang agar cepat dan proporsional serahkan saja ke Polda, yang sudah berpengalaman dan profesional. Karena memang secara Hukum Penegakkan Hukum harus polisi bukan sipil. Maaf ya Bu ? hanya untuk kedepannya saja trims

  35. Juli 19, 2009 pukul 8:22 pm

    Selamat malam Danang, kita semua mempunyai tupoksi masing-masing yang saling terkait, untuk itu akan lebih baik jika berkoordinasi, bukan diserahkan demikian saja, sebagai tanggung jawab mengemban tugas yang diberikan oleh Pimpinan. Dalam melaksanakan tugas sebagimana maksud tsb diats Bidang penegakkan Hukum menyelenggarakan fungsi : Koordinasi dan kegiatan pengumpulan bahan keterangan, Analisis kasus kejahatan, koordinasi dan kegiatan Penindakkan serta inventarisasi kasus, tersangka dan barang bukti. Demikian Danang sekedar diketahui, Terima kasih masukannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  36. Juli 20, 2009 pukul 8:55 am

    Bu Sekar, saya punya anak remaja, dia itu sepertinya dirumah baik, pendiam, tapi saya curiga dia sering berlama-lama diam dikamarnya, dengan suara musik yang keras, musik barat yang keras, bagaimana Ibu untuk menyelidiki tapi jangan sampai kentara supaya tidak tersinggung, membuktikan bahwa anak saya itu bebas narkoba ?

  37. Juli 20, 2009 pukul 9:44 am

    Selamat siang Rusmawarni,

    Perilaku remaja sangat labil atau mudah berubah-ubah. Kadang-kadang ia tampak bertanggung jawab, kadang-kadang tampak masa bodoh terhadap tugasnya. Ciri-ciri remaja bersifat ingin tau, mencoba dan bereksperimen, remaja cenderung tidak menyetujui nilai-nilai orang tua. Mereka berusaha mencari identitas dirinya dengan menjauhkan diri dari orang tua. Oleh karena itu, remaja sering mengagumi tokoh lain di luar orang tua sebagai idolanya. Remaja sangat memperhatikan penampilan. Rasa kesetiakawanan dengan kelompok sebayanya tumbuh kuat. Sering kita melihat budaya remaja, yaitu kesamaan dalam hal berpakaian, cara berbicara dengan bahasa remaja, hobby yang sama, serta sikap dan perilaku yang sama. Remaja tidak mau berbeda dengan kelompok sebaya. Kadang-kadang remaja perperilaku tertentu agar diterima pada kelompok sebayanya. Remaja sangat peka terhadap stress, frustasi, dan konflik, bukan saja yang berhubungan dengan dirinya, tetapi juga dengan lingkungan pergaulannya. Oleh karena itu, cara mengambil keputusan dan menyelesaikan persoalan yang dilatih orang tua pada usia lebih muda pada anak, sangat berguna dan tepat baginya. Demikian rusmawarni, Semoga bermanfaat.

    Regards, agnes sekar

  38. Juli 20, 2009 pukul 10:05 am

    1.Suatu program akan berhasil dengan baik jika:
    -direncanakan dengan baik.
    -dilaksanakan dengan baik.
    -diawasi dengan baik,dan
    -dieavulasi dengan baik.
    Tanpa itu semua program dan kegiatan akan sulit dipertahankan kelestariannya.

    2.Kegiatan Free drug ini akan bagus sekali kalau dilaksanakan secara masal diseluruh Indonesia dengan melibatkan banyak pihak dan tidak ada satu pihakpun yang bekerja asal-asalan,apalagi jika ada pihak yang memanfaatkannya.

    Salam hangat dari blog baru mbak.

  39. Juli 20, 2009 pukul 10:23 am

    Setuju pendapat anda Mas Cholik,

    Maka dari itulah kami di Kalteng sedang gencar-gencarnya melaksanakan kegiatan pencegahan yang berbasis masyarakat, Lingkungan pendidikan, agama, media, Lingkungan kerja dan Institusi. Dengan melibatkan Orang tua, Guru, Pelajar, Mahasiswa, tokoh agama, Tokoh masyarakat, Karyawan, Pegawai Negri, Instansi Pemerintah, Kelompok Masyarakat, Lingkungan Jurnalis,cetak maupun electronik. Demikian Mas Cholik, Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  40. Juli 20, 2009 pukul 1:22 pm

    Bu Sekar, salam kenal dari saya,

    Bu saya pernah mengamati hasil tangkapan, shabu yang terakhir, di raibkan oleh jaksa yang memeriksanya, bagaimana bisa kecolongan seperti itu, bagaimana cara kerja dari penyelidikkan ?

  41. Juli 20, 2009 pukul 7:40 pm

    Selamat malam Alfian,

    Barang bukti hasil razia langsung ditangani oleh bagaian penindakkan sesuai tupoksinya yaitu penyiapan nahan koordinasi dan kegiatan penindakkan serta inventarisasi kasus, tersangka dan barang bukti, Inventarisasi aset hasil rampasan yang sudah memiliki keputusan tetap dari pengadilan. Pengawasan dan pengendalian aset hasil rampasan untuk penggunaan pencegahan, pemberantasan, penelitian, terapi dan rehabilitasi. Demikian alfian, semoga jawabannya dapat memuaskan anda,

    Regards, agnes sekar

  42. Juli 21, 2009 pukul 7:13 pm

    Bu Sekar, salam kenal saya dari Resort,

    Rencananya untuk membebaskan Kalteng saya setuju, mari kita berantas bersama-sama. Banyak cara untuk pencegahan narkoba yang sudah diterapkan, tapi semuanya belum juga tuntas Bu Sekar cara yang paling jitu yang bagaimana ? untuk memberantas narkoba dari Kalteng, mungkin Ibu punya cara yang rahasia ? Terima kasih Postingannya.

    • Juli 21, 2009 pukul 7:34 pm

      Salam Kenal kembali Agung,

      Banyak cara untuk memberantas narkoba dari Kalteng, dan cara yang paling jitu adalah Dengan menerapkan strategi Penanggulangan penyalahgunaan Napsa seperti : Memberantas penyalah gunaan secara komprehensif berdasarkan pada continuum of care atas 4 pilar : pencegahan, terapi, Penegakkan Hukum dan Pengurangan dampak buruk. Bersifat action Oriented : program tidak berorientasi pada proyek tetapi berorientasi pada tindakkan, Mengutamakan hasil, Efektif dan efisien, Berbasis bukti. Strategi berikutnya adalah kerja sama lintas sektor & program :bekerja dengan setiap level pemerintah dalam mengimplementasikan strategi, jaminan ketersediaan anggaran atas pelaksanaan program layanan, Perlunya keterikatan dengan kebijakkan di tingkat regional dan international.Komitmen multi Yuridiksi , serta melibatkan setiap unsur masyarakat dan koordinasi &monitoring & evaluasi. Demikian Agung kiranya cara yang paling jitu untuk mencegah dan memberantas narkoba di Kalteng, Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  43. 46 Ahmad
    Juli 22, 2009 pukul 3:50 pm

    Salam kenal Bu Sekar, saya dari BNP Bandung, yang pada seminar Drug Demand Reduktion tidak diajak serta ke tempat seminar, saya mau tanya Inform tentang High level segment sesion ke 52 komisi narkoba 2009, apa maksud real nya dan bagaimana informnya, trims

  44. Juli 22, 2009 pukul 4:17 pm

    Salam kenal kembali Ahmad,

    High level segment sesion ke 52 komisi narkoba 2009, acara tersebut mendatangkan pejabat-pejabat tingkat tinggi dari negara-negara anggota PBB yang dihadiri oleh pejabat tinggi dari 130 negara termasuk ratu silvia Renate Commerlath dari Swedia dan Presiden Evo Morales dari Bolivia serta 23 Mentri.
    Tujuannya : Mengesahkan Deklarasi Politik dan Rencana Aksi dan untuk melengkapi UNGASS 1998, sedangkan Deklarasi Politik & Rencana Aksi yang baru akan di tinjau kembali tahun 2014.
    Intinya memuat Prinsip-prinsip Umum dan komitmen negara-negara anggota PBB guna memberantas peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, dan berisikan langkah-langkah konkrit maupun strategis guna menanggulangi peredaran gelap dan penyalah gunaan narkoba.
    Isu-isu yang ditonjolkan adalah : Share Responsibility, Integrated approach on Supply Reduction and demand Reduction, Meningkatnya peredaran gelap ATS, Masalah West African Syndicate, Ham dan akses kepada kesehatan, Harm Reduction Comprehensive deman Reduction Programes, Alternative Development, Data Collection,kerjasama International, kerjasama Yuridis & Anti pencucian uang. Demikian penjelasan nya, semoga bermanfaat.

    Regards, agnes sekar

  45. Juli 22, 2009 pukul 8:36 pm

    Salam kenal Bu Sekar, Dalam penyuluhan yang disampaikan ada yang kurang jelas untuk saya mengerti yaitu keperluan Tertiary Prevention dan Secondary Prevention, Ibu hal yang bagaimana kedua hal tsb diatas ?Sebelumnya saya ucapkan terima kasih.

  46. Juli 22, 2009 pukul 9:00 pm

    Salam kenal kembali Dadang,

    Tertiary Prevention :Target pengguna yang serius dan lama, dengan upaya meminimalisir efek kesehatan dan sosial, bentuk pelayanan Withdrawal, dengan cara pengobatan, konseling, upaya pengalihan menuju kehidupan yang berkualitas.
    Secondary Prevention : Mempunyai target : pengguna menengah, dengan upaya mencegah efek kesehatan yang berkepanjangan, dengan mengurangi pemakaian. Bentuk yang digunakan : Promosi kesehatan, pemberdayaan Individu & keluarga serta masyarakat sekelilingnya. Demikian Dadang, semioga bermanfaat.

    Regards, agnes sekar

  47. Juli 23, 2009 pukul 1:42 pm

    Salam kenal Bu Sekar, Dalam menerapkan strategi DDR diperlukan alternative to in carceration bagi penyalah gunaan narkoba serta penyediaaan kesehatan publik, mohon penjelasannya untuk strategi DDR ini Bu ? Trims

  48. Juli 23, 2009 pukul 2:19 pm

    Salam kenal kembali Bondan ,

    Alternative to in carceration bagi lahgun narkoba, suatu cara /metode dalam penyembuhan lahgun narkoba yang menggunakan penyediaan kesehatan publik, pendidikan dan jasa-jasa sosial, seperti dalam keluarga, lingkungan tempat tinggal, dan jasa-jasa pekerjaan, guna mencapai hasil healty life choices.. Strategi DDR perlu adanya overaching strategi. Hal ini karena fokus kebijakkan permasalahan narkoba perlu bergeser dari publik security kearah public health. Perlu disadari bahwa Drug Addiction Relapsing disease yang memerlukan intervensi medis dan psychosocial treatment. Demikian Bondan, semoga bermanfaat.

    Regards, agnes sekar

  49. Juli 26, 2009 pukul 12:39 pm

    Salam kenal Bu Sekar, wah….wah….rencananya hebat banget, ….apa bisa ya narkoba hilang dari Kalteng ?

    Pagimana mau mulihkan panti narkobanya aja tidak ada, kalau ada yang collaps gimana coba ?

  50. Juli 26, 2009 pukul 4:24 pm

    Selamat sore Mada.

    Dengan bekerja seluruh komponen tentu saja bisa, penerapan program kebijakkan dan strategi pencegahan penyalah gunaan narkotika, psikotropika, zat adiktif, prekursor telah mengaplikasikan pelaksanaan, pemantauan, dan pemberdayaan potensi masyarakat serta penyuluhan dan penerangan diharapkan Narkoba hilang dari Kalteng.
    Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  51. Juli 27, 2009 pukul 5:37 am

    Salam,
    Salah satu yang penting dalam penanganan penyalahgunaan Narkoba, sikorban jangan diasingkan, jangan dipojokan. Pengasingan terhadap korban membuat yang bersangkutan bertambah minder dan akibatnya pelarian dengan narkoba menjadi pilihan.
    Di Malaysia, salah satu metoda yang digunakan ( stahu saya ), dengan system GOLDEN AGE, karena sehebat apapun seorang pengguna pasti akan memasuki tahap kejenuhan. Nah pada masa inilah, yang bersangkutan ditangani dengan sangat intensive dan tingkat kesembuhan fisik dan psikis cukup tinggi ( upayakan yang bersangkutan tidak kembali kelingkungan yang lama setelah keluar ).
    Semoga sukses mbak. ( he…he…ini coment apa ikutan posting ? )

    • Juli 27, 2009 pukul 7:47 am

      Selamat pagi Aldy, terima kasih masukkan yang bagus, dan sekedar Inform, Pemerintah Pemprov Kalteng sedang gencar-gencarnya memberantas penyalah gunaan narkoba di Daerahnya. Lahgun Narkoba diatasi secara komprehensif, berkelanjutan, saling mendukung dan terintegrasi, yang mengikut sertakan semua stakeholder dengan koordinasi antara BNN/BNP/BNK. Dikembangkan program Drug Deman Reduktion berdasarkan evidence- Based Reasearch yang diselenggarakan terus menerus oleh Badan/lembaga yang kompeten dengan BNN sebagai patron.BNN/BNP/BNK; menjamin mendorong tersedianya tempat pelayanan lahgun narkoba yang komprehensif, baik promptif, preventif, kuratif dan Rehabilitatif yang memastikan semua masyarakat mendapatkan akses layanan tsb. Pemprov Kalteng terus meningkatkan mutu dan jangkauan melaui peningkatan seumber daya dan standar pelayanan. Serta membentuk sistem standard manajemen Informasi yang menjamin UP Date data mutakhir dan akurat sebagai data Based pengembangan Program poenangulangan penyalahgunaan Narkoba di Daerahnya. Demikian Aldy sekedar masukan dan memberikan Inform bahwa Pemprov Kalteng mengupayakan secara Optimal dalammemberantas narkoba di Kalteng. Terima kasih masukkannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  52. Juli 27, 2009 pukul 6:45 am

    Salam kenal Bu Sekar,

    maaf saya mau mempertegas dalam menerapkan P4GN teknis pelaksanaannya bagaimana dalam penyampaian Informasi di lingkungan Pendidikan, trims

    • Juli 27, 2009 pukul 8:01 am

      Salam kenal kembali Ronald,

      Teknis pelaksanaan menerapkan P4GN dilingkungan pendidikan harus melibatkan Kepala Sekolah, Guru dan Siswa, Pimpinan Kampus, Dosen dan Mahasiswa, para orang tua akan pada program-program : KIE ( Komunikasi, Informasi, Edukasi ) secara langsung dalam bentuk kampanye, penyuluhan, pawai, pentas, lomba musik, lomba olah raga ), KIE tidak langsung dalam bentuk pengembangan kegiatan positif, Peer to peer Education ( Pendidikan antar kelompok sebaya ), Seminar, lokakarya, dialog interaktif,ceramah dan tanya jawab, Penyebaran buku, Leafleat, brosur,stiker,spanduk, poster anti narkoba. Demikian yang dapat saya sampaikan
      semoga bermanfaat, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  53. Juli 29, 2009 pukul 11:53 am

    Salam kenal Bu Sekar, menurut saya yach narkoba sulit diberantas, Ibu tengok di UNPAR sendiri di GORSENI tiap malam pesta narkoba, Koq pejabatnya diam saja, apa pura-pura tidak tau, saya sendiri terganggu dengan adanya itu.

  54. Juli 31, 2009 pukul 2:24 pm

    Salam kenal Bu Dokter Agnes,

    Saya tidak malu mengungkapkan hal ini demi penyembuhan keponakan saya, keponakan saya sudah dirawat di Panti Rehabilitasi Narkoba Kalteng selama 6 bulan, ketika terakhir dia berlibur ke rumah di JKT dari obrolannya dia belum sembuh betul karena dia sering mengeluarkan kata-kata sebagai orang tidak berguna, tidak ada artinya hidup di dunia ini, itu semenjak dia terisolir dari keluarga, sebetulnya keluarga sayang, dan berupaya supaya dia sembuh tapi pikiran dia selalu seperti manusia terbuang bagaimana menghadapi hal tersebut ? apa tindakkan saya ? trims

    • Juli 31, 2009 pukul 3:01 pm

      Salam kenal kembali Franky,
      Seseorang yang mengalami perasaan tertekan tak mampu mencari penyelesaian terhadap masalah yang menghimpitnya. Kondisi ini dapat menimbulkan pikiran-pikiran negatif untuk mencari jalan pintas dalam menyelesaikan masalah, seperti pikiran untuk mengakhiri hidup atau melakukan perbuatan yang berbahaya seperti menyalahgunakan narkoba. Ketidak mampuan seseorang untuk menganalisis masalah yang dihadapi, karena kurangnya pengetahuan, pengalaman disertai pandangan negative thinking ( pikiran negatif ) terhadap diri sendiri. Orang tersebut menjadi tak mampu untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Bisa juga dia berpikiran terhadap persoalan yang dihadapinya, sehingga membuat dia merasa terpojok dan merasa tidak berguna, merasa terbuang, merasa tak berdaya atau merasa tak memiliki arti sebagai pribadi yang utuh, langkah yang harus kita lakukan adalah si korban jangan dijauhkan dari keluarga, diberi kekuatan mental melalui kegiatan kerohanian yang dapat memunculkan superioritasnya, dan di dukung kapasitasnya, dimunculkan potensi pemberdayaan dengan pelibatan keluarga, serta pada sekolah atau institusi dilingkungan dia beraktivitas. Didukung efektifitasnya seperti Vailabilitas, aksessibilitasnya, serta kualitas diri, serta sustainabilitas, sampai si korban pulih seperti sedia kala. Memang tidak bisa secara instan, perlu waktu, perlu kesabaran, perlu pengertian apalagi kasih sayang, semoga apa yang diinginkan dapat terwujud dengan baik. Terima kasih sharingnya, semoga bermanfaat, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  55. Juli 31, 2009 pukul 3:52 pm

    Yup ! setuju Kalteng dibebaskan dari narkoba, berantas narkoba disemua sisi, saya dukung usahanya Bu .

  56. Juli 31, 2009 pukul 4:23 pm

    Selamat sore Riduan, senang bisa berjumpa lagi di dunia maya, terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: