10
Jul
09

PENCAIRAN KEBEKUAN SUASANA ( ICE BREAKING )


Kebekuan adalah suatu suasana/keadaan yang dingin atau “ mati “ tanpa ada gerak atau interaksi antar sesama yang berada dalam suasana atau keadaan tertentu. Mengapa kebekuan bisa terjadi karena adanya penolakan/penekanan yang dapat mematikan kreatifitas. Hal ini diperlukan suatu penguatan energi dari lingkungannya.
Hukum Sederhana : Tubuh yang kuat dengan kalori yang tinggi tapi kurang gizi dapat tidak sehat karena kurang anti body. Ekonomi yang kuat dengan keuangan tapi kurang inovatif dapat menjadi rapuh karena lemah daya saing. Kebekuan bukan sesuatu yang ideal dalam konteks hidup berkelompok atau lebih luas dalam hidup bermasyarakat..

Kebekuan terjadi kapan saja dan dimana saja, namun pada umumnya terjadi terutama pada pertemuan awal.. Untuk mencairkan suasana supaya tidak beku diperlukan suatu metode yang inovatif, modal intelektual kreatif dan komitmen dalam berinteraktif, Jika tidak dicairkan suasana menjadi beku dan mengarah dalam suasana sebagian atau keseluruhan, mengandung ketidak pastian . Dalam suasana seperti ini diperlukan kemampuan seseorang yang nampak pada sikapnya dengan kebutuhan kerja dalam parameter lingkungannya dan memberikan hasil yang diinginkan. Sebagai penghasil daya untuk mencairkannya. Dalam hubungan ini pendekatan system ( System Approach ) pada dasarnya menekankan lingkup pengamatan lingkungan.

Hal yang dapat dinikmati setelah suasana menjadi cair dapat memahami materi yang disampaikan. Para hadirin mampu menuangkan pemahamannya atas materi yang disampaikan dengan konsep solusi yang kondusif guna meningkatkan energi yang ada.
Dalam pencairan suasana menekankan keterlibatan seseorang dengan orang lain dalam segala situasi sehari-hari. Dalam situasi ini cenderung mengandalkan pada perasaan dari pada pendekatan terhadap masalah-masalah dan situasi. Dalam suatu situasi belajar akan lebih mengandalkan pada kemampuan untuk bersikap terbuka dan dapat menyesuaikan pada perubahan. Selanjutnya mengandalkan kesabaran obyektivitas dan penilaian yang prima untuk mengambil langkah dalam menggunakan pikiran dan perasaan untuk membentuk opini. Dalam situasi ini mencairkan suasana melibatkan penggunaan logika dan ide dari pada perasaan untuk dapat mengerti berbagai masalah dan situasi.

Kebekuan dalam kelompok perlu dicairkan, bila proses pencairan berjalan lancer maka sedikit demi sedikit terjadi perubahan suasana dari yang semula dingin menjadi hangat serta kondusif untuk berinteraksi dan berkomunikasi antar hadirin. Dengan demikian kebekuan telah mencair, komunikasi semakin lancarhingga tanpa disadari pada diri masing-masing timbul perasaan siap berubah, dalam arti siap menerima berbagai pendapat yang mungkin berlainan dengan pendapatnya sendiri. Kembangkan kemampuan individu atau kelompok yang memiliki kemampuan istimewa, seperti mampu mengkoordinasikan pekerjaan, memotivasi dan saling belajar satu sama lain dan menyarankan ide-ide inovatif., mendorong peningkatan berkesinambungan.

Hal yang perlu diperhatikan adalah bekerja sama dengan team sambil menguatkan jaringan mitra dengan menghadapi tantangan dan membantu audience untuk mengembangkan dirinya., dengan menggunakan pendekatan yang proporsional dalam kemitraan .


20 Responses to “PENCAIRAN KEBEKUAN SUASANA ( ICE BREAKING )”


  1. Juli 10, 2009 pukul 9:47 pm

    Pembekuan suasana biasanya terjadi karena tidak saling kenal, dalam ilmu pengetahuan tentu banyak manfaatnya, yang lebih tepat menggunakan apa ya Bu ?

  2. Juli 10, 2009 pukul 9:57 pm

    Salam 😀
    beku=kaku
    malu-malu pdahal ingin tau.. si dia.. (who is??)

  3. 3 bibit m
    Juli 10, 2009 pukul 10:21 pm

    mBak Agnes … kukira pembekuan (aglutinasi) darah … tempel aja lintah, biar disedot, cair terus (liur lintah kan membuat darah gak beku)

  4. Juli 11, 2009 pukul 12:57 am

    panas panasan aja… hiihih

  5. Juli 11, 2009 pukul 5:08 am

    Selain tidak kaku apa manfaat lain dari ice breaking ?

  6. Juli 11, 2009 pukul 8:04 am

    Selamat pagi Rosihan,

    Ketika kita melaksanakan pencarian kebekuan suasana, akan berdampak pada suasana yang kondusif untuk melakukan pembelajaran, saling kenal satu sama lain, dan mampu bekerja sama. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  7. Juli 11, 2009 pukul 8:06 am

    Yth. Accan, Bibit, Zoel, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  8. 8 guskar
    Juli 11, 2009 pukul 8:50 am

    Selamat pagi mbak. Aapa kabar? Sabtu pagi suka olah raga nggak? Kantor libur kan? *)
    Kalau kita termasuk orang yang sulit memulai komunikasi, gosip ringan seputar kehidupan sehari-hari atau gosip tentang orang terkenal yg lagi marak di mass media bisa menjadi senjata ampuh untuk mencairkan kebekuan suasana. McAndrew menyebutnya “The Power of the Particular”. Adanya kesamaan pemahaman akan satu hal bisa membuat dua orang yang tadinya tidak begitu akrab menjadi lebih dekat.

    *) sapaan hangat berupa pertanyaan ringan semacam ini bisa juga kan buat mencairkan kebekuan?😛

  9. Juli 11, 2009 pukul 8:59 am

    Yth Hadriansyah,

    Ice Breaking bisa melalui media seperti ceramah, game, diskusi, presentase sampai pada yang tidak terstruktur seperti pengkajian dan pendalaman materi secara mandiri, peserta mengeksplorasi dan aplikasi BLC untuk memperoleh pengetahuan baru yang akan dipergunakannya untuk menjelaskan konsep BLC dan aplikasinya dalam membangun komitmen belajar sepanjang hayat, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  10. Juli 11, 2009 pukul 8:27 pm

    Yth, Guskar, selamat malam,

    Khabare Apik , Sedang musim apa di Bandung sekarang ? Di Palangka Raya hari Sabtu tidak libur, masuk seperti biasa, hanya saja Uniknya, setiap hari sabtu kami bersama- sama dengan seluruh pegawai yang lainnya membersihkan lingkungan tempat kerja dan sekitarnya, dengan lingkungan yang bersih kerjapun tokcer, karena kebersihan lingkungan menjadi budaya masyarakat Kalteng.
    Bukan Guskar jika tidak dapat mencairkan suasana, postingan- postingannya juga selalu hangat dan aya-aya wae iya khan ?, Mengembangkan kemampuan personal, serta menciptakan situasi dan kondisi yang hangat merupakan awal dari langkah yang baik, Untuk meningkatkan kualitas komunikasi secara optimal tepat jika menggunakan ICE BREAKING, Bukan demikian Gus ? Terima kasih komentnya Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  11. Juli 11, 2009 pukul 10:57 pm

    beruntunglah mereka-mereka yang bisa memegang peranan sebagai pencair kebekuan🙂
    terimakasih untuk tulisannya… menyadarkan saya akan sesuatu🙂

  12. Juli 12, 2009 pukul 10:03 am

    Selamat pagi Lata,terima kasih sudah mengunjungi Web Site ini, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  13. Juli 13, 2009 pukul 5:58 pm

    mbak agnes,
    ice breaking kadang hanya bermanfaat untuk acara dua arah, yaitu pembicara dan audien. kadang dalam acara dialog, debat, atau sarasehan, ice-nya benar2 breaking, lumer dan kekakuan berubah menjadi keegoan😀 . contoh dalam debat tim sukses kemarin.
    eniwei, hal yang terjadi dalam permulaan acara, kadang-kadang audien yang senior malah lebih bisa meng-ice breaking-kan audien lainnya. artinya senioritas dan pengalaman lebih menentukan dalam sesi ini. tapi ini pengalaman pribadi sih, jika aku berada di depan audien kadang2 mengharapkan ada audien yang mengerti kesulitan posisiku dan membantu ice breakingnya😀

    *eh mo konfirm, guskar itu di jatibarang atau di jabar, to?

  14. Juli 13, 2009 pukul 7:22 pm

    Selamat malam Noe, Jika posisinya demikian sangat diperlukan audience yang pandai berkomunikasi, minimal dalam pertanyaan yang memancing audience untuk aktif berpikir. Dengan mengikut sertakan mereka memberi ruang strategis bagi pencairan suasana menjadi hangat sehingga tujuan pokok dapat tercapai, yang penting sudah membuka jarak, terutama kemauan dan kemampuan bekerja sama, saling menghargai, toleransi, sikap memperhatikan orang lain dsb. Terima kasih atensinya NOe, kalau tidak salah baca Guskar di Jatibarang, atau untuk lebih jelasnya saya tanyakan langsung dengan yang bersangkutan, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  15. 15 Saka
    Juli 15, 2009 pukul 9:15 pm

    waaaaaaahhhh….. tulisannya sangat bagus yaaaaaaaaa……
    KUNJUNGAN RAJA OL 21.16 WIB

    • Juli 16, 2009 pukul 2:12 pm

      Selamat siang Saka, terima kasih sudah mengunjungi Web site ini, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  16. Juli 15, 2009 pukul 11:32 pm

    Icebreak juga bisa dilaksanakan ditengah-tengah suatu acara.Misalnya setelah beberapa persoalan didiskusikan maka diselingi dengan icebreak agar suasana tegang menjadi rilex.
    Salam mbak.

    • Juli 16, 2009 pukul 2:13 pm

      Selamat siang siang Mas Cholik, tepat sekali pendapatnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  17. Juli 26, 2009 pukul 12:27 pm

    “Ice Breaking” klu diartikan secara harfiah ; “Pemecah Es atw Pemecah Kebekuan”, istilah ini paling sering digunakan untuk kegiatan-kegitan memfasilitasi.. Untuk bisa menjadi seorang “Ice Breaker” yg handal dituntut untuk bisa membaca situasi yang dihadapi,siapa yang dihadapi, bisa menggunakan hanya gerak tubuh atw menggunakan alat bantu… selain itu dibutuhkan kemampuan lebih untuk mengkomunikasikannya (mediator)…….. C.U

  18. Juli 26, 2009 pukul 12:47 pm

    Setuju Agoesman, Ice Breaking memunculkan inspirasi dalam mencairkan suasana. Dalam waktu awal seorang ice breaker mempunyai bahan dalam pikirannya untuk membuat suasana menjadi hangat, tentu hal tsb diperlukan kepiawaian yang khas untuk mencairkannya, Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Juli 2009
S S R K J S M
« Jun   Agu »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: