07
Jun
09

PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KAWASAN PERKOTAAN


Menurunya kualitas pengelolaan sampah pasca krisis berdampak pada :
_ Penurunan kinerja pengelolaan persampahan
_ Penurunan kualitas TPA
_ Menurunnya kapasitas pembiayaan dan retribusi.

Otonomi Daerah berdampak pada sulitnya melakukan kerjasama antar kota terutama dalam regionalisasi pengelolaan TPA. Hal=hal yang memperngaruhi adalah kesulitan mendapatkan lahan TPA dikawasan perkotaan terutama kota Metro makin memperburuk kondisi pengelolaan sampah. Selain itu keberatan dari pihak kota/kabupaten yang ketempatan TPA Regional, serta keberatan dari pihak masyarakat bila TPA dibuat disekitar tempat tinggalnya karena NIMBY ( Not in My Backyard ) Syndrom. Belum ada kelembagaan yang mengelola sampah dengan baik, apalagi budaya masyarakat yaitu membuang sampah sembarangan. Sehubungan dengan hal tersebut diatas diperlukan pola pengelolaan sampah regional perlu segera mendapatkan perhatian yang serius karena berbagai kesulitan tersebut. Pemerintah Indonesia telah meratifikasi berbagai kesepakatan International yang harus di upayakan pemenuhannya ( Agenda 21,MDG 2015, Kyoto Protokol ). Optimalisasi pengelolaan sampah seperti 3 R ( Reduce, Reuse , Recycle ) Incenerator dan waste to Energy perlu ditingkatkan untuk menggali pelkuang bisnis/ekonomi pengelolaan persampahan. Pengelolaan sampah yang baik akan meningkatkan kualitas lingkungan yang berdampak terhadap derajat kesehatan yang pada gilirannya akan memperbaiki produktivitas masyarakat.

Dinamika lingkungan kebijakkan yang diterapkan :
_ Menghimbau masyarakat untuk membersihkan dan membuang sampah pada tempatnya.
_ Perbaikan secara komprehensif serta melakukan pembenahan terhadap semua aspek terkait secara simultan sehingga terjadi keseimbangan dalam pengelolaan persampahan pemukiman.
_ Solusi fundamental : Meningkatkan kesadaran bersih lingkungan dan menghilangkan stigma social.
_Systemic Agenda : perbaikan secara operasional, peningkatan kinerja kelembagaan, penyusunan peraturan perundang-undangan, peningkatan penyediaan dana.
_ Alternatif kebijakan : Menerapkan system 3 R ( Reduce, Reuse, Recycle )
_ Memberikan reward dan punishmen dalam pengelolaan persampahan di kawasan perkotaan.

Faktor yang mempengaruhi : Penegakkan Hukum Tingkat pendidikan, Kemampuan ekonomi, Sosial dan budaya.
Pemahaman terhadap masalah yang perlu di pecahkan melalui kebijakkan public.
Hirarki Kebijakan Publik :
_ Dengar pendapat dengan DPR/DPRD
_ Rapat Koordinasi dengan Dinas/Instansi terkait
_ Melibatkan LSM dan PT dalam pemberdayaan masayarakat
_ Menyelenggarakan temu wicara dengan masyarakat TOMAS/TOGA.

Evaluasi Kinerja :

Pembelajaran 3 R pada SDM dan masyarakat akan menghasilkan perbaikan system pelayanan promosi, NSPM. Hal tersebut akan berdampak pada masyarakat perkotaan terlayani dengan baik sehingga tumpukan sampah menurun, dan pada akhirnya meningkatkan PAD Biaya operasional kelembagaan yang meningkat da efisien.


15 Responses to “PENGELOLAAN PERSAMPAHAN DI KAWASAN PERKOTAAN”


  1. Juni 7, 2009 pukul 3:10 pm

    Salam kenal Bu saya, kebetulan bekerja di Dinas kebersihan Kota Palangka Raya, saya bangga Ibu dapat mengungkapkan solusi bagaimana mengelola sampah dengan baik bahkan mendatangkan keuntungan, sekedar Ibu ketahui sulitnya pendanaan pada dinas kami, untuk operasional banyak potongan-potongannya, sesungguhnya yang tertera pada DIPA lumayan cukup besar, untuk itu dalam kesempatan ini saya mengutarakan keinginan saya semoga mereka yang menyunat dana operasional dapat sadar bahwa dampak dari sampah yang menumpuk dapat membuat lingkungan tidak sehat. Terima kasih tulisannya Bu.

  2. Juni 7, 2009 pukul 8:54 pm

    Bu Sekar di tempat kami Banjarmasin, memang kesannya kumuh karena sampah, karena banyak yang belum sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, masyarakat sudah terbiasa buang sampah di sungai, ,budaya seperti inilah yang perlu di benahi, bukan begitu Bu ?

  3. Juni 9, 2009 pukul 8:08 am

    Kebanyakan masyarakat belum sadar untuk membuang sampah pada tempatnya, apalagi daerah dijadikan TPA, siapa sih yang mau lingkungannya tercemar, seharusnya pemerintah mengusahakan bagaimana mengelola limbah sampai menjadi sesuatu yang bermanfaat. Terima kasih tulisannya Bu.

  4. Juni 10, 2009 pukul 6:34 am

    Perlu penanganan yang proporsional untuk mengelola sampah yang berdampak pada pemanfaatan bagi usaha lainnya, pemerintah harus lebih optimal menanganinya.

  5. Juni 10, 2009 pukul 8:17 am

    Memang sampah terkadang menjadi masalah yang meresahkan masyarakat, bagaimana tidak setiap harinya kota ini menghasilkan sampah segunung-gunung, untuk itu dari saya pribadi setuju, sampah harus dikelola secara proporsional dan profesional.

  6. 6 guskar
    Juni 11, 2009 pukul 5:25 pm

    Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan besarnya masalah persampahan di kota, dan untuk menggairahkan partisipasi masyarakat dalam membantu mengurangi sampah di tingkat masyarakat dan rumah tangga, beberapa program kecil uji coba pengelolaan sampah yg bisa diterapkan :
    – Program usaha kecil/koperasi sampah daur ulang
    – Lokakarya Pengelolaan Sampah di Sekolah dan Masyarakat
    – Media informasi dan kampanye pengelolaan sampah dengan membuat :
    • Papan pengumuman kesadaran umum
    • Poster dan selebaran tentang pengelolaan sampah
    • Tas kain yang disablon dengan slogan-slogan
    • Tanda tempat-tempat sampah yang dipisahkan
    • Informasi untuk membuat kertas daur ulang

  7. Juni 13, 2009 pukul 2:20 pm

    Selamat siang para blogger maaf telat balas komentnya karena baru saja pulang seminar tentang Overarching strategy drug Demand Reduction, terima kasih untuk atensinya teman-teman pada Web site ini, terima kasih disampaikan kepada : Rohimah, Munandar,Asiati,Berin, Suryo,Guskar, khusus untuk Mas Guskar terima kasih paparannya, mungkin suatu saat nanti Guskar perlu diundang sebagai pembicara tentang pengelolaan persampahan di kawasan perkotaan, dan program yang di paparkan Yahud banget, dan untuk yang sampahnya masih betumpukan silahkan down load program Mas Guskar ini Okay terima kasih untuk semuanya.

    Regards, agnes sekar

  8. Juni 14, 2009 pukul 5:31 am

    Terimakasih juga untuk postingnya berkaitan dengan sampah, salah satu bagian hidup yang sulit untuk ditanggulangi. Namun dengan posting ini paling tidak kita tahu betapa sulitnya mengelola sampah dikota, so mari kita ikut membantu pengelolaan sampah ini dengan tidak membuang sampah sembarangan

  9. Juni 14, 2009 pukul 8:32 pm

    Selamat malam David, terima kasih atas kunjungan dan komentarnya, harapan kita bersama agar sampah dapat dikelola dengan tuntas, Sukses untuk anda.

    Regard, agnes sekar

  10. Juni 17, 2009 pukul 1:38 am

    Assalamu’alaikum wr.wb
    salam kenal dulu Mba Sekar. Tulisannya bagus-bagus.
    wassalam
    Link balik donk…

  11. Juni 17, 2009 pukul 4:21 pm

    Salam kenal kembali Sutikno, Terima kasih sudah mengunjungi Web site saya, sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  12. Juni 27, 2009 pukul 6:33 pm

    Percuma juga kalo pemerintah udah mati2an ngurus sampah,,tapi mental rakyatnya masih mental tempe..buang sampah sembarangan udah jadi kebiasaan…emang harus dimulai dari diri sendiri…dari hal yang kecil…dan saat ini juga…🙂

    http://pramuditaaulia.web.id

  13. Juni 27, 2009 pukul 8:50 pm

    Selamat malam Sendit, semoga mindset masyarakatnya juga mengerti bagaimana pengelolaan sampah yang proposional sehingga pemerintah dapat bersinergi dengan rakyat dalam pengelolaan sampah sehingga lingkungan menjadi bersih, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  14. 14 apul_
    Februari 15, 2010 pukul 7:45 pm

    hmm…..menarik..semoga dengan adanya blog ini semakin membuka cara pandang masyarakat kita bahwa mengelola sampah bukan hanya sekedar tanggung jawab pemerintah, swasta, maupun masyarakat tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama, karena dimana pun kita berada kita adalah bagian dari stakholder yang juga harus bertanggung jawab terhadap pengelolaan persampahan di lingkungan kita….

    Tentu untuk mewujudukan semua itu ada yang harus dikorbanka/ konsekuansi yang harus diambil…misalnya dari diri kita dengan cara stop buang sampah sembarang dan mengganti menjadi simpan sampah pada tempatnya, begitu juga swasta atau pemerintah….sediakan sarana prasaran persampahan yang affordable dan proporsional jangan mencari keutungan terlebih dahulu tapi berfikir apa yang bisa diberikan dan menjadi manfaat…

    Best Regard,

    apul

    • Februari 15, 2010 pukul 8:27 pm

      Selamat malam Apul, terima kasih sharingnya, dan sangat setuju tanggapannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: