07
Mei
09

PERBUDAKAN YANG MENGIKAT


Banyak diantara kita tidak sadar bahwa hidupnya diperbudak dengan hal yang tidak perlu, seorang peminum yang setiap harinya minum 1 botol jika tidak minum badannya lemas, pikiran kacau, sulit kerja,sulit tidur. Tanpa disadari alcohol telah memperbudak dirinya.

Perbudakan tingkat tinggi pernah melanda manusia, namanya perbudakan dosa. Sepertinya biasa saja tapi ujungnya membawa maut. Mulai dengan menodai komitmen, lalu merambat kesetiap liku dan lekuk hidup manusia. Pada puncaknya dari ujung rambut hingga telapak kaki dikuasai. Tidak terasa seluruh hidup telah menjadi saluran perbudakkan : mata, telinga, lidah, tangan, bahkan jari. Jadilah pikiran kotor, perasaan dosa , omongan yang tak membangun atau tindakkan yang merugikan sangat menodai manusia . Demikian dengan cengkeraman kuasanya, sampai-sampai kalaupun niat hati mau melakukan kebajikan, yang muncul lagi-lagi kenistaan.

Manusia menjadi lelah dan kacau, sesungguhnya hati ini sarat dengan kenyataan, baik yang menindih diri maupun yang berkecamuk disekitar, Namun syukur kita masih mempunyai hati nurani dan berkata dalam hati, Siapakah yang dapat melepaskan aku dari perbudakkan ini ? Yang Maha Kuasa telah menyediakan kemerdekaan yang sejati, tempat yang kosong itu perlu diisi dengan kuasa untuk pembebasan. Namun kita masih bertanya, apakah hakikat kemerdekaan itu ? Gusar karena teguran., Kita memang sangat mudah tergoda untuk menduga, merdeka artinya tak ada lagi kendali, semua tuntutan dibatalkan.

Kenyataanya Tidak demikian, kemerdekaan identik dengan kebebasan, Bebas dari paksaan untuk melakukan perkara yang tidak seirama dengan bisikan hati nurani. Kebebasan itu bertindak sebagai batu uji kepribadian kita. Mereka yang bergelimang dengan kebebasan dengan sesungguhnya tengah menjadi korban perbudakkan nafsunya.

Yang Maha Kuasa telah memberikan jalan keluar pada akar perbudakan tinggi, kebebasan menemukan maknanya yang sejati. Kita dikaruniai hak penuh untuk menyerahkan ketaatan kita kepada Tuhan. Suatu kali terjadi pada teman satu Unit. Di Unit tsb orang itu terkenal seorang yang pekerja keras, jujur, dan loyal pada pimpinan. Rasa iri telah menggerakkan seorang rekan yang mereka reka cerita bohong, fitnah. Akibatnya, rekan saya di mutasi tempat kerjanya, dijauhi teman dan keluarganya terancam berantakan . Waktu berlalu, selagi ia merangkak untuk menegakkan puing-puning hidupnya, muncullah si penfitnah. Sadar pada kekeliruannya, ia datang untuk mengungkapkan penyesalan. Di ulurkannya tangannya dan dengan suara bergetar ia berkata “ Ampuni aku, Aku sungguh menyesal “

Kehadirannya membuat rekan saya mendidih. Ia sangat tergoda untuk segera mengulurkan tangannya, untuk menampar wajahnya, bahkan terpikir untuk mencaci dan meludahi. Tetapi ia tidak membiarkan emosi mengalahkan nurani. Dengan gemetar disambutnya uluran tangan penyesalan sahabatnya, dan dengan suara hampir tak terdengar, ia berkata “ Aku mengerti “. Begitu tangan berpaut, seolah air es menyirami lengannya. Kemudian kesejukkan merambat keseluruh tubuh, bahkan menjamah ke lubuk hatinya yang terdalam. Kedamaian membajiri sanubari. Serambi itu menjadi saksi kemenangan. Kemerdekaan sejati menampakan diri dalam kebebasan untuk memilih yang benar sesuai dengan hati nurani.


15 Responses to “PERBUDAKAN YANG MENGIKAT”


  1. Mei 7, 2009 pukul 8:33 pm

    Salam kenal Bu Agnes memang betul kita jangan membiarkan emosi mengalahkan hati nurani, biarlah hati ini merdeka dan tubuh ini mengarah pada ketulusan agar hidup menjadi nyaman.

    Salam, Inai

  2. Mei 8, 2009 pukul 2:44 am

    Setuju Bu, kemerdekaan identik dengan kebebasan, tapi tidak mengesampingkan aturan yang berlaku, Bukan demikian Bu ?

  3. Mei 8, 2009 pukul 12:12 pm

    Selamat siang Inai dan Ridwan, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  4. Mei 8, 2009 pukul 1:16 pm

    Ibu, Kita dikaruniai ALLOH untuk hidup dg. Kemerdekaan,konsekwensinya manusia harus menyerahkan penuh ketaatan kepada ALLOH, supaya diberi kuasa kebebasan yang dari ALLOH, keputusan ada pada kita klu mau hidup merdeka ya..harus taat pada ALLOH,tapi klu hidup sembarangan akhirnya diperbudak dosa.

  5. Mei 8, 2009 pukul 4:56 pm

    apa kabar ibu?
    dalam diri manusia telah dilengkapi oleh Tuhan dengan hawa nafsu. Tugas manusia adalah melakukan penyesuaian antara akal fikiran, rasa, dan hati nuraninya.agama yang memandu kemudian……
    tx

  6. Mei 8, 2009 pukul 7:21 pm

    Selamat malam Shalimow, penyesuaian antara fikiran,rasa dan hatinurani, agama yang dianut akan mengendalikan hawa nafsu manusia pada porsinya, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  7. Mei 8, 2009 pukul 7:37 pm

    Begitu tangan berpaut, seolah air es menyirami lengannya,Kemudian kesejukan merambat ke seluruh tubuh, bahkan menjamah kelubuk hatinya yang terdalam. Kedamaian membanjiri sanubari…….. aku suka kalimat itu… Dan marilah kita lebih peka pada hati nurani kita, terima kasih tulisannya.

  8. Mei 9, 2009 pukul 5:54 am

    betul bu Agnes, kita jangan selalu mau di perbudak. luruskan niat dan pikiran yang positif di kedepankan dan yang paling penting jangan lupa dengan agama yang kita anut.

  9. Mei 9, 2009 pukul 6:01 am

    Setuju Pak Syaiful dengan niat dan pikiran yang positif serta tekun melakukan, dan taat pada Yang Maha Kuasa akan membuat hidup ini semakin berarti. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  10. 10 guskar
    Mei 9, 2009 pukul 8:36 am

    Pada dasarnya, hati nurani merupakan hakim yg pling jujur. Kadang, kita makin terikat dalam perbudakan hawa nafsu. Nurani sudah memberikan sinyal : jangan..jangan..jangan…!! Kalau mengabaikan terus peringatan nurani ini, akhirnya timbul penyesalan yg sangat terlambat. Akibat fatalnya tenggelam semakin dalam pada lautan penyesalan, menyiksa diri lebih lanjut. Atau memilih yg ini : suatu hal penting yang harus selalu diingat, yaitu menyadari bahwa segala sesuatu yang telah terjadi itu adalah sebagai pembelajaran bagi hidup kita dan segera melepaskan diri dari perbudakan itu : bangkit menuju kebaikan!!

  11. Mei 9, 2009 pukul 1:55 pm

    Selamat siang Guskar, kita semua pasti pernah mengalami tawar-menawar dengan hati nurani, percayalah hati nurani merupakan hakim yang paling jujur maka dari itu jangan abaikan ketika hati nurani berbisik dalam hati anda. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  12. Mei 10, 2009 pukul 4:12 pm

    Kebebasan dalam kehidupan ini sebagai batu uji kepribadian kita, mau kita arahkan kemana ? pada hawa nafsu ? atau seturut dengan kehendak ALLOH ? semuanya tergantung kita, maka dari itu eling lah dengan kebebasan dan taatlah pada hati nurani. Terima kasih tulisannya Bu.

  13. Mei 10, 2009 pukul 7:05 pm

    Setuju Riswanto agar eling dalam hidup ini serta tidak mengabaikan hati nurani, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  14. Mei 11, 2009 pukul 5:42 pm

    sudah lama gak mampir ke sini. baca postingan ini jadi ingat film 7, tapi sayang Brad Pitt-nya kalah sama keinginan untuk balas dendam. akhirnya si BP menggenapi dosa yang ketujuh.

  15. Mei 11, 2009 pukul 6:55 pm

    Selamat malam Deviw, saya yakin sebelum Brad Pittnya melakukan balas dendam tentu dalam hati nuraninya di ingatkan, seharusnya jangan sampai mengabaikannya, kedepankan hati nurani bukan emosinya, Bukan demikian Deviw ? Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Mei 2009
S S R K J S M
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: