11
Mar
09

DISCIPLINE OF A LEADER ( INTEGRITAS )


Tujuannya : Mengenal pentingnya Integritas bagi Pemimpin Pemda serta berkommitmen untuk hidup dengan nilai-nilai Peraturan Daerah kapan saja, dimana saja sebagai abdi Negara dan abdi masyarakat yang menjunjung tinggi kepentingan Negara dan masyarakat diatas kepentingan pribadi atau golongan.

Mengapa Integritas Itu Penting ?

Karena Integritas adalah Kualitas Pegawai Negri Sipil yang merupakan kewajiban didalam diri seorang pegawai Negri Sipil terlebih yang memegang jabatan.
Pemerintah membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh. Untuk mampu memiliki pengaruh setiap pemimpin harus memiliki Integritas.
Seorang pemimpin yang proporsional selalu mengedepankan bahwa apa yang diucapkan sesuai dengan apa yang diperbuat, suara hatinya memberi kesaksian kesehariannya, bahwa kepemimpinannya dalam pekerjaan khususnya dalam hubungan dengan sesama dikuasai oleh ketulusan dan kemurnian dari Allah bukan oleh kepentingan yang lainnya, memimpin sekaligus beribadah. Seluruh aktifitas didasarkan karena ketulusan dan kemurnian dalam memanage, prinsipnya adalah siapa bersih kelakukannya, aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui.

Integritas :

Seorang pemimpin yang proporsional dan professional selayaknya memiliki Integritas, mengapa demikian sebab :
Integritas memberikan Kuasa kepada kata-kata kita
Integritas memberikan kekuatan bagi rencana-rencana kita dan
Integritas memberikan daya ( force ) bagi tindakkan kita.

Dengan ucapan dan tindakkan yang berintegritas Permimpin mampu memimpin dengan eefektif.

Arti Integritas

Kata latin “ Integrate “ artinya “ komplit “, utuh dan sempurna. Yang berarti tidak ada cacat.
Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang tanpa kedok. Pemimpin yang berintegritas bertindak sesuai dengan ucapan, sama di depan maupun ; dibelakang umum, konsisten antara apa yang diimani dan kelakuannya, antara sikap dan tindakkan,antara nilai hidup yang dianut dengan hidup yang dijalankan. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang matang, tanpa kompromi, menolak pengakuan untuk dirinya sendiri. Didalam menjalankan hidup serta pelayanannya pemimpin yang matang dan berintegritas berfokus untuk mencapai tujuan yang mulia

Perbedaan antara Integritas-Moral-Etika

Etika adalah standard pemikiran dan keyakinan kita tentang benar dan salah
Moral adalah satu standard kehidupan tentang benar dan salah yang kita lakukan.
Seorang pemimpin yang memiliki integritas adalah yang memiliki Integritas dalam Etika dan moral.

Perspektif Integritas Pemimpin Kristen :

a. Integritas dalam keberadaan :
– Benar di depan Tuhan
– Benar dengan diri sendiri
b. Integritas dalam berkomunikasi
c. Integritas dalam tindakkan
d. Integritas dalam berpikir.

Kunci Mengembangkan Integritas
– Perhatikan hal-hal kecil
– Katakan “ Tidak “ kepada Cobaan
– Jangan bedakan kehidupan di depan umum

Pemimpin Dan Rasa Aman

Untuk membuktikan bahwa seorang pemimpin memiliki kualitas yang baik dan karakter yang benar bukan dari seberapa jauh seorang pemimpin mampu mengatasi masa sulit atau berani menghadapi tantangan, tetapi pada saat seorang pemimpin berada di puncak pimpinan apakah dia tetap menjalankan hidupnya dengan penuh Integritas.
Diawal abad 21 ini kita sering merasa dikhawatirkan oleh para pemimpin yang tidak memiliki Integritas akan membawa organisasi maupun Negara yang dipimpinnya ke dalam jurang kegagalan. Para pemimpin lebih memilih mengambil keputusan dengan benar dari pada keputusan yang benar. Karena sering sekali keputusan yang benar dapat membawa para pemimpin ke dalam satu situasi sulit. Tanpa Integritas seorang pemimpin tidak akan berani mengambil keputusan yang benar. Karena untuk mengambil satu keputusan yang benar sering kali akan mengecewakan pihak lain yang mungkin memiliki kuasa untuk mempersulit pengambil keputusan tersebut.

Dua Observasi

1. Pemimpin-pemimpin besar ( high profile ) seringkali adalah orang-orang yang paling merasa tidak aman.
2. Banyak masalah antar pribadi bangkit dari rasa ketidak amanan ( feeling of Insecurity )
Di dalam abad 21 kita melihat banyak pemimpin jatuh dalam mempertahankan kekuasaan maupun kedudukan. Banyak juga yang untuk mempertahankan jabatannya kehilangan makna hidupnya.

Bagaimana Mendapatkan Rasa Aman ?

– Kenalilah perasaan ketidak amanan dalam diri anda
– Akuilah ada rasa tidak aman- jangan menyangkal
– Teliti/periksalah akar-akarnya

Rasa Aman Harus Dibangun Diatas

Kasih yang murni yang tidak bersayarat
– Hidup sesuai dengan kehendak Allah
– Penyangkalan diri setiap hari.

Penyangkalan Diri adalah : Pada saat saya dilupakan, atau ditinggalkan, atau tidak digubris, atau tidak dianggap dengan sengaja, saat kebaikkan saya diputar balikkan, Tujuan baik saya dikhianati, Nasehat saya tidak dianggap, Pendapat saya ditertawakan. Pada saat mereka yang menurut pandangan saya tidak layak menerima berkat tetapi diberkati, sementara saya di rundung malang……..

– Saya Tidak marah, tidak sakit hati dan tetap sukacita.

Pada saat saya mampu menerima Evaluasi atau yang sejenisnya, dari seseorang yang kedudukannya dibawah saya, dan mampu dengan rendah hati tunduk di luar dan didalam hati saya tanpa penyesalan dan bantahan yang muncul dari dalam hati saya, itulah namanya penyangkalan diri.

Pada saat saya tidak lagi berfokus pada diri saya dalam segala hal, atau tidak lagi mencatat hasil kerja maupun kebaikan saya, Atau tidak lagi mengejar nama. Bahkan saya benar -benar tidak mempunyai keiunginan untuk menonjol atau terkenal itu namanya penyangkalan diri.

Mengapa Pemimpin Harus Merasa Aman

Rasa aman sangat penting bagi seorang pemimpin untuk menjalankan kekuasaan dan otoritasnya. Bila seorang pemimpin merasa tidak aman, ia akan membuat orang-orang disekitarnya menderita yang pada akhirnya, ia akan membuat dirinya sendiri serta pekerjaannya turut menderita, dan gagal sebagai seorang pemimpin.
Pemimpin yang memiliki rasa aman mampu berfokus dalam kepemimpinannya. Karena tujuannya jelas yaitu mencapai visi dan misi bersama. Rasa akan memberinya keberanian untuk mengambil tindakkan walau tidak popular sekalipun.


24 Responses to “DISCIPLINE OF A LEADER ( INTEGRITAS )”


  1. Maret 11, 2009 pukul 3:49 pm

    Salam kenal Bu Agnes, saya bolak balik baca blog nya Bu Agnes, postingannya buagus-buagus, Hobby menulis ? Begini Bu Agnes hari gini sulit menemukan Pemimpin yang tanpa kedok, tindakkannya justru kebalikan dengan ucapannya. Apalagi menjelang Pemilu ini janji-janji manis dan muluk-muluk diucapkan tetapi ketika sudah terpilih lupa kepada pendukungnya. Terima kasih tulisan yang berkualitas, salut untuk tulisannya.

    Salam

  2. Maret 11, 2009 pukul 5:24 pm

    Lam kenal kembali David, terima kasih pujiannya, Tidak semuanya David, diKalteng masih banyak yang integritas , ya semoga menjelang pemilu ini apa yang dikampanyekan dapat sesuai dengan tindakkan, karena rakyat sekarang tidak perlu janji tetapi bukti, Terima kasih komentarnya. Sukses untuk anda.

    Regards, agnessekar

  3. Maret 12, 2009 pukul 6:23 pm

    Memang sulit untuk menjadi seorang pemimpin.. Tapi kalo ngomongin caleg2 pemilu,. eh,, rasa2nya masih kurang percaya sama beberapa caleg, takutnya nanti malah tidur atau sms-an pas rapat..

  4. Maret 12, 2009 pukul 6:34 pm

    Selamat malam Fandy, Harapan kita semoga para caleg semakin berkualitas dan profesional, Terima kasih komentnya.

    Regards, agnes sekar

  5. Maret 12, 2009 pukul 7:22 pm

    Bu Agnes seorang pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang hidupnya sesuai dengan kehendak ALLOH dan melakukan penyangkalan diri tiap-tiap hari, Tapi untuk masa kini sangat-sangat sulit menemukan pemimpin yang seperti itu sebab Bu Agnes lihat pemimpin sekarang tidak pernah menyangkal dirinya, bahkan memimpin dengan mementingkan kepentingan partainya, dan kelompoknya. Demikian Ibu terima kasih tulisan yang intelektual, Salut untuk Ibu yang cantik.

    Salam

  6. Maret 12, 2009 pukul 10:19 pm

    Selamat malam Ibrahim, semoga masih banyak pemimpin yang menyangkal dirinya tiap-tiap hari, dan Pemimpin yang mengasihi tanpa syarat, sehingga dalam menjalankan tugasnya proporsional dan profesional, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  7. Maret 13, 2009 pukul 3:27 pm

    Ibu yang pintar saya suka kata-kata ini : ” Siapa bersih kelakuannya aman jalannya, tetapi siapa berliku-liku jalannya, akan diketahui ” Sering kita dapati Bupati yang disegani baru 1 tahun bertugas koq sudah masuk penjara, akhirnya dipenjara muncul berbagai penyakit. Itu menunjukkan bahwa ia tidak bersih kelakuannya alias korupsi makanya jalannyapun terseok-seok alias strok. Semoga Pemimpin- pemimpin kita membaca tulisan ini supaya semua pemimpin di negri ini tidak liku-liku jalannya dan aman jalannya.

    Salam

  8. Maret 13, 2009 pukul 4:26 pm

    Selamat sore Anwar, apa yang ditabur itu juga yang dituai, Semoga Pemimpin-pemimpin Negri ini bersih kelakuannya, agar jalannyapun aman, menabur kejujuran akan menuai kebahagiaan. Terima kasih komentnya Anwar, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  9. Maret 13, 2009 pukul 6:44 pm

    Salam kenal Bu, Pemimpin yang baik tidak berfokus pada kepentingan diri atau kelompoknya, tetapi demi kepentingan umum.

    Dari Rini, kunjungi Blog saya ya Bu ? trims

  10. Maret 13, 2009 pukul 7:21 pm

    Setuju Rini, seorang Pemimpin yang baik tentu tidak egois.

    Regards, agnes sekar

  11. Maret 14, 2009 pukul 12:39 pm

    Pemimpin yang baik selalu cool, jika tujuan baiknya dikhianati, Nasehatnya tidak dianggap idenya ditertawakan, pemimpin itu tidak marah, tidak sakit hati dan tetap sukacita, inilah yang namyanya penyangkalan diri yang sebenarnya. Bukan begitu Bu Agnes ?

  12. Maret 14, 2009 pukul 1:50 pm

    Terima kasih komentnya Seratus untuk Darmadi.

    Regards, agnes sekar

  13. Maret 14, 2009 pukul 7:20 pm

    Pejabat-pejabat tinggi negara sering merasa tidak aman jika ia memimpin sebab banyak tantangan yang ia hadapi belum lagi strategi yang diterapkan tidak sesuai dengan kondisi daerahnya, belum lagi tekanan dari berbagai kepentingan, bagaimana solusi yang tepat ?

    Salam kenal

  14. Maret 15, 2009 pukul 5:41 am

    Rasa aman dibangun atas kasih yang murni tanpa bersyarat dan hidup sesuai dengan kehendak Tuhan serta penyangkalan diri tiap-tiap hari. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  15. Maret 15, 2009 pukul 6:17 am

    Jika semua Pemimpin di pemerintahan kita ini Integritas, dunia ini aman dan sejahtera, tapi apakah masih ada yang Integritas ?

    Dari, Muchtar ( Pim II ) Bandung

  16. Maret 15, 2009 pukul 1:05 pm

    Betul Muchtar, kita dukung dalam doa semoga Pemimpin di Pemerintahan ini masih banyak yang Integritas, Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, Agnes sekar

  17. 17 Siswanto
    Maret 15, 2009 pukul 8:48 pm

    Salam kenal Bu Agnes Monica eh.. agnes sekar, betapa indahnya kalau Integritas ini diwujud nyatakan oleh seluruh PNS di Indonesia ini, terlebih para pejabat sebagai Decesion Makker. Postingan yang bagus, terima kasih Bu.

    Salam

  18. Maret 15, 2009 pukul 9:34 pm

    Setuju siswanto, sayapun berharap demikian, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  19. Maret 16, 2009 pukul 11:31 pm

    Pemimpin masih punya pemimpin yang memimpin pemimpinnya tersebut.

  20. 20 guskar
    Maret 17, 2009 pukul 1:21 pm

    Good article! Ukuran seorang pemimpin ditentukan oleh dalamnya keyakinan, tingginya ambisi, luasnya pandangan serta cintanya yang tercapai. kepemimpinannya bukan untuk membentuk kekuasaan akan tetapi memberi kuasa kepada orang banyak. Biasanya, orang yang sukses memiliki jiwa kepemimpinan.
    Salam hangat.

  21. Maret 17, 2009 pukul 1:26 pm

    Setuju sekali Guskar, terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  22. Maret 17, 2009 pukul 1:28 pm

    Betul Laston, sehingga dalam memimpin kita tidak boleh sewenang-wenang, Okay terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  23. Maret 18, 2009 pukul 11:57 pm

    Kepemimipinan adalah amanah…, sudah seyogyanya seorang pemimimpin dapat memberikan keamanan pada rakyatnya .. sehingga dirinya pun akan selalu merasa aman. jika saat ini ada pemimipin yang merasa tidak aman maka itu artinya.. beliau belum bisa memberikan rasa aman kepada rakyatnya… inagat… amanah-aman-dan Iman berasal dari akar kata yang sama.

  24. Maret 19, 2009 pukul 9:36 am

    Selamat pagi Abifasha, betul yang dipimpin harus merasakan enjoy oleh pemimpinnya, demikian sebaliknya, terima kasih komentnya Abi, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
Maret 2009
S S R K J S M
« Feb   Apr »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: