Arsip untuk Desember 8th, 2008

08
Des
08

PENGENTASAN KEMISKINAN DI KALIMANTAN TENGAH

1. Latar Belakang Masalah

Secara geografis Kalimantan Tengah terdiri atas hutan, sungai dan danau. Sungai merupakan urat nadi transportasi masyarakat yang berada di daerah pedalaman dan hulu-hulu sungai. Sedangkan prasarana jalan darat yang sangat minim dan dewasa ini sedang diintensifkan pembangunannya. Kondisi inilah yang memperlambat proses pembangunan di daerah-daerah terpencil dan terisolasi karena alasan transportasi yang lambat dan mahal apabila harus melalui sungai. Akibatnya masyarakat yang berada di daerah pedalaman, hulu dan pinggir-pinggir sungai ikut terkena imbas dari keterbelakangan pembangunan tersebut, yaitu berupa serba terbatasnya pelayanan sosial, ekonomi, budaya, dan politik bagi masyarakat setempat.

Kemiskinan adalah fenomena utama yang sangat menarik dan kasat mata pada masyarakat yang kebetulan bermukim jauh dari pusat pemerintahan atau di pinggir kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan lain-lain. Kemiskinan (ekonomi) lebih didominasi oleh masyarakat yang bermukim di sepanjang DAS, tepi pantai(nelayan) dan daerah pedalaman. Alasan utama penyebab kemiskinan menurut masyarakat setempat adalah tidak adanya lapangan usaha yang menetap atau menjanjikan, terutama setelah kegiatan penebangan liar dilarang oleh pemerintah. Usaha pertanian tanaman pangan seperti perladangan berpindah sulit diandalkan karena keterbatasan lahan yang subur, harga karet dan rotan kuranmg stabil, sementara harga kebutuhan pokok merangkak naik setiap tahunnya. Dari hasil observasi di lapangan, khususnya di sepanjang DAS dan daerah pedalaman Kalimantan Tengah, jumlah penghasilan dan pengeluaran sangat tidak sebanding. Banyak keluarga miskin yang makan dua kali sehari, makan hanya dengan daun singkong(ubi kayu) atau sarapan pagi hanya dengan nasi dan teh panas. Kebiasaan hemat masih belum membudaya. Hal ini dapat dilihat dari pola hidup masyarakat yang hura-hura, minum tuak/baram, main judi, dan pemakaian listrik yang berlebihan. Di samping itu dalam satu rumah pada umumnya dihuni oleh 2-4 KK yang sama-sama miskin, dan kondisi sanitasi yang sangat memperihatinkan. Ketergantungan masyarakat pada mata pencaharian yang bersifat instan seperti illegal logging dan illegal mining dan judi sangat tinggi, dan sebaliknya kegiatan ekonomi yang lamban seperti peladang berpindah kurang dapat diandalkan lagi karena lahan semakin terbatas dan kurang subur. Demikian juga rotan dan karet sudah mulai menurun hasilnya. Dana BLT dan Kompensasi BBM juga kurang bermanfaat bagi masyarakat karena tidak sebanding dengan besarnya kebutuhan masyarakat.

2. Kondisi Umum Provinsi Kalimantan Tengah

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2003 total luas wilayah Kalimantan Tengah adalah 153,567 km²(15.356.700 Ha) atau 1,5 kali luas pulau Jawa dengan jumlah penduduk 1.935.669(hampir 2 juta jiwa) atau 553.057 KK. Perbandingan luas wilayah dengan jumlah penduduk adalah 12 jiwa /km². Kemudian sesuai dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2002 Provinsi Kalimantan Tengah memiliki 13 kabupaten dan 1 kota, 95 kecamatan, 123 kelurahan, 1.183 desa dan 66 buah kedamangan. Dari ke 13 kabupaten tersebut, 7 kabupaten sebagian wilayahnya bersentuhan dengan pesisir laut Jawa, sedangkan 6 kabupaten lainnya dan 1 kota berada di daerah dataran rendah, namun sedikit berbukit serta dilalui oleh aliran sungai-sungai besar Sungai Barito, Sungai Kahayan, Sungai Kapuas, Sungai Mentaya, Sungai Arut, Sungai Lamandau, dan lain-lain.

Lanjutkan membaca ‘PENGENTASAN KEMISKINAN DI KALIMANTAN TENGAH’

08
Des
08

TEHNIK BERPIDATO

Pidato adalah penyampaian gagasan, pikiran atau informasi serta tujuan dari pembicara kepada orang lain(audience) dengan cara lisan. Pidato juga bisa diartikan sebagai the art of persuasion, yaitu sebagai seni membujuk/mempengaruhi. Berpidato ada hubungannya dengan retorika(rhetorica), yaitu seni menggunakan bahasa dengan efektif. Berpidato bukanlah suatu pekerjaan yang sederhana karena dalam berpidato menyangkut beberapa unsur penting seperti: pembicara, pendengar, tujuan dan isi pidato, persiapan, terknik dan etika dalam berpidato.

I. Tujuan Pidato

Diantara tujuan dari pidato, yaitu: (a)informatif, bertujuan memberikan laporan/ pengetahuan atau sesuatu yang menarik untuk pendengar; (b)persuasif and instruktif, berisi tentang usaha untuk mendorong, meyakinkan dan mengajak audience untuk melakukan sesuatu hal; (c)edukatif, berupaya menekankan pada aspek-aspek pendidikan, misalnya tentang pentingnya hidup sehat, ber KB, hidup rukun antar umat bergama dan lain-lain; (d)entertain, bertujuan memberikan penyegaran kepada audience yang sifatnya lebih santai.

Lanjutkan membaca ‘TEHNIK BERPIDATO’

08
Des
08

PEREMPUAN DAN POLITIK

Apakah Politik Itu?

Secara terminologi, politik adalah upaya/siasat/perjuangan/taktik/teknik/metode/cara untuk mendapatkan kekuasaan atau untuk mencapai tujuan(Soekanto, 1983). Kamus Besar Bahasa Indonesia(1989) mendefiniskan politik adalah segala urusan dan tindakan(kebijakan, siasat) mengenai pemerintahan negara atau terhadap negara lain. Beberapa istilah yang berhubungan dengan politik adalah:

(a) politik buka kran: kebijakan untuk menyediakan segala kebutuhan hidup sebanyak-banyaknya.

(b) Politik burung unta: tidak mau menghadapi kesulitan

(c) Politik dagang sapi: tawar menawar antara beberapa partai politik dalam menyusun suatu kabinet koalisi

(d) Politik kampung: daya upaya mencapai tujuan dengan sasaran melalui masyarakat di kampung-kampung

(e) Politik kancil: main cerdik dengan segala macam tipu daya

Sesungguhnya politik itu adalah suatu upaya atau perjuangan yang dilakukan oleh seseorang, kelompok, atau pemerintahan untuk mendapatkan kekuasaan atau tujuan tertentu. Sadar atau tidak sadar, kita semua sesungguhnya pemain politik. Hanya saja kita kadang tidak sadar kalau kita sudah berpolitik dengan isteri/suami, dengan anak-anak, dengan tetangga, dengan atasan, dengan bawahan, dengan teman sejawat, dengan pembantu, dengan siswa, dengan mahasiswa dan lain-lain. Misalnya, ada seorang suami menelpon isterinya dari kantor: “ Mah kayanya aku mungkin pulang malam, soalnya banyak tugas yang harus aku selesaikan.” Padahal, suami pulang malam bukan karena banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tapi ada janji dengan selingkuhnya di sebuah hotel. Contoh lain lagi ada seorang ibu dengan menangis meminjam uang kepada tetangga atau temannya. Tapi setelah dipinjami, langsung menghilang dan sulit sekali ditemui. Apalagi pada masa – masa pilkada sekarang ini. Pasangan calon dan tim sukses menggunakan segala cara untuk memenangkan pasangannya. Ada yang menggunakan simbol agama, suku, dan kebudayaan untuk menarik simpati para pemilih.

II.

Apakah politik itu baik atau tidak?

Lanjutkan membaca ‘PEREMPUAN DAN POLITIK’




MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 708.010 hits
Desember 2008
S S R K J S M
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
293031  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.