17
Nov
08

Perempuan Harus Independen Dan Proaktif


Teman saya banyak mengkritik tentang banyaknya kegiatan ilmiah (seminar, lokakarya, konferensi) dan pelatihan dalam upaya mengangkat derajat dan martabat perempuan agar setara dengan laki-laki. Namun dampak dari berbagai kegiatan tersebut masih belum tampak. Ada apa gerangan masalahnya? dari diskusi singkat tersebut diskusi beralih kepada upaya untuk mencari akar permasalahannya. Saya mengajukan satu topik pembahasan bahwa ketertinggalan kaum perempuan hingga saat ini adalah akibat keterikatan mereka dengan mitos-mitos masa lalu. Misalnya perempuan tidak perlu sekolah tinggi-tinggi karena pada akhirnya bekerja di dapur juga; perempuan hanya bekerja pada ruang domestik; perempuan adalah subordinatif; perempuan adalah ibu rumah tangga; perempuan adalah harta dan perhiasan bagi kaum lelaki; istri harus tunduk pada suaminya; dan masih banyak lagi mitos-mitos lainnya. Menurut kacamata awam, mitos-mitos seperti ini hanyalah merupakan sederetan kata-kata atau kalimat yang sudah basi dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan kita sekarang ini. Namun kalau kita mau mengkajinya secara kritis, tentu saja mitos-mitos tersebut memiliki korelasi yang kuat dengan kehidupan kaum perempuan dewasa ini. Dan mitos-mitos seperti inilah, menurut saya, yang menghambat perempuan untuk maju pada segala aspek kehidupan dalam masyarakat.

Topik inilah yang akhir-nya berkembang dalam diskusi kami dan digarisbawahi oleh teman saya itu. Mitos-mitos tersebut secara tidak langsung melemahkan motivasi dan mentalitas kaum perempuan untuk maju dan berinovasi, lebih-lebih bila kariernya akan melebihi atau menyaingi suaminya. Sebagian akibat dari mentalitas seperti itu, perempuan menjadi pasif, tidak proaktif, merasa bersalah, selalu tergantung pada suami dan atasannya, dan lebih banyak bersifat menunggu pada kebijakan suami dan atasan dalam mengambil keputusan. Mentalitas seperti ini, menurut hemat saya, sudah kurang relevan lagi dengan perkembangan jaman, era globalisasi dan modernisasi yang menuntut kita untuk bertindak dan berpikir secar efisien, efektif, transparan, objektif, jujur, bertanggung jawab, independen (mandiri) dan proaktif.

Harus Independen

Adalah Raden Adjeng Kartini, wanita yang sangat polos dan berpikiran maju, yang memulai suatu gebrakan untuk mendobrak berbagai mitos-mitos di atas. Bagi seorang R.A. Kartini, masa depan yang cerah, pendidikan yang tinggi, kedudukan yang bergengsi, cita-cita untuk meraih bintang di langit, bukan hanya porsinya kaum lelaki, tetapi merupakan porsi kaum perempuan juga.

Timbulnya obsesi Kartini yang begitu kuat untuk mendobrak mitos-mitos di atas adalah akibat adanya kecenderungan bahwa perempuan selalu dinomorduakan di banding anak laki-laki. Perempuan hanyalah sebagai objek yang dijadikan perhiasan dan harta bagi kaum lelaki. Sebagai seorang istri, perempuan harus mengabdi kepada suaminya, dan dalam segala hal perempuan juga harus mengalah untuk kepentingan kaum lelaki. Masih relevankan perjuangan Kartini tersebut untuk kehidupan perempuan pada saat ini? Tentu saja sangat relevan. Nilai-nilai yang tersirat dalam perjuangan Kartini adalah mengharapkan kepada kaum perempuan supaya tidak terikat dengan mitos-mitos masa lalu, perempuan juga tidak boleh terikat dengan orang lain dalam upaya perjuangannya mensetarakan kehidupan mereka dengan kaum laki-laki. Yang menjadi masalah adalah banyak perempuan takut untuk mendobrak mitos-mitos masa lalu yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan perempuan dewasa ini. Ketakutan tersebut sebenarnya cukup beralasan karena masih berhubungan dengan nilai-nilai budaya dan agama. Nilai budaya kita juga yang menganut paham patriarkat juga sama dengan sistem politik yang menganut garis vertikal, yaitu adanya atasan dan bawahan. Bawahan dalam mencapai suatu tujuan harus mendapat restu dari atasan.

Demikian juga nilai budaya kita mengajarkan agar yang muda selalu menghormati yang tua, dan setiap rencana anak-anak harus mendapat restu dari orang tua atau wali mereka. Demikian juga halnya dengan nilai-nilai agama yang kita anut, pada umumnya meletakkan kaum perempuan sebagai pelengkap (subordinat) bagi kaum laki-laki. Bahkan perempuan dianjurkan untuk tunduk kepada lelaki/suaminya sebagaimana ia tunduk kepada Allah atau Tuhan Yang Maha Esa.

PEREMPUAN MASIH TERIKAT DENGAN MITOS MASA LALU. PADA SUATU HARI SAYA KEDATANGAN TAMU, SEORANG AKTIVIS PEREMPUAN DAYAK YANG SANGAT CONCERN DENGAN KEHIDUPAN PEREMPUAN HINGGA SEKARANG. PADA PERTEMUAN TERSEBUT TERJADILAH SEDIKIT DISKUSI CUKUP HANGAT.

KaltengPos, 29 Juli 2003

PEREMPUAN HARUS INDEPENDEN DAN PROAKTIF (2)

Sudah saatnya kita sebagai kaum perempuan berpikir secara kritis dan tanggap zaman. Artinya kita harus pandai menilai berbagai aspek warisan budaya kita yang sudah kurang relevan lagi. Dalam kondisi dewasa ini dan menyesuaikan diri kita dengan perkembangan jaman. Perempuan, apakah ia sebagai ibuv rumah tangga atau sebgaia wanita karier, seharusnya proaktif dalam merencanakan dan mengambil keputusan. Bukan saatnya lagi kaum perempuan harus menunggu dan bersifat pasif dalam kegiatan pembangunan.

Perempuan Harus Proaktif

Adalah Raden Adjeng Kartini, wanita yang sangat polos dan berpikiran maju, yang memulai suatu gebrakan untuk mendobrak berbagai mitos-mitos di atas. Bagi seorang R.A. Kartini, masa depan yang cerah, pendidikan yang tinggi, kedudukan yang bergengsi, cita-cita untuk meraih bintang di langit, bukan hanya porsinya kaum lelaki, tetapi merupakan porsi kaum perempuan juga.

Timbulnya obsesi Kartini yang begitu kuat untuk mendobrak mitos-mitos di atas adalah akibat adanya kecenderungan bahwa perempuan selalu dinomorduakan di banding anak laki-laki. Perempuan hanyalah sebagai objek yang dijadikan perhiasan dan harta bagi kaum lelaki. Sebagai seorang istri, perempuan harus mengabdi kepada suaminya, dan dalam segala hal perempuan juga harus mengalah untuk kepentingan kaum lelaki. Masih relevankan perjuangan Kartini tersebut untuk kehidupan perempuan pada saat ini? Tentu saja sangat relevan. Nilai-nilai yang tersirat dalam perjuangan Kartini adalah mengharapkan kepada kaum perempuan supaya tidak terikat dengan mitos-mitos masa lalu, perempuan juga tidak boleh terikat dengan orang lain dalam upaya perjuangannya mensetarakan kehidupan mereka dengan kaum laki-laki. Yang menjadi masalah adalah banyak perempuan takut untuk mendobrak mitos-mitos masa lalu yang sebenarnya sudah tidak relevan lagi dengan kehidupan perempuan dewasa ini. Ketakutan tersebut sebenarnya cukup beralasan karena masih berhubungan dengan nilai-nilai budaya dan agama. Nilai budaya kita juga yang menganut paham patriarkat juga sama dengan sistem politik yang menganut garis vertikal, yaitu adanya atasan dan bawahan. Bawahan dalam mencapai suatu tujuan harus mendapat restu dari atasan.

Demikian juga nilai budaya kita mengajarkan agar yang muda selalu menghormati yang tua, dan setiap rencana anak-anak harus mendapat restu dari orang tua atau wali mereka. Demikian juga halnya dengan nilai-nilai agama yang kita anut, pada umumnya meletakkan kaum perempuan sebagai pelengkap (subordinat) bagi kaum laki-laki. Bahkan perempuan dianjurkan untuk tunduk kepada lelaki/suaminya sebagaimana ia tunduk kepada Allah atau Tuhan Yang Maha Esa.

MITOS-MITOS DEMIKIAN MENURUT SAYA TELAH MEMBENTUK MENTALITAS DAN PERILAKU KAUM PEREMPUAN SEHINGGA MENGHAMBAT MEREKA UNTUK MAJU. BISAKAH KITA MEWARISKAN NILAI-NILAI PERJUANGAN R.A KARTINI AGAR BERANI DAN MAMPU MENDOBRAK MITOS-MITOS YANG SUDAH TIDAK RELEVAN LAGI DENGAN KEHIDUPAN PEREMPUAN DEWASA INI?


0 Responses to “Perempuan Harus Independen Dan Proaktif”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: