17
Nov
08

Mentalitas Perempuan


Topik tentang perempuan yag semakin gencar dibicarakan dan diangkat media massa ternyata semaki mendorong lahirnya berbagai wacana dan konsep tentang peran, kedudukan, sampai hak dan kewajiban perempuan dalam seluruh totalitas kehidupan perempuan di indonesia. Salah satu perempuan Indonesia, Dra. Agnes Sekar Supenni turut menuangkan pemikirannya. Mentalitas, menurut Agnes, adalah sikap mental manusia yang diwarisakan baik secara individu maupun kolektif. Ai juga bisa dibentuk oleh sejarah dan budaya di masa lampau. Mentalitas adalah keseluruhan isi dari alam pikiran dan jiwa manusia dalam menanggapi lingkungannya.

Dalam sikap mental itu atau mentalitas itu tergantung nilai-nilai budaya yang berfungsi sebagai pedoman tertingggi bagi kelakuan manusia. Sehubungan konsep mentalitas tersebut, Agnes menemukan 8 kelemahan mentalitas perempuan yang dianggapnya sebagai kendala dalam memperjuangkan keadila dan keseteraan gender. Pertama, perempuan Indonesia itu kurang mandiri. Sifat ini kita warisi dalam budaya kita yang komunal atau kekeluargaan. Semua keinginan perempuan harus mendapat ijin dari kedua orangtua atau saudara yang lebih tua. Kedua, kurang menghargai waktu. Ada pendangan bahwa waktu tidak terlalu penting dalam kehidupan kita, dan kita tidak terbiasa membuat manajemen waktu untuk mengatur aktifitas kita. Bahkan ada persepsi bahwa kehidupan ini dianggap tidak ditentukan oleh waktu. Mentalitas kurang menghargai waktu ini contohnya bisa dilihat pada aktifitas PNS, datang siang, pulangnya cepat, belanja di kantor, ngobrol, merumus nomor kupon putih, dan lain-lain kata Agnes. Ketiga,”perempuan Indonesia itu terlalu perasa” ujar Agnes. Da yang keempat, kita masih mentabukan politik. Menurut perempuan yanga ktif di Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Kalimantan Tengah ini, sejak jaman Siti urbaya, politik dianggap bagiannya kaum lelaki. Sedangkan bagian perempuan adalah urusan-urusan domestik atau bagian dalam da belakang (kalau dianalogikan sebagai rumah, red).

Sikap mental lainnya yang dianggap Agnes sebagai kelemahan mentalitas kaum perempuan Indonesia adalah sifat iri dan dengki, malas membaca, emosional, dan yang terakhir terikat pada mitos. Analisa kelemahan sikap mental perempuan Indonesia yang dikemukakan Agnes juga dlengkapi dengan rekomendasi sikap mental yang sebaiknya dimiliki oleh perempuan Indonesai, terutama perempuan yang bekerja sebagai PNS. Menurutnya, mentalitas yang ia ajukan adalah sikap mental perempuan modern dalam era globalisasi searang ini.

Mentalitas perempuan Indonesia modern dalam konsep Agnes yang pertama adalah kemandirian. Perempuan tetap membutuhkan orang lain termasuk pria, amun hendaknya cobalah untuk tidak gampang meminta bantuan, kalau bisa kerjaka sendiri. “dengan begitu perempuan membangun sikap mandiri namun tetap bekerja sama dengan lingkungannya,” ungkapnya. Hal berikutnya yang direkomendasikan Agnes adalah perempuan Indonesia adalah harus belajar menghargai waktu. Selain itu perempuan menumbuhkan minat baca pada diri sendiri agar pengetahuannya bertambah. Dengan dunia politik pun kaum perempuan tidak boleh lagi merasa anti, bahkan harus mulai mencoba terlibat dalam dunia politik. Sikap mental lain yang diperlukan oleh perempuan Indonesia menurut Agnes adalah sikap bertanggung jawab, rajin, jujur dan disiplin namun tetap menjaga etika dan kelemah lembutan yang menjadi ciri khas kodrati kaum perempuan. Kompleksnya kehidupan sosial sekarang ini harus dihadapi perempuan indonesia dengan upaya berpikir kritis dan rasional. Dengan demikian perempuan akan mampu menyaring berbagai hal yang mencoba masuk dalam hidupnya, misalnya yang berupa tawaran-tawaran yang sekarang ini banyak yang tidak bertanggung jawab.

Mengakhiri pemikirannya tentang konsep mentalitas perempuan Indonesia, Agnes mengingatkan kembali kedudukan perempuan yang secara kodrati menjadi ibu bagi anak-anaknya, istri bagi suaminya. Perempuan modern akan menyandang peran selain sebagai istri dan ibu. Oleh karena perempuan harus pandai memainkan perannya disetiap kedudukan tersebut.


0 Responses to “Mentalitas Perempuan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: