17
Nov
08

Berbeda Tanpa Harus Berkonflik


Peningkatan kualitas perempuan merupakan kebutuhan yang tak dapat ditawar-tawar, apapun pilihan perannya. Apakah berkarir di bidang usaha, pendidikan, politik, maupun menjadi ibu rumah tangga, semuanya membutuhkan peningkatan kualitas kemampuan diri agar dapat berperan aktif dalam pembangunan. Peningkatan kualitas perempuan harus dapat dilihat secara komprehensif tidak secara parsial, karena mustahil suatu bangsa dapat bangkit dari keterpurukan jika SDMnya tidak berkualitas.

Berdasarkan asumsi ini, langkah yang seharusnya diambil dalam upaya peningkatan kualitas perempuan adalah menemukenali permasalahan yang mereka hadapi dan membentuk kesadaran kolektif. Kaum perempuan seringkali tak menyadari bahwa ia mempunyai masalah yang berkaitan dengan ketidakadilan, ketika ia mampu menemukenali permalasahan dan solusi pemecahan, maka akan menimbulkan suatu kesadaran baru tentang hak-haknya yang selama ini terabaikan. Jika kesadaran baru ini telah muncul pada setiap perempuan maka jadilah hal ini merupakan suatu kesadaran kolektif yang akan memperkuat kesadaran yang tumbuh, yakni kesadaran akan perlunya Gender Mainsteraming atau Pengarus Utamaan Gender.

PUG (PengarusUtamaan Gender) menghendaki bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai kesempatan yang sama untuk ikut serta dalam proses pembangunan, akses yang sama terhadap pelayanan serta memiliki status sosial dan ekonomi yang seimbang.

Tantangan ke depan apapun profesinya, kaum perempuan dibentuk untuk semakin professional, misalnya ibu rumah tangga yang baik yaitu ibu rumah tangga yang mampu menjadi seorang manager pengelola keuangan rumah tangga yang dalam menjalankan perannya juga harus selalu tampil professional.

Meskipun banyak kaum perempuan mulai menempati tempat-tempat strategis, tetapi hingga kini perempuan masih mengalami berbagai diskriminasi termasuk melalui peraturan-peraturan atau- ketentuan-ketentuan di lingkungan kerja yang secara idiil dan konstitusional tidak bisa dibenarkan.

Hingga sekarang masih banyak kaum perempuan yang pada umumnya masih ketinggalan dalam hal pengetahuan dan keterampilan yang berkaitan dengan peran sebagai istri dan ibu. Pemberdayaan perempuan pada dasarnya merupakan kegiatan yang bermuara pada 2 (dua) aktivitas besar, yaitu : 1. Pendidikan dan 2. Berorganisasi.

Pengetahuan dan keterampilan merupakan bekal untuk perempuan dalam mencapai PUG. Bekal tersebut merupakan awal membuka akses untuk selalu ikut terlibat dalam lingkup sosial. Bahkan dapat dikatakan untuk mengukur sejauh mana seorang perempuan itu mencapai PUG, dengan sejauh mana ia terlibat dalam kancah sosial, kekurangan pengetahuan dan keterampilan perempuan berdampak negatif sehingga sering munculnya tindakan yang salah.

Kekerasan terhadap perempuan tak jarang dalam bentuk yang tersembunyi misalnya pelecehan seksual dan larangan bergaul ke luar rumah, mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Berhasil tidaknya upaya PUG bergantung pada cara menyikapi kekurangan perbedaaan yang melekat dalam masyarakat. Perbedaan memang bisa menunjukkan jati diri orang per orang atau kelompok.

Idealnya setiap perempuan dapat melengkapi ketertinggalannya/kekurangannya, yang menjadi masalah bila di satu pihak, sikap pandang meremehkan perempuan di lain pihak dalam masyarakat perbedaan dibesar-besarkan, baik lewat nilai-nilai tentang perempuan dan potensi perempuan.

Apapun, yang menunjang pemberdayaan perempuan perlu didukung dan disebarluaskan, yang perlu terus kita yakini di balik pemberdayaan perempuan PUG, sesungguhnya ada kerinduan perempuan untuk berinteraksi sosial yang tidak mempermasalahkan perbedaan dan meremehkan perempuan. Upaya apa saja yang dapat memberdayakan perempuan dalam hidup sosial, sepatutnya didukung dan dicanangkan. Misalnya keterlibatannya dalam kancah sosial, apapun yang dilakukan sebaiknya didasari oleh sikap tidak menyembunyikan perbedaan yang memang melekat dalam masyarakat kita.

Perbedaan, tidak saja dipandang sebagai sumber konflik tetapi juga potensi memperkaya wawasan. Sikap ini perlu secara terus menerus ditularkan ke seluruh lapisan masyarakat.


0 Responses to “Berbeda Tanpa Harus Berkonflik”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 469,689 hits
November 2008
S S R K J S M
« Okt   Des »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

RSS Sekilas Berita

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

%d blogger menyukai ini: