08
Agu
09

MENGAPA INTEGRITAS ITU PENTING BAGI SEORANG PEMIMPIN ?


MENGAPA INTEGRITAS ITU PENTING BAGI SEORANG PEMIMPIN ?

Karena Integritas adalah kualitas yang harus di lakukan oleh seorang pejabat pemerintah. Dunia membutuhkan para pemimpin yang berpengaruh. Untuk mampu ,memiliki pengaruh setiap pemimpin harus memiliki Integritas .

Mengapa Integritas begitu amat penting sebab : Integritas memberikan Kuasa kepada kata-kata kita, memberikan kekuatan bagi rencana-rencana kita dan memberikan daya ( force ) bagi tindakkan kita.

Integritas berasal dari kata latin “ Integrated “ artinya “ komplit “, utuh dan sempurna. Yang berarti tidak ada cacat.

Pemimpin yang Berintegritas : adalah pemimpin yang tanpa kedok. Pemimpin yang berintegritas bertindak sesuai dengan ucapan, sama didepan dan ;dibelakang umum, konsisten antara apa yang diimani dan kelakukannya, antara sikap dan tindakkan, antara nilai hidup yang dianut dengan hidup yang dijalankan. Pemimpin yang berintegritas adalah pemimpin yang matang, tanpa kompromi, menolak pengakuan untuk dirinya sendiri. Di dalam menjalankan hidup serta pelayanannya pemimpin yang matang dan berintegritas berfokus untuk mencapai tujuan yang mulia. Seorang Pemimpin yang memiliki Integritas adalah yang memiliki integritas dalam etika dan moral.
Integritas dalam keberadaan benar dihadapan Tuhan dan benar dengan diri sendiri, Integritas dalam berpikir, integritas dalam berkomunikasi. Kunci mengembangkan Integritas : Perhatikan hal-hal kecil Katakan “ TIDAK “ kepada cobaan dan Jangan bedakan kehidupan didepan umum.

Profesionalitas adalah integritas yang teruji, abdi Negara yang professional adalah abdi Negara yang memiliki integritas yang teruji, tidak suka menggunakan aji mumpung memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan, apalagi kesempatan dalam tanda petik yang selalu bermakna negative. Tidak mudah memang. Ada kesempatan untuk korupsi, kita menjadi bimbang. Sisi baik pada hati kita mengatakan jangan tetap sisi buruknya mengatakan tunggu apalagi. Mumpung ada kesempatan, , sebab kalau tidak akan banyak orang lain akan menggunakan kesempatan tersebut. Korupsi itu manis diawal-awalnya tetapi akan menjadi pahit banhkan sangat pahit di ujung-ujungnya. Profesional artinya jika kita bisa menahan diri melakukan penyimpangan seperti itu meskipun kesempatan itu sangat terbuka lebar. Abdi Negara yang professional tidak akan berani menggunakan kesempatan, apalagi mencuri-curi kesempatan. Integritas yang teruji merupakan modal utama bagi kita untuk menjadi pelayanan masyarakat yang benar-benar berjiwa melayani.
Di masa ini, karakter yang demikian bisa dikatakan satu berbanding seribu, inilah biang kerok kenapa pemerintah kita kurang profesional karena betapa susahnya mencari aparat pemerintah yang benar-benar memiliki integritas yang teruji. Yang banyak adalah aparat pemerintah yang suka mencuri-curi kesempatan. Kesempatan sudah ditutup rapat rapat tetapi dasar mentalnya rendah, ada saja celah-celah untuk melakukan penyimpangan. Hal ini bisa terjadi lantaran semua orang suka bermain kongkalikong, atasan dengan bawahan sama- melakukan penyimpangan.

Mengapa Pemimpin Harus Merasa Aman :

Rasa aman sangat penting bagi seorang pemimpin untuk menjalankan kekuasaan dan otoritasnya. Bila seorang pemimpin merasa tidak aman, ia akan membuat orang-orang disekitarnya menderita yang pada akhirnya, ia akan membuat dirinya sendiri serta pekerjaannya turut menderita, dan gagal sebagai seorang pemimpin. Pemimpin yang memiliki rasa aman mampu berfokus dalam kepemimpinannya. Karena tujuannya jelas yaitu mencapai visi dan misi bersama. Rasa akan memberinya keberanian untuk mengambil tindakan walau tidak popular sekalipun.
Integritas dalam hal kemurnian adalah satu tantangan yang sangat besar bagi para pemimpin. Keberhasilan sering kali memberi kesempatan bagi para pemimpin untuk jatuh kedalam pencobaan..

Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki integritas dalam masalah uang. Banyak pemimpin –pemimpin yang sangat handal jatuh karena melanggar integritas mereka dalam masalah uang.

“ Peringatan kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada ALLAH yang dalam kekayaannya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Peringatan agar mereka itu berbuat baik, menjadi kaya dalam kebajikan, suka memberi dan membagi dan dengan demikian mengumpulkan suatu harta sebagai dasar yang baik bagi dirinya di waktu yang akan datang untuk mencapai hidup yang sebenarnya. “

Betapa berdosanya jika kita tidak mau berubah untuk menjadi lebih baik, lebih professional dalam bekerja sehingga gaji yang kita makan benar-benar menjadi rejeki yang halal dan barokah bagi keluarga kita semua. Kalau ada kesempatan untuk menjadi aparat pemerintah yang baik, kenapa tidak kita gunakan dengan semaksimal mungkin ? Kenapa kita malah mencuri-curi kesempatan untuk menjadi orang yang tidak baik ?

About these ads

27 Responses to “MENGAPA INTEGRITAS ITU PENTING BAGI SEORANG PEMIMPIN ?”


  1. Agustus 8, 2009 pukul 11:37 am

    Salam kenal Bu Agnes, Integritas seakan-akan merupakan barang langka yang tersimpan di puncak sebuah bukit terjal, hanya orang-orang tertentu yang bisa menyentuhnya. Benarkah demikian Bu ?

  2. Agustus 8, 2009 pukul 9:45 pm

    Salam kenal kembali Wilbatman, Integritas merupakan syarat mutlak untuk menjadi seorang Pemimpin sehingga kurang tepat jika dikatakan merupakan barang langka. Integritas satu paket dengan jujur dan dipercaya , orang yang jujur pasti dapat dipercaya ,sebaliknya orang yang dapat dipercaya pastilah seorang yang jujur. Seyogyanya setiap abdi negara yang jujur adalah juga dapat dipercaya. Sebab, ada juga abdi negara yang hanya memilih satu diantara keduanya. Saking jujurnya sehingga tidak dapat menjaga kepercayaan yang diamanatkan kepadanya ( tidak berhikmat ). Demikian Wilbatman , Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. Agustus 8, 2009 pukul 11:14 pm

    klau g’ punya integritas ya blom layak jadi pemimpin.. mimpin diri sendiri aja kacau mungkin :D

    • Agustus 9, 2009 pukul 9:45 am

      Betul Zoel, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  4. Agustus 9, 2009 pukul 12:58 am

    ya, saya setuju sepenuhnya dgn anda bu….

    integritas itu memang penting, integritas itu juga bermakna menaungi atau meliputi bisa juga mengayomi, seperti pada pelajaran matematika integral, dan juga yg unik lawan dari integral bukan disintegral tapi diferensial. saya kira dalam hub dgn kepemimipinan adalah seorang pemimpin itu harus bisa menjadi penghubung sekaligus menaungi bagi segala perbedaan di negeri ini, sangat tidak lucu apabila seorang pemimpin hanya memimpin kelompoknya saja tanpa memikirkan kelompok lainnya yg bisa jadi berseberangan, karena masy itu diferensial bagi pemimpinnya bukannya disintegral, kalo rakyat disintegral berarti disintegrasi yg berarti juga separatis….
    tapi diatas itu semua adalah seorang pemimpin harus adil dan amanah

    nuwun

    • Agustus 9, 2009 pukul 9:53 am

      Selamat pagi Tono, Luar biasa jago matematika ya ? Betul pendapat anda, hakekat kehidupan adalah bergerak, sebagai penyatu, sebagai penghubung yang harmonis dan sebagai pendamai . Dunia ini dikatakan hidup jika ada tanda-tanda pergerakkan kenyataannya bukan hanya mahluk hidup yang bergerak bahkan bumi serta mataharipun senantiasa bergerak. Gerakkan bumi, bulan dan matahari itu memberikan kehidupan kepada mahkluk-mahkluk Allah yang bernyawa, dan dengan dayanya masing-masing mewarnai kehidupan ini. Demikian juga pemimpin yang mempunyai Integritas akan mewarnai hidupnya dengan kemurnian dan kewajaran. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  5. 7 KangBoed
    Agustus 9, 2009 pukul 3:03 am

    Waaaakaakaakakak.. sungguh sebetulnya semua sudah menjadi satu paket sayang sampai detik ini belum ada sosok sosok pemimpin yang muncul membawa paket tersebut.. Jujur amanah dan kharismatik yang kuat..
    Salam Sayang dan Hormat buat mBak yang baik

    • Agustus 9, 2009 pukul 10:43 am

      Selamat pagi Kang Boed, Kita wajib bersyukur karena ALLAH sudah berfirman ” Bahwa barang siapa bersyukur maka ALLAH akan melipatgandakan nikmatNYA. Demikian juga Pemimpin bangsa ini harus mensyukuri nikmatNYA dengan memiliki Integritas dalam kepemimpinannya. Bersyukur termasuk tanda orang yang beriman, tetapi beriman saja tanpa bersyukur belumlah cukup. Bersyukur dan beriman seharusnya menjadi satu kesatuan yang tak terpisahjkan. Orang yang beriman seharusnya juga pandai mensyukuri nikmatNYA. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

    • Agustus 10, 2009 pukul 8:31 pm

      Kang, kamyunya dolan di sini orawani pertamax tekan kelimaks to. hihihi :roll: :D Kena deh :D

  6. Agustus 9, 2009 pukul 6:02 pm

    Mungkin kita harus bertolak pada individu masing-masing ya untuk mencapai itu semua… benar kan Bu? Salam kenal…

    • Agustus 9, 2009 pukul 8:17 pm

      Selamat malam Lansekap, betul, tetapi kita mengupayakan juga yang lainnya agar memiliki integritas dalam memimpin sehingga adanya kinerja yang proporsional dan profesional, Terima kasih komentnya Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  7. Agustus 9, 2009 pukul 6:44 pm

    Salam bu agnes, waduh hebat uraiannya mantap. Integritas yang baik akan menciptakan kualitas SDM berkualitas karena ia sarat dengan kemajuan.

    • Agustus 9, 2009 pukul 8:25 pm

      Salam kenal Pututik, setuju pendapat anda, dengan berintegritas akan menghasilkan SDM yang berkualitas. Kecerdasan intelektual merupakan kunci pokok keberhasilan seorang Pemimpin, seorang abdi negara dan abdi masyarakat bukan hanya di tuntut untuk mampu memberikan pelayanan yang baik, tetapi berusaha untuk menjadi yang terbaik. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  8. Agustus 10, 2009 pukul 10:12 am

    mbak agnes,
    mo menambahkan kalimat yang ini : Pemimpin yang efektif adalah pemimpin yang memiliki integritas dalam masalah uang.
    menurutku harta tahta dan wanita (syahwat) adalah satu paket untuk menjadikan suatu pemimpin itu berintegritas atau tidak.
    hehe… salam…

    • Agustus 10, 2009 pukul 5:19 pm

      Selamat sore Noe, terima kasih masukkannya, dan kelengkapannya Mari kita jalani hidup ini apa adanya dengan penuh kepasrahan. Hanya dengan memasrahkan diri sepenuhnya kepada Tuhan, kita akan memperoleh kebahagiaan. ketika kita pasrah artinya kita sudah membagi beban yang ada di hati kita dengan Tuhan. Marilah kita menghadirkan Tuhan di dalam hati kita baik dikala kita sedang bahagia maupun dikala hati kita dirundung kecewa. Dengan mengingat Tuhan hati kita akan menjadi tentram. Karens itu kits hsrus selalu ingat akan keberadaan Tuhan. Tuhan itu dekat, bahkan lebih dekat dari urat leher kita. Hidup ini akan menjadi indah ketika kita berserah diri kepadaNYA. Terima kasih sharingnya, Sukses untuk Noe,

      Regards, agnes sekar

  9. Agustus 10, 2009 pukul 5:38 pm

    Salam kenal Bu Sekar saya bekerja di pemerintahan Provinsi Kalteng sudah 21 tahun tapi selama saya bekerja terus menerus saya di lantik tapi hanya bergeser-geser di jabatan eselon IV ( Kasub.bag ) padahal saya sudah berusaha bekerja secara integritas, saya ingin mengalami kemajuan tapi dengan hati yang tentram, maksudnya di dapat bukan dari meminta atau menyikut-nyikut orang lain, Menurut pandangan Bu Agnes bagaimana hal ini bisa terjadi pada diriku ?

  10. Agustus 10, 2009 pukul 6:14 pm

    Salam kenal kembali Sunarsahlan, saya mengerti perasaan anda saat ini, mari kita telaah, apa yang kita cari didunia ini kecuali kebahagiaan ? Tetapi sudahkah kita paham bagaimana caranya mendapatkan kebahagiaan itu ? Ada orang yang merasa bahagia hidupnya tetapi kebahagiaan itu sebatas ketika di dunia saja, tetapi urusan di akherat masih penuh tanda tanya. Bahagia di dunia adalah bahagia yang semu, yang kita cari adalah bahagia sejati dunia dan akherat, untuk itu kita harus utamakan ridho Allah yang akan membuat hidup kita bahagia dunia dan akherat. Dan ridho Allah itu hanya akan kita dapatkan jika diri sudah termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa. Sedangkan salah satu ciri orang yang bertaqwa adalah ihklas dalam setiap perbuatannya. Maka dari itu persoalan sunarsahlan kita kembalikan pada ihklas dalam bekerja, dan tentu dirodhoi Allah sehingga kita tidak pesimis, tetapi tetap optimis dan berharap Allah dapat merubah segala sesuatu indah pada waktunya. Demikian sunarsahlan, Terima kasih sharingnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  11. Agustus 10, 2009 pukul 8:26 pm

    Setahuku, di dunia ini dari dulu sampai sekarang belum ada sosok Amir (pemimpin) nyang memiliki jiwa integritas bu, kecuali nabi Muhammad, pagi A, siang A, malem tetep A, dan sampai kapanpun tetep A. Beda ama bos jue, pagi tempe sore dhele. Apa yang bisa kudapat darinya, kecuali kebingungan semata, nggak ada nyang bisa saya ambil contoh darinya, kecuali humanismenya.
    ==
    “Kulluukum raa’in, wakullukum mas ulun ‘an ra’yatihi.” Setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang telah kita pimpin (diri sendiri), begitu kata rosululloh sekedar menambahkan bu.

    Salam sukses selalu buat bu Sekar
    Regard,
    TKB. :roll:

  12. Agustus 10, 2009 pukul 8:34 pm

    Selamat malam Mas Wandi, terima kasih masukannya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  13. 20 Endang Kusmana
    Agustus 13, 2009 pukul 1:07 pm

    Met siang Teh Agnes…,
    Sambil istirahat nih saya mau komentar mengenai integritas seorang pemimpin. Kalau saya telaah artikel di atas initinya seorang pemimpin yang memiliki integritas diantaranya pemimpin yang berjalan lurus dalam melakukan kegiatan atau otoritasnya sebagai pemimpin.

    Saya sependapat dengan pendapat teh Agnes. Di lingkungan kerja kita tentunya kita bisa membedakan dan menilai beberapa pemimpin, katakanlah pejabat struktural dari mulai eselon IV s/d eselon I. Sepertinya sangat mudah kita untuk menilai orang lain, tapi untuk menilai diri sendiri, katakankanlah saya eselon III, Teh Agnes juga eselon III bukan ? Apakah saya ini sudah seperti yang Teh Agnes uraikan apa belum..

    Terkadang sesuatu yang menurut kita baik, belum tentu baik untuk orang lain. Kadang-kadang kita dituntut untuk berbuat sesuatu atau mengambil keputusan yang agak keluar dari aturan.. tapi itu terpaksa karena semata-mata untuk kepentingan instansi dan mengakomodir kebijakan pimpinan. Idealnya seorang pimpinan harus berjalan lurus pada rel dan aturan yang ada, tapi dalam pejalannya untuk mengintegrasikan berbagai hal kepentingan yang kompleks terkadang kita terpaksa harus keluar rel. Fleksibilitas dalam berbagai tindakan termasuk pengambilan keputusan termasuk mengakomodir kebijakan pimpinan, itu tetap penting.

    Salam persahabatan.

    • Agustus 13, 2009 pukul 7:34 pm

      Selamat malam Kang Endang< Setuju pendapat Kang Endang sering kali kita menemui hal-hal seperti yang dikatakan diatas, disatu sisi idealisme, disisi lain kebijakkan Pimpinan/Instansi, Satu hal yang perlu kita ingat, segala sesuatu tergantung pada niatnya, Karena itu mari kita niati pengabdian ini semata-mata mencari keridhoan Allah semata, jangan diniati dengan semata niat duniawi, karena kehidupan ini sebagaimana kita pahami bersama tidak hanya berhenti disini tetapi masih ada kehidupan yang lebih kekal di akherat kelak. Kehidupan ini teramat sepele jika diniati hanya untuk sekedar bermewah-mewah di dunia saja tetapi akherat dilupakan. Maka dari itu Kang Endang semuanya kita ukur dengan niat dan hati nurani serta ridho Allah, agar hidup ini aman ,tentra, dan makmur. Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk Kang Endang and Fam.

      Regards, agnes sekar

  14. 22 guskar
    Agustus 14, 2009 pukul 5:40 pm

    Selamat petang mbak,
    Karakteristik seorang pemimpin yang berintegritas terletak pada keutuhan hidupnya, yaitu konsistensi dalam perbuatan dan perkataan seperti yang terdefinisikan oleh kamus sebagai “wholeness, completeness, entirety, unified”. Keutuhan yang dimaksud adalah keutuhan dalam seluruh aspek hidup, khususnya antara perkataan dan perbuatan.
    Dan di jaman sekarang ini, susah sekali mendapatkan pemimpin jenis ini.
    Kumpulkan energi untuk memperingati HUT RI.
    Salam

    • Agustus 14, 2009 pukul 7:49 pm

      Selamat malam Guskar, betul Gus, untuk mendapatkan yang utuh dan tanpa cela itu sulit, Mari kita upayakan mengembangkan hubungan baik dan bekerja dengan orang yang mempunyai kekuatan untuk maju mencapai keutuhan, serta mari kita memperbaiki kecocokan antara gaya dan pengalaman serta pemecahan masalah untuk mencapai suatu tujuan yang berintegritas, For Leader..he will open the way, for no through road is no problem for him to help.. Okay Gus, thanks your visit in my blog.

      Regards, agnes sekar

  15. Agustus 16, 2009 pukul 5:24 am

    Salam kenal,mb Agnes :-)

    • Agustus 16, 2009 pukul 8:28 pm

      Salam kenal kembali, Terima kasih kunjungannya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar

  16. Agustus 17, 2009 pukul 6:03 am

    Bu agnes saya mau mengeluarkan pendapat pada blognya Ibu berkenaan keterkaitan tulisan Ibu dengan yang saya alami. Ibu, saya bekerja di DISPERINDAG Prov. Kalteng, saya menilai bahwa BKPP yang menempatkan saya disitu tidak integritas,karena buktinya pangkat dan golongan saya lebih tinggi dari pimpinan saya, sepertinya ada kesengajaan mereka menempatkan saya yang mana pimpinan saya TMT nya lebih rendah dari saya, Bagaimana integritas mau diterapkan oleh PNS kalau dari sono nya pimpinan sendiri tidak berbuat sesuai dengan apa yang diucapkannya. Terima kasih Ibu.

    • Agustus 17, 2009 pukul 12:17 pm

      Selamat siang Anggoro, saya prihatin dengan persoalan yang terjadi pada Bapak sekarang, kalau memang benar demikian, banyak faktor untuk menjadi seperti itu : Mungkin saja yang menempatkan tidak profesional sehingga kurang teliti menempatkan Pimpinan anda yang TMT nya lebih rendah dari anda. Kedua mungkin karena imbas PP 41 sehingga banyak sekali yang di mutasi sehingga punya anda terlewat, atau lain-lainnya. Apapun alasan mereka seharusnya tidak semestinya demikian, hal itu membuat anda tidak dapat dinilai DP3nya oleh pimpinan anda, selain itu membuat beban mental untuk anda sendiri. Seharusnya anda yang dimutasi ke tempat yang pimpinanannya lebih tinggi dari anda. Oakay Anggoro, semoga dengan berjalannya waktu hal tsb diatas bisa cepat diatasi. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards, agnes sekar


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 297,268 hits
Agustus 2009
S S R K J S M
« Jul   Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.197 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: