25
Jun
09

PEMBINAAN KETAHANAN KELUARGA


PEMBINAAN KETAHANAN KELUARGA

Semenjak program KB dilaksanakan sebagai program Nasional, telah terjadi perkembangan konsep dan wawasan KB yang sangat penting. Kalau pada awalnya program KB ditujukan sebagai upaya pengaturan kelahiran dalam rangka peningkatan kesejahteraan Ibu dan anak kemudian berkembang yang di tujukan untuk membudayakan norma Keluarga Kecil Bahagia dan Sejahtera dari kebutuhan masyarakat, sehingga pelaksanaan menjadi program pemerintah dan masyarakat. Visi tersebut terus dikembangkan yaitu terwujudnya keluarga yang berkualitas pada tahun 2015 yaitu keluarga yang maju, mandiri, sejahtera, berketahanan dan memiliki jumlah anak yang ideal.

Selama dua puluh dua tahun kita telah melaksanakan program KB Nasional, dan hasil yang kita capai selama ini sangat menggembirakan. Partisipasi keluarga untuk menjadi peserta KB aktif telah mencapai 263.175 peserta, atau sekitar 105,13 % dari pemenuhan permintaan masyarakat sebanyak 250.366 peserta. Demikian juga pemenuhan permintaan masyarakat menjadi peserta KB Baru tercatat 49.336 atau sekitar 117,54 % dari pemenuhan permintaan masyarakat sebanyak 42.000 peserta.

Keberhasilan tersebut hendaknya mendorong kita semua untuk bekerja lebih baik lagi, sebab tantangan dimasa mendatang penuh multi dimensional, diantaranya adalah kondisi krisis ekonomi, social dan politik nampaknya masih berlanjut, konflik social yang belum tuntas penyelesaiannya, dan perubahan mendasar dari system sentralisasi ke desentralisasi khususnya di bidang KB masih memerlukan perhatian yang serius agar tujuan dan sasaran program dapat di capai.
Perkembangan pencapaian peserta KB Aktif tersebut telah memberikan dampak penurunan terhadap angka kelahiran total Kalteng menjadi 2,19 dari keadaan tahun 1970, sebanyak 5,8, anak per setiap wanita subur, sedangkan laju pertumbuhan penduduk sesuai hasil sensus tahun 2000 sebesar 2,68 % atau turun sebesar 1,20 % dari keadaan tahun 1990 sebesar 3,88 %. Namun partisipasi pria terhadap KB masih rendah yaitu sebanyak 1.710 peserta atau 0.65 % dari total peserta KB aktif sebanyak 263.175, dan ini merupakan tantangan yang perlu mendapat perhatian serius dari kita semua untuk dicarikan jalan keluarnya sehingga partisipasi pria terhadap keberhasilan KB semakin meningkat. Upaya ini diarahkan kepada perlindungan hak reproduksi dan pemenuhan kesetaraan Jender.
Pada kesempatan ini saya sampaikan untuk mendapat perhatian kita semua bahwa keadaan keluarga sejahtera di Kalteng berdasarkan hasil pendataan tahun 2000 menunjukkan bahwa keluarga Pra sejahtera alas an ekonomi sebanyak 41.288 atau 9,83 dari jumlah kepala keluarga sebanyak 414.887 kk dan keluarga sejahtera I alas an ekonomi sebanyak 81.120 KK atau 19,32 % . Sedangkan tahun 2009 mengalami penurunan yang signifikan. Tingkat kemiskinan di Kalteng turun 17 persen, Hal ini cukup menggembirakan kita semua, dan membuktikan bahwa program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk menurunkan tingkat kemiskinan melalui KB dapat terlaksana dengan baik. Turunya tingkat kemiskinan di Kalteng tersebut karena sejumlah faktor pendukung yang dilakukan pemerintah diantaranya, melalui program pemberdayaan fakir miskin, rehabilitasi komunitas adat terpencil serta penyandang kesejahteraan sosial bagi 2000 kepala keluarga lewat bantuan pembinaan modal dan kelompok usaha bersama. Bantuan Pemerintah untuk tiap-tiap keluarga dalam bentuk jaminan hidup selama 3-12 bulan, bantuan ekonomi produktif, bantuan sarana air bersih juga dibangunkan rumah sederhana. Demikian wujud kepedulian pemerintah dalam pengentasan kemiskinan di Kalteng, begitu menyentuh masyarakat melalui keluarga-keluarga prasejahtera .

Visi BKKBN yaitu terwujudnya keluarga berkualitas tahun 2015, maka pembinaan ketahanan keluarga perlu dilakukan secara berkesinambungan. Untuk itu pembinaan keluarga melalui Bina keluarga Balita, Bina Keluarga Remaja dan Bina Kelaurga Lansia mutlak dilakukan. Melihat kondisi tersebut Bina-Bina yang ada perlu dilakukan pembinaan , sehingga melalui kegiatan tsb akan terwujud keluarga berkualitas sebagaimana yang diharapkan.
Dalam menghadapi tantangan yang berkaitan dengan lingkungan strategis akan tuntutan adanya pemerintahan yang baik meliputi adanya kepastian hukum, keterbukaan, akuntabilitas dan profesionalisme, kebijakkan program KB yang telah menjadi bagian dari kebutuhan masyarakat harus sejalan dengan aspirasi masyarakat.

About these ads

17 Responses to “PEMBINAAN KETAHANAN KELUARGA”


  1. Juni 25, 2009 pukul 7:22 pm

    Waw ! artikelnya berat-berat harus ngotak dulu baru ngerti, Ibu keluarga yang berkualitas itu yang maju, mandiri, sehajtera, berketahanan dan memiliki jumlah anak yang ideal, , ada yang kurang Bu terakhir ditambah dengan bermatabat karena sejahtera tanpa bermatabat tidak ada gunanya, disekitar sering kita lihat keluarganya sejahtera tetapi anaknya tidak beres semua / tidak bermatabat, untuk itu sejahtera harus dilengkapi dengan bermatabat. Tulisan yang berkualitas. Kunjungi Blog saya ya Bu ?

  2. Juni 25, 2009 pukul 7:42 pm

    Selamat malam Usep, saya sependapat bahwa sejahtera belum sempurna jika belum bermatabat, karena hal tersebut merupakan jati diri bangsa Indonesia, khususnya Kalteng, seperti Michael de Montaigne mengatakan : ” Nothing is so firmly believed as that which we least know ” ( Hal-hal yang paling kita percayai adalah hal-hal yang paling sedikit kita ketahui. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. 3 guskar
    Juni 25, 2009 pukul 10:34 pm

    Hi, mbak Sekar. Tuh berita di TV, Kalteng lagi panen asap ya he..he..
    Ketahanan keluarga sangat penting bagi ketahanan bangsa dan negara. Jika ketahanan keluarga kuat, maka ketahanan bangsa dan negara pun akan kuat. Sebaliknya, jika ketahanan keluarga lemah, maka ketahanan bangsa dan negara pun akan lemah. Indikator kuatnya ketahanan keluarga harus ditandai pula dengan kuatnya ketahanan ekonomi, pendidikan, ahklak atau agama, dan keharmonisan atau hubungan anggota keluarga yang baik dan sakinah. Iya, nggak mbak?

  4. Juni 26, 2009 pukul 2:56 pm

    Mau komen persis guskar, sudah keduluan :-D
    Tapi minimal ada satu point yang masih terlewatkan, yaitu berapa besar pengaruh KB terhadap ketahanan keluarga dibandingkan dengan parameter lain yang disebutkan guskar di atas.
    Soale aku masih menangkap kesan program KB adalah dari sisi kuantitas jumlah anggota keluarga, bukan kualitas. Secara sederhana saja, angka-angka pra-sejahtera di atas bisakah displit berapa persen keluarga yang KB berapa yang tidak.
    Hehe… komen kok malah nanya :-D

  5. 5 KangBoed
    Juni 26, 2009 pukul 5:36 pm

    hehehe.. beneeer mbaaake.. sekarang sekolah aja muahaaaalnya minta ampuuun.. kebayang kalau anak banyak bukan banyak rejeki.. malahan beraaaat yaaaa.. mana perekonomian semakin jomplang terus.. mungkin bentar lagi tinggal si miskin dan kaya.. menengah jadi miskin yaa mbak..
    Salam Sayang

  6. Juni 26, 2009 pukul 7:42 pm

    Selamat malam Para Blogger, maaf baru dibalas karena mengikuti rangkaian hari Anti Narkoba International ( HANI ) 2009, dari Upacara via Teleconference yang nyambung ke Senayan .. Untuk Kang Boed Memang masih banyak tantangan dalam penerapan Program KB, salah satunya adalah rendahnya tingkat pendidikan formal masyarakat didaerah pedesaan. Mindset mereka umumnya telah dibentuk oleh nilai-nilai budaya yang mereka anggap sebagai sesuatu yang absolut oleh karena itu program KB pun sebagian mereka anggap bertentangan dengan norma budaya yang mereka miliki. Haturnuhun Kang Boed.

  7. Juni 26, 2009 pukul 7:55 pm

    Untuk Noe,

    Salah satu parameter lain pengaruhnya pada kemiskinan. Program KB merupakan salah satu program pengentasan Kemiskinan yaitu dengan cara mengatur perkawinan, mengatur kapan harus punya anak, mengatur jarak kelahiran, mengatur jumlah anak yang ideal dalam satu keluarga yang arahnya pada ketahanan keluarga. Di negara-negara yang sudah maju kesadaran akan penting keluarga kecil bahagia, sehat dan sejahtera merupakan hal yang mendasar. Okay Noe terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  8. Juni 26, 2009 pukul 8:11 pm

    Untuk Guskar,

    Selamat malam Guskar, setuju pendapatnya, Ada kenangan saya yang teramat sangat berkesan, ketika lima tahun yang lalu saya mendapat Undangan kolega yang bekerja di Cina untuk berkunjung ke negri Cina, ketika masuk ke perkampungan penduduk mereka berkata sangat menjaga untuk memiliki satu anak saja, Undang-undang di Cina mengatur bahwa setiap keluarga hanya boleh memiliki 1 anak dan apabila lebih akan mendapat sangsi yang berat , demi Undang-Undang rela berkorban tujuan akhirnya yaitu untuk mewujudkan keluarga kecil, sehat, sejahtera dan bahagia,sehingga ketahanan keluarga dapat tercapai dengan keluarga yang kuat, akan menimbulkan bangsa yang kuat pula, Terima kasih atensinya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  9. Juni 26, 2009 pukul 11:25 pm

    mudah2n adanya pilpres sekarang yang terpilih bisa merubah keadaan kehidupan individu yang kurang mampu, baik dari segi materi, pendidikan, keamanan dan lainnya…salam D3pd…^_^…V

  10. Juni 27, 2009 pukul 11:51 am

    Demikian harapan kita bersama, terima kasih atensinya D3pd, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  11. Juni 29, 2009 pukul 4:06 am

    Bu Sekar, gimana pandangan ibu tentang keberhasilan KB kaitannya dengan banyaknya SD yang gulung tikar gara-gara nggak ada/minim pendaftar? :roll:

  12. Juni 29, 2009 pukul 1:40 pm

    Selamat siang Wandi, tumben kali ini komentnya gregeti, sebetulnya sebelum gulung tikar dibawa dulu persoalannya ke foum mekanisme koordinasi, yang fungsinya untuk menjembatani permasalahan pendidikan yang diakibatkan berbagai macam hal ( kel. pra sejahtera ) Forum tsb terdiri antara pemerintah dan masyarakat untuk forum kemitraan sehingga hal yang terjadi seperti diatas/gulung tikar bisa diatasi.Forum Padu tsb terdiri dari pegawai pemerintah tingkat tinggi dari semua faktor departemen dan badan koordinasi multi sektoral, sehingga gulung tikar bisa diatasi. Sekedar untuk diketahui Pendanaan untuk permasalahan diatas bisa melalui pemerintah Pusat, pemerintah Daerah, dan orang tua yang mampu. Dana yang dari pemerintah bisa diambil dari anggaran Block grant disentralisasi dari pemerintah pusat ke propinsi dan terus ke tingkat administrasi lebih bawah., Demikian Wandi, semoga bermanfaat. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

  13. Juni 30, 2009 pukul 5:22 pm

    Lam Kenal Mbak Agnes
    Akur mbak dengan ulasannya…Ketahanan Negara harus dimulai dari Ketahanan Keluarga dulu khan..dan juga Ketahanan Pangan & Gizi Keluarga.salah satunya… Silakan mampir di myblog (a new one) untuk sharing ttg akar rumput di : http://agoesman120.wordpress.com…see your

  14. Juni 30, 2009 pukul 6:09 pm

    Selamat sore Agoes, terima kasih sudah mengunjungi web site ini, Okay saya langsung ke TKP.

  15. Juli 1, 2009 pukul 8:07 am

    Ketahanan nasional pada hakekatnya meliputi aspek ipoleksosbudhankam.Nah,dari aspek sosial,ketahanan keluarga merupakan hal yang penting.Oleh karena itu keluarga harus mendapat pembinaan yang baik karena dengan keluarga yang baik akan berdampak positif kepada lingkungan setempat.Secara berantai,lingkungan yang baik akan menjadikan negara ini mempunyai ketahanan yang baik dibidang keluarga.

    Dari segi pengamanan,mata rantai terlemah konon berada dikeluarga.Banyak kebocoran informasi terjadi karena ulah keluarga.

    Maju terus dengan artikel yang membangun ya mbak.
    Salam dari kawasan Surabaya.

  16. Juli 1, 2009 pukul 9:08 am

    Seratus untuk Abdul Cholik, …..Hal ini penting untuk diperhatikan, sebab ketahanan bangsa diawali dari ketahanan keluarga serta individu. Terima kasih Komentnya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  17. Mei 9, 2013 pukul 5:39 pm

    Howdy! Someone in my Myspace group shared this site with us so I came to look
    it over. I’m definitely loving the information. I’m bookmarking and will
    be tweeting this to my followers! Superb blog and terrific design and style.
    Raspberry ketone side effects – raspberry ketone scam – raspberry ketone scam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 286,232 hits
Juni 2009
S S R K J S M
« Mei   Jul »
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728
2930  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.197 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: