18
Feb
09

PENANGGULANGAN MASALAH PENYAKIT MASYARAKAT


Pengantar

Secara sosiologis dan antropologis Penanggulangan penyakit Masyarakat ( Narkoba, Miras dan Judi ) merupakan gejala social yang berkembang dalam masyarakat dan merupakan hasil konstruksi social budaya dari masing-masing suku bangsa. Disamping itu masalah ini dapat juga disebut sebagai masalah global karena masalahnya selalu ada hampir diseluruh Negara di dunia ini. Berbagai upaya telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun tokoh-tokoh agama untuk menanggulangi masalah ini, namun belum menampakkan hasil yang menggembirakan, malah sebaliknya semakin mewabah keseluruh pelosok, mulai daerah perkotaan hingga daerah pedesaan. Tampaknya masalah narkoba, miras dan judi ini sudah membudaya dikalangan masyarakat, sehingga sulit untuk mencari jalan keluarnya dari permasalahan ini.

Landasan Teoritis

Setiap orang memiliki kecenderungan untuk melakukan perilaku menyimpang dari jalur yang telah ditentukan berdasarkan norma hukum yang berlaku dalam masyarakat untuk mencapai tujuannya. Penyimpangan perilaku ini, semata-mata didorong oleh nilai-nilai social budaya yang dianggap berfungsi sebagai pedoman berperikelakuan setiap manusia didalam hidupnya. Jadi kelakuan yang menyimpang itu akan terjadi apabila manusia memiliki kecenderungan untuk lebih mementingkan suatu nilai social budaya dari pada kaidah-kaidah yang ada untuk mencapai cita-citanya. Berpudarnya pegangan orang pada kaidah-kaidah , menimbulkan keadaan yang tidak stabil dan keadaan tanpa kaidah-kaidah. Hal ini berhubungan erat dengan teori anomie Durkheim, dimana menimbulkan mentalitas menerabas yang pada hakekatnya menimbulkan sikap untuk mencapai tujuan secepatnya tanpa banyak berusaha dan berkorban dalam arti mengikuti langkah-langkah atau kaidah kaidah yang ditentukan. Berkaitan dengan teori diatas, setiap orang yang berperilaku di luar kaidah-kaidah yang telah disepakati bersama, dianggap sebagai melawan kaidah tersebut atau tindakkan menerabas, yaitu melakukan jalan pintas di luar kaidah yang ada untuk mencapai tujuan dengan cepat. Munculnya perilaku menyimpang ini disebabkan oleh kaidah kaidah yang ada tidak berfungsi sebagaimana mestinya, sehingga mendorong orang untuk mengembangkan konsepsi-konsepsi abstrak yang ada dalam pikirannya untuk mencapai tujuannya atau mencari identitas diri tanpa memperhitungkan dampak negatifnya

Kondisi Obyektif Masyarakat Saat Ini

Negara kita adalah sebuah Negara yang sedang berkembang dan sedang dalam proses transisi dari masyarakat tradisional menjadi masyarakat moderen. Dalam proses demikian baik kegiatan politik, ekonomi dan teknologi social budaya masih mencari bentuk yang tepat ( Trial and error process ), demikian pula masyarakatnya berusaha mencari identitas diri yang sesuai dengan perkembangan zaman. Ditambah lagi dengan kondisi social politik dan ekonomi kita belum stabil, memungkinkan berbagai dampak globalisasi ikut membentuk mentalitas masyarakat kita pada saat ini. Penegakkan hukum yang tegas dan tidak pilih bulu masih belum terwujug hingga saat ini, sehingga membuka peluang bagi sebagian orang berperi laku menyimpang dari kaidah-kaidah yang sudah ada. Narkoba, miras dan judi adalah contoh konkret dari berbagai penyimpangan dari kaidah-kaidah Hukum yang sudah berlaku karena masyarakat memandang kaidah-kaidah yang sudah ada. Narkoba, miras, dan judi adalah contoh konkret dari berbagai penyimpangan dari kaidah-kaidah hukum yang sudah berlaku karena masyarakat memandang kaidah-kaidah itu sudah tidak memadai lagi dipakai sebagai pedoman hidup mereka sehari-hari. Krisis ekonomi yang berkepanjangan ini ikut mempengaruhi semua aspek kehidupan social, ekonomi, politik dan budaya kita. Kemiskinan dan lemahnya hukum, misalnya adalah factor yang mendorong orang untuk mencari jalan pintas ( Menerabas ) dalam mencapai tujuan hidup/cita-citanya, disamping factor mencari identitas diri, mencari hiburan dan factor iseng. Faktor hiburan dan iseng ini telah melekat pada setiap diri manusia yang disebut sebagai Homo Luden

Penanggulangan Masalah Perilaku Menyimpang

Akhir-akhir ini masalah narkoba, miras dan judi ( Penyakit Masyarakat ) hamper tidak pernah absent dari halaman surat kabar. Menurutberita-berita di surat kabar, sasaran penyakit masyarakat bukan saja anak-anak muda tapi juga orang dewasa dari berbagai lapisan masyaralkat, termasuk pula pegawai negri dan polisi. Penyakit masyarakat bukan saja anak-anak muda tapi juga orang dewasa dari berbagai lapisan masyarakat, termasuk pula pegawai negeri dan polisi. Penyakit masyarakat bukan saja beredar di kota-kota, tapi juga di desa-desa. Sudah bukan rahasia umum bahwa penyakit masyarakat seperti narkoba adalah sebuah bisnis yang besar dan global serta memiliki mata rantai yang sangat rapih dan melibatkan berbagai unsure terkait mulai dari produsen, pengedar, konsumen, aparat hukum, aparat keamanan dan bahkan elit politik. Itulah sebabnya narkoba sulit diberantas hingga saat ini sekalipun Undang-Undang yang mengatur tentang hal itu sudah ada. Misalnya UU No : 5/1997 tentang Psikotropika dan UU No : 22/1997 tentang Narkotika. Sesungguhnya sasaran utama dari peredaran narkoba adalah anak-anak muda ( pelajar SLTP,SLTA dan mahasiswa ) Mengapa ? Narkoba yang merupkan jaringan bisnis besar dan global memiliki satu tujuan politik mendasar, yaitu menghancurkan generasi yang akan dating dengan cara membodohkan mereka. Hal ini ada hubungannya dengan persaingan antar Negara-negara di dunia ini untuk muncul sebagai Negara adikuasa. Untuk tujuan itu, maka generasi muda beberapa Negara yang menjadi saingan tadi harus dihancurkan agar gampang dikuasai
Melihat kondisi social, politik, ekonomi dan hukum kita hingga kini masih belum stabil, kami masih pesimis jika penyakit masyarakat dapat diatasi secara tuntas. Sebenarnya kita harus memiliki landasan hukum yang kuat dan mapan sebagai landasan utama untuk mengatur proses pembangunan social, budaya, ekonomi dan politik serta character building. Namun demikian, tidak salah kalau kita m encoba sekaligus sebagai upaya trial and eror . Apabila kita berhasil, sangat mungkin cara yang kita tempuh akan ditempuh akan dipakai secara nasional bahkan internasional.Namun apabila kita masih gagal dan gagal terus adalah suatu hal yang lumrah mengingat kondisi social politik dan ekonomi kita saat ini masih dalam proses transisi dan mencari bentuk yang tepat. Kesulitan selanjutnya adalah karena masalah Penyakit masyarakat ( narkoba, miras, judi ) erat kaitannya dengan budaya. Merubah suatu budaya atau tradisi sangat sulit dan memerlukan waktu dan proses yang lama.

About these ads

28 Responses to “PENANGGULANGAN MASALAH PENYAKIT MASYARAKAT”


  1. Februari 18, 2009 pukul 6:03 pm

    Sepanjang kita hidup penyakit masyarakat pasti ada, karena tidak mungkin masyarakat itu baik-baik semua pasti ada yang senewen makanya mereka membentuk mentalitas yang menerabas, yang melanggar pada kaidah-kaidah masyarakat. Maka dari itu penanggulangannyapun tidak biasa tuntas, Paling- hanya meminimalkan, betul nggak Bu Sekar ?

    Salam Kenal, kunjungi blog saya ya ?, terima kasih tulisan yang hebat.

    Nurhadi Dachlan

  2. Februari 18, 2009 pukul 6:31 pm

    Selamat malam Pak Nurhadi, betul sepanjang masih ada kehidupan juga ada penyakit masyarakat, Paling tidak tulisan ini memberikan solusi untuk hal ini, dan kita mencoba-dan mencoba lagi untuk arah yang lebih baik , seperti yang kita harapkan bersama. Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  3. Februari 18, 2009 pukul 8:33 pm

    Apakah penyakit masyarakat itu bisa disembuhkan ? Obatnya apa yang paling manjur ?

    Salam kenal Bu Agnes, dari Berlin Sanggam

  4. Februari 19, 2009 pukul 7:55 am

    Banyak cara untuk meminimalkan penyakit masyarakat, salah satunya adalah sosialisasi untuk pencegahan penyakit masyarakat tsb, bisa kepada organisasi masyarakat atau juga organisasi-organisasi pemuda dan sekolah-sekolah, atau ke kampus. Terima kasih komentnya.

    Regards, agnes sekar

  5. Februari 19, 2009 pukul 8:26 am

    Hallo Bu Agnes, apa khabar ? Waduh saya kaget ketika staf saya menemukan blognya Ibu Agnes, dia beritahu saya ktnya, Pak ini Bu agnes yang dulu penyuluh narkoba kesini ?, langsung tak liat. Oalah….. ayune rek Wis ayu, pinter meneh ah pokoke smart ngono lho jowone. Bu Agnes aku kangen karo sampean kapan rene meneh ya perjalanan Dinas ngono lho Bu ? Nanti tak carikan kepiting kesukaan Ibu, Ya wis komentare pokoke apik kabeh, wong aku ngefans berat karo profil Ibu. Ojo lali salam karo Pak Proffesor ( bojomu kae lho ) bilang datang-datang ke tempat Pak Yus ngono lho Bu Agnes. Terima kasih tulisan penyakit masyarakatnya yang penting ojo sakit hati wis urip pancen angel, yang penting Ibu bahagia karo keluargane wis cukup.

    Sahabatmu, Dr. Yusman Santoso ( Pim II ) 2007 neng Surabaya.

  6. Februari 19, 2009 pukul 1:34 pm

    Kabare apik Pak Yus, bagaimana apa mau tambah semangka lagi, wis kembung yo….kembung, ora mangan sing penting gawe jurnal, Ojo digaweke yo, gawe dewe ben marem ngono lho mas. Salam koro bojomu lan anakmu sing ayu kae. Kapan-kapan ne ke Palangka Raya mampir jangan lupa, titip salam kanggo mbak srie, mas edi, mas pitut lan karo mbah kakung. Terima kasih komentnya Pak Yus.

    Slamet Kabeh, agnes sekar

  7. 7 mammad04
    Februari 19, 2009 pukul 4:31 pm

    Kecenderungan PUKAT terjadi di lingkup masyaratkat yang SDMnya kurang mumpuni. Mereka cenderung bodoh juga berlagak bodoh, sehingga tidak mau mentaati norma yang berlaku dalam masyarakat. Sebenarnya mereka tahu norma, hukum yang berlaku, tapi dengan sengaja melanggarnya.
    Juga sebagian faktor sosial. Banyaknya pengangguran membuat kondisi kejiwaan terganggu, sehingga banyak dari mereka yang stress (“) kejiwaannya. Tindakan kriminal adalah sebagian dari pelampiasannya, selain terdesak kebutuhan ekonomi tentunya.
    Bu Agnes.., salam kenal. Mohon maaf banyak salah dalam berkomentar tentunya.. :)
    (namanya juga masih belajar ‘n new comer)

  8. Februari 19, 2009 pukul 7:15 pm

    Selamat malam mamad, Setuju salah satu penyebab PUKAT adanya kondisi ekonomi dan sosial yang mengalami tekanan, sehingga dampaknya seperti hal tersebut diatas. Koment yang bagus.

    Regards, agnes sekar

  9. Februari 21, 2009 pukul 9:10 pm

    Menurut hemat saya sulit untuk membasmi pekat, karena mereka seperti lingkaran setan,dibasmi yang satu muncul yang lain yang lebih banyak. Apakah ini adanya pengaruh Globalisasi ? Saya juga prihatin, di pedesaan tempat kami tinggal judinya masih cukup tinggi, walaupun mereka lakukan ketika sedang dilanda duka ( ada salah satu keluarga mereka yang meninggal ? ) apa zaman ini sudah aneh ? Bagaimana menurut Bu Agnes ? Terima kasih tulisan-tulisannya mendidik dan kami merasakan manfaatnya dengan tulisan Ibu.

    Salam kenal, dari Rosihan Anwar

  10. Februari 22, 2009 pukul 3:46 am

    Dengan berupaya untuk mencegah saya yakin bisa diminimalkan, walaupun mungkin tidak 100 % bersih, paling tidak bisa mencegah, globalisasi tentu ada pengaruhnya dengan hal ini karena seperti kita ketahui bisnis narkoba mempunyai jaringan internasional, Judipun demikian, dan tugas kita memutuskan jaringan internasional ini untuk tidak merambah masuk ke Indonesia. Okay terima kasih komentnya.

    Regards, agnes sekar

  11. Februari 22, 2009 pukul 7:30 am

    salam ibu, apa kabar? smga sehat2 selalu
    …..law enforcement kita sanagt kedodoran, ditambah lagi kebijakan pemerintah yang bermuka dua.
    berapa banyak lokalisasi yang segar bugar, berapa banyak produsen miras masih sehat wal afiat, berapa banyak praktik jual beli pasal pada pelaku narkoba, betapa bebasnya praktik prostitusi, judi, mabuk2an, dinegeri ini…..
    memang secara sosilogis hanya kita “potret” realitas demikian, namun kajian-kajian tentang lemahnya institusi, pranata sosial terhadap penyakit masyarakat ini tentu membutuhkan solusi. Bangsa ini kering dan haus akan pembelajaran yang dikelola secara baik dan akan menuju kemandirian.
    eh kok panjang… terima kasih ibu…sukses selalu

  12. Februari 22, 2009 pukul 11:38 am

    Selamat siang Shalimow, senang bisa bertemu lagi di dunia maya, Terima kasih komentnya yang menginspirasi kita semua yang sedang gencar-gencarnya mensosialisasikan PEKAT. Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  13. Februari 22, 2009 pukul 8:57 pm

    Melihat semboyan Badan Narkotika Daerah Kalimantan Tengah Tahun 2010 Kalteng bebas narkoba, yang menggelitik saya maksuknya bebas narkoba itu, ialah narkoba bebas di komsumsi ? atau narkoba bebas di basmi ? Dan apakah bisa betul tepat waktu ? bisa bebas narkoba ? Bagaimana Bu agnes ?

    Salam kenal, Bu dari Bambang Waskito.

  14. Februari 22, 2009 pukul 10:47 pm

    kalau berperilaku menyimpang tapi tidak merugikan orang lain gimana Bu?

  15. Februari 23, 2009 pukul 12:23 am

    Selamat pagi Pak Iwan, yang namanya menyimpang ya tetap kurang baik, diupayakan selama kita hidup memiliki berarti dan memberikan manfaat bagi orang lain, klu menyimpang bagaimana mau memberikan dampak yang baik kepada orang lain ? Bukan demikian ? Terima kasih komentnya Pak, senang bisa bertemu kembali di dunia maya, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  16. Februari 23, 2009 pukul 12:27 am

    Untuk Pak Bambang, tentu artinya bebas dari Narkoba ya tidak ada narkoba sama sekali. Paling tidak semboyan itu memacu masyarakat Kalteng tidak mengkomsumsi Narkoba, dan masalah waktunya bisa tepat atau tidak tergantung dari tindakkan si penegak Hukumnya dan Masyarakatnya Juga Komitmennya. Tapi yang jelas kita senantiasa mengupayakan untuk membasmi PEKAT tsb. Terima kasih komentnya Pak Bambang.

    Regards, agnes sekar

  17. Februari 24, 2009 pukul 7:21 am

    Permasalahan yg selalu mengganggu tatanan kehidupan bermasyarakat….penyakit masyarakat…topik permasalahan yg sangat menarik sekali…ini hanya menurut Ayah ya…?? sebenarnya pokok permasalahannya ada di lingkungan keluarga…Yaitu peran orang tua menanamkan moral dan mental serta norma-norma agama pada anaknya…bila hal tersebut sudah tertanam dan mengakar pada diri anak…niscaya penyakit masyarakat itu jauh dari keluarga kita….mulailah dari lingkungan paling dekat…yaitu keluarga…
    Salam hangat dari Ayah…

  18. Februari 24, 2009 pukul 12:08 pm

    Salam kenal,
    menarik membaca tulisan dan komen-komen anda semua. saya jadi ingat pada suatu hari saya dan om saya berniat untuk mengumpulkan para blogger dan aktifis internet untuk membuat konten positif sebanyak-banyaknya.
    nyawa dari kegiatan itu adalah, daripada sibuk memerangi yg negatif di internet, mari kita buat konten positif menjadi mayoritas, sehingga yang negatif2 itu tidak punya tempat, menjadi minoritas dan akhirnya tersingkir.
    nafas ini rasanya juga bisa digunakan untuk memerangi judi, narkoba dan penyakit masyarakat yang lain. kalau para pelakunya nggak bisa dijaring semua secara bersama-sama. satu-satu aja mungkin ya, kita ajak untuk melakukan hal baik.
    saya lebih setuju bahwa pada dasarnya setiap manusia dilahirkan dalam keadaan baik.

  19. Februari 24, 2009 pukul 1:14 pm

    Memang benar, jika dari keluarga intinya kuat, akan menularkan kekuatan juga di luar, dan jika keluarga intinya sejahtera, menularkan kesejahteraan itu pada masyarakat sehingga PEKAT bisa diatasi karena tekanan ekonomi bisa diminimalkan. Koment yang bagus, terima kasih untuk atensinya pada PEKAT. Sukses untuk ayah.

    Regards, agnes sekar

  20. Februari 24, 2009 pukul 1:20 pm

    Untuk Dian, Luar biasa idenya, wujudkan, saya dukung 100% persen karena tugas-tugas kita semua merubah dari yang tidak baik menjadi baik, merubah dari pecandu menjadi bebas candu, merubah dari yang doyan judi menjadi membenci judi, pokoknya kearah yang lebih baik. Setuju kalau Web site Khususnya WordPress menyajikan hal yang intelektual dan positif sehingga semua blogger mengalami pencerahan. Terima kasih koment yang membangun.

    Regards, agnes sekar

  21. Februari 24, 2009 pukul 2:09 pm

    Waduh, komen-komen nya bagus-bagus ya ? apalagi tulisan Mbak Sekar ini uapik-uapik, pinter milih thema yang sedang popoler, dan bahasannya lengkap, dan satu lagi yang paling penting orangnya cantik. Jujur pertama aku lihat cantiknya dulu baru tulisannya baru komen-komennya. Menurut saya sulit memberantas PEKAT karena sudah keturunan, dan dimana-mana ada membudaya gitu lho ! Bagaimana mau dibabat wong penegak hukumnya sendiri doyan PEKAT koq. Bagaimana menurut Ibu ?

    Salam Kenal, Samijo Parwo

  22. Februari 24, 2009 pukul 5:10 pm

    matur nuwun jeng Sekar
    mas Samijo, kalo kita bilang sulit, maka memang akan jadi sulit. kalau kita bilang bisa, maka kita tinggal mengerjakannya, dan hasilnya insyaallah akan baik.
    amiiennn…

  23. Februari 24, 2009 pukul 7:04 pm

    Seperti pendapat Dian diatas tergantung komitmen dan tekad, Mas Samijo kalau Penegak Hukumnya terlibat PEKAT ya mulai dari kita-kita ini memberantasnya dan memberi contoh bahwa PEKAT memang harus diberantas, terima kasih Komentar dan pujiannya Mas Samijo, dan untuk Dian sami-sami.

    Regards, agnes sekar

  24. Februari 24, 2009 pukul 7:10 pm

    salam,
    sebelumnya salam kenal dulu ah bu … :)
    mungkin yang menyebabkan permasalahan itu ( Penyakit Masyarakat ) adalah situasi atau kondisi yang ada pada saat seseorang mengalami depresi atau “menyimpang” dari kehidupannya.
    saya pernah sharing dengan teman yang dulunya adalah pemakai,dan apa yang pernah dia katakan pada saya adalah bahwa dia sebenarnya tidak ingin seperti ini “menjadi seorang pemakai” tetapi keadaan yang membuat seperti ini.nah bisa di bayangkan kan… :P bahwa penyakit masyarakat itu timbul di sertai dengan sebab dan akibat… :)
    Semoga kita menjadi negara yang bersih,aman dari narkoba dan semoga indonesia bisa lebih maju dari sekarang ini… Amin

    thank’s

    Alif

  25. Februari 24, 2009 pukul 7:27 pm

    Dikala seseorang dalam keadaan tidak stabil/tertekan/depresi, faktor menyimpang ke PEKAT memang potensial, jika saja ybs tidak mempunyai landasan agama dan mental yang kuat, akan cenderung melakukan perilaku menyimpang, maka dari itulah sejak dini ditanamkan landasan agama dan membentuk mental anak agar kokoh tidak cepat goyah oleh pengaruh dari luar. Salam Kenal kembali Alif, Sukses untuk anda.

    Regards, agnes sekar

  26. April 8, 2011 pukul 10:07 pm

    narkoba miras judi mungkin tidak akan pernah untuk bisa diberantas sampai kapanpun.baik negara maju sampai negara dunia ke 3 narkoba dsb telah menjadi penyakit. yang bisa dilakukan adalah meminimalisir agar narkoba dsb tidak banyak mempengaruhi kehidupan masyarakat luas. bagaimanapun juga masyarakat lah sebagai aktor utama dari pemberantasan narkoba dsb, masyarakat bisa melakukannya misalnya dengan cara mengucilkan seseorang yang terlibat kasus narkoba miras judi.namun ini adalah masalah yang kompleks menyangkut dimensi sosial, ekonomi, budaya, politik, hujum dsb. sehingga penyelesaiannya juga harus menyeluruh tidak setengah-tengah,berjalan ditempat dsb…

    • April 12, 2011 pukul 3:43 pm

      Selamat sore Yumant, senang bisa membalas komentar anda maaf barus bisa dibalas karena sibuk pekerjaan, setuju pendapat anda karena bagaimanapun penyakit masyarakat tetap ada hanya tinggal peran kita untuk meminimalisir penyakit masyarakat tsb. Terima kasih komentnya, Sukses untuk anda.

      Regards,

      Agnes Sekar

  27. November 26, 2012 pukul 12:08 pm

    ikut menyimak gan,,thanks


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


MY THOUGHT ABOUT THIS WORLD

Penulis

In here, I write my thought about this world, from any idea that speak about my job to my activities with my families and friends, which I like to share for you.
OK, Thanks for your attention and I hope it will be useful for us, especially for you.
GBU

Statistik Blog

  • 297,132 hits
Februari 2009
S S R K J S M
« Jan   Mar »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
232425262728  

RSS Tentang Perempuan

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.197 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: